Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Health promotion in clean and healthy behavior programs in traditional markets Adnani, Hariza; Subiyanto, AA.; Hanim, Diffah; Sulaeman, Endang Sutisna
International Research Journal of Management, IT & Social Sciences (IRJMIS) Vol 5 No 4: July 2018
Publisher : IJCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health Promotion in Clean and Healthy behavior program is a behavior that can be affected by attitudes, subjective norms, intentions and behaviors. The purpose of this study is to application attitude, subjective norms, intentions, and behavior clean and healthy by using Theory of Reasoned Action. This research type was an analytical observational study with cross-sectional. Research location was in Imogiri traditional market in Bantul Yogyakarta Indonesia. The sampling technique was accidental sampling. Data collection techniques were questionnaire and observation sheet. Data analysis used Amos 24. Attitudes affected the intention; Attitude effect on Behavioral Beliefs; Subjective norms affect Outcome Evaluations; The intention affected the intention of disposing of; The intention affected the intention of utilizing latrines; The intention affected the intention of not smoking in the market; intention affected the intention to wash hands with soap; Clean and healthy life behavior has an effect on non-smoking behavior in the market; Clean and healthy life behavior has an effect on hand washing behavior with soap.
Pengaruh Pendidikan Gizi Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Tablet Fe Dan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester II Di Kabupaten Wonosobo Prihantina Utami, Okbrinta Wulandari; Prasodjo, JB; Sulaeman, Endang Sutisna
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Beberapa faktor yang menyebabkan cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe rendah yang paling umum adalah kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Rendahnya pendidikan gizi menyebabkan rendahnya pengetahuan tentang informasi kesehatan yang membentuk perilaku dapat mempengaruhi ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe dan zat gizi yang baik.Metode: menggunakan penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian yaitu 66 ibu hamil dengan sampel menggunakan random sampling dengan sampel sebanyak 66 ibu hamil trimester II. Analisis data menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test dan chi-square.Hasil: Tidak terdapat pengaruh pendidikan gizi terhadap karakteristik usia (p=0,107), gravida (p=0,647), pendidikan terakhir ibu hamil (p=0,246) dan pendapatan suami (p=0,291). Pengaruh pendidikan gizi terhadap pekerjaan ibu hamil (p=0,002).Terdapat pengaruh pendidikan gizi tanpa media power point dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan (p=0,004). Sedangkan tidak ada pengaruh pendidikan gizi terhadap tingkat kepatuhan minum tablet fe (0,161) dan kadar hemoglobin (p=0,536). Terdapat pengaruh pendidikan gizi dengan media power point dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan (p=0,017), tingkat kepatuhan minum tablet fe (p=0,000) dan kadar hemoglobin (p=0,002). Terdapat perbedaan pendidikan gizi media power point dan leaflet serta tanpa media power point dan leaflet terhadap tingkat pengetahuan (p=0,027), tingkat kepatuhan minum tablet fe (p=0,010), kadar hemoglobin (p=0,000) setelah perlakuan. Terdapat pengaruh tingkat kepatuhan minum tablet fe terhadap kadar hemoglobin (p=0,001).Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan gizi dengan media power point dan leaflet atau tanpa media power point dan leaflet terhadap tingkat kepatuhan minum tablet fe, kadar hemoglobin dan tingkat pengetahuan. Tidak terdapat pengaruh pendidikan gizi terhadap kadar hemoglobin pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pendidikan gizi dengan media power point dan leaflet serta tanpa media power point dan leaflet terhadap tingkat kepatuhan minum tablet fe, kadar hemoglobin dan tingkat pengetahuan setelah perlakuan. Kata Kunci : Pendidikan gizi, pengetahuan, kepatuhan minum tablet fe, hemoglobin
Hubungan Status Gizi, Pendidikan Ibu Dan Suku Bangsa Dengan Perkembangan Kognitif Dan Motorik Pada Anak Balita Di Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Widiyawati, Agatha; Murti, Bhisma; Sulaeman, Endang Sutisna
