Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) Dalam Penanggulangan Kebakaran di Gedung Instalasi Teratai dan Instalasi Prof. Soelarto RSUP Fatmawati Tahun 2018 Hardy, Fathinah Ranggauni; Nurhanifah, Nadya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.561 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v11i1.17

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran adalah peristiwa yang dapat menyebabkan bahaya, mereka juga dapat terjadi di mana saja, termasuk rumah sakit. Data tentang kebakaran Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat di Mataram: kebakaran di TNI. Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo Jakarta. Mengakibatkan kematian empat korban. Sementara kebakaran terjadi di Rumah Sakit Umum Fatmawati, sebagian besar kasus disebabkan oleh listrik, yaitu pada 2016 ada empat kasus dan pada 2017 ada delapan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi komponen manajemen keselamatan kebakaran gedung di Instalasi Kebakaran dan bangunan Instalasi Prof. Soelarto di Rumah Sakit Fatmawati pada tahun 2018. Metode: Ini adalah desain penelitian deskriptif dengan metode campuran. Sampel penelitian ini adalah 232 staf Instalasi Teratai dan Prof. Soelarto dan penelitian mengorganisir manajemen keselamatan kebakaran, sistem perlindungan kebakaran, dan sarana menyelamatkan nyawa. Hasil: Hasil penelitian ini adalah proteksi kebakaran 80%, proteksi kebakaran 80,09%, alat penyelamat 85,39% dikategorikan baik (B), diperlukan pemeliharaan dan perbaikan sesuai dengan standar NFPA 101, SNI 03-1735-2000, SNI 03-1745-2000, SNI 03-1746-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, PU Minister No.26 / PRT / M / 2008, Permen PU No. 20 / PRT / M / 2009 Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 8 tahun 2008, peraturan gubernur DKI Jakarta No. 92 tahun 2014, peraturan gubernur DKI Jakarta No. 250 tahun 2015, peraturan gubernur DKI Jakarta No. 143 tahun 2016. Kesimpulan: Lotus Petugas Instalasi dan Instalasi Prof. Soelarto, yang memiliki pengetahuan yang baik tentang kebakaran sebesar 81,5%, Petugas Instalasi dan Instalasi Teratai Prof. Soelarto dengan sikap yang baik ketika terjadi kebakaran 52,2%. Background: Fires are events that can cause harm, fires can also occur anywhere, including hospitals. Data on hospital fires in Indonesia, in 2011 the fire of the West Nusa Tenggara Provincial General Hospital in Mataram resulted in the death of two patients, and in 2016 a fire at the TNI Mintoharjo Jakarta Hospital of Angkatan Laut resulted in the deaths of four victims, while a fire broke out at RSUP Fatmawati, most of the cases caused by electricity, namely in 2016 there were four cases and in 2017 there were eight cases. This study aims to evaluate the components of building fire safety management in fire prevention in the Teratai Installation and Prof. Soelarto Installation buildings at Fatmawati Hospital in 2018.Methods: This study was a descriptive study design with mixed methods. The sample of this research is 232 Teratai Installation staff and Prof. Soelarto and the object of research are organizing fire safety management, fire protection systems, and means of saving lives.Results: The results of qualitative research show that the components of fire safety management are the results of organizing 100%, fire protection 80.09%, means of life saving 85.39% categorized as good (B), maintenance and repairs are required according to NFPA 101 standards, SNI 03-1735-2000, SNI 03-1745-2000, SNI 03-1746-2000, SNI 03-3985-2000, SNI 03-3989-2000, PU Minister No.26/PRT/ M/2008, Permen PU No. 20/PRT/M/2009, Perda DKI Jakarta No. 8 of 2008, governor's regulation of DKI Jakarta No. 92 of 2014, governor's regulation of DKI Jakarta No. 250 of 2015, governor's regulation of DKI Jakarta No. 143 of 2016. Conclusion: Teratai Installation and Installation Officer Prof. Soelarto, who has good knowledge about fire by 81.5%, Teratai Installation Officer and Installation Prof. Soelarto with a good attitude when there was a fire 52.2%
ANALISIS IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Febrian, Muhammad Rae; Permatasari, Putri; Nurrizka, Rahmah Hida; Hardy, Fathinah Ranggauni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.164 KB) | DOI: 10.52022/jikm.v12i1.49

