Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEDERHANA PADA PEMBUATAN PREPARAT BASAH BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DAN SISWA DI SMA NEGERI 1 MENGWI Desak Nyoman Budiningsih; Dewa Ayu Puspawati; Dewa Ayu Sri Ratnani; I Made Diarta; Ni Komang Dina Suciari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i5.6481

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pengajaran di bidang biologi tidak cukup hanya dilakukan dengan memahami materi di ruang kelas saja, namun perlu didukung dengan kegiatan praktikum di laboratorium (Puger, 2012). Tujuan kegiatan PkM ini adalah melatih guru dan para siswa/siswi dalam pembuatan preparat basah/ segar Biologi yang akan dimanfaatkan dalam melaksanakan praktikum di laboratorium, untuk mendukung proses belajar mengajar Biologi di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti peserta sebanyak 30 siswa/i dan Guru- Guru Biologi SMA Negeri 1 Mengwi diawali dengan tahap observasi, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang materi pengabdian sesuai topik yang akan diberikan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/pendampingan secara praktek langsung untuk membuat preparat basah di laboratorium. Preparat basah yang dihasilkan pada saat pelatihan dengan metode template stomata ada 3 macam preparat yaitu preparat stomata pada daun Rhoeo discolor, trikoma pada daun durian (Durio zibethinus), trikoma pada daun waru (Hibiscus tiliaceus) dan 1 preparat sel epitel mukosa pipi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang dapat meningkatkan keterampilan Guru- Guru Biologi dan siswa-siswi dalam membuat preparat basah pada saat praktikum di laboratorium.
Peningkatan Kreativitas Siswa SMP Wisata Sanur Melalui Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Berbasis Media Mind Mapping: Improving Creativity of Students of Sanur Wisata Junior High School Through The Application of Group Investigation (GI) Learning Model Based on Mind Mapping Media Dewa Ayu Sri Ratnani
BIODIK Vol. 5 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/bio.v5i2.6416

Abstract

This study aims to analyze whether the application of Group Investigation (GI) learning model Based on Mind Mapping media can improve creativities of the student of SMP Wisata Sanur. The research type is Pre-Exprimental Design with One-group Pretest-Postest Designs research design conducted at SMP Wisata Sanur from April to May. Data collection using creativity assessment rubrics with 7 aspects. The result showed that there was an increase of creativity score from 75,3 to 169,2 with significance level of each aspect of creativity, ie Design aspect (p = 0,017), Color (p = 0,017), Idea and Context (p = 0,017), Kata Key (p = 0.018), Combining ideas (p = 0.018), Hierarchy Level (p = 0.017), Presentation Concept (p = 0.017). Based on the data obtained after being tested with Wilcoxon Match Pairs there was a significant difference (p = 0,018> 0,05) on student creativity in making Mind Mapping before and after apply the learning model. The conclusion of this research is the application of cooperative learning model of Group Investigation based on Mind Mapping has an effect on to the creativity of junior high school students of Sanur Tourism. Keywords: Group Investigation, Creativity, Mind Mapping Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) Berbasis media Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas siswa SMP Kerta Wisata Sanur. Jenis penelitian adalah Pre-Exprimental Design dengan rancangan penelitian One-group Pretest-Postest Designs yang dilaksanakan di SMP Wisata Sanur . Data didapatkan menggunakan rubrik penilaian kreativitas dengan 7 aspek. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan jumlah skor kreativitas dari 75,3 menjadi 169,2 dengan taraf signifikansi masing-masing aspek kreativitas yaitu aspek Rancangan (p=0,017), Warna (p=0,017), Ide dan Konteks (p=0,017), Kata Kunci (p=0,018), Menggabungkan ide-ide (p=0,018), Tingkat Hirarki (p=0,017), Konsep Presentasi (p=0,017). Hasil uji dengan Wilcoxon Match Pairs terdapat perbedaan yang signifikan (p= 0,018 > 0,05) pada kreativitas siswa dalam membuat Mind Mapping sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbasis Mind Mapping mampu meningkatkan kreativitas siswa SMP Wisata Sanur. Kata kunci : Group Investigation, Kreativitas, Mind Mapping
PROFIL PENGGUNAAN ICT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH: SEBUAH LITERATURE REVIEW Ni Kadek Sintya Purnama Sari; Fortinata Mada; Ni Wayan Ekayanti; Ni Komang Dina Suciari; Dewa Ayu Sri Ratnani; Nengah Dwi Handayani
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i1.8665

Abstract

Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Biologi di sekolah Indonesia telah menjadi fokus utama dalam era pendidikan digital. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menyelidiki dampak dan tantangan integrasi teknologi ini. Dengan menganalisis literatur terbitan antara tahun 2019 hingga 2024 yang dapat diakses melalui Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP), hasil penelitian menunjukkan gambaran yang jelas tentang penggunaan ICT dalam konteks pembelajaran IPA dan Biologi di sekolah. Integrasi teknologi ini memberikan kontribusi yang signifikan, termasuk peningkatan minat dan motivasi siswa serta kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Namun, masih ada tantangan seperti kurangnya kesiapan teknis dan kendala aksesibilitas infrastruktur yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, integrasi ICT dalam pembelajaran IPA dan Biologi di sekolah Indonesia memberikan dampak positif yang signifikan. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan sumber daya, penggunaan ICT telah membawa manfaat dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa, mempersiapkan calon guru dengan lebih baik, serta meningkatkan profesionalisme guru melalui TPACK. Hal ini membantu pembelajaran IPA dan Biologi terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pendidikan di Indonesia.
ANALISIS SIKAP MAHASISWA CALON GURU TERHADAP KONSERVASI MANGROVE SEBAGAI SUMBER BELAJAR Della Rahmadani; Dewa Ayu Sri Ratnani; Ni Wayan Ekayanti
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v14i2.9033

Abstract

Sikap mahasiswa calon guru memiliki peranan yang penting bagi keberadaan konservasi magrove, terutama di Hutan Tahura Ngurah Rai Bali.  Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis sikap mahasiswa calon guru terhadap konservasi magrove sebagai sumber belajar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2022. Tempat penelitian dilaksanakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar secara daring (dalam jaringan) dengan membagikan link google form yang disebar melalui aplikasi whatsapp.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengadopsi model Miles and Huberman. Apabila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi sampai dianggap kredibel. Hasil penelitian angket sikap menunjukkan bahwa perbedaan selisih persentase sikap kognitif, afektif dan behaviour  memiliki rentang nilai 78,00 % - 81,23%, dimana sikap kognitif dan behaviour  memiliki kategori sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sikap afektif memiliki kategori baik karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove. Simpulan dari penelitian ini adalah sikap kognitif dan behaviour  memiliki kategori sama yaitu sangat baik karena mahasiswa calon guru memiliki pengetahuan yang kreatif dan dapat diterapkan melalui perilaku sehari-hari. Sedangkan sikap afektif memiliki kategori baik, karena mahasiswa calon guru memiliki rasa peduli terhadap konservasi magrove.
Ethnobotany of Medicinal Plant Diversity as A Traditional Medicine in Bugbug Karangasem, Bali, Indonesia Dewa Ayu Sri Ratnani; I Ketut Junitha
International Journal of Scientific Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijsmr.v3i1.12852

