Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MRP (MATERIAL REQUIREMENT PLANNING) MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEKNIK LOTSIZING (Studi Kasus Ziidan Wood) Dwiki Aji Pangestu Ardika; Ernastin Maria; Toni Isbandi
Teknika Vol 7 No 4 (2022): October 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v7i4.197

Abstract

Ziidan wood merupakan industri rumah tangga (Home Industry) yang bergerak dalam bidang pembuatan cutomisasi home décor and craft. Kendala yang terjadi di Ziidan Wood yaitu belum adanya perencanaan  penjadwalan pengadaan persediaan bahan baku yang baik sehingga berdampak pada kelebihan dan kekurangan bahan baku yang dapat menyebabkan terhambatnya proses produksi dan pembekakan biaya persediaan pada perusahaan dengan tingkat permintaan perusahaan yang fluktuatif. Tujuan penelitian yaitu melakukan perencanaan persediaan bahan baku menggunakan metode MRP dengan pendekatan teknik Lotsizing untuk menentukan jumlah dan waktu pemesanan bahan baku yang optimal. Metode analisis data yang digunakan yaitu MRP dengan pendekatan teknik Lotsizing EOQ, Algoritma Wagner Within, LFL  dan PPB  dan menggunakan metode peramalan time series yaitu metode naïve, moving average, weight moving average, single eksponential smoothing dan decomposition untuk  mengetahui kebutuhan bahan baku periode 6 bulan mendatang. Objek penelitian menitikberatkan pada bahan baku kayu pinus, jati belanda, MDF dan triplek yang menurupakan bahan baku penyusun utama yang digunakan dalam melakukan proses produksi di Ziidan Wood. Hasil perhitungan menunjukan nilai MAPE terkecil pada metode decomposition untuk kayu pinus, jati belanda dan MDF serta metode single eksponential smoothing  untuk bahan baku  triplek, kemudian berdasarkan analisis perhitung MRP didapatkan hasil total inventory cost  terendah pada teknik LFL dan Wagner within untuk bahan baku Kayu pinus, Jati Belanda dan MDF serta teknik Wagner within untuk bahan baku triplek jika dibandingkan dengan total biaya menggunakan kebijakan perusahaan dan berdasarkan perencanaan menggunakan teknik lot terpilih didapatkan jumlah dan waktu pemesanan optimal, Jumlah pemesanan bahan baku optimal secara umum ialah sejumlah barang yang dibutuhkan pada bulan tersebut dan waktu optimal pemesanan yaitu untuk bahan baku kayu pinus, jati belanda, MDF masing masing 6 kali/ per periode dan bahan baku triplek 3 kali/ per periode.
Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah menjadi Sabun Cair Antibakteri Chetta Aradhitya Sufi; Desi Erlita; Ernastin Maria
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 1 (2023): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i1.299

Abstract

Minyak goreng bekas atau disebut minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang sering dijumpai disekitar tempat tinggal kita. Pemanfaatan yang belum maksimal dapat mencemari lingkungan bahkan berpotensi menjadi limbah B3, sehingga peluang pemanfaatan minyak jelantah terbuka lebar. Salah satu pemanfaatan minyak jelantah adalah menjadikan produk sabun. Sabun umumnya dikenal dalam dua wujud, sabun padat dan sabun cair. Perbedaannya adalah alkali yang digunakan dalam reaksi pembuatan sabun. Sabun padat menggunakan natrium hidroksida/soda kaustik (NaOH), sedangkan sabun cair menggunakan kalium hidroksida (KOH) sebagai alkali. Pada pandemic covid 19 yang lalu, sabun digunakan pencegahan tertularnya penyakit karena sabun dapat membunuh kuman dan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk baru dari minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci tangan antibakteri dan untuk mengetahui kemampuan daun pare (Momordica charantia) sebagai antibakteri dalam sabun pencuci tangan. Daun pare mengandung senyawa kimia seperti, tannin, flavonioid, saponin, triterpenoid dan alkaloid yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan eksperimental laboratorium melalui 4 tahap yaitu tahap maserasi, tahap pemurnian minyak jelantah, tahap saponifikasi dan tahap uji kualitas sabun. Variasi penambahan ekstrak daun pare yaitu 0%, 25%, dan 50%. Hasil penelitian yang terbaik adalah dengan variasi penambahan ekstrak daun 50% diperoleh hasil nilai pH 10, kandungan alkali bebas 0,26665. Ekstrak daun pare juga mempunyai kemampuan antibakteri ditunjukkan dengan uji saponin menggunakan metode KLT diperoleh hasil positif yang ditandai dengan munculnya bercak berwarna ungu saat diamati pada sinar uv 365 nm. Selain itu pada uji saponin menggunakan metode spektrofotometri Uv-VIS juga menunjukan kadar saponin sebanyak 0,17% b/v. Agar produk sabun cair pencucui tangan antibakteri ini dapat dikembangkan maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi sabun pada telapak tangan dan perhitungan angka kuman yang terbentuk saat sebelum dan sesudah menggunakan sabun ini.
Pengaruh Penambahan Kulit Durian Pada Pengolahan Limbah Perkebunan Karet Dengan Metode Karbonisasi Menjadi Briket Di Wilayah Polokarto Ernastin Maria; Joko Susilo; Adik Nur Hidayat
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 9 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i9.407

