Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

TONDANO SEBAGAI KOTA KOLASE Katuuk, Grace
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun metamorfosis kota Tondano lebih khusus di kawasan pusat kotanya kelihatan sangat lambat dan  terkesan stagnasi secara visual, kultural dan struktural. Berdasarkan data dokumentasi foto yang ada,  nyata bahwa kawasan pusat kota Tondano sebagai kawasan penting kota dari tahun 1970-an sampai sekarang perubahannya hampir tidak berimbang dengan perubahan perkembangan zaman. Metode Collage City yang diprakarsai oleh Colin Rowe (dan Fred Koetter), oleh penulis dirasakan cocok untuk dieksperimenkan atau diimplementasikan pada kawasan pusat kota Tondano. Metode kolase ini,  membahas kota dalam bentuk fragmen-fragmen kota,dengan mengumpulkan fragmen-fragmen kawasan sekitar pusat kota Tondano pada masa lalu dan masa sekarang.
Pengembangan Konsep Humanopolis Dan Ekopolis Terhadap Citra Kota Pada Kawasan Pinggiran Sungai Di Pusat Kota Tondano Katuuk, Antoinette L. Grace
FRONTIERS: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2020): APRIL 2020
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun suatu kota yang manusiawi dan bersahabat dengan lingkungan merupakan suatu impian yang wajar setiap orang. Tapi seiring berjalannya waktu kadang impian itu hanya menjadi wacana semata. Tidak sedikit kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa baik kota-kota kecil maupun kota-kota besar kadang mengabaikan unsur keseimbangan ekosistem lingkungan dan sosial budaya yang justru merupakan karakter asli kota itu sendiri. Sebagai ibukota kabupaten Minahasa, Kota Tondano saat ini sedang dalam tahap membenahi wujud fisik kotanya. Hal ini nampak dengan hadirnya bangunan komersil seperti KFC, Indomaret dan Alfamart. Walaupun secara geografis Kota Tondano tidak seberuntung Kota Tomohon yang hanya berjarak 12 km dari Kota Tondano, tapi di kawasan pusat kota ini mempunyai aset yang bisa dikembangkan yaitu Danau Tondano yang melintas di kawasan pusat kota. Membangun kota dengan pendekatan humanopolis dan ekopolis merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan sangat perlu diterapkan di kawasan pusat kota Tondano termasuk daerah pinggiran sungai Tondano yang melintas di dalam kawasan pusat kota. Mengingat saat ini kawasan pusat kota Tondano sedang dalam tahap pembangunan fisik kota, maka membangun kota dengan pendekatan kota yang manusiawi dan bersahabat dengan lingkungan ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan kawasan pusat Kota Tondano. Hal ini berdampak pada citra kota serta kemajuan perekonomian daerah dan dapat merangsang investor untuk berkolaborasi dengan daerah. Disamping itu dapat mempertahankan nilai historis yang pernah ada di kawasan pusat kota Tondano.Kata kunci: humanopolis, ekopolis, citra kota
RE DESAIN GEDUNG PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI MANADO DENGAN PENDEKTATAN ARSITEKTUR HIJAU A.L.Grace Katuuk; Wardianto Supandi
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v1i2.3571

