Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementation The Indonesian Government Policy Of The Ministry’s Strategic Plan By Kemenparekraf /Baparekraf 2020 -2024 During The Covid-19 Pandemic In Banyuwangi Regency Sanjaya*, Aditya Wiralatief; Handoko, Rudi Tri; Cardias, Esa Riandy
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25791

Abstract

This research examines the implementation of the Ministry of Tourism and Creative Economy's strategic targets in Banyuwangi, which was chosen as the first district to implement new-normal tourism activities in 2020. The Ministry has 11 strategic targets mapped into 4 perspectives, namely stakeholders, customer, internal process, and learning growth. The first perspective has 1 strategic target, while the second perspective has 6 strategic targets. The third perspective has 3 strategic targets, and the fourth perspective has 1 strategic target. Qualitative research was used to analyze the condition of the scientific object, where the researcher served as the key instrument, and data reduction was conducted by comparing the ministry's strategic plan and the performance evaluation of the Banyuwangi government in the tourism sector.
PEMANFAATAN DAUN DALUMAN MENJADI MINUMAN CAPCIN CAU SEBAGAI PRUDUK KULINER UMKM KABUPATEN BANYUWANGI Handoko, Rudi Tri; Hariani, Indah Kurnia; Mecha, I Putu Sudhyana
TOURISM: Jurnal Travel, Hospitality, Culture, Destination, and MICE Vol 7 No 1 (2024): Tourism: Jurnal Travel, Hospitality, Culture, Destination, and MICE
Publisher : Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/tourism.v7i1.1223

Abstract

Capcin Cau (Capcin Cau) is a coffee variant drink with cincau filling made from daluman leaves. The processing of Capcin cau culinary products is very easy and the nutritional content of daluman leaves which are good for health has led to innovative ideas for beverage processing for UMKM in Banyuwangi. The purpose of this study is to utilize daluman leaves as a culinary product that can generate high selling points and create new product innovation ideas for UMKM in Banyuwangi.Seeing this potential, an experiment was carried out using daluman leaves to make cappuccino cincau drinks. This study used a non-factorial randomized block design with organoleptic tests including hedonic quality tests and hedonic tests. The best treatment from the results of the Hedonic Quality Test was T1 with a score of 4.20 and the best treatment in the Hedonic Test was T1 with a score of 4.46. After the organoleptic testing was carried out, it was followed by analyzing the selling prices of these UMKM culinary products so that they could be known and enjoyed by the public.
Optimalisasi Manfaat Ruang Terbuka Hijau Sebagai Tempat Edukasi Energi Terbarukan Masyarakat Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Finali, Asmar; Handoko, Rudi Tri; Umar, Mega Lazuardi
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.4977

Abstract

RTH atau Ruang Terbuka Hijau, ruang terbuka hijau merupakan salah satu pendukung kenyamanan bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. Kebutuhan akan tempat yang asri dan menyejukkan, sangat penting untuk aktivitas disuatu Desa. Salah satu RTH dimiliki oleh Desa Gintangan, yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan merupakan salah satu desa wisata kreatif yang ada di Indonesia. Desa ini juga disebut dengan desa Bambu, karena menjadi sentra kerajinan dari bambu, mulai dari berbagai kerajinan anyaman bambu hingga wayang bambu. Sebanyak 80% warga desa merupakan pengrajin bambu. Permasalahan yang terjadi dari kondisi RTH Desa Gintangan yang seperti diabaikan oleh masyarakat, minat warga Desa untuk memanfaatkan RTH masih minim. Oleh karena itu untuk meningkatkan daya tarik RTH Desa Gintangan maka direncanakan langkah-langkah sebagai berikut : pemanfaatan pohon taman untuk pemasangan penerangan lampu tenaga surya. Tujuan yang ingin diharapkan dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan energi surya dan merawat taman desa, meningkatkan minat pengunjung ke RTH dengan menambahkan media penerangan yang menarik untuk mengedukasi masyarakat. Secara tidak langsung mengembangkan dan menata kembali RTH Gintangan dengan memberikan fasilitas berupa penerangan untuk memudahkan wisatawan.
ANALISIS HYGIENE DAN SANITASI PENGOLAHAN IKAN BAKAR WISATA KULINER BLIMBINGSARI BANYUWANGI MELALUI PENDEKATAN HACCP Handoko, Rudi Tri; Rahmawati, Hilda; Prananda Putra, Adetiya
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37484/jmph.060116

Abstract

Wisata Kuliner merupakan salah satu kegiatan Pariwisata. Wisata Kuliner Ikan Bakar Blimbingsari adalah satu-satunya wisata Kuliner ikan bakar terkenal diBanyuwangi. Makanan seafood pastinya memiliki banyak sekali gizi yang diperlukan tubuh manusia. Hygiene dan sanitasi pengolahan ikan bakar melalui pendekatan HACCP mendukung untuk mencegah terjadinya keracunan akibat makanan, apalagi di era pandemi Covid-19 dimana sisi kebersihan dan keamanan suatu produk harus terjamin. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Standart Pengolahan Ikan Bakar di Wisata Kuliner Ikan Bakar Blimbingsari Banyuwangi melalui pendekatan HACCP di Warung Lestari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, berupa Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Studi Pustaka. Hasil dari Penelitian ini adalah memberikan solusi pengolahan pada ikan bakar di Wisata Kuliner Ikan Bakar di warung Lestari dengan menciptakan standar operasional prosedur pengolahan dan penyajian ikan bakar. Penelitian ini menyarankan kepada penjamah makanan agar lebih memperhatikan kebersihan diri dan menggunakan alat pendukung kebersihan, agar makanan di wisata kuliner ikan bakar Blimbingsari Banyuwangi aman dikonsumsi wisatawan. Kata Kunci : Kuliner , Pengolahan Ikan, HACCP
Utilization of Tofu Dregs Flour in Processed Food Macaron as a Culinary Tourism Product in Banyuwangi Regency Mumtaza, Nelin Nurul; Handoko, Rudi Tri; Nurhalimah, Nurhalimah; Joyo Widakdo, Danang Sudarso Widya Prakoso
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 2 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i2.8804

Abstract

The number of tofu industries in Banyuwangi certainly also produces its own waste which, if not properly processed, will pollute the environment. This research uses an R&D research approach with 4D development (Define, Design, Development, Dissemination) and is tested using the Organoleptic test (hedonic and hedonic quality) with 5%, 10%, and 15% tofu dregs flour substitutions that pay attention to aspects of aroma, taste, texture, and color. The purpose of this research is useful to increase knowledge about innovation in processing tofu pulp and to know the process of making Macarons with tofu pulp flour substitution. In the hedonic quality organoleptic test that has been carried out to 5 trained panelists, the best tofu dregs flour substitution is 10%, while for the hedonic organoleptic test to 15 semi trained panelists, the result is 86% where the value is included in the very like category.
PENGEMBANGAN AIR TERJUN DLUNDUNG UNTUK MENJADI DESTINASI PARIWISATA UNGGULAN DI KABUPATEN MOJOKERTO HANDOKO, RUDI TRI
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.327 KB) | DOI: 10.37484/jmph.020205

Abstract

This aims of the study are finding the development strategy in the tourist area of the Dlundung waterfall to be excellent destination in Mojokerto. This is a descriptive qualitative research. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data will be analyzed by SWOT method. Strategies have been found is the increased promotion of the natural beauty of waterfalls and campgrounds, additional facilities of outbound and painball, repair and improvement of facilities, road improvements, additional services and hours of operation of public transport, improving the quality of human resources of tourism, Perhutani reports the condition of the campground to Disparta about prioritized apparatus intensively, Perhutani and Disparta give an opportunity for investors to benefit location of the campsite, ask for the role of local communities in improving the security of tourism, Perhutani maintains the cleanliness and comfort of the facilities at tourist sites, increasing community empowerment in troubleshooting facilities and accessibility. Keywords: the development strategy, excellent destination
STUDI KELAYAKAN PELUANG PENGEMBANGAN WISATA RELIGI CANDI PURWO DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO Handoko, Rudi Tri; Wijaya, Jemi Cahya Adi
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.826 KB) | DOI: 10.37484/jmph.030101

