Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KONSEP MENDIDIK ANAK DALAM KITAB TA’DI>B ALBANI>N WALBANA>T KARYASYEIHKAS’ADMUHAMMAD SA’ID ASSHOGIRJY DAN RELEVANSINYA DENGAN POLA ASUH ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Umar; Fatahuddin
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 11 No. 2 (2025): Inovatif, September 2025
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v11i2.1861

Abstract

Pendidikan anak merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kepribadian sejak dini. Penelitian ini didasarkan masalah moral yang sangat serius, berbagai bentuk kenakalan remaja seperti tawuran, narkotika, dan berhubungan asusila di luar nikah. Pentingnya menggali kembali konsep pendidikan anak dalam literatur klasik Islam serta mengkaji relevansinya dengan pola asuh orang tua muslim masa kini, khususnya dalam aspek pendidikan agama Islam. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan anak dalam kitab Ta’dīb al-Banīn wa al-Banāt karya Syekh As’ad Muhammad Sa’id, mengetahui apa relevansi konsep tersebut dengan pola asuh orang tua dalam pendidikan agama Islam saat ini. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode kajian pustaka (library research) terhadap kitab tersebut dengan menganalisis data dari kitab primer pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syeikh As‘ad menggarisbawahi pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama, dengan menanamkan nilai-nilai Islam melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan yang penuh kasih sayang. Di antara prinsip yang ditekankan adalah: “Fa innahum ʿalā mā ʿawwadahum ʿalayh abā’uhum yanša’ūna” (Sesungguhnya anak-anak akan tumbuh sesuai dengan kebiasaan yang diajarkan oleh orang tuanya). Konsep ini selaras dengan nilai-nilai pola asuh Islami yang berorientasi pada pendidikan akidah, ibadah, akhlak, erta pengawasan perilaku anak secara berkelanjutan. Dengan demikian, kitab ini relevan untuk dijadikan sebagai landasan konseptual dalam membangun pola asuh Islami di era modern
PENDAMPINGAN GURU PAI DALAM MENYUSUN CAPAIAN PEMBELAJARAN DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MTs HASANUDDIN PARE Umar; Fatahuddin
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JIK - PkM
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/85qyy833

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum requires teachers to be able to independently formulate Learning Outcomes (CP) and Learning Objective Flow (ATP). MTs Hasanuddin Pare, as a school with the characteristic of "Love-Based Curriculum," faces challenges in integrating the values of love, compassion, and role-modeling into Islamic Religious Education (PAI) learning tools. Based on preliminary observations, 70% of PAI teachers still had difficulties in developing CP-ATP that went beyond administrative requirements. This community service aimed to improve the competence of 5 PAI teachers through workshops, Focus Group Discussions (FGD), and clinical mentoring over a period of 3 months. The evaluation method used pre-test, post-test, and product assessment rubrics. The results showed significant improvement: understanding of CP increased by 53%, ATP development skills increased by 54%, and the ability to integrate love-based values increased by 53%. The output of this activity was a 120-page book titled "Examples of CP-ATP for PAI Based on Love." Supporting factors included the principal’s commitment, while the main obstacle was teachers’ limited time. It is concluded that intensive mentoring is effective in enhancing teachers’ competence. The recommendations are the establishment of a teacher learning community and the sustainability of the program