Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Design of modern fine arts museum in Tondano Fitri Fauziah Damayanti; Ferdinan S. R. P. Terok; Debbie Augustien Jeannet Harimu
Jurnal Arsitektur Archicentre Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Arsitektur Archicentre
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (F-INTEN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The design of the Museum of Modern Fine Arts is a place for artists to exhibit their works, because museums in North Sulawesi Province do not allow them to accept collections of modern art due to differences in museum classification, and there is no museum with the classification of art museums in North Sulawesi Province. The design theme for this design is Expressionism Architecture with the concept of Focus On Material. This design makes those who previously did not understand and have no interest in fine art develop a curiosity about something that is seen and become an attraction for the general public to visit. The design method used is the Five Step Design Process Method taken from the book "Introduction to Architecture" by James C. Snyder and Anthony J. Catanese (1985), where at the design stage it is arranged systematically and is commonplace to do and is suitable for students who are in the learning process. The stages are initiation, preparation, submission of proposals, assessment, and action. The result of this design is the application of the Expressionism Architecture theme with the concept of Focus On Material in the form of building masses that follow the shape of the site location, showing (exposure) the natural color of the building materials used, using monochrome colors, using glass material so that the building gets natural lighting, using an open circulation pattern in the exhibition space so that visitors can see the entire room directly, as well as in rooms where acoustics need to be considered, materials that can reflect sound and materials that absorb sound are used.
PERANCANGAN PUSAT REKREASI DAN BELANJA DENGAN PENDEKATAN SMART BUILDING DI KOTA TOMOHON Raymond Ch. R Lombogia; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; Ferdinan S. R. P Terok
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i1.5106

Abstract

Abstrak meningkatnya perkembangan jumlah penduduk dan wisatawan di Kota Tomohon, mengakibatkan semakin meningkat pula kebutuhan belanja dan rekreasi, namun karena pada saat ini belum ada sarana belanja dan rekreasi dengan fasilitas lengkap dan nyaman di Kota Tomohon, menyebabkan masyarakat lebih memilih berbelanja di Mall Manado, sehingga dibutuhkan sarana belanja dan rekreasi berupa Mall yang dapat memenuhi kebutuhan rekreasi dan belanja di Kota Tomohon. Tujuannya adalah untuk memperoleh desain pusat rekreasi dan belanja berfasilitas lengkap dan fungsional yang selaras dengan lingkungan. Perancangan di mulai dari pengumpulan data, dilanjutkan dengan analisis programatik dan analisis tapak, konsep desain yang digunakan adalah pendekatan Smart Building dengan fokus pada pemanfaatan dan penanggulangan sinar matahari dan air hujan sebagai upaya penghematan energi. Hasil dari perancangan ini adalah pemanfaatan cahaya matahari untuk sebagian sumber energi listrik dan penerangan alami, pemilihan material dan desain konstruksi dinding dan atap hemat energi. Penggunaan Automatic Shading Device pada sisi bangunan yang mendapatkan sinar matahari berlebihan, dan pemanfaatan air hujan untuk sebagian sumber air bersih pada bangunan.
PERANCANGAN TAMAN KOTA RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA Epa Pare Ponno; Ferdinan S. R. P. Terok; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6028