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Indonesia merupakan Negara berkembang yang masih menghadapi masalah gizi antara lain kekurangan energi protein, gangguan akibat kekurangan iodium, anemia gizi besi, dan kekurangan vitamin A. Perkembangan anak balita adalah segala perubahan yang terjadi pada anak balita dilihat dari berbagai aspek antara lain aspek motorik, emosi, kognitif, dan psikososial (bagaimana anak balita berinteraksi dengan lingkungannya). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan perkembangan kognitif dan motorik, setelah mengontrol pengaruh faktor perancu pendidikan ibu dan suku bangsa.Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak balita berumur 1-5 tahun yang tinggal di wilayah Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro dan dilakukan di Posyandu setempat. Sebanyak 104 subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode fixed-exposure sampling. Teknik pengumpulan data primer diperoleh melalui pengisian kuesioner. Status gizi anak balita diketahui melalui pemeriksaan antropometri secara langsung. Pengukuran perkembangan kognitif dan motorik anak balita dilakukan menggunakan formulir kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) dan formulir tes daya dengar (TDD) yang dikeluarkan oleh KEMENKES Republik Indonesia 2010. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik ganda dan diolah dengan SPSS 18.0 for Windows.Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan kognitif (OR=3,11; CI 95% 1,17sd 8,26; p=0,023), sedangkan perkembangan motorik secara statistik tidak signifikan (OR=1,48; CI 95% 0,55 sd 3,98; p=0,438).Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan kognitif, terdapat hubungan tidak signifikan antara status gizi anak balita dengan perkembangan motorik, setelah mengontrol pengaruh pendidikan ibu dan suku bangsa sebagai faktor perancu.  Kata kunci :  Status Gizi, Pendidikan Ibu, Suku Bangsa, Perkembangan Kognitif dan Motorik
Multilevel Analysis on the Ecological Effect of School on the Risk of Anemia among Female High School Students in Klaten Central Java Dewayanti, Nurmala; Sulaeman, Endang Sutisna; Murti, Bhisma
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.394 KB)

Abstract

Background: Anemia is a major nutritional problem worldwide. In 2018, at least 1.62 billion people were affected by anemia, and 33% were school children. Anemia in female ado
The Impact of Sanitation on Increasing the Risk of Stunting in Children Under Five: A Meta-Analysis Aprilyaningsih, Wahyu; Murti, Bhisma; Novika, Revi Gamma Hatta; Sumardiyono, Sumardiyono; Sulaeman, Endang Sutisna
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6615

Abstract

Stunting among children remains a global public health issue, with as many as 149 milion children under the age of five affected worldwide. One of the contributing factors to stunting is poor sanitation. This research aims to estimate the extent to which poor sanitation contributes to the risk of stunting in children under five years old using a meta- analysis approach. study employed a systematic review and meta-analysis using the PICO framework (Population, Intervention, Controls/Comparisons, Outcome), defined as follows: Population: children under five years old; Intervention: poor sanitation; Comparison: good sanitation; Outcome: stunting. Articles were collected using PRISMA flow diagrams. A total of nine articles that met the quality standards were then included in the quantitative synthesis using meta-analysis. Articles were analysed using the Review Manager 5.3 application. The findings of this meta-analysis indicate a significant association between sanitation conditions and the risk of stunting in children under five. Children who live in environments with poor sanitation are 3.71 times more likely to experience stunting than those living in areas with good sanitation. Poor sanitation constitutes a major risk factor for stunting, which significantly impacts children's growth and development. Enhancing access to improved sanitation facilities and promoting good hygiene practices are priorities to prevent stunting, particularly in areas with high prevalence. These findings offer strong evidence to support the policymakers and other stakeholders in integrating sanitation- based interventions into public health programs to reduce the prevalance of stunting among children under five years of age.
