Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

URGENSI KEGIATAN BERMAIN TERHADAP PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI Imam Faizin; Muidin
Al-Athfal Vol 2 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v2i2.410

Abstract

Pengembangan bahasa pada anak usia PAUD perlu mendapat perhatian penting, mengingat bahwa bahasa merupakan pusat dari pengembangan aspek-aspek yang lain. Menjadi kewajiban orang tua dan guru untuk melakukan berbagai usaha dalam pengembangan keterampilan berbahasa anak melalui berbagai kegiatan di dalam atau di luar kelas, dan kegiatan permainan bahasa yang menyenangkan anak. Rendahnya tingkat kemampuan anak dalam berbicara apabila dibiarkan akan membawa dampak tidak optimalnya perkembangan bahasa anak yang berhubungan dengan kesulitan dalam berkomunikasi, mengungkapkan pikiran dan perasaannya melalui bahasa lisan, dan berinteraksi dengan lingkungan.
IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI Nur Solihah; Imam Faizin
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.479

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa kebiasaanberdisiplin yang ditanamkan pada anak di usia dini dapat mempengaruhi karakteranak dalam berbuat dan berprilaku. Dalam hal ini metode pembiasaan sangatefektif digunakan untuk membentuk karakter kedisiplinan pada anak usia dini di RA Al Khufadz Pegiringan Bantarbolang Pemalang.Pertanyaanpenelitian skripsi ini adalah: 1) Bagaimana implementasimetode pembiasaan dalam membentuk karakter kedisiplinan pada anak kelompokA di RA Al Khufadz Pegiringan Bantarbolang Pemalang ?, 2) Bagaimana hambatanimplementasi metode pembiasaan dalam membentuk karakter kedisiplinan padaanak kelompok A di RA Al Khufadz Pegiringan Bantarbolang Pemalang ?, 3)Bagaimana dampak implementasi metode pembiasaan dalam membentuk karakterdisiplin pada anak kelompok A di RA Al Khufadz Pegiringan Bantarbolang Pemalang ?Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif Deskriptif. Teknikpengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan paparan data hasil penelitian dapatdisimpulkan bahwa: 1) metode pembiasaan dalam pembentukan karakterkedisiplinan anak dapat dilakukan dengan a) pembiasaan baris berbaris sebelummasuk kelas, b) pembiasaan membaca do’a sebelum pembelajaran berlangsung, c)pembiasaan hafalan surat pendek, d) hafalan do’a sehari-hari, e) pembiasaan tertibdalam menunggu giliran, f) pembiasaan tertib dan mandiri saat makan, g)pemberian penghargaan (Reward) dan hukuman (Punishment), 2) Setiap prosesakan mengalami sebuah hambatan dalam mengimplementasikan metodepembiasaan untuk membentuk kedisiplinan anak seperti kurangnya dukungan dariorang tua dalam membiasakan anak di rumah, anak dalam proses masapembentukan, dan juga faktor libur sekolah, 3) perubahan yang terjadi dalamproses pembiasaan terlihat dari anak pada awal masuk sekolah hingga sekarangyang mengalami perkembangan dalam berdisiplin walaupun belum semua anakterlihat perubahannya.
IMPLEMENTASI BERMAIN FLASH CARD UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK KELOMPOK B Imam Faizin; Serly
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.57 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.568

Abstract

Kemampuan berbahasa pada anak adalah kemampuan untuk mengekspresikan apa yang dialami dan dipikirkan oleh anak dan kemampuan untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan lingkungannya maupun teman sebayanya, dalam perkembangan berbahasa anak dikenalkan dengan gambar, kosakata dan huruf agar perkembangan berbahasanya menjadi lebih optimal. Media Flash Card adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan atau mengarahkan anak kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar. Flash Card biasanya berukuran 8x12 cm, atau dapat disesuaikan dengan besar kecilnya kelas yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara guru dalam menerapkan media Flash Card kepada anak kelas A di KB Putra Harapan Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriktif kualitatif, dalam subjek penelitian adalah guru kelas dan peserta didik di kelas B sebanyak 10 anak, sedangkan objek dalam penelitian adalah penerapan media Flash Card untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di KB Putra Harapan Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terlihat bahwa dari hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menerapkan media Flash Card sesuai dengan langkah-langkah yaitu : 1)Menentukan Tema, 2) Menyiapkan Media Flash Card, 3) Mengenalkan Huruf Dan Kata Kepada Anak, 4) Meyiapkan Alat danBahan, 5) Membagi Anak Ke dalam Beberapa Kelompok, 6) Memberikan kegiatan kepada anak.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE BERCERITA DI TK AL-FATAH TEGAL Imam Faizin
Al-Athfal Vol 4 No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-athfal.v4i1.766