Abstract

Perancangan Taman Kota Rantepao, merupakan upaya dalam mendesain taman kota yang diharapkan mampu melayani aktivitas masyarakat Kota Rantepao baik dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Dengan adanya taman kota ini nantinya bisa meningkatkan indeks parawisata di Kabupaten Toraja Utara. Perkembangan Kota Rantepao dalam aspek pembangunan meningkat dengan pesat. Hal ini membuat ketersediaan ruang terbuka hijau dalam kota manjadi berkurang yang membuat kondisi kota menjadi tidak menarik. Selain itu, akibat lain yang ditimbulkan yaitu tingkat kualitas udara dalam kota menjadi tidak sehat akibat kurangnya vegetasi yang mampu menyerap polutan yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, dengan adanya taman kota ini bisa menambah ruang terbuka hijau dalam Kota Rantepao, juga bisa membantu masyarakat umum, terlebih khusus para pelajar melalui penyediaan fasilitas perpustakaan. Melalui perancangan taman kota dengan pendekatan Sustainable Urban Landscape diupayakan menjadi salah satu solusi dalam penanganan mengenai masalah-masalah lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dalam kota, sehingga kondisi ekosistem di Kota Rantepao bisa menjadi lebih baik. Melalui perancangan dengan mengimplementasikan Sustainable Urban Landscape diharapkan bisa menjadi sebuah tolak ukur pemerintah dalam pembangunan di Kota Rantepao agar pembangunan tetap mejaga kelestarian lingkungan sekitar.
RESORT GOBA MOLINOW DANAU TONDOK KECAMATAN MODAYAG BOLAANG MONGONDOW TIMUR Otta, Rafael Natanael; Harimu, Threesje A. N.; Terok, Ferdinan S. R. P.; Lasut, Rulyanto G.M.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi wisata Sulawesi Utara, fokus pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan DesaPurworejo. Destinasi utama adalah Danau Tondok Goba Molunow, yang menawarkan keindahan alam pegunungan, udara sejuk, dan peningkatan fasilitas pariwisata melalui kerjasama pemerintah dan swasta. Waktu tempuh yang relatif singkat dari kota-kota terdekat, seperti Manado dan Kotamobagu, serta pertumbuhan jumlah pengunjung menciptakan kebutuhan untuk akomodasi. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan pembangunan resort dengan pendekatan arsitektur tropis untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamananpengunjung, yang diharapkan dapat memajukan potensi pariwisata di daerah tersebut.
Perancangan Sekolah Luar Biasa Di Tomohon Immanuel, Herman T.; P. Terok, Ferdinan S. R.; Kawatu, Freike E.
Jurnal Teknik Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknik Indonesia
Publisher : Publica Scientific Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58860/jti.v2i3.38

Abstract

Berdasarkan data BPS, terdapat 30,7% penyandang disabilitas tidak tamat sekolah sampai tingkat pendidikan menengah. Tentunya hal ini dipengaruhi oleh akses pendidikan yang tergolong rendah. Sekolah Luar Biasa menjadi objek utama dalam perancangan kali ini. Fokus utama dalam perancangan SLB kali ini berdasarkan kategori yaitu akan dirancang SLB-A (Tunanetra), SLB-B (Tunarungu), SLB-C (Tunagrahita), SLB-D (Tunadaksa), dan SLB khusus Autisme serta adanya fasilitas pendukung seperti adanya kantor pengelola dan share house. Dalam perancangan Sekolah Luar Biasa kali ini, tema Arsitektur Neurosains / Neuroscience Architecture akan diterapkan pada hasil akhir desain Sekolah Luar Biasa. Arsitektur Neurosains / Neuroscience Architecture merupakan sebuah tema yang mengusung terkait cabang ilmu saraf dalam sebuah perancangan arsitektur. Kota Tomohon masih memiliki banyak potensi diantaranya, kota tomohon dikenal dengan kota Pendidikan di provinsi Sulawesi utara, serta masih memiliki lahan hijau dapat dimanfaatkan dalam merancang sebuah lingkungan Pendidikan. Didapatkan 4 area utama yang menjadi fokus utama dalam perancangan SLB diantara: 1. Area Bangunan, area ini berisi massa bangunan seperti SLB, Kantor Pengelola, dan Share House. 2. Area Sirkulasi, area yang dikhususkan untuk menjadi area sirkulasi kendaraan serta pejalan kaki untuk mencapai area bangunan. 3. Area Taman, 4. Area Parkir, dikhususkan bagi pengguna untuk memarkir kendaraan baik itu mobil maupun motor
PERANCANGAN MANADO TECHNO PARK DENGAN PENDEKATAN SMART BUIDING Agustina, Vivi; Attaufiq, Muhammad Muhdi; Terok, Ferdinan S.R.P.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v5i1.9919