Abstract

Perpustakaan merupakan fasilitas yang mengelola ilmu pengetahuan dan bertujun mewadahi serta menunjang proses kegiatan belajar mengajar dan wajib dimilikim setiap institusi pendidikan. Universitas Negeri Manado sebagai peruruan tinggi negeri tentu memiliki sebuah gedung perpustakaan guna mewadahi usaha perguruan tinggi dalam eningkatkan kualitas setiap lulusannya. Pengunjung perpustakaan saat ini kurang dari yang direncanakan, hal ini menyebapkan perpustakaan yang ada belum optimal dalam menjalankan fungsinya. Kondisi ini disebaokan beberapa faktor, diantanya fasad bangunan yang minim daya tarik secara visual, kurangnya fasilitas pendukung dan perhatian kenyaman pengguna dalam proses desain yang belum maksimal. Dengan melihat kondisi tersebut, diperlukan perubahan pada desain fasad bangunan yang dapat menghadirkan ciri khas sebuah perpustakaan aebagai daya tarik bagi pengunjung. Perhatian terhadap elengkapan fasilitas pendukung yaang memberikan kenyaman bagi penggunan akan memaksimalkan fungsi perpustakaan. Dengan memaksimalkan kondisi lingkungan kedalam proses perancangan akan menghasilkan desain yang tidak hanya memperhatikan kenyamana pengguna tetapi juga klestarian lingkungan disekitar bangunan. Pendekatan arsitektur hijau (green architecture) yang diterapakan dalam proses re-desain gedung perpustakaan Universitas Negeri Manado dimaksudkan untuk meminimalkan dampak buruk yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. desain sebuah gedung perpustakaan dengan pendekatan arsitektur hijau akan menghadirkan objek rancangan yang memiliki karakter bangunan berwawasan lingkungan yang dipadukan dengan perkembangan inovasi arsitektur yang semakin maju
TAMAN REKREASI TEPIAN AIR DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING DI KOTA MANADO Yericho C. Tamamengka; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5731

Abstract

Perancangan Taman Rekreasi Tepian Air, merupakan konteks taman yang dapat melayani aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat serta kepariwisataan Kota Manado yang berhasil dalam indeks kepariwisataan, melalui pendekatan Placemaking yang memiliki relevansi kuat dengan aspek visi pembangunan kota yang diusung Kota Manado yaitu Waterfront Development, serta penguatan akan identitas kota. Kota Manado, dalam hal ini melaksanakan visi pembangunan dengan orientasi pengembangan pada area tepian air, seperti laut dan sungai, karena potensi alamiah dari Kota Manado yang memiliki keindahan laut, sehingga dapat menarik minat dari para wisatawan untuk beraktivitas pada area tepian air di Kota Manado. Pendekatan Placemaking akan menjadi katalisator dalam merancang sebuah tempat yang memberi kesan dan pengalaman yang baik dalam aktivitas pariwisata bagi para wisatawan yang berkunjung dengan mengangkat keunikan dan potensi dari Kota Manado, yang bersinergi dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar lokasi perancangan. Sehingga, dari perancangan ini dapat menjadi tolok ukur terhadap visi pembangunan/pengembangan di Kota Manado, yang dimana tidak hanya berfokus pada pembangunan suatu ruang saja, tetapi dapat menciptakan interaksi daripada masyarakat, sehingga perancangan ini dapat sangat hidup karenanya.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA DI TEPI DANAU TONDANO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Fyre G. F. Sumenge; Ferol F. Warouw; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v2i2.5732

Abstract

Danau Tondano merupakan salah satu objek wisata terbesar yang ada di daerah Sulawesi Utara lebih khususnya di Kabupaten Minahasa dan sekitarnya. Pemandangan danau yang indah dan memukau serta dikelilingi view pegunungan dan sawah menjadikan Danau Tondano sebagai objek wisata yang sangat bernilai. Namun pemanfaatan Danau Tondano sebagai objek wisata masih sangat terlihat kurang. Demikian juga terdapat beberapa lokasi pariwisata di sekitar tepian danau yang terbengkalai akibat kurangnya pemeliharaan dan pengembangan sehingga terjadi pengurangan pengunjung. Merancang suatu Kawasan wisata merupakan suatu alternatif yang baik terkait pemanfaatan dari objek wisata Danau Tondano itu sendiri. Budaya lokal juga merupakan suatu nilai tambah terhadap suatu daerah. Tempat wisata yang dapat menyajikan nilai-nilai budaya daerah setempat juga mempengaruhi minat wisatawan yang datang di daerah Minahasa. Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular merupakan salah satu gaya arsitektur post modern yang pada prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah normatif, kosmologis, peran serta budaya lokal dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan antara bangunan, alam dan lingkungan. Bentuk-bentuk modern akan banyak ditemukan pada arsitektur neo vernakular namun pada penerapannya masih menggunakan konsep lama daerah setempat yang dikemas dalam bentuk yang lebih modern. Penerapan pendekatan arsitektur neo vernakular pada Kawasan wisata di tepian Danau Tondano merupakan Langkah yang tepat dalam peningkatan aspek pariwisata Daerah Minahasa.
PERANCANGAN TAMAN KOTA RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA Epa Pare Ponno; Ferdinan S. R. P. Terok; M. Y. Noorwahyu Budhyowati; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6028

