Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Implementasi Dan Analisis Konsep Personal Learning Environment Pada Learning Management System Irwinda Putri; Kusuma Ayu Laksitowening; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sebagai aplikasi e-learning, Learning Management System (LMS) cenderung lebih  memfasilitasi kebutuhan institusi dimana tools dan konten belajar ditentukan oleh pengajar atau institusi, serta disimpan dan dikelola secara terpusat. Akibatnya, LMS kurang fleksibel bagi pelajar untuk mengelola lingkungan belajarnya sendiri. serta berkolaborasi dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain. Keterbatasan itu  dapat ditangani dalam konsep Personal Learning Environment (PLE) yang memfasilitasi pelajar membangun lingkungan belajarnya sendiri serta mendukung kolaborasi dan berbagi pengetahuan dengan pelajar lain tanpa terikat institusi. Pada penelitian ini, dikemukakan bagaimana konsep PLE dapat diterapkan pada LMS melalui sebuah aplikasi yang mendukung konsep PLE kemudian mengintegrasikannya dengan LMS. Ini memungkinkan pelajar membangun PLE-nya melalui LMS sehingga hal baru yang perlu dipelajari dapat dikurangi. Pada akhir penelitian dilakukan expert evaluation untuk mengetahui kualitas aplikasi dari segi kemudahan navigasi, program bantuan atau tutorial, teknis dan estetika, serta kualitas aplikasi dalam membangun sebuah PLE. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sudut pandang expert dua aspek terakhir dinilai sudah cukup baik. Kata kunci: learning management system, personal learning environment, expert evaluation
Optimasi Alur Kerja Ekstraksi Dan Transformasi Dalam Proses Etl Dengan Representasi State-space Dan Algoritma Heuristic-greedy Muhammad Fardan; Kusuma Ayu Laksitowening; Amarilis Putri Yanuarifiani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extraction, Transformation, dan Loading, yang lebih dikenal dengan singkatan ETL, merupakan salah satu proses yang sangat penting dalam penerapan konsep data warehouse. Secara garis besar tugas dari proses ETL adalah untuk mengumpulkan data yang berasal dari sumber data dengan sistem operasi dan environment berbeda-beda menjadi sebuah kumpulan besar data yang terintegrasi. Dengan demikian semakin besarnya jumlah data yang akan diintegrasikan maka akan semakin berat dan semakin lama pula kinerja dari proses ETL. Hal tersebut akan mempengaruhi performansi data warehouse keseluruhan. Dalam buku tugas akhir ini penulis melakukan optimasi terhadap ETL dengan representasi state-space dan algoritma heuristic-greedy yang dapat mengurangi jumlah baris data yang diproses dalam setiap transformasi. Kemudian dilakukan analisis pada hasil optimasi ETL dengan membandingkan antara cost value dan waktu eksekusi yang dihasilkan algoritma heuristic-greedy dan algoritma exhaustive. Hasil akhir dari penelitian tugas akhir ini menunjukkan waktu eksekusi algoritma heuristic-greedy jauh lebih sedikit dibandingkan dengan algoritma exhaustive, dan algoritma heuristicgreedy menghasilkan nilai cost minimal yang sedikit lebih besar atau sama dengan nilai cost minimal yang dihasilkan algoritma exhaustive. Maka dari itu algoritma heuristic-greedy memberikan solusi yang sangat baik, karena dapat menghasilkan nilai cost minimal yang cukup memuaskan jika dibandingkan dengan hasil dari algoritma exhaustive dengan waktu yang jauh lebih cepat. Kata kunci : etl, optimasi etl, data warehouse, heuristic-greedy, state-space, cost model
Implementasi ETL (Extract, Transform, Load) Pangkalan Data Perguruan Tinggi dengan Menggunakan State-Space Problem Ramanti Dharayani; Kusuma Ayu Laksitowening; Amarilis Putri Yanuarifiani
