Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMA N 2 PURWOREJO Restu Pangestuti; Hardjono; Ika Sumiyarsi Sukamto
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v11i2.173

Abstract

Latar Belakang: Rasa percaya diri pada setiap remaja dipegaruhi oleh pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Keluarga, khususnya orang tua berperan penting dalam pembentukan kepribadian anak termasuk rasa percaya diri. Pola pengasuhan paling efektif untuk membentu rasa percaya diri pada remaja yaitu pola asuh demokratis.Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja.Metode Penelitian: Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel 72 responden. Teknik pengambilan sampel proportionate random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yaitu uji hubungan dengan Spearman Rank.Hasil Penelitian: Responden yang memiliki pola asuh demokratis yang baik 11 orang (15,28 %), cukup 49 orang (68,05%), dan kurang 12 orang (16,67%). Responden yang memiliki tingkat kepercayaan diri baik 13 orang (18,05%), cukup 48 orang (66,67%), dan kurang 11 orang (15,28%). Hasil analisis spearman diperoleh nilai p value sebesar 0,002 (p<0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja.Saran: Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis untuk membentuk sikap percaya diri pada remaja. Sekolah sebagai tempat belajar harus memfaslitasi siswa agar sikap percaya diri terbentuk dengan baik.
ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL DENGAN PLASENTA PREVIA TOTALIS DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Restu Pangestuti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v12i1.187

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Penyebab kematian ibu pada masa kehamilannya salah satunya yaitu perdarahan akibat plasenta previa. Perdarahan dengan usia kehamilan lanjut atau perdarahan antepartum biasa terjadi pada Trimester III dan masih menjadi pemasalahan dalam meningkatnya angka morbiditas maupun mortalitas ibu.Tujuan Penelitian: Mengetahui asuhan kebidanan yang tepat dalam menengani ibu hamil dengan plasenta previa totalis di rumah sakit.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dari pengkajian sampai dengan evaluasi dan data perkembangan menggunakan metode SOAP (Subjective, Objective, Assesment, Plan).Hasil Penelitian: Hasil penelitian keadaan umum baik, kesadaran composmentis, TD 140/80 mmHg, inspeksi terdapat PPV yaitu darah kurang lebih 10 cc, palpasi tidak ada edema maupun kontraksi, Leopold I TFU 3 jari di bawah px dan teraba bokong, Leopold II bagian kiri teraba ekstremitas dan bagian kanan teraba punggung, Leopold III teraba kepala dan dapat digoyangkan, Leopold IV bagian terbawah janin belum masuk PAP, TFU 25 cm, TBJ 2015 gram, DJJ 136 x/menit, teratur, serta hasil USG tampak plasenta insersi di segmen bawah rahim meluas menutupi OUI.Kesimpulan: Dilakukan terminasi kehamilan secara SC pada hari ketiga tanggal 22 Maret 2016 setelah diberikan terapi kortikosteroid, antifibrinolitik, dan antiinflamasi. Keadaan ibu baik dan bayi lahir selamat.Saran: Bidan dapat mempertahankan kualitas pelayanan sehingga pasien dengan kasus plasenta previa tetap mendapatkan penanganan yang sesuai dan optimal.
PEMANTAUAN KEHAMILAN DENGAN MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL: SCOPING REVIEW Restu Pangestuti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v12i2.199

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan suatu kegiatan belajar kelompok bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai kehamilan. Tujuan pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat 2025 adalah meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setip orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Faktor resiko pada kehamilan menyebabkan kecemasan pada ibu yang dapat mengganggu proses kehamilan bahkan proses persalinan. Adanya program Kelas Ibu Hamil dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini memetakan evidence yang sudah tersedia terkait dengan pemantauan kehamilan dengan keikutsertaan kelas ibu hamil. Peneliti mengaplikasikan pendekatan scoping review dengan enam tahapan utama yaitu identifikasi masalah, mengidentifikasi sumber literatur, seleksi literatur, pemetaan dan mengumpulkan literatur, menyusun dan melaporkan hasil, dan konsultasi kepada pihak kompeten. Hasil dari review menunjukkan bahwa terdapat 8 artikel yang didapatkan dari proses pencarian.
ASUHAN KEBIDANAN IBU HAMIL, BERSALIN, NIFAS, DAN BAYI BARU LAHIR PADA NY.H DI BPM SEMI NURYATI Amd.Keb KECAMATAN NGOMBOL Shaella Kusuma P; Restu Pangestuti
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v13i1.224

