Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Character Education Through Example Values K.H. Mas Mansur in Learning History Janah, Siti Raodatul; Pajriah, Sri; Suryana, Aan; Firdaus, Dede Wahyu
Diakronika Vol 24 No 1 (2024): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol24-iss1/400

Abstract

Character education refers to school efforts to shape, guide, and develop student behavior according to specific standards. This research aims to analyze the biography and example of KH Mas Mansur and the cultivation of character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur in learning history in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis. This research uses a qualitative research method and a case study design. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research results show that (1) K.H. Mas Mansur was born in Surabaya on June 25, 1896. He is known as a young man who is diligent and trustworthy, always speaks well, and has extensive knowledge. K.H. Mas Mansur has been a leader in many institutions, such as Chairman of the Surabaya Branch of Muhammadiyah for two terms and Chairman of the Tarjih Council. (2) The exemplary values of K.H. Mas Mansur, which can be applied in history learning in class XI IPS 1 MAN 1 Darussalam Ciamis, namely religious values, discipline, curiosity, nationalism, patriotism, respect for achievement, friendly and communication, like to read, and a sense of responsibility, (3) Instilling character education through the exemplary values of K.H. Mas Mansur has been successfully implemented quite well and has had a positive impact on history learning in class XI IPS 1 starting from planning, implementation, to the evaluation stage.
PENDAMPINGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KAMPUNG DOKDAK BAGI GURU DI SMA N 1 BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11670

Abstract

Minimnya pengetahuan guru tentang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di lingkungan Kecamatan Baregbeg untuk diaplikasikan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki model pembelajaran sejarah dari konvensional ke modern, dan meningkatkan pemahaman guru terkait nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak diintegrasikan dalam model pembelajaran. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode pelatihan serta pendampingan yang diikuti dengan praktek, dengan melalui beberapa rencana kegiatan, yaitu: Pelatihan dan pendampingan model pembelajaran PBL berbasis nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak. Tahap selanjutnya, monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukan bahwa pemahaman guru terkait penggunaan Model Problem Based Learning terintegrasi dengan nilai kearifan lokal masyarakat Kampung Dokdak meningkat berdasarkan hasil kuesioner, yaitu dari 65% menjadi 80%. 
MODEL PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 CILACAP (Studi Kasus di Kelas XI MAN 2 Cilacap) Permana, Wahyu Dwi; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.21890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang model pembelajaran sejarah menggunakan problem solving pada siswa kelas XI IPS di MAN 2 Cilacap. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dan sumber data dalam penelitian ini peneliti bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran Sejarah dan tiga siswi kelas XI IPS 2 MAN 2 Cilacap. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu model problem solving peneliti menggunakan tahapan antara lain identifikasi permasalahan, representasi permasalahan, perencanaan permasalahan, menerapkan/mengimplementasikan permasalahan, menilai perencanaan, dan menilai hasil perencanaan. Desain model pembelajaran problem solving ini bertujuan agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan lebih hidup dan pemikiran para siswa jadi lebih terbuka. Manfaat dari penerapan model problem solving dalam proses pembelajaran sejarah ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik bagi para siswa. Memupuk kesenangan dan kenyamanan yang tinggi dalam belajar, mengupayakan kemampuan yang tinggi untuk siswa dapat berinteraksi dengan materi, berkomunikasi dengan sesama siswa dan juga dengan guru.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL TRADISI NGABUMI DI SITUS CAGAR BUDAYA RAWA ONOMDI DUSUN SILUMAN KELURAHAN PURWAHARJA KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR Ali, Najmudin; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8750

Abstract

Tradisi Ngabumi memiliki ciri khas dari Nilai-Nilai Kearifan Lokal, tentunya penting dipahami oleh masyarakat sekitar Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah tardisi ngabumi, mengetahui nilai-nilai kearifan lokal tradisi ngabumi di situs cagar budaya rawa onom Di Dusun Siluman Kelurahan Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Metode penelitan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejarah tradisi ngabumi di kelurahan purwaharja ini awalnya diselenggarakan oleh masing-masing para petani, selanjutnya pada tahun 2019 tradisi ini dilakukan secara bersama serta didukung oleh pemerintahan setiap tanggal 7 Suro (muharam). Selanjutnya nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi ngabumi merupakan nilai religi dalam proses acara berlangsung dengan berdoa bersama mengharapkan limpahan berkah dari Sang Maha Kuasa, nilai-nilai gotong royong Nampak pada acara persiapan upacara, serta nilai toleransi juga dicerminkan pada perbedaan agama dan kepercayaan.
Pemanfaatan Nilai-Nilai Perjuangan K.H Ruhiat Melawan Penjajah Belanda dalam Pembelajaran Sejarah Kelas XI SMa Terpadu Manahijul Huda Zannah, Selvi Nuraniyatu; Pajriah, Sri; Suryana, Aan
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.21375

Abstract

 Pelajaran sejarah di sekolah tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka terhadap peristiwa sejarah sebagai warga negara dan anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan biografi, nilai perjuangan, serta pemanfaatan nilai perjuangan K.H. Ruhiat dalam pembelajaran sejarah di kelas XI SMA Terpadu Manahijul Huda. K.H. Ruhiat merupakan tokoh lokal pendiri Pondok Pesantren Cipasung yang berperan penting dalam bidang pendidikan serta perlawanan terhadap penjajah Belanda pada masa pergerakan hingga kemerdekaan (1930–1949). Nilai perjuangan yang dikaji meliputi keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, keagamaan, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru sejarah, dan siswa kelas XI, sedangkan data sekunder dari buku, artikel, dokumen pembelajaran, dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perjuangan K.H. Ruhiat dimanfaatkan dalam pembelajaran sejarah dengan mengintegrasikan sejarah lokal pada materi proklamasi kemerdekaan melalui model Project Based Learning (PJBL) yang dipadukan dengan Social Emotional Learning (SEL). Metode ini mampu meningkatkan pemahaman siswa, menumbuhkan cinta tanah air, memperkuat karakter berbasis budaya lokal, serta membuat siswa lebih aktif dan guru lebih kreatifKata Kunci: Kh.Ruhiat, Nilai Perjuangan, Pembelajaran Sejarah