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extraction, Transformation, dan Load (ETL) adalah salah satu proses pada datawarehouse. Proses dari ETL adalah mengumpulkan data dari berbagai macam sumber. ETL adalah proses untuk mengolah data menjadi data yang bersih sesuai dengan ketentuan datawarehouse. Proses ETL pada umumnya terdiri dari berbagai macam aktivitas dan membutuhkan waktu serta memori yang cukup besar. Pada tugas akhir ini akan dilakukan implementasi ETL dengan menggunakan alur kerja state space problem pada kasus Pangkalan data perguruan tinggi. State space problem digunakan untuk menggambarkan alur proses ETL dan mencari urutan aktivitas pada proses ETL. Dari hasil pengujian ETL dilakukan perubahan urutan aktivitas dengan menggunakan transisi graf dan didapatkan hasil yang lebih optimal. Keywords— Extract, Transform, Load, ETL, state space problem, data warehouse, oracle warehouse builder
Implementasi Metode Ahp (analytical Hierarchy Process) Untuk Pengambilan Keputusan Pemilihan Tingkat Kematangan Sistem E-learning Berdasarkan Proses Emm (e-learning Maturity Model) Siti Rahmah Amaliah; Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Kusuma Ayu Laksitowening
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu sistem informasi dapat diketahui melalui tingkat kematangan suatu organisasi atau lembaga. Dari sini akan diketahui sejauh mana pengembangan manajemen proses tersebut. Dalam dunia e-learning, dibangun sebuah model eMM (e-Learning Maturity Model) yang akan menjadi kriteria pengukuran tingkat kematangan e-learning organisasi atau lembaga. Proses evaluasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan prioritas pengembangan manajemen proses sistem e-learning akan menghasilkan pembangunan rekomendasi yang lebih terarah dan efisien. eMM sebagai acuan dalam proses evaluasi kematangan e-learning memiliki banyak sekali kriteria. Berdasarkan hal tersebut, maka dibutuhkan metode AHP dalam menentukan tingkat kematangan dengan pertimbangan prioritas pengembangan manajemen proses sistem e-learning berdasarkan multikriteria eMM. Dalam penelitian ini AHP akan memecah masalah multikriteria eMM yang kompleks. Sehingga adanya proses kombinasi metode AHP dengan eMM dimana bobot prioritas AHP akan mempengaruhi proses evaluasi eMM dalam menentukan tingkat kematangan. Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan e-learning. Kondisi infrastruktur e-learning telah siap, namun kenyataannya tidak seluruh civitas akademik ITB berpatisipasi aktif didalamnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi serta peran aktif institusi dalam mendukung e-learning. Selain itu kedepannya ITB memiliki beberapa misi unggul yang perlu dicapai. Dari permasalahan di atas, maka digunakan AHP untuk mengukur tingkat kematangan e-learning ITB berdasarkan area eMM dalam membantu meningkatkan kualitas e-learning ITB. Berdasarkan hasil evaluasi, ITB berada pada tingkat kematangan 3 (defined). Hal ini menunjukkan bahwa ITB telah mengintegrasikan e-learning ke dalam perencanaan pengajaran dan pembelajaran yang strategis yang mengacu pada menstra ITB secara keseluruhan. Tujuan e-learning ITB telah dibuat namun perencanaan dan kebijakan institusi tidak lengkap dan belum matang. Sehingga dibangun sebuah rekomendasi untuk memperbaiki kualitas proses-proses tersebut dimana terdiri atas rekomendasi prioritas subarea yang perlu diperhatikan serta rekomendasi perbaikan subarea yang perlu dilakukan saat ini. Kata Kunci: e-Learning Maturity Model (eMM), Analytical Hyrarchy Process (AHP), Institut Teknologi Bandung.
