Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini Terintegrasi Kitab Wedangga Jyotisha Ayu, Putu Eka Sastrika; Primayana, Kadek Hengki; Purandina, I Putu Yoga; Wisudayanti, Kadek Ari
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 4 No. 3 (2021): December 2021
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v4i3.145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan terhadap e-modul pembelajaran sains untuk anak usia dini terintegrasi kitab wedangga jyotisha, mengetahui design e-modul pembelajaran sains untuk anak usia dini terintegrasi kitab wedangga jyotisha, mengetahui kualitas e-modul pembelajaran sains untuk anak usia dini terintegrasi kitab wedangga jyotisha hasil pengembangan dari aspek validitas, reliabilitas dan kepraktisan. Pengembangannya terdiri dari empat tahap yaitu define, design, develop dan disseminate. Analisis kebutuhan e-modul merupakan jenis data kualitatif dan kuantitatif, design e-modul jenis datanya kualitatif dan kualitas e-modul mencari data validitas, reliabilitas, dan kepraktisan modul dengan jenis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa e-modul pembelajaran sains untuk anak usia dini terintegrasi kitab wedangga jyotisha sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran harus menumbuhkan kemandirian siswa. Design e-modul telah mengacu pada kriteria secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Kualitas e-modul sudah memenuhi dari aspek validitas, reliabilitas dan kepraktisan
The ASTA model: Integrating lontar taru pramana in environmental learning at elementary schools Sedana, I Made; Ayu, Putu Eka Sastrika
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v4i1.149

Abstract

This study develops and evaluates the ASTA Model an integrative approach combining religious values, science, and Lontar Taru Pramana to strengthen environmental education in elementary schools, addressing the limited use of local wisdom, the absence of holistic pedagogical models, and low environmental awareness among students. This study employed a Research and Development (R&D) design using the 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate), involving education experts, subject matter experts, teachers, and elementary students as participants in the model development process. The findings indicate that the ASTA Model is conceptually sound, practical for classroom use, and contributes meaningfully to strengthening students’ environmental attitudes. Expert reviews confirmed the model’s content relevance, while classroom implementation showed that both teachers and students could engage with it effectively. The model fostered greater ecological awareness, a stronger sense of responsibility, and more active participation in environmental activities. Integrating the spiritual and ecological values of the Lontar Taru Pramana enriched science learning by strengthening not only students’ cognitive understanding but also their moral and emotional commitment to sustainability. Overall, the ASTA Model provides a novel contribution to both educational theory and practice by integrating spiritual values, scientific concepts, and local wisdom into environmental learning in primary schools. This approach strengthens sustainability education and supports the achievement of SDG 4 (Quality Education) and SDG 13 (Climate Action).
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KECAMATAN KUBUTAMBAHAN Ayu, Putu Eka Sastrika; Suardipa, I Putu; Winangun, I Made Ari; Yudaparmita, Gusti Ngurah Arya; Nirmayani, L. Heny; Adnyana, Komang Surya; Dewi, Ni Putu Candra Prastya; Wiguna, I Komang Wahyu; Ardiawan, I Ketut Ngurah; Sedana, I Made
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i1.6465

Abstract

Kualitas pembelajaran di sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang sistematis, reflektif, dan berorientasi pada kebutuhan belajar siswa. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan pendekatan deep learning, khususnya dalam mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas belajar bermakna, dan asesmen autentik. Kondisi ini berdampak pada praktik pembelajaran yang masih berfokus pada penyampaian materi dibandingkan pengembangan pemahaman konseptual siswa. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan guru sekolah dasar melalui pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning guna meningkatkan kompetensi pedagogik dan kualitas pembelajaran di kelas. Mitra kegiatan adalah guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Kubutambahan dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui metode workshop partisipatif, diskusi kelompok terfokus, pendampingan intensif, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran yang meliputi perumusan tujuan pembelajaran, pengembangan aktivitas pembelajaran bermakna, serta penyusunan asesmen yang berorientasi pada pemahaman konseptual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang lebih sistematis, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Selain itu, guru menunjukkan perubahan sikap yang lebih reflektif dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, pelatihan berbasis pendekatan deep learning tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga memperkuat paradigma pembelajaran bermakna di sekolah dasar. Kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan guru yang berkelanjutan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar.