Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

DIGITAL INFLUENCER DALAM UPAYA REAKTUALISASI BUDAYA PACCE’ MASYARAKAT BUGIS-MAKASSAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Hatimah, Khusnul; amaliah, Nur; Putri, Sarah Arsitha; Hakim, Abdul
HUMANIKA Vol 28, No 2 (2021): December
Publisher : Faculty of Humanities, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/humanika.v28i2.40733

Abstract

Fenomena pandemi Covid-19 yang terjadi, berakibat pada perubahan prilaku masyarakat, termasuk masyarakat Bugis-Makassar. Perubahan ini, menyebabkan memudarnya penerapan salah satu budaya lokal masyarakat Bugis-Makassar, yaitu budaya pacce’ atau perasaan empati antar sesama. Karena itu, kajian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penguatan penerapan budaya pacce’ di tengah kondisi apapun, dengan melibatkan digital influencer. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive kualitative, dengan menggunakan literature research. Hasil dari kajian literatur ini menunjukkan: 1) kondisi new normal masyarakat Bugis-Makassar berdampak pada perubahan tata sosial dan budaya masyarakat, dari yang ramah menjadi lebih tertutup 2) keberadaan budaya pacce’ di tengah kondisi pandemi Covid-19 dapat mewujudkan lingkungan masyarakat yang damai dan harmonis, 3) kemampuan digital influencer dalam mempengaruhi dan mengubah sikap dan kebiasaan masyarakat dianggap dapat memperkuat keberadaan budaya pacce’. Kesimpulannya, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penguatan penerapan budaya pacce’ masyarakat Bugis-Makassar dapat dilakukan dengan memberdayakan peran digital influencer.
Legal Consequences of Establishing a Limited Liability Company by a Foundation in Violation of the Law Hatimah, Khusnul; Sulistiyono, Adi; Sudarwanto, Al Sentot
International Journal of Law and Society Vol 2 No 1 (2023): International Journal of Law and Society (IJLS)
Publisher : NAJAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59683/ijls.v2i1.30

Abstract

The purpose of this research is to analyze the responsibility of a notary and the legal consequences for a limited liability company that a foundation has established but violates the law on foundations. The research was conducted using doctrinal legal research methods. The results of the study show that: (1) Notaries as officials who are authorized in terms of doing authentic deeds, including the deed of establishment of limited liability companies established by foundations, have a great responsibility insofar as they concern the formal requirements of authenticating the deed. However, the notary is not responsible for the substance of the deed because it is the will of the parties themselves, so if what is violated is the formal terms of the deed, the notary can be sued for compensation and fines. (2) The legal consequence for the limited liability company is that it violates Article 7 of the Law on Foundations. It is null and void because the deed of an establishment violates the objective requirements of the legal terms of an agreement regulated in Article 1320 of the Civil Code. In addition, the legal status of a Limited Liability Company has been deemed to have never existed, causing all actions that have been carried out or carried out by the organs of the company to have no legal standing.  
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hatimah, Khusnul; Magfiroh, Salsa; Ibtisamah, Alyaa; Herka, Herka; Cinantya, Celia; Aslamiah, Aslamiah; Unul, Unul
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 2 No 3 (2025): Jurnal Cahaya Edukasi: Juli
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i3.95

Abstract

Peran kepala sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Sebagai pemimpin pendidikan kepala sekolah, tidak hanya mengelola aspek administratif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pengembangan profesional guru, penguatan budaya mutu, dan penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif. Melalui gaya kepemimpinan yabg efektif kepala sekolah dapat menginspirasi guru untuk berinovasi, meningkatkan kinerja, serta memperkuat fokus pada hasil belajar siswa. Artikel ini membahas peran kepala sekolah dalam mendorong pembelajaran berkualitas. Pemahaman mendalam terhadap fungsi kepemimpinan dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas dan Kolaborasi Siswa Sekolah Dasar Norhafizah, Norhafizah; Kusumaningrum, Amanda Zaiti; Kholillah, Siti; Hatimah, Khusnul; Rafianti, Wahdah Refia
Journal of Character and ELementary Education Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v5i1.26772