Abstract

Latar Belakang: Promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) merupakan kewajiban yang sangat penting pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam melindungi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat. Namun saat ini perkembangan PKRS masih berjalan lambat di Indonesia karena belum terjaga prosesnya. Hal tersebut juga terjadi pada salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, dimana berdasarkan studi pendahuluan secara garis besar masih belum optimal seperti standar di Permenkes No. 44 Tahun 2018 tentang PKRS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan analitik dengan tujuan untuk meninjau faktor yang dapat mempengaruhi implementasi PKRS. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen pendukung penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan konsep triangulasi sumber, metode maupun teori. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari petugas struktural, fungsional maupun keluarga pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penyelenggaraan PKRS masih belum optimal pelaksanaannya. Meskipun telah adanya dukungan dan komitmen pelaksana yang baik, namun ada faktor lain yang bisa mempengaruhi implementasi konsep tersebut seperti masih belum lengkapnya sumber daya yang dimiliki, komunikasi yang terjalin antar petugas masih kurang terkait aktivitas PKRS, dan masih adanya hambatan sikap pelaksana terkait konsep ini. Diharapkan pihak rumah sakit agar merealisasikan dukungan dan komitmen menjadi suatu kebutuhan untuk mengimplementasikan PKRS dengan optimal. Kata Kunci : Promosi Kesehatan, Rumah Sakit, Kebijakan Analysis of Implementation of Hospital Health Promotion Implementation in the Era of National Health Insurance Background: Health promotion hospital (HPH) is an obligation that very important in national health insurance (NHI) era for protecting and improving public health status. But nowadays, HPH development is still low in Indonesia because the process is not maintained. The same thing comes from one of private hospital in South Tangerang, where based on early studied in general, it’s still not optimal yet as the standards in ministry of health regulation number 44/2018 about HPH. Method: This is descriptive and analitical from qualitative study with the aim of reviewing factors that can affect implementation of HPH. Data retrieval is done from indepth interview, observation, and document review that support this research. Data analysis is done with triangulation concept (source, methods, theory). Informants in this research were 8 people, comes from structural officer, functional officer and patient family. Results: Results from this study is showing that implementation of organizing HPH is still not good. Even there are good supports and commitments, but there are still another factors that could affect it concepts such as lack of resources, lack of communication between stakeholders about HPH, and there is barrier attitudes about this concept. Expected the hospital have to realization their supports and commitments into their needs for implementing optimal HPH. Keywords : Health Promotion, Hospital, Policy
Herd Immunity Tantangan New Normal Era Pandemi Covid 19 Hardy, Fathinah Ranggauni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i2.70

Abstract

Penyebaran virus corona Covid-19 semakin berkembang secara pesat di seluruh dunia. Kondisi ini menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah ini menjadi pandemi global. Di samping status wabah Covid-19 ini, muncul istilah Herd Immunity dalam dunia kesehatan sebagai upaya perlindungan diri atau imunitas tubuh dan tantangan pada era new normal saat ini. Herd immunity bisa muncul dengan cara membiarkan virus terus menyebar sehingga banyak orang terinfeksi dan apabila mereka sembuh, banyak orang akan kebal sehingga wabah akan hilang dengan sendirinya karena virus sulit menemukan host atau inang untuk membuatnya tetap hidup dan berkembang. Semakin banyak orang yang mengalami Herd Immunity akan berdampak bagi lingkungan sosialnya yaitu melindungi kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit atau virus yang menyerang. Herd Immunity bisa tercipta dengan menggunakan dua cara: Dengan cara menyuntikkan vaksinasi atau obat untuk penangkalan penyebaran virus tersebut. Kekebalan tersebut akan muncul dari vaksin yang disuntikkan dan tidak membuat virus dari orang yang terjangkit menular pada orang lain. Herd Immunity bisa tercipta tidak dengan suntik vaksin, yaitu dengan cara alami. Herd Immunity akan tercipta apabila dalam satu kelompok sudah banyak yang terpapar virus, maka orang lain dalam masyarakat tersebut akan memiliki tingkat kekebalan yang baik dengan sendirinya dan bisa menangkal penyebaran virus. Pada kasus virus Covid-19, sampai saat ini memang belum ditemukan vaksin atau obat yang dapat menangkal penyebarannya. Maka Herd Immunity hanya dapat dijalankan dengan cara alami yaitu dengan cara pemulihan pasien yang sudah terinfeksi. Cara alamiah yang dimaksud yaitu dengan membiarkan Covid-19 menginfeksi sebagian besar orang di beberapa wilayah. Banyaknya yang terinfeksi kemudian akan menciptakan Herd Immunity. Memilih menggunakan cara alami penciptaan Herd Immunity pada penanganan virus Covid-19 sebenarnya tidak disarankan untuk menjadi pilihan utama. Hal itu dikarenakan tingkat infeksi yang sangat cepat di seluruh dunia hingga dapat mengakibatkan kematian maka cara tersebut justru membahayakan lingkungan. Ada upaya lain yang bisa diterapkan untuk menahan penyebaran virus Covid-19, yaitu dengan membatasi kontak orang-ke-orang dan mendesak masyarakat untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain atau yang dikenal dengan istilah Social Distancing atau Physical Distancing.
Analisis Perbedaan Konsumsi Gizi Seimbang Sebelum dan pada Masa Covid-19 pada Remaja Agustina, Agustina; Hardy, Fathinah Ranggauni; Pristya, Terry Y.R.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.158

