Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LEBAH

Bimbingan Teknis Pembuatan POC Berbasis Sampah Organik Rumah Tangga untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Sayuran Di Desa Jati Bali Sulawesi Tenggara Safuan, La Ode; Bahrun, Andi; Wijayanto, Teguh; Hasid, Rachmawati; Hijria, Hijria; Ansi, Azhar
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i2.443

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu Dasawisma di Desa Jati Bali melalui bimbingan teknis pembuatan pupuk organik berbasis sampah organik rumah tangga berkualitas tinggi yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi sayuran, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat POC dan keterampilan dalam pembuatan POC. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan proyek percontohan. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu rumah tangga anggota Dasawisma di Desa Jati Bali, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan POC sebagai salah satu cara mengatasi permasalahan sampah dan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini, pemahaman dan keterampilan ibu-ibu Desa Dasawisma Jati Bali sangat dibutuhkan untuk meningkat. Sumber daya lokal berupa sampah organik dapat dibuat menjadi POC berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan, kebun sayur dan meminimalisir penggunaan pupuk anorganik. Pengenalan, bimbingan teknis dan pendampingan pembuatan POC dilakukan di pekarangan rumah ketua Dasawisma. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dalam mengikuti Sosialisasi dan bimbingan teknis pembuatan POC yang dilakukan secara berkelompok dan pendampingan selama 14 hari hingga POC selesai dan siap pakai. Peningkatan pemahaman peserta terhadap pengertian, cara pembuatan, dan pemanfaatan POC meningkat dari 20% menjadi 65%. Luaran dari kegiatan ini berupa laporan pengabdian masyarakat, video kegiatan berdurasi lima menit, dan artikel Sinta 5.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani di Desa Wonua Kecamatan Konda Melalui Produksi Pupuk Organik Mandiri Hijria, Hijria; Nuraida, Waode; Arini, Rian; Sutariati, Gusti Ayu Kade; Rakian, Tresjia C; Leomo, Siti
Lebah Vol. 19 No. 2 (2025): November: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk kimia memiliki beberapa kelemahan, seperti kontribusinya yang terbatas terhadap produktivitas tanah jangka panjang, kecenderungannya menyebabkan degradasi lingkungan, dan beban keuangan yang relatif tinggi bagi petani. Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan dan ekonomis, pupuk organik produksi masyarakat menawarkan pendekatan praktis untuk memulihkan kesehatan tanah sekaligus meminimalkan risiko ekologis. Inisiatif pelibatan masyarakat ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok tani perempuan di berbagai dusun dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan bahan organik lokal yang tersedia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kombinasi kegiatan penyuluhan dan pelatihan langsung yang berfokus pada produksi pupuk organik padat menggunakan limbah organik rumah tangga dan starter mikroba berbasis EM4. Kegiatan ini diprioritaskan bagi wanita petani sayur yang berdomisili di Desa Wonua, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Materi pelatihan menekankan penerapan teknologi tepat guna terutama sistem Komsha sebagai pendekatan untuk mengelola serasah daun dan sampah biodegradable yang dapat berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Implementasi program menunjukkan peningkatan yang nyata dalam pemahaman dan keterampilan teknis peserta dalam mengubah substrat organik menjadi kompos bernilai ekonomis. Hasil positif tercermin dalam penurunan penggunaan pupuk anorganik, peningkatan efisiensi biaya dalam kegiatan pertanian rumah tangga, dan peningkatan ketahanan ekonomi yang didukung oleh praktik budidaya yang ramah lingkungan. Secara keseluruhan, pemahaman peserta tentang tujuan, proses produksi, dan manfaat pupuk Komsha meningkat secara substansial, dengan peningkatan pengetahuan berkisar antara 30% hingga 75%.