Abstract

Kota Manado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Kota Manado merupakan kota yang berkembang dalam segala bidang, hal ini bisa ditinjau langsung dari perkembangan Kota Manado dari tahun ke tahun. Begitu pula dengan perkembangan industri kreatif di Kota Manado memiliki potensi besar. Seiring dengan perkembangan berbagai industri kreatif yang ada di Kota Manado, kita mengetahui bahwa transformasi digital berperan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi dalam menciptakan pekerjaan baru. Hal ini juga sangat berpengaruh bagi calon startup digital di Sulawesi Utara khususnya kota Manado. Seiring dengan perkembangan tersebut perlu adanya wadah untuk dapat membantu menciptakan kota manado yang lebih maju dengan adanya techno park yang merupakan sebuah bangunan yang mampu menjadi suatu kawasan yang membantu perkembangan ekonomi dengan berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Di dalamnya akan mempertemukan akademisi dan litbang, pelaku bisnis serta pemerintah. Dengan menggunakan pendekatan smart building bangunan techno park akan memberikan kesesuaian yang baik antara fungsi dan konsep pada bangunan. Smart building ini adalah integrasi berbagai komponen pada bangunan. Dari komponen yang diinstal ini selain dapat diatur secara otomatis juga terjalin komunikasi antar komponen.
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DAERAH DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI BOLAANG MONGONDOW Soputan, Rifaldi Fao; D. J. Mailangkay, Sonny; S.R.P. Terok, Ferdinan
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v5i1.12155

Abstract

Pertumbuhan dalam sektor pendidikan tidak lepas dari kemajuan global. Menghargai ilmu pengetahuan adalah kunci dari kesuksesan suatu negara. Perpustakaan adalah cerminan suatu pertumbuhan sosial. Hal ini membuktikan bahwa perpustakaan adalah bagian penting dalam kehidupan manusia. Perpustakaan berperan juga sebagai sarana hiburan dan rekreasi untuk meningkatkan minat dan keterampilan masyarakat dalam membaca. Eksistensi perpustakaan dapat mencukupi kebutuhan semua masyarakat dalam hal informasi dan juga sarana mencerdaskan kehidupan bangsa. Ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow adalah Kecamatan Lolak yang terletak di kabupaten yang sama. Kecamatan Lolak secara administratif terbagi atas 26 (dua puluh enam) kelurahan. Dengan jumlah penduduk sekitar 30.242 jiwa, Kecamatan Lolak meliputi wilayah seluas 469,67 km². Bolaang mongondow Adalah daerah yang sangat membutuhkan sarana perpustakaan. Di karenakan untuk bolaang mongondow sendiri belum terdapat perpustakaan yang mewadahi kebutuhan Masyarakat. Perubahan iklim yang tidak terkendali, cuaca yang tidak dapat diprediksi, dan pemanasan global diharapkan dapat dikurangi dengan pendekatan green archictecture pada desain perpustakaan. Arsitektur hijau merupakan gagasan yang mengurangi dampak negatif pembangunan sekaligus tetap menjaga lingkungan. agar perpustakaan ini dapat memajukan Bolaang Mongondow dan kemajuan sumber daya manusia dan pendidikan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ELEMEN STREET FURNITURE PEDESTRIAN KORIDOR JALAN PIERE TENDEAN di MANADO (SegmenMantos-Megamas) Terok, Ferdinan S.R.P
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2015): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v3i2.82

Abstract

ABSTRAK Perkembangan kompleksyang dialami kota Manado menghadapi permasalahan perkotaan yang semakin meningkat.Contohnya ruang publik merupakan suatu kebutuhan utama dalam pengembangan atau pembangunan suatu kota yang tidak hanya timbul dengan sendirinya (Landry, 2006).Ruang publik adalah ruang yang dimanfaatkan untuk kegiatan penduduk kota berdasarkan inspirasi dan persepsi penduduk kota ( Thomas, 2002). Penataan elemen-elemen pedestrian yang serasi dengan disain yang menarik, perlu adanya penataan area kawasan berupa penataan etalase atau fasad bangunan agar lebih menarik. Bagi masyarakat yang menggunakan jalur pedestrian sepanjang Jl.Piere Tendean untuk lebih sering menggunakan jalur pedestrian, demikian juga tidak menggunakan jalur pedestrian sebagai area parkir sepeda motor. Kata Kunci : Elemen Street, Jalur Pedestrian Koridor
Perancangan Kawasan Agrowisata di Kecamatan Modoinding Frisca Truly Kalawawo, Chelyn; E. Kawatu, Freike; S. R. P. Terok, Ferdinan; L. G. Katuuk, Antoinette
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v2i5.1037