Model Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan, Studi Program Desa Siaga Sulaeman, Endang Sutisna; Karsidi, Ravik; Murti, Bhisma; Kartono, Drajat Tri; Waryana, Waryana; Hartanto, Rifai
Kesmas Vol. 7, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak tahun 2006, Departemen Kesehatan meluncurkan kebijakan program Desa Siaga. Tampaknya, kebijakan tersebut tidak mampu memberdayakan masyarakat dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan pada level komunitas (desa). Penelitian ini bertujuan merumuskan model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan pada program Desa Siaga. Sasaran penelitian adalah Forum Kesehatan Desa dan Pos Kesehatan Desa Siaga di 30 desa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan. Model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Faktor-faktor internal dan eksternal komunitas pada level anggota masyarakat, institusi masyarakat, kepemimpinan masyarakat, dan akses informasi kesehatan memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Since 2006, the Health Department had launched the Village Preparedness program policy. But, this policy apparently not capable of empowering the community in identifying and solving the health problem at community (village) level. The objective of research is to formulate the community empowerment model in health in the Village Preparedness program. The targets of research were the Village Health Forum and Village Health Post in 30 Village Preparedness in Karanganyar Regency, Central Java. The method involving survey and case study. The case study showed factors related to community capability of identifying health problem and community capability of solving the health problems. The community empowerment model in health including the capabilities of identifying and of solving the health problems. The community internal and external factors at members of community level, community institution, community leadership, and information access played important role in community empowerment in health.
Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Penemuan Penderita Tuberkulosis Reviono, Reviono; Sulaeman, Endang Sutisna; Murti, Bhisma
Kesmas Vol. 7, No. 11
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. World Health Organization menggulirkan strategi directly observed treatment short course (DOTS) dan strategi stop tuberculosis partnership bertujuan untuk menjangkau semua penderita tuberkulosis. Kedua strategi tersebut masih belum mampu mencapai target case detection rate (CDR) secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merumuskan model modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam crude death rate. Sasaran penelitian adalah petugas tuberkulosis dan kader di 30 desa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah survei dan studi kasus. Hasil penelitian survei menunjukkan, desa dengan modal sosial yang tinggi mempunyai kemungkinan untuk melampaui target CDR ≥ 70%, 9 kali lebih besar daripada desa dengan modal sosial rendah. Desa dengan partisipasi masyarakat tinggi mempunyai kemungkinan 7,5 kali lebih besar daripada desa dengan partisipasi masyarakat rendah. Hasil penelitian studi kasus menunjukkan, faktor-faktor modal sosial yang berhubungan dengan CDR terdiri dari dimensi kognitif meliputi kepercayaan dan merasa mempunyai program tuberkulosis. Dimensi relasional meliputi norma sosial, penanaman jasa pribadi, kerja sama, dan komunikasi. Dimensi struktural meliputi jejaring dan persatuan. Faktor-faktor partisipasi yang berhubungan dengan CDR meliputi identifikasi kebutuhan, menggerakan sumber daya program, dan kepemimpinan. Tuberculosis is an important public health problem of global, regional, national, and local levels. World health organization launched directly observed treatment short course (DOTS) and stop tuberculosis partnership strategies aiming to reach all tuberculosis patients. Both strategies have not been able to reach the case detection rate (CDR) target consistently. This research aimed to formulate a social capital and participation model in crude death rate. The target of research was the officers of tuberculosis programs and cadres in 30 villages in Karanganyar Regency, Central Java. The method used in this research was survey and case study. The result of survey research showed that the village with high social capital had 9 times probability of surpassing CDR target ≥ 70% than the one with low social capital and 7.5 times higher than the one with low public participation. The result of case study showed that the social capital factors relating to CDR consisted of cognitive dimension encompassing trust and sense of belonging to tuberculosis program. Relational dimension encompassed social norm, personal service implantation, cooperation, and communication. Structural dimension involved public network and association. The factors of participation relating to CDR included need identification, activating the program resource, and leadership.
