Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dinamika Sosial dalam Pola Pemenuhan Nutrisi Pakan Ternak di Masyarakat Pedesaan Hajar
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1510

Abstract

Pemenuhan nutrisi pakan ternak di masyarakat pedesaan tidak hanya merupakan aktivitas teknis, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang melibatkan pengetahuan lokal, struktur sosial, pola relasi antarwarga, serta interaksi manusia dengan lingkungan. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dinamika sosial memengaruhi pola pemenuhan pakan ternak dalam konteks masyarakat pedesaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka kualitatif dengan sumber dari jurnal, buku, dan laporan penelitian terkait aspek sosial dan budaya dalam praktik pemberian pakan ternak. Hasil studi menunjukkan bahwa praktik pakan ternak dipengaruhi oleh faktor seperti tradisi turun-temurun, sistem gotong royong, gender roles dalam rumah tangga peternak, serta keberadaan sumber daya lokal yang dimaknai secara budaya. Selain itu, pergeseran ekonomi dan modernisasi pedesaan juga berpengaruh terhadap pola konsumsi pakan dan penggunaan bahan pakan komersial. Kajian ini menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan kultural dalam pengembangan kebijakan peternakan berkelanjutan yang berbasis masyarakat. Integrasi antara pengetahuan ilmiah dengan praktik lokal diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan ternak dan kesejahteraan peternak skala kecil.
Handling Agricultural Waste as Alternative Feed in Beef Cattle Business Groups in Baruga Village, Kendari City Hajar; Harianti; Hasriati; Tao, Harudin; Sasmita, Farra; Latif, Wd Umrawati; Maulid S, Awal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i2.7053

Abstract

UNSULTRA Internal Community Service Activities (PKM-UNSULTRA) carried out by a team of lecturers from the Faculty of Agricultural Technology located in Baruga Village, Kendari City. Introducing how to make cattle feed using agricultural waste feed ingredients using appropriate processing methods in the beef cattle farming business group. Community service activities aim tutilize and apply feed from agricultural waste. Processing in the manufacture of feed from agricultural waste as an alternative feed to replace forage during the dry season. This is intended so that farmers can make their own feed and run their livestock business in a more focused manner. The results of the activity show that there has been an increase in knowledge and skills in better feed processing in the use of agricultural waste into feed for beef cattle as well as business management.
Efforts to Handle Fish Waste as Animal Feed in Puday Village, Kendari City Hajar; Harianti; Nurmaya; Hasriati; Tao, Harudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i1.7597

Abstract

UNSULTRA Internal Community Service Activities (PKM-UNSULTRA) carried out by a team of lecturers from the Faculty of Agricultural Technology located at PPS Kendari City. Fish waste can be processed into animal feed, the result of which is simply processed into fish meal. Fish meal as an animal feed ingredient is made from processed residues (waste). Maximizing the use of fish waste will ultimately increase the economic value of the processed waste. Community service activities aim to process feed in the right way and apply it to livestock. Processing fish waste can maximize the economic value of feed. This is intended to be able to process fish waste properly, produce more and run a fishmeal business as animal feed in a more focused manner. The results of the activity show that there has been an increase in knowledge and skills in processing fish waste into better animal feed and there is practical packaging in marketing the product.
Impelementasi Biosekuriti dan Higiene Rumah Pemotongan Unggas Skala Kecil di Kota Kendari Sasmita, Farra; Umrawati Latif , Wa Ode; Inal; Tao, Haerudin; Hajar; La Ode Prianata, Yogi
Jurnal Peternakan Lokal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Lokal
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/peternakan.v7i1.2610

Abstract

Penelitian ini penting karena standar Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang ada saat ini terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk Rumah Pemotongan Unggas Skala Kecil (RPU-SK), yang sering memiliki keterbatasan sarana dan prasarana. Tanpa penyesuaian standar yang relevan, praktik biosekuriti dan higiene di RPU-SK akan kurang memadai, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan masyarakat melalui daging unggas yang kurang aman. Untuk mengidentifikasi dan mengatasi hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memastikan jaminan keamanan pangan yang lebih baik dan mendukung keberlanjutan industri pemotongan unggas lokal. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan checklist biosekuriti dan higiene yang disesuaikan khusus untuk RPU-SK berdasarkan penilaian kesenjangan antara standar NKV dan kondisi nyata di lapangan. Checklist ini diharapkan dapat diterapkan secara efektif di RPU-SK untuk meningkatkan kepatuhan terhadap praktik biosekuriti dan higiene, memastikan daging unggas yang aman dan sehat, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dan teknisi di sektor ini. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan pengamatan langsung dan wawancara di RPU-SK di Kota Kendari. Checklist biosekuriti dan higiene yang ada akan dinilai dan disesuaikan berdasarkan standar NKV untuk menciptakan versi yang lebih relevan dan praktis. Evaluasi akan mencakup identifikasi kesenjangan antara standar dan praktik saat ini, diikuti dengan penerapan checklist yang baru dikembangkan pada RPU-SK. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar RPU-SK di Kota Kendari memiliki masalah biosekuriti dan higiene, seperti ketiadaan fasilitas pencucian tangan, pendinginan karkas, dan pengelolaan limbah yang buruk. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi mikroba pada produk unggas dan pencemaran lingkungan. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan regulasi ketat, peningkatan infrastruktur, pelatihan pekerja, dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
The Impact of Climate Change on Public Health: a Case Study of the Increase in Tropical Diseases in Southeast Asia Fitri Nurhayati; Hajar
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 3 (2025): August, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i3.174

Abstract

Climate change increasingly threatens human health, especially in tropical regions like Southeast Asia. This study analyzes the relationship between climate change and the dynamics of tropical diseases in the region to provide evidence-based recommendations for public health policy and climate adaptation. Using a quantitative approach, the research employs a time-series ecological study design and spatial analysis to examine associations between climate variables—such as temperature, rainfall, and humidity—and the incidence of tropical diseases like dengue hemorrhagic fever (DHF) and cholera from 2010 to 2024. Statistical analyses were conducted using Distributed Lag Non-Linear Models (DLNM), while Geographic Information Systems (GIS) identified spatial clusters with high disease risk. The results demonstrate that climate variability significantly increases disease burden, with extreme weather events creating favorable conditions for the spread of climate-sensitive diseases. These findings strengthen vector-ecological theory and the framework of environmentally mediated pathogens, emphasizing the role of climatic conditions in disease patterns. A key novelty of this study is its integration of both temporal and spatial modeling to assess localized disease risk, enabling more precise identification of vulnerable areas. This integrated approach provides actionable insights to enhance early warning systems, improve environmental sanitation, and develop local adaptation strategies. Ultimately, the study underscores the urgent need for climate-informed health planning in Southeast Asia to reduce the public health impacts of ongoing climate change.