Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN PEMANFAATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENJADI MULSA MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESMENT Alibfa Anjar Prafitri; Nieke Karnaningroem
Jurnal Darma Agung Vol 30 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v30i2.2732

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan salah satu jenis limbah padat yang paling banyak dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit. Penanganan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang merupakan material dengan kadar air tinggi ditumpuk begitu saja di area industri sawit karena ongkos pengangkutan dan pembuangannya mahal dan tidak efektif. Selama ini pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) masih secara konvensional terbatas digunakan sebagai mulsa atau media penutup permukaan tanah yang berfungsi menjaga kelembaban dan suhu tanah dari proses evaporasi di perkebunan kelapa sawit sekaligus juga berperan sebagai nutrient pupuk alami bagi tanah dan tanaman. Ketika mulsa organik telah mengalami penguraian menyeluruh, mungkin menawarkan nutrisi. Karena tuntutan tanaman, tidak semua tandan kosong sawit yang tersisa setelah pembuatan kelapa sawit dimanfaatkan sebagai mulsa. Tandan kosong kelapa sawit (EFB) yang tidak dikelola dengan baik akan berdampak pada lingkungan. efek negatif manajemen yang buruk terhadap lingkungan mengakibatkan peningkatan emisi rumah kaca (GRK). Gas rumah kaca karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida dihasilkan dari aktivitas manusia yang menyebabkan pemanasan global (N2O). Oleh karena itu, dengan menggunakan teknik Life Cycle Assessment (LCA), sangat penting untuk mengevaluasi dan menentukan dampak lingkungan dari pemanfaatan tandan buah sawit kosong sebagai mulsa. LCA adalah teknik untuk menghitung kemungkinan efek dari suatu proses, seperti mengubah tandan buah sawit kosong menjadi mulsa, dimulai dengan operasi pengangkutan dan diakhiri dengan aplikasi ke bumi.
KAJIAN LIFE CYCLE ASSESSMENT DAN LIFE CYCLE COST PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP Nurbaiti, Geafiata Amalia; Karnaningroem, Nieke
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 1 (2024): FEBUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i1.4005

Abstract

Pembangkit listrik tenaga gas uap menyumbang kontribusi terhadap lingkungan. Semakin meningkatnya permintaan produksi listrik, maka semakin tinggi pula dampak lingkungan yang dihasilkan akibat dari aktivitas proses produksinya. Namun, di sisi lain dengan besarnya dampak lingkungan yang muncul, analisis finansial terkait dampak lingkungan juga penting dilakukan agar perusahaan tersebut memahami besarnya nilai ekonomi dari dampak lingkungan jika dikonversikan ke dalam kurs mata uang. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukanlah suatu penelitian dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dan Life Cycle Cost (LCC). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan dan mengkaji potensi dampak lingkungan serta menganalisis biaya kategori dampak lingkungan yang muncul dari serangkaian daur hidup produk listrik. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa lingkup gate memberikan kontribusi dampak lebih besar daripada lingkup lainnya dengan dampak lingkungan terbesar adalah global warming potential. Hasil analisis LCC menunjukkan bahwa lingkup gate memberikan kontribusi biaya dampak lingkungan lebih besar dibandingkan lingkup lainnya. Biaya dampak lingkungan terbesar pada lingkup gate adalah land use.