Peran Kepemimpinan, Modal Sosial, Akses Informasi serta Petugas dan Fasilitator Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Sulaeman, Endang Sutisna; Murti, Bhisma; Waryana, Waryana
Kesmas Vol. 9, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor internal komunitas yang berperan dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah kepemimpinan dan modal sosial, sedangkan faktor eksternal komunitas yang berperan adalah akses informasi kesehatan, petugas dan fasilitator kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis peran kepemimpinan, modal sosial, akses informasi kesehatan, petugas, dan fasilitator kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan. Desain penelitian adalah potong lintang dengan pendekatan penelitian kualitatif melalui metode studi kasus terpancang. Penelitian dilakukan selama tiga bulan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dengan mengambil dua desa, yaitu Desa Bulus di Kecamatan Bandung dan Desa Tanggul Kundung di Kecamatan Besuki tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan pada program Desa Siaga adalah menyebarluaskan informasi, memberikan contoh, menyadarkan, memotivasi, membimbing, menggerakkan sasaran dan masyarakat, memfasilitasi dan mengalokasikan sumber daya. Peran modal sosial adalah saling percaya, kekerabatan, pertemanan, pertetanggaan, norma sosial, tolong menolong, kerjasama, dan jaringan masyarakat. Peran akses informasi kesehatan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan, mengambil keputusan, dan meminta pelayanan kesehatan. Peran petugas kesehatan adalah sosialisasi, memberikan petunjuk, melatih, membina, memfasilitasi, menumbuhkembangkan partisipasi, serta memantau dan mengevaluasi program. Sedangkan peran fasilitator kesehatan adalah sosialisasi, memotivasi, memengaruhi pengambilan keputusan, memediasi masyarakat dan pemerintah, memfasilitasi dan menumbuhkembangkan partisipasi. The internal factors of community contributing to public empowerment in health sector were leadership and social capital, meanwhile the external factors included health information access, health duty and facilitator. This study aimed to determine and analyze the roles of leadership, social capital, information access, and health duty and facilitator within public empowerment in health sector. The study design was cross sectional with qualitative study approach through embeded case study method. The study was conducted in Tulungagung District, East Java by taking two villages namely Bulus Village at Bandung Subdistrict and Tanggul Kundung Village at Besuki Subdistrict in 2013. The result showed the roles of leadership and public empowerment in health sector in Alert Village program were spreading information, giving examples, awakening, motivating, educating, moving targets and the public, facilitating and allocating resources. The roles of social capital were mutual trust, kinship, friendship, neighborhood, social norms, mutual help and public network. The roles of health information access were improving health knowledge and skill, making decision and asking for health services. The roles of health duty were socialization, giving instructions, training, building, facilitating, developing participation as well as monitoring and evaluating the program. Meanwhile, the roles of health facilitators were socialization, motivating, influencing decision making, mediating public and government, facilitating and developing participation.
Application of Path Analysis on Incidence of Anemia in Female Adolescents Handayani, Dwi; Pamungkasari, Eti Poncorini; Sulaeman, Endang Sutisna
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 14 No. 1 (2019)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.253 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2019.14.1.37-44

Abstract

 The aim of the study was to analyse the direct and indirect effects of knowledge, attitudes, and eating behavior on anthropometry status and anemia incidence in female adolescents. This observational study employed case-control design and involved a total with total of female adolescents 117, classified into case groups (n=39) and control groups (n=78). The data were collected using questionnaires on knowledge and attitude about nutrition of anemia and eating behaviors, 2x24 hour food recall, Food Frequency Questionnaire (FFQ), anthropometry, and also Hb level measurement by Cyanmethemoglobin method. The data were analysed using path analysis. The results showed that there was a significant relationship (p<0.05) and direct effects between eating behavior on anthropometry status and incidence of anemia, which accounted for 66% and 22% respectively. There was no relationship (p>0.05) and indirect effects between attitude and incidence of anemia with value 4.1%. Eating behavior had a strong effect on anemia incidence through anthopometry in female adolescents.