Abstract

Limbah Perkebunan karet yang melimpah di wilayah Polokarto belum dimanfaatkan secara optimal dan dibiarkan membusuk dilapangan oleh karena itu perlu adanya pengolahan misalnya menjadi biobriket dengan metode karbonisasi dengan campuran kulit durian. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah perkebunan karet dengan penambahan kulit durian menjadi briket dengan metode karbonisasi dilakukan untuk mengurangi limbah perkebunan karet dan mengetahui seberapa besar nilai ekonomis yang dihasilkan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka diperoleh briket terbaik dengan komposisi perbandingan limbah perkebunan karet dan kulit durian 50% : 50% yang menghasikan kadar abu sebesar 13.2643%, lama durasi waktu mendidihkan air 13.14 menit dan tanpa menghasilkan asap pembakaran. Untuk perhitungan menggunakan metode break event point (BEP), dibutuhkan sebanyak 4522 Kg  briket yang terjual dalam waktu sekitar 5.12 bulan. Dari perhitungan didapatkan nilai NPV sebesar  Rp  37.872340 lebih besar dari nilai project cost dijalankan. Dari perhitungan IRR didapatkan hasil IRR sebasar 28%. Karena IRR > 15% maka usaha dinilai menguntungkan dan layak untuk dijalankan
PENGEMBANGAN PRODUK BARU SABUN PADAT DARI MINYAK JELANTAH Puspitasari, Amallia; Erlita , Desi; Maria, Ernastin; Mudawah, Atik
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 23 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak goreng bekas atau minyak jelantah banyak dihasilkan oleh rumah tangga maupun industri. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar minyak, sabun, pembersih lantai dan lilin telah banyak dikembangkan.Pada penelitian ini dikembangkan produk baru sabun padat dari minyak jelantah menggunakan NaOH melalui proses saponifikasi. Penelitian ini dilakukan bersama-sama dengan Bank Sampah Lestari yang berlokasi di Potorono, Banguntapan, Bantul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk baru dari minyak jelantah mrnajdi sabun padat dan untuk mengetahui kandungan dari sabun minyak jelantah. Tahap pertama penelitian ini adalah. tahap persiapan. Dalam tahap persiapan ini dilakukan penjernihan minyak jelantah dengan direndam pada arang sehari sebelum digunakan, kemudian disaring. Minyak goreng yang telah jernih selanjutnya direaksikan dengan NaOH. Dari penelitian ini didapatkan kandungan dari sabun minyak jelantah melalui pengujian laboratorium, berupa kadar air 21,45215%., total lemak dalam sabun 0,00875%, bahan tak larut dalam etanol 1,4701%, alkali bebas 0.2879%, asam lemak bebas 2,282%, kadar klorida 0,0775%, lemak tak tersabunkan 1.4701%, dan pH sabun 9,545. Sabun padat dari minyak jelantah yang dihasilkan berwarna putih dan tidak berbau tengik. Dengan demikian, sabun padat dari minyak jelantah ini berdasarkan hasil uji laboratorium baik digunakan untuk sabun cuci. Jika akan digunakan menjadi sabun mandi harus melalui uji iritasi kulit terlebih dahulu dan dilakukan penyesuaian pH. Nilai pH yang terlalu tinggi dapat menyebabkan iritasi dan dehidrasi kulit.
PENGARUH PENAMBAHAN KULIT DURIAN PADA PENGOLAHAN LIMBAH PERKEBUNAN KARET DENGAN METODE KARBONISASI MENJADI BRIKET DI WILAYAH POLOKARTO Maria, Ernastin; Susilo, Joko; Hidayat, Adik Nur
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 2 No. 12 (2021): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v2i12.966