Abstract

Traditions and cultures used as tourism assets can ignore traditional practices with a concurrent loss of traditional knowledge. This study aims to reveal the traditional knowledge of medicinal plants used by the Bugbug community through analysis of the traditional knowledge of the diversity of medicinal plants, the fidelity level (FL) and Index of Cultural Significance (ICS) of medicinal plants. The study was conducted in Bugbug Village, Karangasem, from  May to July 2022. Data were collected using qualitative methods through semi-structured interviews, moderate participation observation, and documentation. Key informants and respondents were selected using purposive and snowball sampling; 10 informants and 48 respondents were obtained. The fidelity level was calculated by FL; and cultural importance by ICS. The level of traditional knowledge of medicinal plants was measured by the Phillips and Gentry equations and analyzed by the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test.  As many as 124 species in 46 families are found at Bugbug Village. The best represented families were Fabaceae. Leaves are the most widely used plant parts for traditional medicine. The highest habitat is obtained from the roadsides. In terms of the life form, most of the used species were herbaceous. Traditional knowledge between age groups differs significantly. In contrast, traditional knowledge of gender was not found to be different. The highest fidelity levels are Piper betle L. and Imperata cylindrica L. And the most ICS is Piper betle L
A Profile of Digital Literacy, Problem-Solving Skills, and Socio-Cultural Awareness Among Pre-Service Biology Teacher in Bali Sudirgayasa, I Gede; Sulisetijono; Mahanal, Susriyati; Gofur, Abdul; Dewi, Ni Putu Sri Ratna; Ratnani, Dewa Ayu Sri; Rai, I Gusti Ayu; Sudiana, I Made
Journal of Science and Education Research Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v4i1.206

Abstract

This study aims to identify the levels of digital literacy, problem-solving skills, and socio-cultural awareness among prospective biology teachers. A cross-sectional survey method was employed. Data were collected through the distribution of a closed-ended questionnaire on February 10, 2023. The questionnaire used a Likert scale, with each item scored on a range from 1 to 5. The digital literacy questionnaire consisted of 20 items, the problem-solving skills questionnaire comprised 24 items, and the socio-cultural awareness questionnaire included 15 items. The questionnaires were distributed to biology education students from four universities in Bali: Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, and IKIP Saraswati. Respondents were selected using purposive sampling, based on specific criteria relevant to the research objectives. The research instruments were developed based on the aspects and indicators of 21st-century skills proposed by Greenstein. The collected data were then analyzed descriptively to address the research questions. The findings of the study are as follows: students' digital literacy falls within the intermediate category; their problem-solving skills are at the basic level; and their socio-cultural awareness is also categorized as intermediate. It is necessary to develop alternative learning programs that enhance students' digital literacy, problem-solving abilities, and socio-cultural awareness. One potential approach is project-based learning that directly integrates technology use and addresses real-life issues at both local and global levels.
The Diversity of Medicinal Plants Planted as Ornamental and Shade Plants Ratnani, Dewa Ayu Sri
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 4 No. 5 (2025): May 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v4i5.14336

Abstract

This study aimed to identify the diversity of medicinal plants planted as ornamental and shade plants and to determine the plant diversity index on the campus of Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar. Data were collected using an exploration survey and data collection techniques using the cruising technique. The results documented 154 species, 122 genera spread across 54 families. The largest families are Araceae (21), followed by Asparagaceae (12) and Acanthaceae (8). As many as 146 species (94.8%) of 154 species were found to be medicinal plants. The largest species was dominated by Hymenocallis littoralis (Jacq.) Salisb. The shrub level category was the highest (64), followed by herbs (57) and trees (33). The diversity index value of H’ = 5.622, which is included in the high category. The diversity index values ​​at each level include shrubs = 3.52 (high), herbs = 3.383 (high), and trees = 2.759 (medium).
Ethnobotany of Local Foodstuff Plants Used By Bugbug Community In Karangasem, Bali, Indonesia Dewa Ayu Sri Ratnani; I Ketut Junitha; Eswaryanthi Kusuma Yuni; Desak Nyoman Budiningsih
International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD) Vol. 6 No. 1 (2024): International Journal of Applied Science and Sustainable Development (IJASSD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan `Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/ijassd.v6i1.9124

