Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sentani Nursing Journal

ASUHAN KEPERAWATAN LUKA POST OPERASI SECTIO CAESAREA PADA IBU P DENGAN MENGGUNAKAN NaCl 0,9% DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Affendi, Nur; Sulistyowati, Pryatin; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v6i1, Februari.189

Abstract

Latar Belakang : Luka post sectio caesarea memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dari pada luka persalinan normal. Perawatan luka dengan prinsip pembersihan, penutupan dan perlindungan luka akan meningkatkan pemulihan luka dengan baik sehingga infeksi luka post sectio caesarea tidak terjadi. Natrium klorida dapat digunakan untuk membersihkan luka karena NaCL 0,9% ini sendiri mengandung isotonik dan tidak akan menggangu penyembuhan luka. Larutan NaCl ini dimaksudkan untuk mencuci dan merendam luka atau lubang operasi, sterilisasi inisangat penting karena cairan tersebut langsung berhubungan dengancairan dan jaringan tubuh yang merupakan tempat infeksi dapat terjadi dengan mudah.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Asuhan Keperawatan Luka Post Operasi Sectio Caesarea Pada Ibu P Dengan Menggunakan NaCl 0,9% Di Rsud dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian: Menggunakan studi kasus deskriptif di lakukan pada satu responden pada pasien post sectio caesarea, Dengan alat format asuhan keperawatan gordom. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari luka tidak muncul tanda gejala infeksi. Kesimpulan: NaCl 0,9% dapat digunakan sebagai antiseptik perawatan luka post section caesarea tanpa membahayakan luka.
IMPLEMENTASI JUS PARE TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS PADA IBU S KELUARGA BAPAK S DESA SINDURAJA PURBALINGGA Faridah, Yulia Sari; Priyatin, Wiwik; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v6i2, Agustus.195

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas tidak bisa membentuk insulin yang cukup. Diabetes melitus dapat diobati dengan terapi obat maupun non obat. Salah satu pengobatan nonfarmakologi dapat diterapkan dengan konsumsi jus buah pare. Pare adalah tanaman yang dapat dipergunakan sebagai obat tradisional untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Pare mengandung charatin (zat kimia), polipeptida P-insulin, dan lektin. karena kandungan saponinnya memiliki efek hipoglikemik. Proses Penurunan Glukosa oleh buah pare dengan cara meningkatkan pemanfaatan glukosa pada otot skelet dan jaringan perifer, sehingga menghambat penyerapan glukosa pada usus halus. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Implementasi Jus Pare terhadap Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes mellitus di Desa Sinduraja Purbalingga. Hasil: Hasil dari impementasi keparawatan menyatakan bahwa jus pare dapat menurunkan kadar glukosa darah. setelah di lakukan pemberian jus pare selama 3 hari pada Ibu S di keluarga Bapak S dengan hiperglikemia. Hal ini dibuktikan dari pengukuran kadar glukosa darah pada hari pertama dengan hasil 426mg/dL lalu menurun menjadi 338mg/dL, hari kedua dengan hasil 405mg/dL menjadi 338mg/dL, dan hari ketiga dengan hasil 360mg/dL menjadi 309mg/dL. Kesimpulan: Jus pare berpengaruh untuk menurunkan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
IMPLEMENTASI SENAM ERGONOMIS UNTUK MENGATASI NYERI GOUT ARTHRITIS PADA IBU W DI KELUARGA BAPAK R DESA KALIERANG BREBES Cahyani, Angelina Pramudya; Priyatin, Wiwik; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.196

Abstract

Latar belakang: Gout arthritis yaitu menumpuknya asam urat yang diidentifikasi suatu jenis penyakit dengan disertai rasa nyeri pada bagian tulang sendi, hal ini kerap kali didapati pada area bawah kaki. Gout arthritis juga bisa menyebabkan meningkatnya rasa sakit dan kematian akibat komplikasi. Ada beberapa cara mengurangi nyeri seperti senam ergonomis. Senam ergonomis merupakan suatu kegiatan penting dengan menggerakan persendian secara perlahan dan teratur untuk lansia. Pada saat melakukan senam ergonomis jantung akan merasakan sensasi pijatan yang akan membuat diafragma naik turun, akibatnya aliran darah yang menuju jantung maupun ke seluruh tubuh akan lancar dan terhindar dari sumbatan. Hal itulah yang akan mengurangi nyeri pada penderita gout arthritis. Tujuan: Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh pengalaman dalam memberikan “Implementasi Senam Ergonomis Untuk Mengatasi Nyeri Pada Pasien Gout Arthritis Pada Ibu W di Keluarga Bapak R Desa Kalierang Brebes”. Hasil: Hasil dari implementasi keperawatan menyatakan bahwa senam ergonomis dapat menurunkan nyeri akibat gout arthritis. Dibuktikan dengan penurunan nyeri yang awalnya skala 5 menjadi skala 2, setelah melakukan senam ergonomis selama 3 kali seminggu. Kesimpulan: senam ergonomis yang dilakukan selama 3 kali seminggu dapat menurunkan nyeri pada penderita gout arthritis.
PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA DENGAN PEMBERIAN IKAN GABUS PADA IBU Y DENGAN POST SECTIO CAESAREA DI WILAYAH PURBALINGGA Kinanti, Titah Putri; sulistyowati, P; Suciliyana, Yolinda
Sentani Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Jayapura Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52646/snj.v7i1, Februari.201

Abstract

Latar belakang: Luka sectio caesarea merupakan sayatan dinding perut dan Rahim yang disebabkan oleh operasi yang membantu mengeluarkan anak melalui daerah tengah sehingga membutuhkan perawatan luka untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah infeksi pada luka. Dari data WHO prevelensi sectio caesarea mengalami peningkatan pada tahun 2018 berkisar antara 5 hingga 15% per 1000 kelahiran hidup di dunia. Peningkatan ini juga terjadi di kabupaten purbalingga dikutip dari (LKPJ-SKPD-Thn.2019-RSUD-Dr-R-Goeteng-Taroenadibrata-New_compressed (1).Pdf, n.d.) sekitar 34% pada tahun 2018 dan di tahun 2019 mencapai sebesar 47,74%. Perawatan luka dengan mengkonsumsi olahan ikan gabus pada ibu post sectio caesarea dapat membantu pembentukan jaringan baru sehingga mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Untuk mengetahui percepatan penyembuhan luka sectio caesarea dengan pemberian ikan gabus pada ibu post sectio caesarea. Metode: Metode penelitian studi kasus pada ibu Y, pada tanggal 25 Maret 2023, di wilayah Purbalingga, menggunakan ikan gabus sebagai instrument penelitian. Hasil: Berdsarkan data yang didapatkan selama 8 hari mengkonsumsi ikan gabus dengan 4 kali observasi luka tampak membaik dengan sedikit perubahan luka mengalami penyatuan dan juga tidak mengalami tanda-tanda infeksi, dimana luka mengalami percepatan penyembuhan di hari ke 13, secara teori luka akan menyatu atau membaik pada hari ke 21. Kesimpulan: perawatan luka dengan mengkonsumsi ikan gabus pada ibu post sectio caesarea mengalami percepatan penyembuhan luka