Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PROFIL PENGGUNAAN ICT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH: SEBUAH LITERATURE REVIEW Ni Kadek Sintya Purnama Sari; Fortinata Mada; Ni Wayan Ekayanti; Ni Komang Dina Suciari; Dewa Ayu Sri Ratnani; Nengah Dwi Handayani
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8665

Abstract

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Biologi di sekolah Indonesia telah menjadi fokus utama dalam era pendidikan digital. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menyelidiki dampak dan tantangan integrasi teknologi ini. Dengan menganalisis literatur terbitan antara tahun 2019 hingga 2024 yang dapat diakses melalui Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP), hasil penelitian menunjukkan gambaran yang jelas tentang penggunaan ICT dalam konteks pembelajaran IPA dan Biologi di sekolah. Integrasi teknologi ini memberikan kontribusi yang signifikan, termasuk peningkatan minat dan motivasi siswa serta kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Namun, masih ada tantangan seperti kurangnya kesiapan teknis dan kendala aksesibilitas infrastruktur yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, integrasi ICT dalam pembelajaran IPA dan Biologi di sekolah Indonesia memberikan dampak positif yang signifikan. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan sumber daya, penggunaan ICT telah membawa manfaat dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa, mempersiapkan calon guru dengan lebih baik, serta meningkatkan profesionalisme guru melalui TPACK. Hal ini membantu pembelajaran IPA dan Biologi terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia.
ANALISIS SIKAP MAHASISWA CALON GURU TERHADAP KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR Della Rahmadani; Dewa Ayu Sri Ratnani; Ni Wayan Ekayanti
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9033

Abstract

Sikap mahasiswa calon guru memiliki peranan yang penting bagi keberadaan konservasi magrove, terutama di Hutan Tahura Ngurah Rai Bali.  Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sikap mahasiswa calon guru terhadap konservasi magrove sebagai sumber belajar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2022. Tempat penelitian dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar secara daring (dalam jaringan) dengan membagikan link google form yang disebar melalui aplikasi whatsapp.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengadopsi model Miles and Huberman. Apabila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai dianggap kredibel. Hasil penelitian angket sikap menunjukkan bahwa perbedaan selisih persentase sikap kognitif, afektif dan behaviour  memiliki rentang nilai 78,00 % - 81,23%, dimana sikap kognitif dan behaviour  memiliki kategori sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sikap afektif memiliki kategori baik karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove. Simpulan dari penelitian ini adalah sikap kognitif dan behaviour  memiliki kategori sama yaitu sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sedangkan sikap afektif memiliki kategori baik, karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove.
Ethnobotany of Medicinal Plant Diversity as A Traditional Medicine in Bugbug Karangasem, Bali, Indonesia Dewa Ayu Sri Ratnani; I Ketut Junitha
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmr.v3i1.12852

Abstract

Traditions and cultures used as tourism assets can ignore traditional practices with a concurrent loss of traditional knowledge. This study aims to reveal the traditional knowledge of medicinal plants used by the Bugbug community through analysis of the traditional knowledge of the diversity of medicinal plants, the fidelity level (FL) and Index of Cultural Significance (ICS) of medicinal plants. The study was conducted in Bugbug Village, Karangasem, from  May to July 2022. Data were collected using qualitative methods through semi-structured interviews, moderate participation observation, and documentation. Key informants and respondents were selected using purposive and snowball sampling; 10 informants and 48 respondents were obtained. The fidelity level was calculated by FL; and cultural importance by ICS. The level of traditional knowledge of medicinal plants was measured by the Phillips and Gentry equations and analyzed by the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test.  As many as 124 species in 46 families are found at Bugbug Village. The best represented families were Fabaceae. Leaves are the most widely used plant parts for traditional medicine. The highest habitat is obtained from the roadsides. In terms of the life form, most of the used species were herbaceous. Traditional knowledge between age groups differs significantly. In contrast, traditional knowledge of gender was not found to be different. The highest fidelity levels are Piper betle L. and Imperata cylindrica L. And the most ICS is Piper betle L
Ethnobotany of Local Foodstuff Plants Used By Bugbug Community In Karangasem, Bali, Indonesia Dewa Ayu Sri Ratnani; I Ketut Junitha; Eswaryanthi Kusuma Yuni; Desak Nyoman Budiningsih
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 6 No. 1 (2024): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan `Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/ijassd.v6i1.9124

Abstract

The aims of this research were (1) Reveal to the diversity of local foodstuff plants utilized by Bugbug community; (2) to analyze traditional knowledge of local foodstuffs plants of Bugbug community; (3) to analyze the Use Value (UV) and Index Cultural Significance (ICS) of local foodstuffs plants. The research was conducted in Bugbug Karangasem, Bali, from January 2021-March 2021. Data were collected using qualitative methods, semi-structured interviews, moderate participation observation, and documentation. Key informants were selected using purposive and snowball sampling to obtain ten key informants and 48 respondents. The use value of plants is calculated by UV, cultural importance with ICS. The level of traditional knowledge was measured by the Phillips and Gentry equations and analyzed by the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test. The traditional knowledge of local foodstuff plants was calculated using the Phillips and Gentry equations and analyzed with the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test. Traditional knowledge of local foodstuff plants between age groups is different. Meanwhile, knowledge between genders is not different. The diversity of local foodstuff plants in Bugbug Village is 126 species, 47 families, the most families being Musaceae. The high diversity of plants found is caused by specific ecosystems from hilly areas and beaches. The most widely used part of the plant is the fruit. Most plant habitus is an herb. Herbs are easy to grow in various locations and are found in semi-wild status. The highest plant use value and ICS are Arenga pinnata L.
PELATIHAN IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBASIS ETNOBOTANI DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 MENGWI UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Dewa Ayu Sri Ratnani; Desak Nyoman Budiningsih; I Made Diarta; I Made Surya Hermawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i8.6973

Abstract

Pembelajaran biologi merupakan suatu proses untuk menghantarkan siswa kepada tujuan belajarnya, sementara biologi sendiri memiliki peran sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan Wakasek Kurikulum dan beberapa orang guru mengungkapkan beberapa masalah yang muncul dalam proses belajar mengajar diantaranya siswa SMAN 1 Mengwi mengalami kesulitan mengkaitkan materi belajar dengan lingkungan kontekstualnya, terutama materi sains dan biologi terkait dengan budaya maupun kearifan lokal. guru-guru kesulitan menyiapkan materi pembelajaran sesuai dengan potensi kearifan lokal di lingkungan sekitar, sehingga materi terkesan tekstual dan jauh dari pengalaman siswa, setiap guru masih mengalami kesulitan menguasai teknologi terkini pembelajaran. Adaptasi teknologi pembelajaran dalam berbagai platform atau media belajar sangat penting untuk meningkatkan daya saing siswa di era globalisasi maupun disrupsi terutama pembelajaran tentang identifikasi tumbuhan yang berbasis etnobotani yang ada di taman di lingkungan sekolah. Dengan demikian pentingnya fasilitas dari pihak kampus dalam bentuk pengabdian masyarakat yang terintegrasi antara aspek evaluasi pembelajaran, aspek kearifan lokal, serta aspek teknologi pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh guru-guru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran biologi.