Abstract

To improve maternal and neonatal health and health services to reduce maternal and infant mortality, comprehensive midwifery care was carried out for Ny. Hermawati from 41 weeks of pregnancy, maternity, postpartum, newborn and family planning at BPM. Semi Nuryati Amd.Keb. The purpose of the case study is to provide comprehensive midwifery care according to Varney's 7 steps to Ny. H at BPM. Semi Nuryati Amd. Keb, Ngombol, Purworejo. The research method used is descriptive observational. In the case study, Mrs. Hermawati starting from pregnancy, childbirth, postpartum, BBL and physiological family planning was carried out using data collection techniques, namely interviews, observation, examination and documentation. The results of the case report and discussion are the authors carry out comprehensive midwifery care for Ny. Hermawati from pregnancy got normal results, maternity care obtained normal delivery mothers and babies born spontaneously normally, from BBL care obtained normal baby conditions, postpartum care obtained normal results and mother's family planning care using 3-month injections. In this case study, a gap between practice and theory was found, namely in umbilical cord care.
Pemanfaatan Limbah Kertas Duplex Sebagai Bahan Pengganti Tembaga Pada Canting Cap UMKM Batik Tulis Lintang Dan Sosialisasi Kepada`Masyarakat Sekitar Sulthon Miladiyanto; Restu Siwi Pangestuti; Rani Rahmadani; Yusril Iqbal Maulana
Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks "SOLIDITAS" Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v6i1.4621

Abstract

Batik merupakan hasil karya yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. UMKM yang menjalankan usaha kerajinan batik di Indonesia juga banyak, salah satunya UMKM Batik Tulis Lintang yang berlokasi di Kabupaten Malang, tepatnya di Desa Ngijo, Karangploso. Batik Tulis Lintang merupakan salah satu UMKM penghasil Batik Malangan yang berkontribusi dalam melestarikan budaya warisan leluhur. Untuk produksi massal dan lebih cepat, Batik Tulis Lintang menggunakan canting cap dari tembaga yang memiliki harga relatif mahal. Dari banyaknya limbah kertas duplex yang masih dapat didaur ulang sebagai pengganti tembaga untuk canting cap, diharapkan mampu menekan biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Batik Tulis Lintang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat canting cap dari limbah kertas duplex yang jauh lebih terjangkau harganya dan melakukan sosialisasi penggunaan canting cap hasil daur ulang ini kepada masyarakat sekitar UMKM. Metode pelaksanaan pembuatan canting cap dari limbah kertas duplex diawali dengan pengumpulan limbah kertas duplex dan bahan lain yang dibutuhkan seperti kayu dan kertas karton lalu dipilah yang masih dapat digunakan, serta membeli peralatan yang dibutuhkan. Kemudian membuat pola pada kertas karton dengan ukuran yang dibutuhkan, lalu memotong kertas duplex harus dengan tinggi yang rata. Tinggi idealnya yaitu 1,5 cm agar lebih mudah dalam merekatkan kertas duplex ke pola yang rumit. Yang terakhir, lem kertas duplex yang sudah dipotong pada kertas karton lalu kertas karton ditempelkan pada papan kayu yang telah disiapkan sebelumnya agar lebih kuat dan solid ketika digunakan. Hasil canting cap dari limbah kertas duplex dengan tinggi 1,5cm pada percobaan menghasilkan cap yang bagus dan lebih mudah diaplikasikan dan pastinya dengan biaya yang terjangkau. Setelah percobaan berhasil, dilaksanakanlah sosialisasi penggunaan canting cap dari limbah kertas duplex kepada masyarakat sekitar UMKM Batik Tulis Lintang.
Efektifitas Pendidikan Kesehatan Vagina Hygiene Tentang Keputihan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja di SMK Kesehatan Bantul Wulandari, Baiq Rina; Fatimah, Fatimah; Pangestuti, Restu; Paramita, Dyah Pradnya; Mulyaningsih, Sundari
Borobudur Nursing Review Vol 4 No 2 (2024): Borobudur Nursing Review Vol 4 No 2 (July-December 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.10645

