Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KECERNAAN PROTEIN, LEMAK, DAN HEMISELULOSA SECARA IN VITRO TONGKOL JAGUNG YANG DIFERMENTASIKAN DENGAN WINPROB PADA WAKTU YANG BERBEDA-BEDA Dimastri Prayitno; Warisman, Warisman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9067

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecernaan protein, lemak, dan hemiselulosa secara in vitro tongkol jagung yang difermentasikan dengan winprob pada waktu yang berbeda-beda. Hipotesis penelitian ini adalah tongkol jagung yang di fermentasikan dengan winprob dalam jangka waktu yang berbeda-beda dapat meningkatan kecernaan protein, lemak, dan hemiselulosa secara in vitro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah sebagai berikut: P0 = Tongkol jagung yang tanpa fermentasi, P1 = Tongkol jagung yang difermentasi dengan winprob selama 7 hari, P2 = Tongkol jagung yang difermentasi dengan winprob selama 14 hari, P3 = Tongkol jagung yang difermentasi dengan winprob selama 21 hari. Parameter yang diamati adalah kecernaan protein secara in vitro, kecernaan lemak secara in vitro, dan kecernaan hemiselulosa secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan protein in vitro berbeda sangat nyata dengan nilai kecernaan tertinggi 25,33% (P2) dan nilai kecernaan terendah 21,22% (P0). Kecernaan hemiselulosa in vitro berbeda sangat nyata dengan nilai kecernaan tertinggi 37,97 (P1) dan nilai kecernaan terendah 30,67% (P3). Sedangkan kecernaan lemak secara in vitro berbeda tidak nyata dengan nilai kecernaan tertinggi 26,05% (P2) dan nilai kecernaan terendah 24,24% (P0).
LAMA FERMENTASI TONGKOL JAGUNG DENGAN WINPROB TERHADAP KANDUNGANPROTEIN KASAR, LEMAK KASAR DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN Warisman, Warisman; Ikhsan Dwi Arya
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9086

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan protein kasar, lemak kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen tongkol jagung yang fermentasi dengan winprob. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ualngan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut P0 : waktu fermentasi 0 hari; P1 : waktu fermentasi 7 hari; P2 : waktu fermentasi 14 hari; P3 : waktu fermentasi 21 hari; P4 : waktu fermentasi 28 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap protein kasar dan lemak kasar tetapi berbeda nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Nilai protein kasar tertinggi terdapat perlakuan P1 (14,80%) dan terendah kontrol (13,19%), kandungan lemak kasar tertinggi pada kontrol (6,38%) dan nilai terendah pada perlakuan P1 (5,87%), sedangkan kandungan bahan ekstrak tanpa nitrogen tertinggi pada kontrol (6,38%) dan nilai terendah pada perlakuan P1 (5,87%).
Pemberdayaan Masyarakat Dengan Budidaya Maggot Dan Pupuk Kasgot Untuk Meningkatkan Nilai Guna Sampah Organik Rumah Tangga Siregar, Dini Julia Sari; Warisman, Warisman; Zamriyetti, Zamriyetti
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 6 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i4.2776

Abstract

The purpose of this Community Partnership Empowerment (PKM) activity is to increase partner knowledge in reducing household organic waste by cultivating maggot as an alternative feed and the application of kasgot which can be used as planting media and organic fertilizer. The partner's problem is that the partner's knowledge is low in processing organic waste; poultry feed and fertilizers commonly used by partners are very expensive. The method used in overcoming the problem is socialization with lectures and discussions to increase understanding of the role of maggot in reducing household organic waste, can be used as animal feed and kasgot as a planting medium and organic fertilizer; as well as direct practice of maggot cultivation and making organic fertilizer with kasgot raw materials. The conclusion from the results of these activities is that the PKM activity partner participants have seen an increase in partner understanding of the role of maggot in reducing household organic waste and other benefits it produces after socialization (with lectures and question and answer discussions) and partners understand how to cultivate maggot and make organic fertilizer with kasgot raw materials.Keywords: kasgot; maggot; household organic waste. Abstrak: Tujuan dari kegiatan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk menambah pengetahuan mitra dalam mengurangi sampah organik rumah tangga dengan budidaya maggot sebagai pakan alternatif serta aplikasi kasgot yang dapat dijadikan media tanam dan pupuk organik. Permasalahan mitra adalah pengetahuan mitra rendah dalam pengolahan sampah organik; pakan ternak unggas dan pupuk yang biasa digunakan mitra harganya sangat mahal. Metode yang dilakukan dalam mengatasi masalah yaitu dengan sosialisasi dengan ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman tentang peran maggot dalam mengurangi sampah organik rumah tangga, dapat dijadikan pakan ternak serta kasgot sebagai media tanam dan pupuk organik; serta praktek langsung budidaya maggot dan pembuatan pupuk organik dengan bahan baku kasgot. Kesimpulan dari hasil kegiatan tersebut bahwa peserta mitra kegiatan PKM terlihat adanya peningkatan pemahaman mitra tentang peran maggot dalam mengurangi sampah organik rumah tangga serta manfaat lain yang dihasilkannya setelah dilakukan sosialisasi (dengan ceramah dan diskusi tanya jawab) dan mitra memahami cara budidaya maggot serta pembuatan pupuk organik dengan bahan baku kasgot.Kata kunci: kasgot; maggot; sampah organik rumah tangga.