Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

FOREST GREENING IN THE MENCERIT FOREST AREA WEST PENGADANGAN VILLAGE PRINGGASELA EAST LOMBOK Purnawarman Purnawarman; Syukrina Rahmawati; Isnaini Yulianita Hafi; Bukhori Muslim; Sukran Makmun
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 2 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Greening is an effort to plant trees and plants in a place that is considered to be the growth and development of these plants. Afforestation / reforestation is carried out as an effort to create a beautiful area with various environmental benefits such as maintaining the balance of the water system in nature, preventing erosion and soil erosion. These community service activities are aimed at 1. Preserving the forest environment as a source of clean water 2. Reducing air pollution, and 3. Conducting outreach to residents to care about their environment. In its implementation, this activity involves lecturers, students and the community of the Mencerit people area. Its implementation includes: (1) Socialization of reforestation and forest benefits, (2) Activities of planting tree seeds, the types of trees planted include Mahoni, Sonokeling, Terembesi, and so on.
Membangun Budaya Literasi Berasis Kearifan Lokal di Desa Pringgajurang Utara Bukhori Muslim; Isnaini Yulianita Hafi; Syukrina Rahmawati
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 2 No 1 (2021): Edisi Mei 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v2i1.687

Abstract

Membangun literasi di pedesaan tidak sama dengan membangun literasi di daerah maju seperti di perkotaan karena di masyarakat desa masih kental dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki. Oleh sebab itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagiamana membangun budaya literasi berbasis kearifan lokal di Desa Pringgajurang Utara. Kegiatan Pengabdian ini dilakukan oleh dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dengan melibatkan mahasiswa pada bulan April 2021. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini yakni pendampingan pengajaran, sosialisasi, dan pembinaan. Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan yakni, 1) mengidentifikasi permasalahan literasi di desa mitra dengan kerjasama dengan TBM setempat, 2) melaksanakan aktivitas membangun literasi berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan fasilitas rumah warga, alam terbuka, masjid, permainan tradisioanl, penggunaan bahasa daerah. Hasil dari kegiatan ini yakni anak-anak desa memiliki motivasi untuk mau belajar dan membaca buku di TBM Pojok Nusantara. Jumlah anak desa yang belajar di TBM Pojok Nusantara semakin meningkat setelah melakukan pembinaan dari kegiatan PkM. Rendahnya literasi di pedesaan bukan karena faktor kemalasan anak namun lebih dikarenakan kurangnya pendamping dan fasilitas pendukung.
Marginal Identity Representation of Minority Language Groups in Fiction at Wattpad Indonesia Syukrina Rahmawati
Journal of Education for Sustainability and Diversity Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Angstrom Centre of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57142/jesd.v3i3.786

Abstract

This research examines the representation of marginalized identities of language minority groups in digital fiction on Wattpad Indonesia. The problem discussed in this research is how these identities are represented and fought for in a broader social and cultural context. The material objects of the research are two works of fiction on the Wattpad Indonesia platform entitled Dihantui Mas Mantan and Bandung: Kisahku Dengan anak ITB. Both combine two languages, namely Indonesian and local languages, in the story's elements. This research identifies representation strategies that connect language, identity, and social context. The research approach used is descriptive qualitative approach. The results show that the Wattpad Indonesia platform allows writers to express their existence, although it is often marginalized in public discourse. Three social environmental factors also influence this, namely social stigma, language policy, and mainstream representation. In addition, this research highlights the positive and negative impacts of digital interaction and how digital fiction can be a tool to fight for the recognition and visibility of minority language groups.