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam dan hayati yang sangat beragam, dan apabila di kelola dengan baik, kekayaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung perekonomian nasioal. Agrowisata merupakan kegiatan parawisata yang memanfaatkan usaha dengan mengkombinasikan antara pertanian dan aktivitas wisata yang sekaligus mendapat pembelajaran mengenai pertanian. Agrowisata ini juga dapat menjadi alternatif untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat lokal. Modoinding merupakan daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkannya agrowisata karena didukung dengan pemandangan yang sangat indah akan hamparan perkebunan holtikultura, letak geografis serta kondisi iklimnya yang ada dan lokasinya berada didataran tinggi membuat lahan subur dan cocok untuk pengembangan berbagai hasil pertanian. Modoinding dikenal sebagai Dapur Indonesia Timur karena hasil taninya yang berlimpah. Pada saat merancang Kawasan Agrowisata ini tidak hanya bentuk, struktur dan aspek ekonomi saja yang dikedepankan. Arsitektur organik adalah konsep yang menggabungkan ruang dan bentuk yang selaras dengan alam dan menyatu dengan tapak melalui visualisasi. Frank Llylod Wright terkenal dengan konsep arsitektur organik, yaitu konsep hunian dimana manusia bisa tetap menyatu dengan alam tanpa kehilangan unsur modernnya.
Persepsi Masyarakat Terhadap Elemen Street Furniture Pedestrian Koridor Jalan Piere Tendean Di Manado (Studi Kasus Mantos-Megamas) Terok, Ferdinan S R P
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9953

Abstract

Ruang publik sangat penting bagi penduduk perkotaan, yang dibentuk oleh inspirasi dan persepsi mereka. Fasilitas pejalan kaki adalah aspek penting dari ruang-ruang ini, dengan keamanan yang paling utama. Pemisahan dari lalu lintas sangat penting, disertai dengan fasilitas seperti trotoar, taman, pohon peneduh, penerangan, bangku, dan tempat sampah. Namun, pembangunan yang pesat di Manado, terutama di sepanjang Jalan Piere Tendean, lebih terfokus pada transportasi dan mengabaikan kebutuhan pejalan kaki. Kawasan ini, yang memiliki blok-blok perdagangan dan bisnis di sepanjang garis pantai, menarik banyak orang dari berbagai latar belakang sepanjang hari. Sayangnya, pertumbuhan ini tidak diimbangi dengan fasilitas umum yang memadai, terutama trotoar yang ramah pejalan kaki. Menanggapi kesenjangan ini, penelitian dilakukan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap elemen-elemen street furniture di sepanjang koridor trotoar Jalan Piere Tendean di Manado (khususnya segmen Mantos-Megamas). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif rasionalistik dan mengumpulkan data primer melalui kuesioner dari 100 responden. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,8% responden sangat setuju bahwa elemen-elemen street furniture harus diintegrasikan ke dalam koridor trotoar Jalan Piere Tendean, yang mengindikasikan adanya korelasi yang sangat kuat. Hal ini menunjukkan adanya keinginan yang tulus dari masyarakat untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mendukung untuk memasukkan elemen-elemen street furniture untuk memperbaiki koridor trotoar Jalan Piere Tendean demi kenyamanan pejalan kaki. Saat ini, furnitur jalan yang ada tidak mencukupi dan tidak ditempatkan dengan tepat, sehingga berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya kolaboratif antara pemerintah kota dan pengelola kawasan. Kolaborasi ini harus bertujuan untuk menciptakan ruang yang cukup bagi pejalan kaki, mendesain ulang trotoar, dan memastikan penyediaan dan pemeliharaan elemen-elemen furnitur jalan yang penting. Perencanaan yang berkelanjutan seperti ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas ruang publik di Manado secara keseluruhan.