Abstract

Abstrak Latar belakang: COVID-19 merupakan salah satu penyakit menular berbahaya menyerang semua orang, termasuk remaja dengan tingkat imunitas rendah. Konsumsi gizi seimbang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh. Tujuan mendapatkan informasi tentang perbedaan konsumsi gizi seimbang sebelum dan saat Covid-19 pada remaja. Metode: Desain kuantitatif, pendekatan deskritif komparatif, sampel 107, siswa SMKN 1 Cikulur Banten, pengumpulan data dengan kuesioner, bulan November 2020, analisa data dengan uji Mc Nemar, nilai signifikansi <0,05. Hasil: Ada perbedaan sebelum dan saat covid-19 pada praktik mencuci tangan (P Value 0.000), frekuensi makan 3 kali sehari (P Value 0.021), sarapan (P Value 0.000), konsumsi sayur dan buah (P Value 0.000), membawa bekal bila bepergian (P Value 0.001), konsumsi makanan cepat saji, manis, asin dan berlemak (P Value 0.000), aktifitas fisik (P Value 0.013). Tidak ada perbedaan sebelum dan saat Covid-19 terhadap konsumsi lauk hewani (P Value 0.188) dan minum 8 gelas dalam sehari (P value 0.263) Kesimpulan: Ada perbedaan konsumsi gizi seimbang sebelum dan pada masa Covid-19, kecuali variabel konsumsi lauk hewani dan minum 8 gelas dalam sehari. Dengan penelitian ini disarankan adanya edukasi perihal pentingnya mencuci tangan dengan sabun, dan konsumsi gizi seimbang dalam kegiatan sehari-hari, untuk membangun tubuh sehat dan imunitas tinggi, agar terhindar dari penularan Covid-19. Analysis of Differences in Balanced Nutrition Consumption Before and The Time of Covid In Adolescents Abstract Background: COVID-19 is a dangerous infectious disease that attacks everyone, including adolescents with low immunity levels. Consumption of balanced nutrition is one way to improve health and immunity.The aim of this study was obtain information about the differences in the consumption of balanced nutrition before and during Covid-19 in adolescents. Methods: Quantitative design, comparative descriptive approach, 107 samples, students of SMKN 1 Cikulur Banten, data collection using a questionnaire, November 2020, data analysis using the Mc Nemar test, significance value <0.05. Results: There was a difference before and during covid-19 in the practice of washing hands (P value 0.000, frequency of eating 3 times a day (P value 0.021), breakfast (P value 0.000), consumption of vegetables and fruit (P value 0.000), bringing supplies when traveling (P Value 0.001), consumption of fast food, sweet, salty and fatty food (P Value 0.000), physical activity (P Value 0.013). There is no difference before and during Covid-19 on consumption of animal protein (P Value 0.188) and drink 8 glasses per day (P value 0.263) Conclusion: There are differences in the consumption of balanced nutrition before and during the Covid-19 period, except for the variables, consumption of animal protein and drinking 8 glasses a day. Through this research, it is recommended to deliver education about the importance of washing hands with soap, also consumption of balanced nutrition in daily activities, to build a healthy body and high immunity, so as to avoid Covid-19 transmission.
PEMBENTUKAN SATGAS BERBASIS KARANG TARUNA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA PANDEMI COVID-19 Pulungan, Rafiah Maharani; Hardy, Fathinah Ranggauni; Nasrullah, Nanang; Wiradati, Meidy; Ainaya, Nabila Aulia; Sergio, Diego
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.111-119

Abstract

The establishment of the COVID-19 Task Force is one strategy that can be taken to prevent and control COVID-19 cases in the Pasir Putih District area. The goal is that the community can participate in the implementation of the prevention and control of COVID-19 in their respective areas of residence. In addition, this activity can also increase knowledge related to COVID-19 and spread the latest information about COVID-19. Thus, the number of spread and transmission of COVID-19 will soon decrease and the situation will return to normal. The target of this service activity is the youth group in Pasir Putih District, Depok City. The implementation method of this service activity includes the stages of preparation, implementation, and evaluation. The result of this activity is an increase in the knowledge of youth youth groups related to the prevention and control of COVID-19.