Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB BERHENTINYA LAYANAN SISTEM ANGKUTAN UMUM MASAL DI KOTA CILEGON Alan Gita Kristian; Pradhana Wahyu Nariendra; Hartati Mediyanti Pakpahan
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol. 27 No. 1 (2026): Techno Volume 27 No.1 April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v27i1.28586

Abstract

Penyelenggaraan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) Cilegon pada rute Terminal Seruni – Ciwandan, dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat Kota Cilegon, namun saat ini layanan tersebut telah berhenti beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab berhentinya operasi SAUM serta merumuskan alternatif untuk pengoperasian kembali. Pendekatan sistem angkutan umum yang mencakup infrastruktur, kendaraan, regulator, operator, pengguna, dan teknologi digunakan sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah Analytical Network Process (ANP) dengan bantuan Super Decisions. Tahap pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden ahli sebanyak tujuh orang. Hasil analisis menunjukkan kriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah pengguna dengan bobot sebesar 18,268%, serta sub kriteria minat pengguna menjadi subriteria yang memiliki bobot terbesar dari kriteria pengguna. Sementara itu, berdasarkan penilaian responden dan pengolahan data yang dilakukan, alternatif yang diusulkan adalah melakukan perencanaan ulang yang lebih tepat dan terarah, dengan bobot 59% dibandingkan melakukan perbaikan dan pengoptimalan layanan yang sudah ada. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan minat pengguna menjadi faktor utama berhentinya operasi SAUM Cilegon, dan perencanaan ulang menjadi alternatif yang tepat untuk layanan ini dapat beroperasi kembali
Calibration of HDM-4 Model for Fuel Consumption in Heavy-Duty Trucks: Integration of Telematics, Engine Speed, and Aerodynamics Pradhana Wahyu Nariendra; Melia Eka Lestiani
Automotive Experiences Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.12862

Abstract

Fuel efficiency in heavy-duty trucks in Indonesia faces significant challenges, while the current HDM-4 fuel consumption model has limitations in reflecting local conditions. This study calibrates the HDM-4 model using telematics data, engine speed modeling, aerodynamic simulations, and calibration factors. The novelty lies in updating parameters such as engine speed, vehicle frontal area, and calibration factors for engine power efficiency (Kpea) and rolling resistance (Kcr2) to account for tire-road interaction in Indonesian conditions. Data were collected from 5-axle trucks on the Tanjung Priok”“Bandung toll road, analyzed using regression, Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations, and non-parametric paired tests. Results show updated engine speed parameters (RPM_a0 = 680.11, RPM_a1 = -4.9031, RPM_a2 = 0.3858, RPM_a3 = -0.0028), a drag coefficient of 1.0556, and a frontal area of 8.2 m². Calibrating Kpea and Kcr2 (both 0.6) improved prediction accuracy, with no significant difference between predicted and observed data (p = 0.186). The enhanced HDM-4 model supports operational decisions, infrastructure planning, and sustainable transport policies, improving energy efficiency, reducing emissions, and boosting national logistics competitiveness.
Penilaian Kualitas dan Perbaikan Layanan Angkutan Kota di Cilegon Sinaga, Nataniel Danu Admaja; Pakpahan, Hartati Mediyanti; Nariendra, Pradhana Wahyu
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol. 13 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v13i2.1963

Abstract

Penurunan jumlah penumpang angkot di Kota Cilegon diduga akibat rendahnya kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kesenjangan antara persepsi dan ekspektasi penumpang, mengidentifikasi atribut perbaikan, dan menentukan prioritas perbaikan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 68 penumpang (ditentukan dengan menggunakan rumus Lemeshow) serta wawancara dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Cilegon. Analisis Service Quality mengungkap nilai gap negatif pada semua dimensi kualitas pelayanan. Kemudian, pemetaan atribut layanan pada Kuadran I yang merupakan area dengan kepentingan tinggi namun kinerja rendah menggunakan Importance Performance Analysis, dan pembobotan prioritas melalui Analytic Hierarchy Process mengonfirmasi kelayakan sarana (26%) sebagai fokus utama, diikuti kenyamanan berkendara (23%), keselamatan (18%), ketepatan waktu (17%), dan kebersihan (15%). Temuan penelitian ini menyediakan kerangka strategis berbasis data bagi pengelola angkot Cilegon untuk merancang kebijakan dan intervensi operasional yang tepat sasaran guna meningkatkan kepuasan dan kepercayaan masyarakat.
Impact of Overloading and Overdimensioned Loads on Vehicle Aerodynamics and Operating Costs Using CFD Simulation and HDM-4 Model: Pengaruh Beban dan Dimensi Muatan Berlebih Terhadap Aerodinamika dan Biaya Operasi Kendaraan Berbasis Simulasi CFD dan Model HDM-4 Pradhana Wahyu Nariendra; Juanita Juanita
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 10 No. 1, March 2026: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v10i1.30021