Abstract

Limbah Perkebunan karet yang melimpah di wilayah Polokarto belum dimanfaatkan secara optimal dan dibiarkan membusuk dilapangan oleh karena itu perlu adanya pengolahan misalnya menjadi biobriket dengan metode karbonisasi dengan campuran kulit durian. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah perkebunan karet dengan penambahan kulit durian menjadi briket dengan metode karbonisasi dilakukan untuk mengurangi limbah perkebunan karet dan mengetahui seberapa besar nilai ekonomis yang dihasilkan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini maka diperoleh briket terbaik dengan komposisi perbandingan limbah perkebunan karet dan kulit durian 50% : 50% yang menghasikan kadar abu sebesar 13.2643%, lama durasi waktu mendidihkan air 13.14 menit dan tanpa menghasilkan asap pembakaran. Untuk perhitungan menggunakan metode break event point (BEP), dibutuhkan sebanyak 4522 Kg briket yang terjual dalam waktu sekitar 5.12 bulan. Dari perhitungan didapatkan nilai NPV sebesar Rp 37.872340 lebih besar dari nilai project cost dijalankan. Dari perhitungan IRR didapatkan hasil IRR sebasar 28%. Karena IRR > 15% maka usaha dinilai menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
Pengembangan Sistem Alat Pemberi Pakan Ikan Berbasis IoT dengan Sensor ph dan Suhu untuk Pengelolaan Lingkungan Aquarium Hafidhi, Muhammad Sultan; Isbandi, Toni; Puspitasari, Amallia; Maria, Ernastin
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 2 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i2.637

Abstract

Pemilik akuarium menghadapi permasalahan berupa keterbatasan waktu dan tenaga kerja dalam pengelolaan akuarium, sehingga untuk mengatasi keterbatasan dalam pemeliharaan ikan ini, alat pemberi pakan ikan yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan teknologi IoT yang dapat mengetahui pH dan suhu air sangat penting untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja secara teknis kondisi pH dan suhu air pada alat pemberi pakan ikan berbasis IoT dengan menggunakan metode pengembangan pada sensor pH dan sensor suhu, sehingga dapat memastikan alat pemberi pakan ikan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh berfungsi dengan baik. Metode yang digunakan research and development, alat ini dirancang untuk memantau kondisi lingkungan akuarium secara real-time dan dapat mengatur pemberian pakan dari jarak jauh melalui aplikasi Telegram. Hasil dari pengujian Sensor DS18b20 menunjukkan tingkat akurasi yang sangat tinggi, dengan rata-rata error hanya sebesar 0,0036%. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa sensor PH-4520C memiliki tingkat error yang sangat kecil, yaitu 0,002% pada kalibrasi menggunakan buffer pH 4,01 dan 0,02% pada kalibrasi menggunakan buffer pH 6,86. Sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi alat pemberi pakan ikan berbasis IoT yang menggunakan sensor suhu dan sensor pH dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 berfungsi dengan baik dan pengguna dapat memantau kondisi air dan mengontrol pemberian pakan melalui aplikasi Telegram secara real-time.
ANALISIS LOADING BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI LAUNDRY PERTANAMAN PERLUAS LAHAN MENGGUNAKAN TYPHA LATIFOLIA DAN CYPERUS ALTERNIFOLIUS Ernastin Maria; Amallia Puspitasari; Desi Erlita
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.266

Abstract

Salah asatu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah limbah cair industry laundry adalah dengan menggunakan metode Fytoremediasi. Salah satu metode yang prinsip kerjanya memanfaatkan simbiosis tanaman dengan mikroorganisme diarea zona rhizosfer tanaman yang mampu merombak senyawa senyawa pencemar menjadi ion ion yang dapat diserap oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tanaman Typha latifolia dan tanaman Cyperus alternifolius dapat menurunkan konsentrasi BOD pada limbah cair industry laundry, untuk selanjutnya dilakukan analisis untuk mengetahui seberapa banyak masing masing tanaman tersebut dapat digunakan dalam penyisihan limbah cair industri laundry (BOD) pertanaman perluas lahan.Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan, dapat diketahui baik tanaman Typha latifolia maupun tanaman Cyperus alternifolius sama sama efektif dalam menurunkan konsentrasi limbah BOD pada industry laundry sebesar 99% penurunan. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan persamaan loading rate BOD dapat diketahui nilai loading BOD perluas lahan pertanaman (BOD/A/tanaman)adalah 2035,4mg/24m2 (4) yakni sebesar 21,2 mg/m2/tanaman.
Pengaruh Penambahan Kulit Durian Pada Pengolahan Limbah Perkebunan Karet Dengan Metode Karbonisasi Menjadi Briket Di Wilayah Polokarto Maria, Ernastin
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v6i1.956

Abstract

Since the abundant rubber plantation waste in the Polokarto area has not been optimally utilized and is decomposing in the field, it is necessary to process it, for example, into biobriquettes using the carbonization method with a mixture of durian skin. The purpose of this research is to reduce rubber plantation waste by trying to incorporate durian skin into briquettes using the carbonization method and determining how much economic profit is obtained. According to the result obtained of this study's analysis, the best briquettes were made with a 50%:50% composition ratio of rubber plantation waste and durian skin, which produced an ash content of 13.2643%, a boiling time of 13.14 minutes, and no combustion smoke. It takes 4522 kg of briquettes to calculate using the break event point (BEP) method, and they are sold in about 5.12 months. According to the calculations, the NPV value is Rp. 37.872340, which is relatively high than the project cost value. The IRR result is 28 % based on the IRR calculation. The business is considered profitable and feasible to run because the IRR is greater than 15%.