Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada Keandalan Turbin Air Jenis Cross Flow Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2014): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin cross flow merupakan jenis turbin air yang banyak digunakan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).karena dapat beroperasi pada beda ketinggian yang rendah (low head) dengan debit yang kecil, konstruksinya yang sederhana memungkinkan dapat dibuat oleh bengkel-bengkel yang memiliki peralatan standar dan mesin konvensional sederhana. Dalam PLTMH, keandalan sistem turbin air berperan penting dalam kelangsungan operasi. Berdasarkan hasil observasi, beberapa komponen turbin cross flow mengalami kegagalan komponen yang berulang-ulang maupun penurunan kualitas komponen yang menyebabkan penurunan performa PLTMH. Pada penelitian ini,metodologiFailure Mode and Effect Analysis(FMEA)diterapkan untuk menentukan modus kegagalan pada sistem turbin cross flowsecara kualitatif dan kuantitatif, untuk kemudian dapat disusunrekomendasi perbaikan dalam rangka peningkatan keandalan turbin. Sebagai tahap awal, dalam makalah ini akan dilaporkan proses identifikasi modus kegagalan, efek beserta penyebabnya, hingga diperoleh angka prioritas resiko,atau yang disebut sebagai Risk Priority Number(RPN) dari setiapmodus kegagalan komponen turbin. Dari analisis kualitatif dan kuantitatif, diperoleh hasil bahwa dari ke-28 modus kegagalan, modus kegagalan bearing macet dan poros runner patah memiliki harga RPN tertinggi, yang diakibatkan oleh ketidaksegarisan pada saat pemasangan poros turbin dengan poros puli transmisi ke generator. Berdasarkan hasil FMEA terhadap kondisi aktual turbin di atas, perbaikan dapat dilakukan terutama pada tahap instalasi turbin sehingga lebih memperhatikan kesegarisan antara poros turbin dan puli transmisiserta pemeliharaan rutin dengan melakukan pemeriksaan kondisi getaran turbin secara berkala menggunakan alat vibration meter, sehingga diharapkan keandalan PLTMH dapat meningkat.
Analisis Struktur Sambungan Lengan Rotary Crane Berkapasitas 35 Ton Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2017): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crane merupakan salah satu alat berat yang berfungsi untuk mengangkat dan mengangkut beban yang berat. Bentuk dan ukuran crane bervariasiberdasarkan fungsinya. Crane sebagai alat bantu di industri sangat berperan dalam kelancaran proses produksi. Jenis Rotary crane dirancang dan dibuat agar dapat diputar 360 derajat untuk keperluan produksi pada salah satu perusahaan produksi kertas. Karena adanya perubahan ukuranproduksi kertas,sehingga ukuran jumbo roll bertambah panjang dan tentunya harus diikuti adanya penambahan/modifikasi panjang lengan rotarycrane agar dapat mengangkat dan memindahkan jumbo roll,. Metoda elemen hingga digunakan untuk menganalisis kekuatan konstruksi hasil modifikasi lengan rotary crane. Pemodelan rotary crane menggunakan software AUTODESK AUTOCAD 2017 yang selanjutnya simulasimenggunakan Software ANSYS Workbench 14.5 trial version untuk menganalisis distribusi tegangannya. Hasil dari simulasi modifikasipanjang lengan rotarycraneini didapatkan bahwa ditribusi tegangan von mises maskimumsebesar 143 MPa dan jika dibandingkan dengan Yield Strength material sebesar 250 MPa maka safety factornya hanya 1,7 dan hal ini dinyatakan masih kurang aman. Beberapa upaya dan saran dilakukan untuk menurunkan tegangan maksimum von mises yaitu dengan cara menambahkan pelat penguat (reinforcement) pada bagian atas lengan rotary crane dengan ketebalan pelat 5 mm dan 10 mm. Hasil simulasi penambahan reinforcement memperlihatkan adanya penurunan tegangan maksimumvon mises yaitu menjadi 119 MPa untuk penambahan pelat 5 mm dan 112 MPa untuk penambahan pelat 10 mm. Dengan demikian Safety factor meningkat menjadi 2,1 dan 2,2.
