Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perancangan Buku Photo Story Tentang Makanan Khas Surabaya “Lontong Cak Jono” Restu Hendriyani Magh'firoh; Briantito Adiwena; Sheryn Angel Febryanti
Artika Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v7i2.706

Abstract

Keragaman budaya Indonesia terlihat dari beragam aspek, termasuk kuliner. Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khas yang unik dan memiliki cita rasa yang khas. Salah satu makanan khas Surabaya yang terkenal adalah Lontong Balap. Di Surabaya sendiri ada penjual lontong yang cukup menarik dan dikenal yaitu Lontong Cak Jono. Namun saat ini sebagian besar masyarakat lebih memilih mengonsumsi makanan siap saji atau makanan khas negara asing dan kekinian. Oleh karena itu perlunya perancangan buku photo story tentang makanan khas Surabaya, khususnya Lontong Cak Jono. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung narasumber pemilik warung Lontong Cak Jono. Metode perancangan dilakukan sesuai tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, lalu evaluasi. Hasil perancangan ini berupa buku photo story yang berjudul Kuliner Khas Suroboyo Lontong Cak Jono, Rahasia Cita Rasa dan Kisah dibaliknya. Buku photo story ini berisi 87 halaman yang berisi tentang biografi singkat penjual, proses pembuatan dan persiapan, penjualan dan menu yang dijual. Selain itu juga terdapat media pendukung berupa xbanner, poster, Instagram, notebook, masker, gantungan kunci, tshirt, totebag, mug, lunchbox. Hasil dari perancangan ini memberikan dampak kepada pembaca untuk bisa mengenal makanan khas Surabaya melalui pendekatan fotografi jurnalistik. Pembaca dapat mengetahui proses pembuatan hingga proses penyajian yang dikemas dengan sudut pandang lebih dalam.
Perancangan Board Game Sebagai Media Pengenalan Tujuh Presiden Indonesia Untuk Anak Usia 10-12 Tahun Arjuna Bangsawan; Restu Hendriyani Magh'firoh; Nicolaus Alexander Lee
Artika Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v7i2.713

Abstract

Indonesia dipimpin oleh presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sebagai kepala negara, presiden adalah simbol resmi negara Indonesia. Sementara itu, sebagai kepala pemerintahan, presiden dibantu oleh wakil presiden dan menteri-menteri dalam kabinet, memegang kekuasaan eksekutif untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah sehari-hari. Indonesia hingga saat ini telah dipimpin oleh tujuh presiden, dan memiliki pencapaian serta latar belakang yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai media pembelajaran kepada anak usia 10-12 tahun guna menanamkan wawasan kebangsaan dan membangun rasa nasionalisme. Dengan membangun rasa nasionalisme pada anak-anak, kita dapat menciptakan generasi yang memiliki koneksi emosional dan tanggung jawab terhadap negara mereka, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang kuat dan berkelanjutan. Perlu adanya media pembelajaran untuk memperkenalkan tujuh presiden Indonesia dengan media yang menyenangkan sehingga dapat menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan tujuh presiden Indonesia. Perancangan ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan sumber data dari buku, jurnal dan internet. Selain itu melakukan studi komparator dengan board game yang sejenis untuk menggali data melalui analisis SWOT. Tahapan perancangan meliputi pemilihan tema, pemilihan konsep, tahap desain, tahap prototype, hingga tahap akhir. Perancangan ini menghasilkan board game roll and move dengan nama “7 PRESIDEN INDONESIA” yang memiliki komponen board, tujuh pion akrilik, 140 kartu kuis, 28 kartu kesempatan, 28 kartu penyerang, tujuh kartu biografi, 28 token reward, lencana juara pertama, panduan, dadu, dan packaging. Media pendukung yang digunakan berupa stiker, stiker nama, gantungan kunci, pembatas buku, notebook, kaos, totebag, magnet bergambar, x-banner, dan feed instagram. Hasil uji coba yang didapat memberikan hasil bahwa anak mendapatkan edukasi mengenai tujuh presiden Indonesia melalui permainan yang unik disertai dengan presaingan untuk menyelesaikan kuis secepat mungkin dengan bantuan seperti kartu kesempatan dan kartu penyerang.
Perancangan Kampanye Sosial Tentang Daur Ulang Sampah Kertas Menjadi Kerajinan Miniatur Untuk Mewujudkan Ekonomi Hijau Restu Hendriyani Magh'firoh; Arjuna Bangsawan; Alfredo Enrico Filbert Hatut
Artika Vol. 8 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v8i1.824

Abstract

Sampah kertas merupakan sampah yang termasuk sampah organik yang dapat diuraikan. Sampah kertas selain mengganggu lingkungan, juga menimbulkan berbagai masalah untuk lingkungan sekitar. Dengan begitu perlunya dilakukan daur ulang terhadap sampah kertas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial tentang daur ulang sampah kertas untuk mengedukasi dampak sampah kertas serta cara mendaur ulang sampah kertas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (wawancara dan kuisioner) serta beberapa sumber lain seperti buku, jurnal dan internet serta menggunakan metode komunikasi persuasif dalam penyampaian kata-kata atau kalimat yang bertujuan untuk mengajak, menghimbau, mengubah perilaku, sikap, dan pola pikir. Metode perancangan yang digunakan adalah tahap perancangan ide dan konsep, tahap pemilihan alat dan bahan, tahap proses pembuatan karya dan tahap perancangan media pendukung. Hassil perancangan ini berupa e-book yang berjudul “Gunakan Sampah Kertas Untuk Kedua Kalinya” dengan pembahasan mengenai sampah kertas dan dampak yang ditimbulkan serta cara untuk mendaur ulang sampah dan stan instalasi yang bernama “Stasiun Daur Ulang Kertas”. Selain itu juga terdapat media pendukung untuk menunjang media e-book dan stan instalasi. Diharapkan kampanye ini dapat membuat masyarakat mengetahui dampak yang ditimbulkan dari sampah kertas dan mengetahui cara mendaur ulang sampah kertas, sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dari sampah kertas.
Eksplorasi Desain Tekstil Ecoprint Berbasis Ragam Hias Maluku Dengan Media Daun Jati Iga Ayu Intan Candra; Siti Nurjanah; Restu Hendriyani Magh'firoh; Lusty Firmantika
Artika Vol. 9 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v9i1.1342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun jati sebagai media utama dalam teknik ecoprint untuk merepresentasikan ragam hias Maluku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis penciptaan karya seni, yang terdiri dari tiga tahapan yakni, eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui studi literatur untuk mengidentifikasi motif yang relevan secara budaya dan visual, dan dipilihlah motif kakehan sebagai ragam hias yang mencerminkan nilai filosofis masyarakat Maluku. Pada tahap perancangan, ditentukan media kain rayon, daun jati berusia sedang, serta teknik ecoprint steaming sebagai metode utama. Sketsa awal disusun untuk mengatur komposisi dan penempatan motif pada permukaan kain dengan mempertimbangkan prinsip estetika dan desain. Tahap perwujudan dilakukan dengan menerapkan teknik steaming, sehingga menghasilkan motif kakehan yang tampak jelas di setiap sisi kain. Pigmen alami dari daun jati menghasilkan warna merah keunguan yang khas, memperkuat nilai estetika dan simbolik dari karya tekstil yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik ecoprint dengan media daun jati tidak hanya efektif dalam menghasilkan motif visual yang kuat dan mampu merepresentasikan ragam hias Maluku. Penelitian juga memberikan kontribusi dan implikasi terhadap desain tekstil berkelanjutan dan pelestarian budaya Maluku.