Abstract

The aims of this research were (1) Reveal to the diversity of local foodstuff plants utilized by Bugbug community; (2) to analyze traditional knowledge of local foodstuffs plants of Bugbug community; (3) to analyze the Use Value (UV) and Index Cultural Significance (ICS) of local foodstuffs plants. The research was conducted in Bugbug Karangasem, Bali, from January 2021-March 2021. Data were collected using qualitative methods, semi-structured interviews, moderate participation observation, and documentation. Key informants were selected using purposive and snowball sampling to obtain ten key informants and 48 respondents. The use value of plants is calculated by UV, cultural importance with ICS. The level of traditional knowledge was measured by the Phillips and Gentry equations and analyzed by the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test. The traditional knowledge of local foodstuff plants was calculated using the Phillips and Gentry equations and analyzed with the Kruskal Wallis and Mann Whitney Test. Traditional knowledge of local foodstuff plants between age groups is different. Meanwhile, knowledge between genders is not different. The diversity of local foodstuff plants in Bugbug Village is 126 species, 47 families, the most families being Musaceae. The high diversity of plants found is caused by specific ecosystems from hilly areas and beaches. The most widely used part of the plant is the fruit. Most plant habitus is an herb. Herbs are easy to grow in various locations and are found in semi-wild status. The highest plant use value and ICS are Arenga pinnata L.
PELATIHAN IDENTIFIKASI TUMBUHAN BERBASIS ETNOBOTANI DI LINGKUNGAN SEKOLAH SMA NEGERI 1 MENGWI UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN Dewa Ayu Sri Ratnani; Desak Nyoman Budiningsih; I Made Diarta; I Made Surya Hermawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i8.6973

Abstract

Pembelajaran biologi merupakan suatu proses untuk menghantarkan siswa kepada tujuan belajarnya, sementara biologi sendiri memiliki peran sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan Wakasek Kurikulum dan beberapa orang guru mengungkapkan beberapa masalah yang muncul dalam proses belajar mengajar diantaranya siswa SMAN 1 Mengwi mengalami kesulitan mengkaitkan materi belajar dengan lingkungan kontekstualnya, terutama materi sains dan biologi terkait dengan budaya maupun kearifan lokal. guru-guru kesulitan menyiapkan materi pembelajaran sesuai dengan potensi kearifan lokal di lingkungan sekitar, sehingga materi terkesan tekstual dan jauh dari pengalaman siswa, setiap guru masih mengalami kesulitan menguasai teknologi terkini pembelajaran. Adaptasi teknologi pembelajaran dalam berbagai platform atau media belajar sangat penting untuk meningkatkan daya saing siswa di era globalisasi maupun disrupsi terutama pembelajaran tentang identifikasi tumbuhan yang berbasis etnobotani yang ada di taman di lingkungan sekolah. Dengan demikian pentingnya fasilitas dari pihak kampus dalam bentuk pengabdian masyarakat yang terintegrasi antara aspek evaluasi pembelajaran, aspek kearifan lokal, serta aspek teknologi pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh guru-guru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran biologi.
Pemberdayaan Kolaboratif Guru dan Siswa Berbasis Teknologi Digital pada Isu Kesehatan Lingkungan: Sebuah Transformasi Literasi Sains Suciari, Ni Komang Dina; Paraniti, Anak Agung Inten; Ratnani, Dewa Ayu Sri; Septianingsih, Ni Kadek Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.743

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi sains dan keterampilan komunikasi visual guru serta siswa di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Program dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil analisis kebutuhan yang menunjukkan rendahnya kemampuan peserta dalam memahami teks ilmiah dan memvisualisasikan data. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pemaparan materi interaktif, workshop pembuatan infografis menggunakan Canva dan Piktochart, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai guru dari 70 menjadi 91 dan siswa dari 65 menjadi 85, yang mencerminkan peningkatan pemahaman konsep ilmiah dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan ini efektif memperkuat integrasi literasi sains dengan teknologi digital serta menumbuhkan kesadaran peserta terhadap pentingnya penerapan sains dalam konteks kesehatan lingkungan sekolah.