Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Aplikasi Paket Pemupukan Organik dan Hayati Berbasis Bahan Lokal dalam Menekan Penggunaan Pupuk Fosfor Anorganik pada Tanah Calcarosol di Timor-Barat Bako, Peters O.; Airtur, Moresi M; Serangmo, Diana YL; Kiuk, Yosni
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.42707

Abstract

Calcarosol merupakan istilah yang merujuk pada tanah-tanah yang terbentuk di atas formasi batuan kapur (limestone). Permasalahan utama yang ditemui dalam kegiatan budidaya jagung di tanah Calcarosol adalah ketersediaan hara fosfor (P) yang rendah. Aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati diketahui dapat meningkatkan hara P pada tanah Calcarosol melalui beberapa mekanisme. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji keefektifan paket pemupukan organik dan hayati (PPOH) dalam menekan penggunaan pupuk P-anorganik (SP-36) pada Calcarosol di Timor Barat. Penelitian dilaksanakan melalui kegiatan percobaan di lahan milik petani di Kelurahan Penfui, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).  Perlakuan yang dicobakan meliputi: tanpa aplikasi pupuk (P0); PPOH tanpa penambahan pupuk sintetis (P1);  PPOH + 50 kg/ha SP 36 (P2);  PPOH + 100 kg/ha SP-36 (P3); PPOH + 150 kg/ha SP-36 (P4); PPOH + 200 kg/ha SP-36 (P5); dan PPOH + 250 kg/ha (P6). Hasil penelitian menunjukkan: (1) kandungan hara P jaringan tanaman pada perlakuan aplikasi PPOH + 50 kg/ha SP-36  yang tidak berbeda secara signifikan dengan perlakuan PPOH + 250 kg/ha SP-36 membuktikan bahwa dengan aplikasi PPOH, penggunaan pupuk SP-36 dapat dikurangi hingga 80% dari dosis yang umum digunakan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan hara P tanaman; (2) bobot biji pipilan kering jagung pada perlakuan PPOH saja yang tidak berbeda secara signikan dengan perlakuan PPOH + 250 kg/ha SP-36 membuktikan bahwa aplikasi PPOH mampu mensubtitusi penggunaan pupuk SP-36 di tanah Calcarosol pada musim tanam pertama pasca aplikasi.
Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula Indigeneous dan Pupuk Fosfor Anorganik dalam Upaya Peningkatan Serapan Fosfor dan Hasil Tanaman Jagung di Lahan Berkapur Pulau Timor Kiuk, Yosni; Bako, Peters O.; Ishaq, Lily F.
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.35881

Abstract

Kesuburan tanah yang rendah menjadi salah satu faktor pembatas rendahnya produksi jagung di Pulau Timor. Hal ini terutama terkait dengan ketersediaan unsur hara fosfor (P) yang rendah yang umumnya diatasi oleh petani melalui penggunaan pupuk P-anorganik. Namun demikian, kondisi tanah yang berkapur dapat menurunkan ketersediaan hara P bagi tanaman sehingga pupuk P-anorganik memiliki efisiensi yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk fosfor (P) anorganik dan inokulasi kelompok FMA yang memberikan pengaruh terbaik terhadap serapan hara P, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian di Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang dan Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana Kupang. Penelitian ini dirancang dalam percobaan faktorial 2 faktor menggunakan rancangan lingkungan berupa rancangan petak terpisah (spit plot design) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah inokulasi FMA (M) yang terdiri dari 3 taraf: tanpa inokulasi FMA (M0), inokulasi satu jenis spora FMA (M1), dan inokulasi spora FMA campuran (M2). Anak petak adalah dosis pupuk P (SP-36) (P) yang terdiri dari 4 taraf: 25% (P1), 50% (P2), 75% (P3), dan 100% (P4) dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah kandungan hara P-jaringan tanaman, tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering. Hasil penelitian menunjukkan: (1) interaksi perlakuan inokulasi FMA dengan perlakuan dosis pupuk P-anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan; perlakuan tunggal inokulasi FMA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan hara P jaringan tanaman; perlakuan tunggal dosis pupuk P-anorganik hanya berpengaruh nyata terhadap kandungan hara P-jaringan tanaman namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering, (2) inokulasi FMA baik tipe spora tunggal maupun tipe spora campuran belum mampu meningkatkan kandungan hara P jaringan tanaman namun mampu meningkatkan tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering; tidak terdapat perbedaan nyata antara perlakuan inokulasi FMA tipe spora tunggal dengan perlakuan tipe spora campuran dalam meningkatkan tinggi tanaman dan bobot 100 butir jagung pipilan kering sehingga tidak didapatkan perlakuan inokulasi FMA terbaik dalam penelitian ini, dan (3) tidak didapatkan perlakuan dosis pupuk P-anorganik yang memberikan pengaruh terbaik dalam meningkatkan serapan hara P, pertumbuhan, dan hasil tanaman jagung pada penelitian ini berkaitan dengan efisiensi pemupukan P-anorganik yang rendah pada lahan berkapur.