Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Pengaruh Perceived Organizational Support, Need for Achievement dan Transformational Leadership terhadap Employee Performance: Merit System sebagai Moderator Izati, Nurul; Azhar; Prabujaya, Sena Putra
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmo.v15i3.57464

Abstract

Employee performance is multidimensional, comprising in-role performance and extra-role performance combined to measure it holistically. This study aims to examine the influence of Perceived Organizational Support (POS), Need for Achievement, and Transformational Leadership on Employee Performance with Merit System as a moderating variable in the North Musi Rawas District Government. Based on the Slovin formula (10 percent margin of error), the minimum sample size is 96 Civil Servants selected using non-probability sampling technique (convenience sampling). Data analysis is conducted using Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Square (PLS) with the assistance of SmartPLS version 4 for Windows software. The study findings indicate a positive and significant influence of Perceived Organizational Support (POS) and Need for Achievement on Employee Performance. However, the influence of Transformational Leadership on Employee Performance shows a negative albeit insignificant result. Additionally, no significant influence is found from the Merit System as a moderating variable on the relationship between POS, Need for Achievement, Transformational Leadership, and Employee Performance. These emphasize the importance of strengthening organizational support, developing appropriate training programs, implementing a better merit system, and aligning leadership styles with organizational conditions to enhance public sector employee performance.
PENGARUH TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR TERHADAP FREKUENSI HALUSINASI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI Izati, Nurul; Mardiana, Nova; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48078

Abstract

Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan mental yang menyebabkan seseorang mengalami sensasi yang tidak nyata, seperti mendengar suara, melihat sesuatu, mencium bau, merasakan sentuhan, atau mengecap rasa yang sebenarnya tidak ada. Terapi okupasi menggambar membantu individu mengekspresikan dan memahami emosi mereka melalui seni dan proses kreatif. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir, perilaku, dan keterampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terapi okupasi menggambar dapat memengaruhi frekuensi halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan metode one-group pre-test-post-test, melibatkan 14 pasien yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Frekuensi halusinasi diukur menggunakan kuesioner AHRS (Auditory Hallucinations Rating Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, rata-rata skor halusinasi pasien adalah 18,07, sedangkan setelah terapi skor rata-ratanya turun menjadi 5,71. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p-value < 0,05), yang berarti terapi okupasi menggambar berpengaruh terhadap penurunan frekuensi halusinasi pada pasien dengan gangguan persepsi sensori.
SASTRA LISAN BAGURAU PADA LAMAN FACEBOOK “MALAM BAGURAU MENDUNIA”: SEBUAH DESKRIPSI SINGKAT Izati, Nurul; Meigalia, Eka; Gayatri, Satya; Hidayat, Herry Nur
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Elektronik Wacana Etnik 11 (2) 2022
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/we.v11.i2.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pertunjukan bagurau yang diselenggarakan oleh komunitas daring “Malam Bagurau Mendunia” di Kota Padang, Sumatera Barat. Bagurau, sebagai genre sastra lisan Minangkabau berupa dialog lelucon dalam bentuk pantun yang diiringi musik tradisional, mengalami adaptasi signifikan melalui pemanfaatan platform media sosial Facebook sebagai wadah utama pertunjukan selama pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan anggota “Malam Bagurau Mendunia” untuk mengumpulkan data mengenai sejarah pembentukan komunitas daring, format pertunjukan, karakteristik penampil dan perlengkapan, serta interaksi dengan khalayak daring dan luring.Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” berhasil menciptakan ruang virtual untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi bagurau. Pertunjukan daring ini mempertahankan elemen-elemen tradisional seperti dendang dan pantun, namun mengintegrasikan fitur-fitur media sosial untuk interaksi dengan penonton, termasuk request lagu dan donasi daring. Teks pantun yang disajikan bervariasi dalam tema dan fungsi, menjadi daya tarik utama pertunjukan. Khalayak daring yang luas menunjukkan apresiasi terhadap bagurau dan mendukung keberlangsungan komunitas ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa “Malam Bagurau Mendunia” merupakan contoh sukses adaptasi seni tradisional di era digital, membuka peluang baru untuk pelestarian dan promosi warisan budaya Minangkabau.
Tinjauan Maslahah Mursalah terhadap Denda Pembatalan Pertunangan di Kecamatan Pesisir Bukit Sungai Penuh Izati, Nurul; Darmawan, Aldy
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v9i2.5410

Abstract

Abstracts: This paper discusses the review of Maslahah Mursalah on Fines for Cancellation of Engagement in the Sub-district of Pesisir Bukit Sungai Penuh. The research objectives in this paper are: (1) How is the practice of engagement cancellation fines in Pesisir Bukit Sungai Penuh? (2) How is the Maslahah Mursalah review of engagement cancellation fines in Pesisir Bukit Sungai Penuh? The research method used in this research is field research, namely collecting data through the field directly. The research location is on the Bukit Coast of Sungai Penuh. The informants in this study were local traditional leaders, and both parties who had canceled the engagement and then paid a fine at Pesisir Bukit Sungai Penuh. Data collection techniques were carried out by direct interviews with related parties and documentation. The results of the study are (1) The determination of fines on the cancellation of the engagement (tundum malau) is a way to make up for the shame of the party who was canceled or abandoned by his fiancée and as a form of compliance with local customs. (2) From the perspective of maslahah mursalah, the cancellation of engagement can damage the honor and brotherhood of Muslims even though there is no prohibition, while the fine is considered as maslahah muursalah for the injured party with certain conditions.Keywords: Cancellation of engagement, maslahah mursalah, and Sungai Penuh Abstrak: Tulisan ini membahas tinjauan Maslahah Mursalah terhadap Denda Pembatalan Pertunangan Kecamatan Pesisir Bukit Sungai Penuh. Tujuan penelitian tulisan ini yaitu: (1) Bagaimana praktik denda pembatalan pertunangan di Pesisir Bukit Sungai Penuh? (2) Bagaimana tinjauan maslahah mursalah terhadap denda pembatalan pertunangan di Pesisir Bukit Sungai Penuh?. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research) yaitu pengeumpulan data melalui lapangan langsung. Lokasi penelitian di Pesisir Bukit Sungai Penuh. Informan pada penelitian ini adalah Tokoh Adat setempat, dan kedua belah pihak yang pernah membatalkan pertunangan  lalu membayar denda di Pesisir Bukit Sungai Penuh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung terhadap pihak terkait dan dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah (1) Penetapan denda pada pembatalan pertunangan (tundum malau) adalah cara agar penebusan malu terhadap pihak yang dibatalkan atau ditinggalkan oleh tunangannya dan sebagai bentuk kepatuhan terhadap adat setempat. (2) Perspektif maslahah mursalah, pembatalan pertunangan dapat merusak kehormatan dan persaudaraan umat Muslim meskipun tidak ada pelarangan, sementara hukuman denda dianggap sebagai maslahah muursalah bagi pihak yang dirugikan dengan syarat tertentu.Kata kunci: Pembatalan Pertunangan, maslahah mursalah, dan Sungai penuh