Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

EKSPLORASI MIKROORGANISME PROKARIOT ASAL BONGGOL PISANG UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG SECARA IN VITRO Ramasta Nesya Elvara; Muhammad Nurdin; Ivayani Ivayani; Suskandini Ratih Dirmawati
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7186

Abstract

Fusarium oxysporum f. sp cubense (E.F.Smith) Snyder dan Hansen (Foc) merupakan patogen yang menyebabkan penyakit layu fusarium pada tanaman pisang. Saat ini usaha pengendalian masih menggunakan pengendalian kimiawi, namun pengendalian kimiawi yang berlebihan dapat menimbulkan kerugian pada manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yaitu menggunakan agensi hayati yang berasal dari fermentasi bahan-bahan alami yang mengandung mikroorganisme lokal (MOL). Salah satu limbah pertanian yang dapat digunakan dalam membuat larutan MOL adalah bonggol pisang. Kandungan gizi dalam bonggol pisang dapat digunakan mikroorganisme lokal baik untuk berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui beberapa karakteristik mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang, (2) mengetahui kemampuan masing-masing mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang dalam menekan pertumbuhan Foc secara in vitro, (3) mengetahui kemampuan masing-masing mikroorganisme prokariot yang terkandung dalam larutan MOL asal bonggol pisang dalam memacu pertumbuhan mentimun. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Lampung untuk pengujian secara in vitro dan PT Great Giant Food Lampung Timur untuk pengambilan bonggol pisang dan sumber inokulum Foc. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu eksplorasi mikroorganisme lokal dan pengujian masing-masing bakteri hasil eksplorasi mikroorganisme lokal terhadap patogen Foc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil uji karakteristik didapatkan bahwa isolat BP1 dan isolat BP2 bersifat gram positif, sedangkan isolat BP3 bersifat gram negatif dan ketiga isolat tersebut tidak softrot dan tidak hipersensitif serta bersifat hipovirulen, (2) isolat BP1, BP2, dan BP3 mampu menghambat pertumbuhan patogen Foc secara in vitro, dan (3) isolat BP1, BP2, dan BP3 mampu memacu pertumbuhan panjang akar tanaman dan jumlah rambut akar pada kecambah mentimun.
INVENTARISASI PENYAKIT TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI KABUPATEN WAY KANAN Jefry Fernando Purba; Cipta Ginting; Hasriadi Mat Akin; Joko Prasetyo; Ivayani Ivayani
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 3 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, AGUSTUS 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i3.6195

Abstract

Salah satu permasalahan dalam budidaya tanaman buah naga ialah adanya serangan hama dan patogen tanaman, namun informasi mengenai penyakit penting tanaman buah naga di Lampung masih kurang. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui penyakit-penyakit yang terdapat pada tanaman buah naga di daerah penanaman penting di Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pengambilan sampel tanaman sakit dilakukan di Desa Bumiharjo, Kecamatan Buah Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, analisis dan deskriptif yaitu dengan melakukan wawancara kepada petani, pengamatan dan pengambilan sampel, pembuatan media PSA (potato sucrose agar) dan media YPA (Yeast Peptone Agar), isolasi dan pemurnian jamur, identifikasi patogen, serta uji patogenesitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa penyakit pada pertanaman buah naga di Kabupaten Way Kanan, yaitu kudis (Pestalotiopsis sp.), layu fusarium (Fusarium sp.), antraknosa (Collectrotricum sp.), kanker batang (Neoscytalidium dimidiatum), karat merah (Cephaleuros sp.), busuk lunak (Xanthomonas), dan busuk pangkal sulur (Sclerotium rolfsii).
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DI DESA HAJIMENA LAMPUNG SELATAN Dermiyati, Dermiyati; Wibowo, Lestari; Nurmauli, Niar; Ivayani, Ivayani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10206

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu Dasawisma/Majelis Taqlim (MT) Ulul Al-Baab Bataranila Desa Hajimena melalui penerapan teknologi pembuatan Eco Enzyme yang berkualitas dan memiliki manfaat bagi kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat ecoenzym dan keterampilan dalam membuat ecoenzym. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan percontohan. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu Rumah Tangga yang tergabung dalam Dasawisma/ MT Ulul Al-Baab Dusun IV Bataranila di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan Eco Enzyme sebagai alternatif pemecahan masalah sampah dan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu Dasawisma/MT Ulul Al-Baab di Dusun IV Bataranila Desa Hajimena meningkat. Sumberdaya lokal berupa limbah/sampah organik dapat menjadi Eco Enzyme yang berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan dan sebagai disinfektan untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Sosialisasi, Pelatihan dan Pendampingan untuk Pembuatan ecoenzyme dilakukan di Masjid Ulul Al-Baab Bataranila. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif para peserta dalam mengikuti Soasialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ecoenzyme yang dilakukan secara berkelompok serta pendampingan selama tiga bulan hingga ecoenzyme nya jadi dan siap digunakan. Peningkatan pemahaman pengetahuan peserta terkait dengan pengertian, cara pembuatan, dan pemanfaatan ecoenzyme meningkat dari 21% hingga 65%. Luaran kegiatan ini adalah laporan pengabdian, video kegiatan berdurasi 5 menit, dan seminar hasil pengabdian kepada masyarakat atau artikel yang akan diterbitkan di Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Pendampingan Lapangan Rehabilitasi Kebun Kakao di Kecamatan Bulok, Tanggamus Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Evizal, Rusdi; Ivayani, Ivayani; Wibowo, Lestari; Rahmawati, Winda
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6190