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan kolaboratif peserta didik sekolah dasar yang disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran tradisional yang berpusat pada guru serta keterlibatan aktif peserta didik yang masih terbatas dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut mengakibatkan kemampuan pemecahan masalah dan kerja sama peserta didik belum berkembang secara optimal. Padahal, kemampuan kreatif dan kolaboratif merupakan bagian penting dari keterampilan abad ke-21 yang perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar sebagai fondasi pembelajaran di tingkat selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan strategi Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan kreativitas dan kolaborasi peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik dari jurnal nasional maupun internasional, buku referensi, serta artikel penelitian yang berkaitan dengan penerapan PjBL dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian, indikator peningkatan kreativitas dan kolaborasi, serta kendala yang dihadapi dalam implementasi PjBL di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi Project-Based Learning efektif dalam meningkatkan fleksibilitas berpikir, orisinalitas ide, dan kemampuan elaborasi peserta didik. Selain itu, PjBL juga mampu menumbuhkan sikap tanggung jawab, keterampilan komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Meskipun demikian, implementasi PjBL masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu pembelajaran, kesiapan dan kompetensi guru yang bervariasi, serta kesulitan dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar secara komprehensif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru secara berkelanjutan serta pengembangan rubrik penilaian autentik untuk mendukung pelaksanaan PjBL secara optimal.
Optimizing the Role of Youth Organizations (Karang Taruna) in Empowering Youth Through a Sustainable Governance System in Barru Regency H, Herman; Nasruddin, Nurfitraeny; Hatimah, Khusnul; Nur, Restu Mayang Sara; D, Dewi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 12 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19251349

Abstract

This community service activity is entitled "Optimizing the Role of Karang Taruna in Empowering Malay Youth through a Sustainable Governance System," with Karang Taruna of Barru Regency as its partner. The background to this activity is the identification of the problem that many Karang Taruna are not yet optimally developed. The main problems are weak organizational structure, unclear work programs, financial dependence on ceremonial grants, and low youth participation. This situation has stalled Karang Taruna's role in economic empowerment and youth empowerment.The primary objective of this community service is to strengthen Karang Taruna's role as a forum for youth empowerment and to build a transparent, participatory, and collaborative organizational governance system. The proposed solution is the implementation of a "Sustainable Governance System" to improve the orga nization's internal workings to make them more professional and independent.The implementation method will utilize participatory tactics, community bazaars, and capacity building. The program will focus on: (1) Socialization phase for stakeholders; (2) Training phase, which includes materials on organizational development, entrepreneurship, digital technology, and problem-solving; and (3) Mentoring and Evaluation phase for the implementation of sustainable management and programs.
Optimizing the Role of Youth Organizations (Karang Taruna) in Empowering Youth Through a Sustainable Governance System in Barru Regency H, Herman; Nasruddin, Nurfitraeny; Hatimah, Khusnul; Nur, Restu Mayang Sara; D, Dewi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 12 (2026): Maret 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19251349

Abstract

This community service activity is entitled "Optimizing the Role of Karang Taruna in Empowering Malay Youth through a Sustainable Governance System," with Karang Taruna of Barru Regency as its partner. The background to this activity is the identification of the problem that many Karang Taruna are not yet optimally developed. The main problems are weak organizational structure, unclear work programs, financial dependence on ceremonial grants, and low youth participation. This situation has stalled Karang Taruna's role in economic empowerment and youth empowerment.The primary objective of this community service is to strengthen Karang Taruna's role as a forum for youth empowerment and to build a transparent, participatory, and collaborative organizational governance system. The proposed solution is the implementation of a "Sustainable Governance System" to improve the orga nization's internal workings to make them more professional and independent.The implementation method will utilize participatory tactics, community bazaars, and capacity building. The program will focus on: (1) Socialization phase for stakeholders; (2) Training phase, which includes materials on organizational development, entrepreneurship, digital technology, and problem-solving; and (3) Mentoring and Evaluation phase for the implementation of sustainable management and programs.
Pemberdayaan Perempuan Nelayan Berbasis Aset Komunitas di Kelurahan Pattingalloang Kota Makassar Saenab, Saenab; Dewi, Dewi; Hatimah, Khusnul
NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/neores.v7i2.1283

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemberdayaan perempuan nelayan di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, melalui perspektif Asset-Based Community Development (ABCD) yang dikembangkan oleh Kretzmann dan McKnight (1993). Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan lima belas informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas perempuan nelayan, tokoh masyarakat, aparat pemerintah lokal, dan fasilitator LSM. Penelitian ini memetakan tujuh aset komunitas aset manusia, alam, fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan spiritual serta menganalisis bagaimana aset-aset tersebut dimobilisasi untuk pemberdayaan ekonomi perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan nelayan di Pattingalloang memiliki aset yang signifikan namun belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk keterampilan tradisional dalam pengolahan ikan, jaringan sosial berbasis kekerabatan yang kuat, serta kedekatan strategis dengan Pelabuhan Tradisional Paotere. Namun demikian, mobilisasi aset masih terhambat oleh keterbatasan akses terhadap modal, infrastruktur fisik yang tidak memadai, serta norma gender yang membatasi perempuan pada peran ekonomi informal.