Abstract

Overdimension and overloading (ODOL) practices in coal transport trucks in Indonesia contribute to increased Vehicle Operating Costs (VOC), energy inefficiency, and accelerated road infrastructure deterioration. Although the HDM-4 model has been widely applied for operational cost estimation, most previous studies rely on default aerodynamic parameters that do not adequately represent geometric changes caused by excessive loading. This study aims to develop a more accurate VOC estimation by integrating Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations with calibration of the HDM-4 Level II model under progressive overload conditions. The analysis was conducted on open-body trucks with a 1.2 axle configuration across five loading scenarios ranging from 8 to 12 tonnes. Actual aerodynamic parameters, including frontal area (AF) and drag coefficient (Cd), were obtained through CFD simulations and incorporated into the HDM-4 model to estimate fuel, lubricant, and tyre costs. The results indicate that increasing the payload from 8 to 12 tonnes enlarges the frontal area from 4.08 m² to 4.69 m² and raises the drag coefficient from 0.73 to 0.87, thereby increasing aerodynamic resistance and engine power demand. Economically, this condition leads to a 13.06% increase in fuel costs and a 3.55% increase in tyre costs compared with the standard load condition. These findings demonstrate that integrating actual aerodynamic parameters into the HDM-4 framework produces VOC estimates that are more sensitive to variations in loading configuration. The proposed approach provides methodological contributions to evaluating the economic impacts of ODOL practices and supports the strengthening of overload control policies.   ABSTRAK (Bahasa Indonesia) Praktik Overdimension dan Overloading (ODOL) pada truk angkutan batubara di Indonesia berkontribusi terhadap peningkatan Biaya Operasi Kendaraan (BOK), pemborosan energi, dan percepatan kerusakan infrastruktur jalan. Meskipun model HDM-4 telah banyak digunakan untuk estimasi biaya operasional, sebagian besar studi masih mengandalkan parameter aerodinamika default yang belum merepresentasikan perubahan geometri akibat muatan berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan estimasi BOK yang lebih akurat melalui integrasi simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan kalibrasi model HDM-4 Level II pada kondisi overload progresif. Analisis dilakukan pada truk bak terbuka konfigurasi sumbu 1.2 dengan lima skenario muatan antara 8 hingga 12 ton. Parameter aerodinamika aktual berupa luas area frontal (AF) dan koefisien hambatan (Cd) diperoleh melalui simulasi CFD dan digunakan sebagai input kalibrasi dalam model HDM-4 untuk menghitung biaya bahan bakar, pelumas, dan ban. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan muatan dari 8 menjadi 12 ton meningkatkan AF dari 4,08 m² menjadi 4,69 m² dan menaikkan Cd dari 0,73 menjadi 0,87, yang memperbesar hambatan aerodinamis dan kebutuhan daya mesin. Secara ekonomi, kondisi tersebut meningkatkan biaya bahan bakar sebesar 13,06% dan biaya ban sebesar 3,55% dibandingkan muatan standar. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi parameter aerodinamika aktual ke dalam HDM-4 menghasilkan estimasi BOK yang lebih sensitif terhadap perubahan konfigurasi muatan. Pendekatan ini memberikan kontribusi metodologis dalam evaluasi dampak ekonomi praktik ODOL serta mendukung penguatan kebijakan pengendalian muatan berlebih.