Abstract

Kabupaten Tanggamus merupakan sentra kedua perkebunan kakao Lampung setelah Kabupaten Pesawaran dimana kakao dibudidayakan di semua kecamatan dengan sentra pertanaman di kecamatan wilayah pesisir Teluk Semangka antara lain Kecamatan Bulok. Sekitar 43% kebun kakao di wilayah ini berumur tua yaitu di atas 15 tahun sehingga perlu direhabilitasi atau ditanam ulang.Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam pembibitan, rehabilitasi dan tanam ulang kebun kakao. Metode yang digunakan adalah ceramah dan tatap muka, Focus Group Discussion (FGD), dan pendampingan (field coaching) kegiatan praktek dan pembuatan demplot. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Fortuna (Desa Pematang Nebak), Kelompok Tani Harapan Jaya (Desa Tanjung Sari) dan Kelompok Tani Sido Rukun (Suka Agung Barat). Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa pengabdian masyarakat penerapan agrotekno kakao melalui rehabilitasi dan tanam ulang di Kabupaten Tanggamus dapat berjalan dengan baik dengan metode penyuluhan dan FGD serta metode pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat partisipasi yang berkategori baik dengan skor rata-rata 4.  Evaluasi hasil dari penyuluhan dan diskusi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari skor awal rata-rata 2,66 menjadi 4,16. Hasil evaluasi keterampilan pada kegiatan pendampingan menunjukkan efektivitas tinggi dari skor awal rata-rata 2,85 menjadi 4,37.Kata Kunci: Ceklist, kakao, pendampingan, rehabilitasi, sambung samping, sambung pucuk
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ECO ENZYME DI DESA HAJIMENA LAMPUNG SELATAN Dermiyati, Dermiyati; Wibowo, Lestari; Nurmauli, Niar; Ivayani, Ivayani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10206

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan ibu-ibu Dasawisma/Majelis Taqlim (MT) Ulul Al-Baab Bataranila Desa Hajimena melalui penerapan teknologi pembuatan Eco Enzyme yang berkualitas dan memiliki manfaat bagi kesehatan dan lingkungan.  Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang manfaat ecoenzym dan keterampilan dalam membuat ecoenzym. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, demonstrasi dan percontohan. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu Rumah Tangga yang tergabung dalam Dasawisma/ MT Ulul Al-Baab Dusun IV Bataranila di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan Eco Enzyme sebagai alternatif pemecahan masalah sampah dan limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu Dasawisma/MT Ulul Al-Baab di Dusun IV Bataranila Desa Hajimena meningkat. Sumberdaya lokal berupa limbah/sampah organik dapat menjadi Eco Enzyme yang berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah di pekarangan dan sebagai disinfektan untuk memperbaiki kualitas lingkungan. Sosialisasi, Pelatihan dan Pendampingan untuk Pembuatan ecoenzyme dilakukan di Masjid Ulul Al-Baab Bataranila. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya antusiasme dan partisipasi aktif para peserta dalam mengikuti Soasialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ecoenzyme yang dilakukan secara berkelompok serta pendampingan selama tiga bulan hingga ecoenzyme nya jadi dan siap digunakan. Peningkatan pemahaman pengetahuan peserta terkait dengan pengertian, cara pembuatan, dan pemanfaatan ecoenzyme meningkat dari 21% hingga 65%. Luaran kegiatan ini adalah laporan pengabdian, video kegiatan berdurasi 5 menit, dan seminar hasil pengabdian kepada masyarakat atau artikel yang akan diterbitkan di Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
IDENTIFIKASI MORFOLOGI JAMUR YANG BERASOSIASI DENGAN PENYAKIT BUSUK PELEPAH PADI Ivayani; Nuraini, Safira
Jurnal Pertanian Agros Vol 27 No 2 (2025): EDISI APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v27i2.68