ANALISIS TEGANGAN NOZZLE A1 KO DRUM VENT/FLARE 43-VZ-3601 AKIBAT CACAT PRODUKSI MENGGUNAKAN FINITE ELEMEN ANALYSIS (FEA) Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 2 No. 2 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama fabrikasi, ada ketidak sempurnaan geometri pada KO Drum Vent/Flare 43-VZ-3601 dalam bentuk ketidakbulatan (out of roundness). Analisis tegangan diperlukan untuk memastikan bahwa ketidaksempurnaan geometri ini tidak mengarah pada kegagalan waktu operasi. Analisis tegangan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ABAQUS, dengan pemodelan menggunakan Autodesk Inventor2012 dengan solid model. Nozzle A1 dipilih untuk kasus dianalisis karena akibat beban tekanan dalam dan beban ekternal mengakibatkan ketidakbulatan pada wilayah sekitar nozzle A1 paling besar. Analisis didasarkan pada ASME Bagian VIII divisi 2 dan sifat mekanik bahan berdasarkan ASME Bagian II. Efek ketidakbulatan dievaluasi dengan membandingkan hasil analisis antara geometri sempurna dengan geometri cacat yang dikenai dua kasus beban, yaitu beban tekanan internal saja dan beban gabungan (tekanan internal danbebaneksternal nozzle). Tekanan ditentukan berdasarkan tekanan desain dan beban eksternal nozzle berdasarkan GS EP PVV 211. Analisis elemen hingga difokuskan pada area nozzle, dengan beberapa penyederhanaan model bejana dengan tetap mempertimbangkan kearutan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis elemen hingga untuk kasus beban tekanan internal, terdapat peningkatan tegangan yang signifikan, khususnya di area kritis, hingga 14,3%, Namun untuk kasus beban gabungan (tekanan internal dan beban external pada nozzle), terjadi penurunan tegangan pada daerah nozlle A1. Namun demikian, hasil akhir analisis, tegangan untuk semua kasus masih di bawah batas tegangan 1,5 Tegangan yang diijinkan. Hal ini menggambarkan bahwa kondisi operasi bejana pada kondisiyang aman.
ANALISIS TEGANGAN NOZZLE X1 PADA RS-04020 HF REACTOR Kasda, Kasda
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk keperluan teknik perencanaan komponen RS-04020 HF Reactor, analisis tegangan perlu dilakukan. Analisis difokuskan pada area sekitar Nozzle X1,tempat fluid agitator tipe EM 04020 di letakan. Analisis tegangan bertujuan untuk menemukan besarnya tegangan pada top head dekat Nozzle X1 yang diakibatkan oleh dua jenis pembebanan statis, yaitu beban hidrostatiktes dan beban rencana. Pemodelan “surface model” dengan menggunakan Autodesk Inventor Versi 2012 dilakukan berdasarkan informasi dari gambar teknik. Dengan data dan informasi tentang dua kasus pembebanan statis, maka simulasi analisis elemen hingga dilakukan menggunakan software ANSYS Workbench Versi 13. Beban hidrostatik tes berupa tekanan internal sebesar 8,31 barg pada temperature ruang, sementara beban rencana, berupa tekanan internal sebesar 6 barg pada temperature rencana 225oC serta beban pada nozel akibat operasi Fluid Agitator, momen torsi sebesar 62 Nm, momen lentur sebesar 241 Nm , dan beban akibat berat sebesar 193 kgf. Hasil simulasi analisis elemen hingga menunjukkan bahwa akibat beban hidrostatik tes dan beban rencana, distribusi tegangan yang terjadi berada dalam batas yang dapat diterima. Tegangan maksimum sebesar 149 Mpa masih rendah dibandingkan dengan 197 MPa untuk kasus beban hidrostatites dan Tegangan maksimum sebesar 107 MPa masih rendah dibandingkan dengan 183 MPa untuk beban rencana. Tegangan maksimum pada kedua kasus pembebanan didominasi oleh beban tekanan internal dan bukan oleh beban nozel. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisis tegangan, desain Nozzle X1 Reaktor RS-04020 HF akibat simulasi pembebanan statis dianggap aman.