IMPLEMENTATION OF HEALTH PROMOTION MODEL ON MATERNAL BEHAVIOR IN STUNTING PREVENTION AND CONTROL IN INDONESIA Estuti, Anak Agung Alit Kirti; Hastuti, Heni; Hartini, Ninik; Sulaeman, Endang Sutisna
Journal of Community Health and Preventive Medicine Vol. 5 No. 2 (2025): JOCHAPM Vol. 5 No. 2 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jochapm.2025.005.02.4

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia. According to the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), stunting prevalence decreased from 27.7% (2019) to 19.8% (2024). Despite this progress, behavioral, sociocultural, and structural barriers continue to limit preventive efforts, particularly those related to maternal practices. This study aims to explore the implementation of health promotion by the Stunting Reduction Acceleration Team (TPPS) and how these efforts shape maternal behavior in stunting prevention, interpreted using the Health Belief Model (HBM) framework. A qualitative phenomenological design was applied to explore mothers’ subjective experiences, meaning-making, and perceptions. A total of 30 informants from five sub-districts in Surakarta City were selected purposively, consisting of health workers, cadres, village officials, and community members. Data were collected through in-depth interviews (March-August 2024) and analyzed using qualitative content analysis. Three major themes emerged: Maternal perceptions regarding susceptibility and severity of stunting; Enabling and reinforcing factors influencing maternal preventive behaviors, including family support, digital health information, and government programs; and Perceived barriers related to economic constraints, poor knowledge, and misconceptions. The integration of TPPS activities, Posyandu services, and digital media strengthened cues to action and improved mothers' perceived benefits of prevention. The study highlights gaps in maternal understanding of stunting and identifies specific HBM components that influence preventive behavior. The findings provide new insight on how TPPS health promotion strategies can better target perceptions, barriers, and behavioral cues to improve maternal engagement in stunting prevention. Strengthening cross-sector collaboration and digital-based education is crucial for future intervention models.
Co-Authors . Ardiningsih . Hudiyono Abdul Rahman Agatha Widiyawati, Agatha Agustin, Roviana Nurda Andarwati, Dwi Astuti Dian Angga Ferdianto Anom Dwi Prakoso Aprilia, Nafi?ah Aprilyaningsih, Wahyu Ardian, Kukuh Argyo Demartoto, Argyo Arief Suryono Ariwati, Valentina Dili Ariwati, Valentina Dili Bhisma Murti Chasanah, Eka Siti Dewayanti, Nurmala Dezca Nindita Diah Kurnia Mirawati Didik Gunawan Tamtomo Didik Tamtomo, Didik Diffah Hanim Doloh, Nureesa Dono Indarto Drajat Tri Kartono Dwi Handayani Dwi Hidayah Ernawati Ernawati Erynda, Revina Fiandany Estuti, Anak Agung Alit Kirti Eti Poncorini Pamungkasari Fillisita Chandramalina Dewayani Fuad, Lu’luatul Harinto Nur Seha Hariza Adnani Harsono Salimo Hartini, Ninik Hastuti, Heni Hastuti, Heni Heni Rusmitasari Hery Widijanto Hidayah, Siti Shafridha I. G. B Indro N Imtichan, Septian Najib Indita, Wiwen Indriastuti, Latty Inggar Ratna Kusuma Ismiana, Baiq Holisatul Jayanti, Nicky Danur Jayanti, Nur JB Prasodjo Karina Cibro, Adeyle Datna Kumala, Yovita Eka Ratna Lestary, Dewy Indah Lucia Pancani Anggraeni Mahzunah, Amalia Khurotul Marwandi, David Miswanto, Miswanto Mohammad Idzham Reeza Monica, Windhy Novika, Revi Gamma Hatta Nunuk Suryani Nurul Wahidah Oepomo, Tedjo Danudjo Pamungkasari, Ety Poncorini Pangestuti, Restu Pawito Pawito Pradana, Riska Chandra Prasetya, Hanung Pratama, Tegar Wahyu Yudha Prihantina Utami, Okbrinta Wulandari Purwati - Putri, Anak Agung Alit Kirti Estuti Narendra Rahardjo, Setyo Sri Rahardjo, Setyo Sri Rahmasari, Putri Ravik Karsidi Reviono Reviono Rifai Hartanto Robbihi, Hilmiy Ila Rosadi, Wahyuni Rosalina, Sintya RUBEN DHARMAWAN Salamah, Siti Nafi'atus Sari, Ambar Setyo Sri Rahardjo Sri Hartini Sri Mulyani Sringatin, Sringatin Subiyanto, AA. Sulistyo, Siwi Anggraini Sumardiyono Sumardiyono Sunarta, Elfania Arumma Tia Martha Pundati, Tia Martha Uki Retno Budihastuti Vidi Aditya Pamori Wibowo Putra Vitri Widyaningsih Waryana Waryana Yeni Tri Utami yulia lanti retno dewi Yuliani, Istri Yuni Fitriani, Yuni Zakiyah, Nisaus Zulaikah, Rahayu