Abstract

Background: WHO states that 5% of teenagers in the world are infected with sexually transmitted diseases with symptoms of vaginal discharge every year. In Indonesia, as many as 90% of women experience vaginal discharge and as many as 60% are experienced by teenage girls. Adolescents who are in a transitional period, accompanied by the maturity of their reproductive organs, need special attention. This study aims to determine the effectiveness of vaginal hygiene health education on the knowledge and attitudes of adolescents at the Bantul Health Vocational School. Objective: To determine the effectiveness of vaginal hygiene health education on the knowledge and attitudes of Bantul Health High School students. Research Method: Research was conducted in February – March 2023 at Bantul Health Vocational School. This type of research is Quasi Experimental research with a Pretest and Posttest Design with a sample size of 30 people consisting of class XII female students. Sampling was taken using total sampling technique. Data collection was carried out using Pretest and Posttest questionnaires. Data were analyzed using the Shapiro Wilk Normality test because the amount of data in each group was lower than 50 and the Wilcoxson test because the results of the normality test showed that the data was not normally distributed. Results: 1) Before being given education, students' knowledge was 0.061 (significant p>0.05), indicating that the data was normally distributed, and after being given education, knowledge was 0.007 (significant p<0.05), indicating that the data was not normally distributed. Meanwhile, students' attitudes before being given education was 0.028 (significant p<0.05) indicating the data was not normally distributed and after being given education was 0.000 (significant p<0.05) indicating data was not normally distributed 2) There was a difference in knowledge before and after being given education of 0.000 (significant p<0.05) 3) There is a difference in attitudes before and after being given education of 0.030 (significant p<0.05). So it shows that there is a correlation between treatment in the form of Vaginal Hygiene Health Education and the knowledge and attitudes of teenagers at the Bantul Health Vocational School. Conclusion: there are differences in the knowledge and attitudes of Bantul Health High School students before and after being given education. Based on the results of this research, researchers suggest that female students should increase their insight and knowledge regarding reproductive health, including attitudes about vaginal hygiene, in order to improve reproductive health.
STUDI KASUS EFEKTIVITAS MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PEMBERIAN ASUHAN KOMPREHENSIF PADA NY. Y DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL Salsabila, Natasya; Nurunniyah, Siti; Pangestuti, Restu; Mulyaningsih, Sundari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49290

Abstract

Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi. Provinsi Yogyakarta masih terbilang cukup banyak AKI yang terjadi dan paling tinggi berada di Kabupaten Bantul dengan 7 kasus AKI per bulan Januari sampai Agustus 2024. Kematian ibu di Indonesia masih didominasi dengan perdarahan, hipertensi gestasional atau Hipertensi dalam Kehamilan (HDK) dan infeksi. Kasus perdarahan dan infeksi cenderung menurun berbeda dengan kasus hipertensi dalam kehamilan yang cenderung naik. Faktor yang menyebabkan hipertensi yakni usia, paritas, jarak kehamilan, obesitas, hiperplasentosis, stress, pola makan yang salah, masalah emosional, hipertiroid dan koarklatasi aorta. Hipertensi gestasional dapat menyebabkan berbagai dampak bagi ibu maupun janin yang dikandungnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu observational deskriptif dan menggunakan pendekatan Studi Kasus continuity of care, partisipan dalam penelitian ini yakni 1 ibu hamil yang mengalami hipertensi gestasional dan diberikan intervensi menggunakan media buku saku. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif yang telah diberikan sesuai dengan standar pelayanan Asuhan Kebidanan, ditemukan adanya komplikasi yakni oligohidramnion, dan IUGR yang mengharuskan untuk bersalin segera secara SC.  Bayi baru lahir mengalami neojaundice. Masa nifas berlangsung dengan kondisi normal dan merencanakan akan menggunaan KB IUD. Pendampingan secara komperhensif dan pemberian edukasi menggunakan media buku saku dapat mengatasi komplikasi dan masalah-masalah yang terjadi pada saat kehamilan, bersalin, nifas, BBL dan tidak menimbulkan resiko lebih lanjut terhadap kondisi pasien serta membantu pasien mengambil keputusan  untuk menggunakan KB.
Peningkatan Pengetahuan Preeklamsia Pada Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil Melalui Penyuluhan Pangestuti, Restu; Ratrikaningtyas, Prima Dhewi; Sutomo, Adi Heru; Tristanti
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18451