Analisis Rangka Penyiang Gulma Menggunakan Metoda Elemen Hingga Kasda, Kasda; Albayan, Bayu
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyiang adalah alat bantu petani dalam proses produksi bercocok tanam padi yang digunakan untuk membersihkan gulma di area pesawahan. Sebagaimana umumnya alat bantu pertanian, penyiang gulma memiliki kontruksi mirip mesin tractor, sehingga beban akibat komponen yang lain sebagian besar di tempelkan dibagian rangka. Oleh karena itu rangka harus memiliki konstruksi yang kokoh agar penyiang dapat berfungsi dengan baik. Simulasi elemen hingga menggunakan software Ansys Workbench 15.0 dilakukan guna merancang dan menganalisis model serta kekuatan dari konstruksi rangka. Dengan beban total pada rangka sebesar 467 N yang dirempatkan terdistribusi merata disekitar lengan rangka, maka hasil simulasi analisis metode elemen hingga memperlihatkan tegangan maksimum Von Misses sebesar 96.18 MPa yang terletak disekitar percabangan lengan rangka bagian atas . Tegangan maksimum ini lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan luluh material sebesar 366 MPa. Safety factor yang terdistribusi diseluruh kontruksi rangka memiliki nilai paling kecil sekitar 2,6. Sementara itu defleksi masksmium sebesar 7,54 mm terjadi pada bagian pegangan rangka dengan tegangan rata rata sebesar 18 MPa. Dengan demikian berdasarkan analisis simulasi metoda elemen hingga, rangka penyiang gulma dapat dinyatakan dalam kondisi aman.
Perancangan Dan Pengujian Sistem Penggerak Penyiang Gulma Kasda, Kasda; Wijaya, Asep Kurnia
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 3 No. 1 (2018): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam satu kali musim bercocok tanam padi, proses produksi mulai dari tahapan persiapan sampai dengan panen raya cukup banyak menyerap tenaga kerja. Mulai dari proses pembajakan tanah, penyemaian, tandur, penyiangan dan panen raya,. Proses penyiangan merupakan suatu kegiatan pembersihan gulma pada dapuran padi yang secara rutin dilakukan minimal dua kali dalam satu kali musim bercocok tanam yaitu pada saat umur padi 15 hari dan 40 hari. Karena proses penyiangan gulma memerlukan waktu serta biaya yang tidak murah, serta ketersediaan angkatan tenaga kerja yang semakin langka, maka perancngan, pembuatan dan pengujian mesin penyiang gulma merupakan satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas, agar proses penyiangan berjalan lebih efektif dan efisien. Tahapan perancangan penggerak mesin penyiang meliputi komponen utama penggerak seperti torsi roda, rasio dan jenis gear box, ukuran dan rasio gear sprocket, poros dan bearing. Dengan spesifikasi daya motor penggerak yang dipilih sebesar 1,6 Hp dan 7000 rpm, serta rasio gear box 15:1, maka dari pengujian mesin penyiang menghasilkan kerja efektif rata-rata 0,055 ha/jam, kerja teoritis 0,04, kecepatan penyiangan 0,78 m/s, efesiensi 66%, gulma yang tidak tersiang 4,5%, waktu belok 20%, kerusakan tanaman padi 2,5%, bahan bakar membutuhkan 13liter/ha dan biaya penyiangan Rp.335.000 /ha.
Evaluasi Ketangguhan Alumunium terhadap Beban Dinamis melalui Pengujian Impak Charpy Takikan V Trisanti, Trisanti; Susanto, Dian; Kasda, Kasda; Rachman, Maulana; Irawan, Yusril
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 7 No. 1 (2023): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/ftk.v7i1.1949