Abstract

Rice sheath rot disease is one of the diseases that can significantly reduce rice plant productivity. This disease is complex as it can be caused by various types of pathogens. This study aimed to identify fungi associated with rice sheath rot disease based on morphological characteristics. Symptomatic rice sheaths were collected from several rice production centers in Lampung Province, followed by isolation and morphological characterization on the Potato Dextrose Agar (PDA) medium. Morphological identification was conducted based on macroscopic and microscopic characteristics, which were compared with relevant literature. The results of the study identified several fungi associated with rice sheath rot disease, including Sarocladium oryzae, Sarocladium sparsum, Fusarium bubalinum, Fusarium hainanense, Alternaria sp., and Curvularia sp.
HOTEL SERANGGA SEBAGAI SOLUSI EKOLOGIS UNTUK PENGENDALIAN HAMA SECARA ALAMI DI LAHAN PERTANIAN Helina, Selvi; Lestari, Puji; Ivayani, Ivayani; Lukvitasari, Luna; Emi Sintha Dewi, Ni Kadek
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 11 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i11.4267-4274

Abstract

Hotel serangga merupakan struktur buatan yang dirancang untuk menyediakan habitat alternatif bagi serangga bermanfaat, seperti penyerbuk dan musuh alami hama, guna mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Rejo Asri, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan pengendalian hama ramah lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan hotel serangga. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai konsep pengendalian hayati dan praktik langsung pembuatan hotel serangga dengan memanfaatkan bahan lokal seperti bambu, jerami, ranting, dan kayu berlubang. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani dalam mengikuti penyuluhan dan praktik, serta meningkatnya pengetahuan mereka mengenai manfaat hotel serangga sebagai tempat berlindung, bersarang, dan berkembang biak bagi serangga bermanfaat. Keberadaan hotel serangga berkontribusi pada peningkatan populasi penyerbuk (lebah soliter, kupu-kupu, lalat penyerbuk) serta predator hama (Coccinellidae, Chrysopidae, Carabidae), sehingga mampu memperkuat pengendalian hama secara alami sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis. Dengan demikian, penerapan hotel serangga menjadi salah satu strategi ekologis, murah, dan aplikatif dalam mendukung keberlanjutan agroekosistem sekaligus meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya konservasi musuh alami.
Laboratorium Sederhana Perbanyakan Agensia Hayati Pengendali Hama dan Penyakit Tanaman Padi di PP Gapsera Sejahtera Madiri Lampung Tengah Ivayani, -
Jurnal Sinergi Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v1i1.11

Abstract

Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu daerah penghasil komoditi padi yang memasok persediaan beras di Provinsi Lampung. Gapoktan Gapsera sejahtera Mandiri merupakan salah satu Gapoktan di Kecamatan Seputih Raman yang sudah menerapkan pertanian organik dalam budidaya tanamana padi. Salah satu produk yang dihasilkan oleh Gapoktan Subur Asri adalah beras organik “Berasera”. Dalam proses budidaya dan pengendalian hama peyakit Gapoktan Subur Asri sudah tidak menggunakan bahan kimia sintetik melainkan dengan menggunakan agensia hayati. Akan tetapi dalam perbanyakan agensia hayati (mikroorganisme) belum maksimal karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik perbanyakan agensia hayati, selain itu juga tidak tersedianya tempat kerja perbanyakan yang tidak aseptik (steril) sehingga terjadinya kontaminasi dengan mikroorganisme lainnya. Oleh karena itu untuk menciptakan lingkungan perbanyakan agensia hayati yang aseptik maka diperlukan suatu Laboratorium sederhana yang terdiri dari alat-alat standar Laboratorium. Metode yang digunakan adalah pembimbingan melalui sosialisasi teknik perbanyakan agensia hayati, pendampingan dalam mencari agensia hayati di lapangan dan pendampingan pembuatan laboratorium sederhana. Kegiatan yang telah dilaksanakan di PP Gapsera Sejahtera Mandiri adalah Penyuluhan mengenai cara isolasi agensia hayati NPV (Nuclear Polyhedrosis Virus) dan isolasi Bt (Bacillus thuringiensis) serta teknik perbanyakannya, Teknik bekerja secara aseptik dan Pembuatan Laboratorium sederhana yang salah satu alatnya ialah Enkas (Lemari kerja aseptik) / Laminar air flow. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, petani mampu melakukan isolasi NPV dan Bt, serta mampu bekerja secara aseptik guna mendapatkan/ memperbanyak agensia hayati pengendali hama dan penyakit tumbuhan. Luaran dari kegiatan ini adalah tersedianya laboratorium sederhana yang operasioanal untuk perbanyakan agensia hayati pengendali hama dan penyakit tanaman.