Audit Tata Kelola E-learning Universitas Terbuka Pada Domain Operasi Pelayanan Berdasarkan Itil V.3 Demsy Setiawan; Kusuma Ayu Laksitowening; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang mengedepankan pembelajaran jarak jauh dalam visinya. E-learning merupakan salah satu bentuk perwujudan dari visi Universitas Terbuka untuk melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh melalui Teknologi Informasi (TI). Saat ini Universitas Terbuka sudah mendapatkan standar dalam pengelolaan organisasi (Quality Management System) melalui International Organization of Standardization 9001 (ISO9001) dan standar persiapan dalam melakukan sistem pembelajaran jarak jauh melalui International Council for Open and Education(ICDE), namun di sisi lain, E-learning Universitas Terbuka dipandang membutuhkan standar yang bisa memberi panduan dalam pengelolaan layanan (service) TImelalui E- learning setiap harinya. Jumlah mahasiswa Universitas Terbuka yang mencapai enam ratus ribu makin menuntut pelayananyang setiap hari semakin baik. Dengan alasan diatas, makaInformation Technology Infrastructure Library version 3 (ITIL v.3) dapat menjadi panduan yang tepat karena memiliki kumpulan best practice dalam mengelola layanan melalui TI. Penelitian dilakukan untuk menghasilkan saran perbaikan untuk organisasi dari tingkat kematangan yang ditunjukkan oleh pelayanan melalui E-learning dan dokumen petunjukpelaksanaanaudit tata kelola pada domainOperasi Pelayanan (service operation) berdasarkan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) v.3. Sedangkan dalam penelitian kali ini, yang diaudit adalah E-learning Universitas Terbuka. Alasan pemilihan standar ITIL v.3 adalah karena merupakan standar berbasis pelayanan, sehingga lebih cocok diterapkan dibandingkan standar yang lain. Domain yang dipilih yaitu service operation (operasi pelayanan) dari 5 domain yang dimiliki ITIL karena service operation adalah domain yang paling intim menyentuh hubungan penyedia layanan dengan user. Selain itudomain service strategy, service design, dan service transition sebagian besar sudah tercakup dalam standar sebelumnya yang dimiliki oleh Universitas Terbuka yaitu ISO9001 dan ICDE. Analisis dimulai dengan pengumpulan data melalui interview, observasi, dan kuesioner berupa form self-assessmentyang ditujukan kepada manajemen E-learning Universitas Terbuka dengan fokus penelitian pada domain service operationITIL v.3. Melalui pengumpulan data tersebut kemudian akan dipetakan tingkat kematangan dari pelayanan melalui e-learning pada Universitas Terbuka, dan dihasilkan dokumen petunjuk pelaksanaan audit tata kelola pada domain Operasi Pelayanan. Hasil dari tugas akhir ini adalah E-learning universitas Terbuka memiliki tingkat kematangan implementasi ITIL v.3 pada domain Operasi Pelayanan sebesar 2.91, kemudian ITIL diberikan saran perbaikan bagi pelayanan rutin harian yang dimiliki dan dokumen petunjuk pelaksanaanaudit tata kelola pada domain Operasi Pelayanan untuk digunakan manajemen Universitas Terbuka di masa mendatang. Kata Kunci: itil v.3, service operation, e-learning governance, Universitas Terbuka
Deteksi Awal Kelulusan Mahasiswa Dengan Algoritma Jaringan Syaraf Tiruan Dan Information Gain Hafiyy Viazola Aziz; Kusuma Ayu Laksitowening; Ibnu Asror
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persentase kelulusan tepat waktu mahasiswa menjadi salah satu poin penilaian oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang akan berpengaruh pada nilai akreditasi perguruan tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi pentingnya mendeteksi kelulusan mahasiswa seawal mungkin sehingga bisa dilakukan tindakan preventif untuk mahasiswa yang terdeteksi kelulusannya tidak tepat waktu,baik itu dari pihak perguruan tinggi maupun individu. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan persentase kelulusan tepat waktu mahasiswa Fakultas Informatika Universitas Telkom akan meningkat. Deteksi dini ini dapat dilakukan dengan teknik data mining yaitu klasifikasi, klasifikasi dapat dilakukan dengan berbagai teknik maupun algoritma, di antaranya dengan algoritma Jaringan Syaraf Tiruan dan Information Gain. Algoritma jaringan syaraf tiruan akan menghasilkan nilai akurasi berdasarkan atribut yang diperoleh dari nilai Information Gain, sedangkan Information Gain akan mencari nilai entropy dari setiap atribut sehingga diketahui atribut yang berpengaruh untuk diproses di algoritma jaringan syaraf tiruan yang akan menghasilkan akurasi yang optimal. Hasil dari penelitian ini berupa atribut yang paling berpengaruh berdasarkan Information Gain dan akurasi prediksi dengan algoritma jaringan syaraf tiruan. Atribut yang dipakai berjumlah 60% dari total atribut yang menghasilkan akurasi 74.5% untuk tingkat 1, 78.6% untuk tingkat 2, 81.9% untuk tingkat 3, dan 83.6% untuk tingkat 4. Kata kunci : educational data mining, Klasifikasi, Information gain, Jaringan syaraf tiruan
Perancangan dan Pengembangan UI/UX Aplikasi Pembelajaran Berbasis Microlearning dengan Menggunakan Metode User-Centered Design di Balai Latihan Kerja Banten Haryo Putranto, Bagas; Ayu Laksitowening , Kusuma
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Kemajuan teknologi yang terus meningkat menuntut manusia untuk beradaptasi dalam bidang Pendidikan dan pelatihan. Dampak yang muncul dari perkembangan teknologi metode pembelajaran yang berbasis microlearning. Platform microlearning pun menjadi sarana yang dapat memudahkan para peserta dan instruktur di balai latihan kerja untuk berinteraksi dan belajar secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengastasi permasalahan tersebut dengan merancang dan mengembangkan website pembelajaran berbasis microlearning menggunakan metode User-Centered Design (UCD) pada balai Latihan kerja Banten. Pemilihan metode User-Centered Design sebagai metodologi pengembangan website didasarkan pada kebutuhan untuk fokus pada pengalaman dan kebutuhan peserta, memastikan kualitas desain, serta memudahkan dan mempersingkat waktu pembelajaran para peserta untuk mempelajari materi. Pada proses pengembangan website, tentunya mengikuti pendekatan User-Centered Design dimulai dengan perencanaan dan perancangan UI/UX, penjadwalan, implementasi, serta pengujian. Kata kunci— Microlearning, balai latihan kerja, usercentered design, website
Penerapan Gamifikasi Dalam Rancang Ulang User Experience Website Buildwithangga Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Menggunakan Metode Design Thinking Labib, Nabiil Azzumar; Herdiani , Anisa; Laksitowening, Kusuma Ayu
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Perkembangan website sebagai media pembelajaran banyak dimanfaatkan oleh khalayak ramai.Adanya online course atau kursus online hadir sebagai media pembelajaran yang dapat diakses dari mana saja dankapan saja. Permasalahan yang ada saat pembelajaran dengan kursus online berdasarkan user experience platformBuildwithangga yaitu motivasi pengguna dalam belajar berada dalam tingkat sedang dan dibuktikan denganpengujian pra penerapan solusi yang telah dilakukan pada 30 orang pengguna kursus desain pada websiteBuilwithangga didapat 63.33% motivasi berada di tingkat sedang dan diperlukan solusi untuk mendorongpeningkatan motivasi. Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan motivasi belajar yaitu gamifikasi.Gamifikasi merupakan menambahkan elemen game kedalam konteks non-game dengan melibatkan pengguna dan memotivasi pengguna. Metode yang digunakan dalammerancang design gamifikasi adalah design thinking. Pengujian untuk mengetahui peningkatan motivasi belajarsebelum dan sesudah menggunakan gamifikasi menggunakan Instructional Materials Motivation Survey(IMMS). Penggunaan metode design thinking pada penelitian ini dalam menerapkan gamifikasi untukmeningkatkan motivasi belajar telah sesuai dengankebutuhan pengguna. Hasil pengujian setelah penerapan gamifikasi menujukkan peningkatan motivasi pengguna, pengguna dengan tingkat motivasi tinggi dalam belajaryaitu sebesar 80%. Dari hasil pengujian motivasi didapat adanya peningkatan rata- rata tingkat motivasi dari 3.82pada pra gamifikasi dan skor rata-rata 4.22 setelah penerapan gamifikasi. Kata Kunci : online course, user experience, motivasi, gamifikasi, design thinking,Instructional MaterialsMotivation Survey (IMMS).