Abstract

This study evaluates the toughness of aluminum against dynamic loads through V notch Charpy impact testing. Tests were conducted on aluminum specimens with varying temperatures to observe their effect on impact energy, fracture type, and transition temperature. The methodology involved the use of an impact machine to present consistent and reliable data. The main findings include the influence of V notches on the impact characteristics of aluminum, identifying critical zones that may experience deformation or cracks. Results show that impact energy and the predominance of ductile fracture increase with higher temperatures. At low temperatures, brittle fracture is dominant. A transition temperature curve was successfully drawn, showing the change in material properties from ductile to brittle. It has been demonstrated that V notch Charpy impact testing is useful for evaluating aluminum toughness and can help improve the design and safety of aluminum components in dynamic load applications.
Pengujian Kekerasan dan Keausan Kampas Rem Sepeda Motor Maulana Rachman; Kasda Kasda; Wardaya Wardaya; Sandi Ramahdan
Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Mars : Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro Dan Ilmu Komputer
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/mars.v2i3.333

Abstract

This study is to determine the hardness and wear of two original and local brake pads on motorcycle brakes by conducting rockwell hardness and wear tests. This test was conducted at the B4T Bandung Automotive Laboratory with results at a load of 60 Kgf, a steel ball indenter with a diameter of 1/12 inch. The results show that the average value of the local brake pad hardness level is 66.7 HR and the average value of the original brake pad is 84.93 HR proving that the highest level of hardness is found in the original brake pad. Wear testing that the original brake canvas sample initial weight 75 gr with 3 variable testing time namely test 1 around 4 minutes obtained 71 gr with eroded weight 4 gr, test 2 around 8 minutes obtained 69 gr with eroded weight 6 gr, test 3 around 12 minutes with weight 67 gr, test 3 around 12 minutes obtained 67 gr with eroded weight 8 gr local brake canvas initial weight 74 gr with 3 variable testing time namely test 1 around 4 minutes obtained 69 gr with eroded weight 5 gr, test 2 around 8 minutes obtained 60 gr eroded with eroded weight 14 gr, test 3 got 56 gr with eroded weight 18 gr, from both samples the results of wear testing that the original and local brake canvas found that the original canvas wear is harder than the local type of canvas.
Analisis Pengujian Hydrotest Pemadam Api Ringan Dry Chemical Powder 4 Kg Rachman, Maulana; Kasda, Kasda; Friyanto, Didit
MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur) Vol. 8 No. 2 (2024): MESA (Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Sipil, Teknik Arsitektur)
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35569/ftk.v8i2.1982

Abstract

Abstrak Peralatan pemadam kebakaran permanen dan pemadam kebakaran ringan (APAR), adalah perangkat untuk memadamkan api akibat kebakaran. Apar sesudah dan sebelum di gunakan. Pengujian ini sangatlah penting di lakukan untuk mengetahui kesiapan apar harus dapat di gunakan setiap saat dan berfungsi dengan baik. Maka di perlukan pemeriksaan berkala mulai dari kondisi fisik, volume, masa penggunaan. Untuk penggunaan di perlukan diadakan pelatihan atau sosialisasi penggunaan apar dry chemical powder untuk semua aktifitas di daerah yang berpotensi kebakaran. Pengujian tekan APAR yang sudah diisi dengan media air, selanjutnya diuji secara hydrotest. Dengan memberikan tekanan sebesar 1,5 kali dari tekanan kerja normal yaitu 1,5 x 15 = 30 bar. Pengetesan ini dilakukan selama 30 detik. Setelah pengujian dilakukan, cek apakah ada sisi tabung APAR yang mengalami kebocoran dan penurunan tekanan. Dari hasil uji di tabel mulai tabung no 1 sampai dengan no 10 yaitu mulai dari tekanan terendah 372/26.20 psi/bar dan tertinggi 399/27.51 psi/bar. Maka tabung tersebut masih dapat di gunakan dengan tekanan maximum 30 bar. Jika terjadinya kebocoran serta penurunan tekanan APAR merupakan indikasi bahwa tabung APAR tersebut sudah tidak aman (distorsi) dan tidak layak untuk digunakan. Kata Kunci: , api , kelas , apar , hydrotest, pemadam
Pendampingan Pelatihan Pengoperasian Mesin Potong Rumput Untuk Optimalisasi Panen Rumput Gajah Pada Kelompok Tani Mandiri Rancage Curugrendeng Jaja Jaja; Kasda Kasda; Bety Miliyawati; Zoffan Wahidi; Aldi Suparman; Yadi Faturohman
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.1014

Abstract

Kelompok Tani Mandiri Rancage Curugrendeng memiliki jumlah anggotanya sebanyak 63 orang dan saat ini berkegiatan dalam usaha budidaya rumput dengan luas kebun mencapai 62 hektar yang tersebar di tiga wilayah yaitu di Subang, Sumedang dan Purwakarta. Hasil panen berupa rumput segar dikirim ke industri peternakan sapi yang ada di sekitar Subang dan Bandung. Setiap kelompok rata-rata dapat mengirim rumput setiap bulannya sekitar 180 ton. Kondisi saat ini kelompok tani masih mengalami masalah dalam peningkatan panen rumput karena keterbatasan sumber daya manusia untuk memanen. Dengan cara panen yang manual dan alat bantu arit dan parang, hasil panennya baru mencapai 6-7 ton/hari/7jam yang dikerjakan oleh lima orang mulai dari memotong, mengumpulkan serta memuat ke dalam mobil truk.Untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi pada kelompok tani Mandiri Rancage, maka Tim Pengabdian Universitas Subang melakukan pendampingan pelatihan pengoperasian mesin pemotong (reaper 4GL120, hand tractor 101 Diesel 188) untuk memanen rumput,Hasil dari pendampingan pelatihan pengoperasian mesin pemotong, terpilih dua orang operator untuk mengoperasikan mesin pemotong dan hasil aplikasi mesin dilapangan ada peningkatan kapasitas panen rumput rata-rata mencapai 10-14 ton/hari.