Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Persepi Petani terhadap Perbankan Syariah di Nagari Pandai Sikek Rizky, Muhammad Farel; Fauzan, Rusydi; Rahman, Ali; Joni , Yefri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7003

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya petani lebih memilih meminjam ke bank konvensional atau melalui sistem tradisional karena keterbatasan informasi, minimnya pemahaman tentang akad syariah, serta persepsi yang beragam terhadap perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani di Nagari Pandai Sikek terhadap perbankan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research). Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam persepsi, pandangan, dan pengalaman petani terhadap perbankan syariah berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini menekankan pada makna di balik perilaku dan pendapat petani, bukan sekadar angka atau statistik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 40 informan dari empat jorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap perbankan syariah masih beragam dan belum sepenuhnya positif. Dari total 360 jawaban responden, diperoleh 34,17% positif (123 jawaban), 29,17% netral (105 jawaban), dan 36,66% negatif (132 jawaban). Persepsi negatif tertinggi terdapat pada variabel nilai (44,16%), karena petani menilai sistem syariah tidak jauh berbeda dengan konvensional akibat cicilan yang berat dan prosedur rumit. Pada variabel informasi, persepsi negatif mencapai 35% akibat minimnya sosialisasi dan literasi keuangan syariah. Sementara itu, variabel pendidikan menunjukkan persepsi positif tertinggi sebesar 36,67%, karena pendidikan dan pengetahuan agama membantu petani memahami prinsip perbankan syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbankan syariah perlu meningkatkan sosialisasi, edukasi, serta inovasi produk agar lebih relevan dengan kebutuhan petani di pedesaan.
Analisis Minat Menabung di Bank Syariah pada Masyarakat Jorong Lubuk Juangan Marlina, Nelpa; Fauzan, Rusydi; Rahman, Ali; Joni , Yefri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat masyarakat dalam menabung di bank syariah denganĀ  di Jorong Lubuk Juangan, Nagari Aua Serumpun, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep dan produk perbankan syariah serta kecenderungan masyarakat yang masih menggunakan layanan bank konvensional dalam kegiatan transaksi keuangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan bank syariah belum sepenuhnya dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian difokuskan pada tiga indikator minat menabung, yaitu perhatian, ketertarikan, dan keinginan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menabung di bank syariah masih tergolong rendah. Pada indikator perhatian, sebesar 46,67% responden berada pada kategori rendah, 37,78% pada kategori sedang, dan 15,56% pada kategori tinggi. Pada indikator ketertarikan, sebesar 44,45% responden berada pada kategori rendah, 41,12% pada kategori sedang, dan 14,44% pada kategori tinggi. Sementara itu, pada indikator keinginan, sebesar 48,89% responden berada pada kategori rendah, 46,67% pada kategori sedang, dan 4,43% pada kategori tinggi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai prinsip dan produk bank syariah, terbatasnya akses terhadap layanan perbankan syariah, serta minimnya sosialisasi dari pihak lembaga keuangan syariah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan syariah, perluasan akses layanan, serta sosialisasi yang lebih intensif guna meningkatkan minat masyarakat untuk menabung di bank syariah.