Abstract

Preeclampsia is a condition of pregnancy-related multisystem disorder with no definite etiology. The main cause of Preeclampsia is still uncertain. Pregnant women's knowledge about preeclampsia is still limited, which makes it a delay in recognizing pregnancy complications. Increasing the knowledge of pregnant women about preeclampsia through counseling in pregnant women classes. The research design is a descriptive correlation with a cross sectional approach. The instruments used were pretest and posttest questionnaires on knowledge about preeclampsia and the number of research subjects was 50 pregnant women. The sampling technique uses purposive sampling with the calculation of the number of samples using the Slovin formula. The results obtained using paired t-test analysis are the average difference between the pre test score and the post test score. The average score of the pretest was 59.04 and the average score of the posttest was 74.96. This shows that there is an increase in the post test score after being given counseling by 15.92. The results of the study were H0 was rejected and Ha was accepted with a p value of <0.001 (0.0000) and a confidence interval of 60.29 to 76.20 (95% CI). Knowledge of preeclampsia in pregnant women can be improved through counseling carried out during pregnant women's class activities. Counseling activities are a means that can be used by midwives when providing preeclampsia information to pregnant women.
Peer relationships with attitudes towards sexual violence Pangestuti, Restu; Fatimah, Fatimah; Paramita, Dyah Pradnya; Mulyaningsih, Sundari; Wulandari, Baiq Rina
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).241-225

Abstract

Background: Based on Regulation Indonesian Minister of Health Number 25 of 2014, adolescents are peoples aged 8-10 years old but according to the National Population and Family Planning Board (BKKBN) adolescents are peoples with an age range of 10-24 years and unmarried.Proportion of first-time dating adolescents in Indonesia at the age of less than 15 years. Based on data from the Global School Heatlh Survey 2015, there are 3.3% of adolescents aged 15-19 years have AIDS, only 9.9% of teenage girls and 10.6% of teenage boys have comprehensive knowledge about HIV AIDS, and as many as 0.7% of teenage girls and 4.5% of teenage boys have had premarital sexual relations. Adolescents who understand about the signs of puberty and about reproductive health are still very lacking. Yogyakarta City is still poor in knowledge with various health problems, especially adolescent reproductive health. Sexual violence cases in the city of Yogyakarta rank 5th out of 34 provinces in Indonesia, with a total of 894 victims.Objectives: To determine the relationship between peers and attitudes towards sexual violence.Methods: We conducted analytical descriptive correlation method and study design cross sectional study. The independent variable in this study was peers and dependent variable in this study was attitudes towards sexual violence. Data analysis uses univariate analysis and bivariate analysis to analyze the relationship between two variables. The statistical analysis used in this study is the spearman rank test.Results: The results showed that there was a relationship between peers (p value 0.009) and showed a sufficient correlation (r = 0.174) which means there is a relationship with attitudes towards sexual violence.Conclusions: There was a significant relationship between peers and attitudes toward sexual violence.
Pemberdayaan Pokdarwis melalui Pelatihan Topeng Batik sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi di Kampung Emas Plumbungan, Putat, Gunungkidul Tristanti, Tristanti; Sujarwo, Sujarwo; Pangestuti, Restu; Bhamadewi, Yolanda Donicha; Lajuba, Nukia
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1196

Abstract

The 2025 community empowerment partnership scheme service activity was carried out in the form of training in batik mask making for the Kampung Emas Pokdarwis. The objectives of this activity were: 1) to raise awareness among Pokdarwis members of the potential of batik masks in supporting tourism activities in Kampung Emas Plumbungan; 2) to provide Pokdarwis members with knowledge and skills in making batik masks; 3) to provide Pokdarwis members with knowledge and skills in marketing batik masks digitally. The community service activity was carried out in Kampung Emas Plumbungan. The methods used in this activity were lectures, demonstrations, discussions, and hands-on practice. The results of the activity showed that: 1) Pokdarwis is aware of the importance of managing batik masks as a means of supporting tourism activities; 2) Pokdarwis has the knowledge and skills to make batik masks, as evidenced by an increase in the number of motivated Pokdarwis members who have the ability to make batik masks from 5 to 10 people; 3) Pokdarwis has the knowledge and skills to market batik masks online, as evidenced by an increase in sales of 70 masks after the training.