Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen Strategi Meningkatkan Citra Destinasi Kabupaten Buleleng Sebagai Wisata Bahari Citra, I Putu Ananda; Mahardika, I Made Ngurah Oka
Guna Sewaka Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : IAHN Gde Pudja Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/jgs.v4i2.2920

Abstract

Kabupaten Buleleng, sebagai destinasi wisata bahari yang terletak di pesisir utara Pulau Bali, memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan dengan keindahan pesisirannya yang memukau dan beragam aktivitas laut yang ditawarkannya. Namun, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, penting untuk memperbaiki citra destinasi melalui pengembangan produk wisata yang menarik, pelayanan berkualitas, promosi efektif, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Studi ini mengeksplorasi kondisi, potensi, tantangan, dan peluang ekowisata bahari di Kabupaten Buleleng melalui tinjauan literatur dan penelitian sebelumnya. Ekowisata bahari merupakan bentuk pariwisata yang bertujuan untuk melestarikan sumber daya alam dan budaya secara berkelanjutan, dengan fokus pada konservasi lingkungan, pendidikan, manfaat bagi masyarakat lokal, dan pemeliharaan budaya. Berbagai destinasi wisata bahari di Buleleng, seperti konservasi terumbu karang, pantai pasir putih, penangkaran penyu, watching dolphin, air sanih, dan budidaya mutiara, menunjukkan upaya konkret dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip ekowisata. Strategi untuk meningkatkan citra destinasi Buleleng sebagai ekowisata bahari meliputi pengembangan produk wisata, kualitas layanan, promosi, kerjasama dengan pihak terkait, dan pelestarian lingkungan. Dengan demikian, pelestarian bahari dan pesisir di Buleleng bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membangun citra positif destinasi yang berkelanjutan untuk menarik wisatawan yang peduli terhadap lingkungan
CULINARY ECHOES OF LOMBOK: NARASI RASA DALAM JEJARING SOSIAL Astraguna, I Wayan; Kartika, Komang Reza; Mahardika, I Made Ngurah Oka
Paryaṭaka Jurnal Pariwisata Budaya dan Keagamaan Vol 4 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Puda Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/pyt.v4i1.2780

Abstract

This study aims to explore in depth how the narrative and representation of Lombok’s traditional cuisine are constructed and disseminated through social media, while also evaluating the effectiveness of digital media as a promotional strategy for regional tourism development. The research is grounded in the fact that, despite Lombok’s abundant natural resources and strong tourism potential, the sector has yet to become a primary economic driver. Similarly, local culinary heritage—which holds substantial appeal for tourists—has not been strategically leveraged by formal institutions through digital platforms. Adopting a descriptive qualitative approach, data collection was carried out through digital observation, in-depth interviews, and documentation of social media content. Informants were selected using purposive sampling based on their active engagement in producing Lombok culinary content and their involvement in digital tourism promotion. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that Lombok culinary content circulating on social media predominantly features iconic dishes such as ayam taliwang, plecing kangkung, and sate rembiga. Most widely shared content is created by non-formal actors, including food vloggers and individual travelers, while contributions from formal stakeholders remain minimal. This study, therefore, recommends the need for cross-sector collaboration to maximize the role of social media in enhancing culinary promotion and strengthening Lombok’s tourism image.
Strategi Bersaing Melalui Manajemen Merek Pada Usaha Kopi Keliling: Studi Kasus KOPLING Mataram Widiasti, Ni Putu Feby; Mahardika, I Made Ngurah Oka
Jurnal Economic Resource Vol. 9 No. 1 (2026): October - March
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/jer.v9i1.2146

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi bersaing dan peran manajemen merek pada usaha kopi keliling KOPLING di Kota Mataram, yang menghadapi persaingan ketat dengan hambatan masuk rendah. Tujuan penelitian adalah menganalisis strategi bersaing KOPLING serta mengkaji peran manajemen merek dalam mendukung keberlanjutannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi lapangan, dan triangulasi data. Informan penelitian dipilih secara purposive dan berjumlah delapan orang terdiri atas Chief Financial Officer (CFO) sebagai representasi pemilik usaha, dua riders KOPLING terlama, serta lima orang pelanggan KOPLING. Hasil menunjukkan KOPLING bersaing melalui mobilitas armada, kecepatan pelayanan, dan konsistensi merek sebagai keunggulan kompetitif. Implikasi praktis bagi UMKM kopi keliling adalah pengelolaan merek sebagai strategi utama, sementara secara akademis memperkuat Resource-Based View dalam konteks mobilitas tinggi.
PERAN DISKON DALAM PEMBELIAN ULANG PRODUK CIMORY Ayutari Apriliana, Ni Wayan; Mahardika, I Made Ngurah Oka
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.7152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diskon dalam mendukung pembelian ulang produk Cimory pada PT Sari Indah Permai sebagai distributor di wilayah Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan pendekatan sekuensial eksplanatori, dengan analisis kuantitatif sebagai tahap awal dan analisis kualitatif sebagai tahap penjelas. Data kuantitatif diperoleh dari laporan penjualan selama periode September–November 2025 dan dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan persentase pertumbuhan penjualan antarperiode. Selanjutnya, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan outlet retail, grosir, dan Local Modern Trade (LMT) untuk memahami pertimbangan di balik keputusan pembelian ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh produk yang memperoleh program diskon mengalami peningkatan volume penjualan dari bulan ke bulan. Namun, laju pertumbuhan persentase penjualan cenderung menurun pada periode pengamatan berikutnya, meskipun kuantitas penjualan tetap meningkat. Temuan ini mengindikasikan bahwa diskon tidak berperan sebagai faktor utama dalam mendorong pembelian ulang. Keputusan pembelian ulang lebih dipengaruhi oleh permintaan pasar dan perputaran stok di tingkat outlet, sementara diskon berfungsi sebagai faktor pendukung yang memperkuat jumlah pembelian. Dengan demikian, diskon dalam konteks distribusi berperan sebagai stimulus tambahan yang bersifat kondisional, bukan sebagai penentu utama pembelian ulang