Abstract

Peningkatan kunjungan wisatawan yang sangat signifikan setiap tahunnya terjadi di beberapa daya tarik wisata alam yang sudah terkenal di Banyuwangi, diantaranya adalah Destinasi Wisata Taman Nasional Alas Purwo. Selain itu di dalam Kawasan Taman Nasional Alas Purwo ada daya tarik lain yang tak kalah menarik dengan wisata-wisata lain yang ada di Taman National Alas Purwo, wisata tersebut yaitu Candi Purwo. Dengan melihat tingginya potensi wisata tersebut, maka sebagai kegiatan ekonomi yang tak kunjung padam, kegiatan sektor pariwisata dipastikan akan selalu tumbuh dan berkembang. Selanjutnya pertumbuhan dan perkembangan tersebut sebaiknya dapat dikelola dengan baik melalui penerapan manajemen yang baik, untuk itu diperlukan sebuah penelitian untuk melihat sejauh mana peluang wisata religi candi purwo dapat melakukan pengembangan demi kemakmuran masyarakat lokalnya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengambilan data dengan cara wawancara. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu dari aspek non finansial yang terdiri dari pemanfaatan masyarakat lokal, pelestarian budaya dan pemasaran menunjukkan suatu kelayakan, sehingga dari aspek non finansial candi purwo dapat dijadikan sebagai destinasi wisata baru meskipun ada beberapa hal yang harus dibenahi.Kata Kunci : Destinasi Wisata, Candi Purwo, Potensi Wisata, Aspek Non Finansial, Daya Tarik Wisata Alam
ANALISIS ORIGINALITAS RESEP AYAM KESRUT SEBAGAI KULINER KHAS BANYUWANGI Handoko, Rudi Tri; Amalia, Firda Rachma; Febrian, Ayu Wanda; Rissai, Mohammad Nizar
Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Manajemen Pelayanan Hotel
Publisher : Akademi Komunitas MAPINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.445 KB) | DOI: 10.37484/jmph.030201

Abstract

Banyuwangi memiliki berbagai macam kuliner khas yang memiliki citarasa beragam, salah satunya kuliner Ayam Kesrut. Kuliner ini memiliki citarasa asam, pedas dan memiliki tiga aspek gastronomic tourism yaitu aspek makanan, aspek budaya dan aspek sejarah. Penelitian ini membahas mengenai resep kuliner khas Banyuwangi yaitu Ayam Kesrut, mengetahui perbedaan resep menurut daerah masing-masing dan mencari tahu resep Ayam Kesrut yang sebenarnya. Penelitian ini dilakukan di tiga daerah yaitu Desa Kemiren, Desa Glagah dan Desa Rogojampi. Metode penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Melalui penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan resep masingmasing daerah yang memiliki ciri khas sendiri. Untuk hasil originalitas resep kuliner Ayam Kesrut yaitu ayam kampung muda, cabai merah, cabai rawit, ranti dan belimbing wuluh saja dan selebihnya merupakan bumbu tambahan masing- masing daerah. Kata kunci: Originalitas, Resep Kuliner, Kuliner khas
Pemetaan Kriteria Homestay di Desa Wisata Banyuwangi Melalui Penerapan ASEAN Homestay Standard Reni Nur Jannah; Wijaya, Jemi Cahya Adi; Octanisa, Dheanita Sekarini; Handoko, Rudi Tri
JURNAL BISNIS HOSPITALITI Vol 14 No 2 (2025): Jurnal Bisnis Hospitaliti
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/jbh.v14i2.2200

Abstract

Homestay is an accommodation business that offers rooms provided by local residents for guests in a certain period of time. By offering a different lodging atmosphere, there are nine criteria recommended by the ASEAN organization as a standardization of the homestay concept. The development of homestay businesses is intensively carried out by the Banyuwangi Regency Government spread throughout tourist villages, but there is a perception that the homestay concept implemented does not meet standards. This study aims to explore the characteristics of homestays spread across Banyuwangi Regency Tourism Villages through the application of the ASEAN Homestay Standard criteria. Through a self-assessment method summarized in 88 statements representing the nine criteria as indicators, homestay owners filled out a questionnaire with a Guttman scale approach. Then, the data were analyzed using SPSS and Excel statistics. The results showed that the level of implementation of the nine ASEAN homestay standard criteria was 83% which was interpreted as having been implemented very well. However, in the "activity" criterion, the implementation of ASEAN homestay standards must be further improved because it has the highest importance weight. This research is expected to contribute ideas and knowledge in the development of science, especially in the field of Homestay Management