Abstract

Perancangan Taman Kota Rantepao, merupakan upaya dalam mendesain taman kota yang diharapkan mampu melayani aktivitas masyarakat Kota Rantepao baik dari aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Dengan adanya taman kota ini nantinya bisa meningkatkan indeks parawisata di Kabupaten Toraja Utara. Perkembangan Kota Rantepao dalam aspek pembangunan meningkat dengan pesat. Hal ini membuat ketersediaan ruang terbuka hijau dalam kota manjadi berkurang yang membuat kondisi kota menjadi tidak menarik. Selain itu, akibat lain yang ditimbulkan yaitu tingkat kualitas udara dalam kota menjadi tidak sehat akibat kurangnya vegetasi yang mampu menyerap polutan yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Oleh sebab itu, dengan adanya taman kota ini bisa menambah ruang terbuka hijau dalam Kota Rantepao, juga bisa membantu masyarakat umum, terlebih khusus para pelajar melalui penyediaan fasilitas perpustakaan. Melalui perancangan taman kota dengan pendekatan Sustainable Urban Landscape diupayakan menjadi salah satu solusi dalam penanganan mengenai masalah-masalah lingkungan yang diakibatkan oleh pembangunan dalam kota, sehingga kondisi ekosistem di Kota Rantepao bisa menjadi lebih baik. Melalui perancangan dengan mengimplementasikan Sustainable Urban Landscape diharapkan bisa menjadi sebuah tolak ukur pemerintah dalam pembangunan di Kota Rantepao agar pembangunan tetap mejaga kelestarian lingkungan sekitar.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE BUILDING Aldrin Potabuga; Claudia Irene Lombok; A. L. Grace Katuuk
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v3i1.6752

Abstract

Peningkatan kesehatan masyarakat bertujuan untuk membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat yang mewujudkan kesehatan optimal. Kesehatan optimal adalah salah satu unsur kesejahteraan yang sudah di amanatkan oleh pembukaan UUD Tahun 1945 dalam pasal 28H ayat satu. Kota bitung sering merujuk pasien ke rumah sakit ibu dan anak di Kota manado di karenakan keterbatasan alat dan pengalaman yang adaLokasi perancangan di tetapkan di provinsi Sulawesi utara di Kota Bitung,kecamatan girian,keluarahan girian atas lebih tepatnya di jln.Balaikia kaeludan girian atas link IV. Ada beberapa proses perancangan Rumah sakit Ibu dan anak, diantaranya pengumpulan data primer dan sekunder, parameter desain analisis dan konsep desain dengan pendekatan sustainable building.Sistem utilitas pada perancangan ini akan disediakan beberapa sistem instalasi, yaitu instalasi listrik, instalasi air bersih, instalasi pengolahan limbah Rumah sakit (IPAL), instalasi septik tank , instalasi penanggulangan kebakaran, penghawaan alami dan buatan, sistem transportasi. Merupakan perancangan Rumah Sakit khusus Ibu dan Anak dengan pendekatan sustainable building yang hemat energy serta memperhatikan lingkungan. Dengan adanya perancangan ini, masyarakat dan pemerintah serta instansi kesehatan kota Bitung mendapatkan wadah tempat untuk menyediakan rumah sakit ibu dan anak demi mengurangi angka kematian ibu dan anak di Kota Bitung. Penerapan sustainable building pada perancangan dapat meminimalisir dampak negatif bangunan kepada lingkungan sekitar.
What the Bible Says About Education: A Critical Review of Biblical Education and Its Relevance in the Era of Globalization Katuuk, Antoinette L Grace; Mailangkay, Sonny D J; Weol, Wolter; Siang, Jhoni Lagun
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 7 No 3 (2024): International Journal of Education, information technology   and others (IJEIT)
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13659894

