Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Science of Biodiversity

ETNOBOTANI PEKARANGAN RUMAH DAN KEBUN SUKU BINAISURI DESA TUNABESI KABUPATEN MALAKA Tnunay, Ite Morina Yostianti
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp60-64

Abstract

Etnobotani merupakan cabang ilmu biologi yang mengkaji berbagai manfaat tumbuhan berdasarkan kearifan-kearifan lokal yang dimiliki suatu komunitas masyarakat. Pekarangan digambarkan sebagai sebidang tanah yang mempunyai batas-batas tertentu dimana, terdapat bangunan untuk tempat tinggal atau rumah serta mempunyai hubungan fungsional, baik secara ekonomi, biofisik, maupun sosial budaya dengan penghuninya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis tumbuhan, bentuk pemanfaatan tumbuhan serta nilai budaya tumbuhan yang ditanam dipekarangan rumah dan kebun Suku Binaisuri. Tahapan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan identifikasi tumbuhan.
PENGARUH POLYETHYLENE GLYCOL 6000 TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF KULTIVAR SORGUM LOKAL (Sorghum bicolor (L.) Moench) DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Tnunay, Ite Morina Yostianti
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i2pp65-72

Abstract

Produksi tanaman sorgum masih rendah sehingga diperlukan analisis kemampuan sorgum terhadap cekaman kekeringan salah satunya melalui pemberian Polyethylene Glycol 6000 (PEG 6000). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PEG 6000 terhadap pertumbuhan vegetatif beberapa kultivar sorgum lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor perlakuan berupa konsentrasi larutan PEG 0% (P0), 10% (P1), dan 20% (P2) dan jenis kultivar sorgum lokal putih (V1) dan hitam (V2). Karakter vegetatif yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang yang diukur satu minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa tinggi tanaman terbesar pada 10MST dijumpai pada P0V1 yaitu 241 cm dan yang paling rendah pada P2V1 yaitu 130 cm. Jumlah daun terbanyak pada 10MST dijumpai pada P0V1 dan P0V2 yaitu sebanyak 28 helai dan paling sedikit pada P2V2 yaitu 10 helai. Diameter batang tertinggi pada 10MST ditemukan pada P0V1 sebesar 23.6 cm dan terendah ditemukan pada P2V1 dan P2V2 sebesar 12.4 cm. Pemberian perlakuan P1 dan P2 menyebabkan lebih rendahnya tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang sorgum jika dibandingkan dengan P0.