Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteksos

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERBAPANAS NOMOR 10 TAHUN 2022 SERTA FAKTOR – FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PADA DINAS KETAHANAN PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Novita, Widya; Thony Ak, Agoes; Wadjdi, Farid
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1452

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan melibatkan informan dari Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir, Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Organisasi Perangkat Daerah (Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan). Data dikumpulkan melalui wawancara, kuisioner dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Ketahanan Pangan Tanaman pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir berupaya menunjukkan kepatuhan dalam metodologi dan indikator Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, namun sering terkendala oleh keterbatasan anggaran dan kapasitas sumber daya manusia internal. Daya tanggap terhadap kondisi geografis dan demografis Kabupaten Ogan Komering Ilir juga terlihat, tetapi terhambat oleh minimnya koordinasi dan komitmen data dari Instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan. Faktor pendukung utama meliputi adanya regulasi yang jelas dan potensi dukungan dari pemerintah daerah, sementara faktor penghambat didominasi oleh ego sektoral, kualitas data yang bervariasi, serta kapasitas sumber daya manusia yang belum optimal di berbagai instansi. Disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan di Kabupaten Ogan Komering Ilir memerlukan penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang substansial, bukan hanya kepatuhan administratif. Saran strategis meliputi peningkatan komitmen pemerintah daerah melalui regulasi yang mengikat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Ogan Komering Ilir dan instansi terkait, standardisasi serta integrasi sistem data antar-dinas, serta optimalisasi pemanfaatan hasil Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan untuk perencanaan program yang lebih terarah dan relevan
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM DI DESA BITIS KECAMATAN GELUMBANG KABUPATEN MUARA ENIM (STUDI KASUS UMKM TUNAS BARU BERKARYA) Hartika, Dini; Thony Ak, Agoes; Sukardi, Sukardi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah, pola saluran pemasaran, dan strategi pengembangan produk olahan jamur tiram pada UMKM Tunas Baru Berkarya di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Permasalahan yang diangkat meliputi besarnya nilai tambah produk keripik jamur tiram krispy dan kerupuk jamur tiram, bentuk saluran distribusi yang digunakan, serta strategi pemasaran yang diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana responden utama adalah pemilik UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode Hayami untuk nilai tambah, analisis deskriptif kualitatif untuk pola saluran pemasaran, serta analisis SWOT yang diperkaya teori Dynamic Capabilities untuk strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan jamur tiram krispy mencapai Rp51.000/kg dengan rasio 37,78% dan keuntungan Rp20.600/kg, sedangkan pada kerupuk jamur tiram nilai tambah sebesar Rp140.500/kg dengan rasio 46,83% dan keuntungan Rp40.500/kg. Saluran pemasaran dilakukan melalui dua pola, yaitu langsung ke konsumen (offline) dan melalui perantara (reseller serta penjualan online berbasis media sosial). Strategi pemasaran yang diterapkan meliputi bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) dengan dukungan promosi dari pemerintah daerah, namun masih terbatas dari sisi distribusi, teknologi pengolahan, serta promosi digital. Analisis SWOT menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku, harga terjangkau, dan dukungan pemerintah menjadi kekuatan utama, sementara kelemahan meliputi keterbatasan distribusi, promosi, serta belum adanya analisis gizi produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan jamur tiram memiliki potensi nilai tambah yang signifikan, namun keberlanjutan usaha sangat ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta penguatan strategi pemasaran digital.