Abstract

Understanding the meaning of education is very important for the formation of human character and intellect. In the Christian context, the Bible is the main reference source in understanding education in accordance with God's will. The meaning of education in this context is teaching, rules, regulations and all things related to educating, instructing and disciplining God's people, namely His human creation. However, in the current era of globalization, the challenges and dynamics of education have experienced significant changes. This article aims to conduct a critical review of the concept of the meaning of education according to the Bible and criticize its relevance in the digital era of globalization. Through studying Bible verses related to education, several basic things were identified, such as the importance of knowing God through reading the Bible, examining the purpose of education and God's teachings from the Old Testament to the New Testament and the time of the Holy Spirit. However, advances in digital technology have changed the landscape of the meaning of education, giving rise to new challenges, namely distractions from the meaning of education in the Bible. This article explores how the teaching or educational values ​​that God gave to Adam and Eve reached the Israelites as HIS chosen nation, during the Old Testament, the New Testament and so on up to the present. Whether teaching or upbringing through God speaking directly, through the voices of prophets, apostles and the Holy Spirit: can it still be applied adaptively and transformatively to answer educational challenges in the era of globalization? This review emphasizes the need for a balanced educational approach between Biblical values ​​and technological advances, starting with motivating a person so that there is a desire to find out through the desire to read the Bible. This will enable people, especially the younger generation of Christians, to understand the holistic meaning of education according to the Bible, which strengthens faith, character and skills needed to face the complexities of the times.
PERANCANGAN TAMAN SENI TARI TRADISIONAL DAN MODERN DENGAN PENDEKATAN METAFORA DI TONDANO Tinggogoy, Gissela Fiska; Suharto, Moh. Fachruddin; Katuuk, Antoinette L.G.; Mario Lasut, Rulyanto Gracideo
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i2.8281

Abstract

Kota Tondano memiliki beragam seni tari juga warisan budaya dari Suku Minahasa seperti tarian maengket, kabasaran, katrili. Seiring berjalannya waktu di tondano adanya seni tari modern atau sering kita dengar dengan kata “dance” Banyaknya kegiatan dan pelaku seni yang ada, membuat pemerintah setempat membuat juga kegiatan dalam bentuk perlombaan dan apresisasi seputar kesenian di Kota Tondano, namun kegiatan-kegiatan tersebut tidak dilakukan pada tempat yang representative. ‘TAMAN SENI TARI ’ Pusat Kesenian sebagai sarana apresiasi, edukasi dan rekreasi di Kota Tondano sebagai solusi dari permasalahan belum tersedianya tempat sebagai pusat untuk melakukan kegiatan-kegiatan seni yang berpotensi untuk lebih mengembangankan dan memberikan wadah bagi kota dan menjadi faktor pendukung yang dapat membawa Kota Tondano lebih dikenal luas dengan menjadi destinasi wisata dunia. Dengan pendekatan Metafora pada perancangan bermaksud untuk merancang suatu tempat yang memiliki bentuk yang baru di Minahasa melalui konsep bentuk pada hasil desain.
PENDEKATAN PERANCANGAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR DI KAWANGKOAN TERMINAL BUS TIPE B Duma, Yafet; Katuuk, Antoinette L. Grace; Liando, Cindy M.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i2.8548

Abstract

This design aims to design a Type B Bus Terminal to meet and complement the needs of passengers in Kawangkoan, Minahasa Regency, North Sulawesi. Site area 31,067 m2, KDB 40% = 12,427 m2, KDH 60% = 15,545 m2. According to BPS Minahasa in 2017-2022, the number of people in Minahasa is increasing, with this increase, more and more people need vehicles from one place to another, the author conducted a survey in the Kawangkoan area which only has one terminal and a terminal that is only 1ha in size, does not have adequate availability of transportation facilities and infrastructure such as irregular vehicle circulation that is not yet available signs and directions so that it has not met the standards of Terminal Type B. The steps in this design process include Data Collection, Analysis and Synthesis / Concept, so that in this design can be realized properly and meet Type B Terminal Standards.