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan perkembangan yang harus dimiliki anak usia dini sebagai salah satu dari kemampuan dasar, sesuai dengan tahapan usia dan karakteristik perkembangannya. Kemampuan berbahasa terdiri dari empat komponen yaitu berbicara, menulis, mendengar dan membaca. Bercerita merupakan salah satu metode dalam mengembangkan kemampuan bahasan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak melalui metode bercerita. Penelitian ini merupakan jenis penilitian lapangan (field research) yang bersifat deskriftif analitik dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penilitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penilitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita yang diterapkan di TK Al-Fatah merupakan salah satu metode untuk mengembangkan aspek bahasa anak. Melalui metode bercerita mampu memberikan pengalaman baru dan berharga pada anak, menstimulasi rasa ingin tahu dan perhatian anak, sehingga anak dapat terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Respon anak terhadap penerapan metode bercerita ini baik. Hal ini dapat dilihat dari antusias anak yang aktif mendengarkan serta memberi umpan balik dalam mengikuti cerita yang dibacakan. Dari data yang diperoleh tersebut menunjukkan metode bercerita dapat melatih konsentrasi anak dalam meningkatkan keterampilan berbahasa melalui menyimak dan mengungkapkan bahasa. Dilihat dari aktivitas keseharian, anak cenderung lebih berani untuk berbicara, mau untuk menceritakan pengalamannya, dan tidak merasa malu terhadap siapapun ketika di ajak berbicara.
PENAFSIRAN BUYA HAMKA TERHADAP SURAT AL FATIHAH: STUDI TAFSIR AL AZHAR Hudaeva Hudaeva; Imam Faizin; Andi Rosa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tafsir Al Azhar karya Syeikh Haji Abdul Malik Karim Amirullah (Hamka) merupakan salah satu kitab tafsir berbahasa Indonesia, selain karena bahasanya yang mudah dipahami, Tafsir Al Azhar sarat dengan makna. Manhaj atau metode yang digunakan Hamka dalam tafsir Al Azhar adalah, Tahlili,. Yaitu menafsirkan ayat demi ayat sesuai urutannya dalam Mushaf serta menganalisis begitu rupa hal-hal penting yang terkait langsung dengan ayat, baik dari segi makna atau aspek-aspek lain yang dapat meperkaya wawasan pembaca tafsirnya. Maudhu’i juga dipakai nya meskipun dominan menggunakan metode tahlili, tafsir ini juga menyisipkan pembahasan tematik (maudhu’i) untuk menyatukan ayat ayat yang berkaitan dengan tema tertentu. Penafsiran hamka lebih sangat luas dan rinci dalam memaparkan penjelasan baik dari segi surat maupun ayat. Buya Hamka dalam tiap surat menambahkan tema-tema tertentu dan mengelompokkan beberapa ayat yang menjadi bahan bahasan. Contohnya dalam Surah Al Fatihah terdapat tema antara lain: Al Fatihah sebagai rukun sembahyang, di antara jahr dan sir dari hal aamiin, Al Fatihah dengan Bahasa Arab, dalam penjelasan tafsirannya, terkadang Hamka menambahkan syair. Adapun yang penulis akan ambil dari pembahasan pada artikel ini yakni bagaimana metodologi penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al Azhar, dan bagaimana penafsiran Buya Hamka terhadap surat Al-Fatihah dalam tafsir Al Azhar.