Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia Pati Aren Asetat Fosfat pada Berbagai Konsentrasi Natrium Trimetafosfat dan Tripolifosfat [Physicochemical Characteristics of Phosphate Acetate Arenga Starch on Various Concentrations of Natrium Trimetaphosphate Tripolyphospha] Rahim, Abdul; Sukmawati, Sukmawati; Kadir, Syahraeni; Jusman, Jusman; Rahmi, Rahmi; If'all, If'all
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.119-125

Abstract

The use of native arenga starch is limited, therefore modification is needed. The objectives of this study was to obtain the optimum concentration of mixed sodium trimetaphospate (STMP) and sodium tripolyphospate (STPP) ratio in the acetylated-cross linked combination that based on the physicochemical characteristics of the modified arenga starch. The study was conducted in March-August 2018 at the Agroindustry Laboratory, Faculty of Agriculture, Tadulako University Palu, Central Sulawesi. This research was compiled using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of seven levels of treatment and repeated three times, 21 experimental units in total. The treatments used were native arenga starch and concentration of mixed STMP:STPP (99:1). The level of treatment used were 2%, 4%, 6%, 8%, 10% and 12%. Analysis variables included viscosity, emulsion separation volume, water and oil holding capacity, swelling power and solubility. The results showed that the best concentration of STMP and STPP ratio was 2%. The physicochemical characteristics produced in viscosity, swelling power, and solubility of starch phosphate acetate arenga starches were smaller than native arenga starch. However, in the emulsion separation volume, water and oil holding capacity of phosphate acetate arenga starches are greater than native arenga starch. Viscosity and solubility of phosphate acetate arenga starches increase as the concentration of STMP and STPP ratios is rising. However, the emulsion separation volume, water holding capacity, oil holding capacity and swelling power decrease concentration of the mixed STMP and STPP ratios is rising.ABSTRAK Penggunaan pati aren alami masih terbatas, sehingga perlu dilakukan modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi campuran rasio Natrium Trimetafosfat (NTMF) dan Natrium Tripolifosfat (NTPF) yang optimum pada kombinasi asetilasi-ikat silang berdasarkan karakteristik fisikokimia pati aren hasil modifikasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2018 di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 21 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan berupa pati aren alami dan konsentrasi campuran rasio NTMF:NTPF (99:1). Adapun taraf perlakuan yang digunakan yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, 10% dan 12%. Variabel analisis meliputi viskositas, volume pemisahan emulsi, daya menahan air dan minyak, daya mengembang dan kelarutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi  rasio NTMF dan NTPF yang terbaik adalah 2%. Karakteristik fisikokimia yang dihasilkan pada viskositas, daya mengembang, dan daya kelarutan pati aren asetat fosfat lebih kecil dibandingkan pati alami. Namun pada volume pemisahan emulsi, daya menahan air dan minyak memiliki pati aren asetat fosfat lebih besar dibandingkan pati alami. Viskositas dan daya kelarutan pati aren asetat fosfat meningkat seiring meningkatnya konsentrasi rasio NTMF dan NTPF. Namun pada volume pemisahan emulsi, daya menahan air, daya menahan minyak dan daya mengembang menurun seiring meningkatnya konsentrasi campuran rasio NTMF dan NTPF.
KAJIAN EFEKTIFITAS MIKROBA AZOTOBACTER SP. SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) Rahmi Rahmi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.858 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v3i2.77

Abstract

KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERUPUK DARI FORMULA TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata Durchesne ex poir) DENGAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) Fitriani Fitriani; Syahraeni Kadir; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 2 (2020): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan formula tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang memberikan karakteristik fisik dan kimia kerupuk terbaik dan mendapatkan formula tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang memberikan karakteristik organoleptik yang disukai oleh panelis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk karakteristik fisik dan kimiawi dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk karakteristik organoleptik. Adapun penelitian menggunakan satu faktor yang terdiri dari lima taraf formula, yaitu P1 = Tanpa Tepung Labu Kuning dan Tanpa Tepung Daun Kelor, P2 = 30% Tepung Labu Kuning, P3 = 29% Tepung Labu Kuning dan 1% Tepung Daun Kelor, P4 = 28% Tepung Labu Kuning dan 2% Tepung Daun Kelor, P5 = 27% Tepung Labu Kuning dan 3% Tepung Daun Kelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kerupuk yakni daya kembang yang terbaik 141,92% (tanpa tepung labu kuning dan tepung daun kelor). Karakteristik kimia kerupuk yang dihasilkan pada kombinasi tepung labu kuning dan tepung daun kelor yang terbaik diantaranya kadar air yakni 2,49% (tanpa tepung labu kuning dan tepung daun kelor), kadar lemak yakni 20,64% (30% tepung labu kuning), kadar serat dan kapasitas antioksidan yakni 1,10% dan 59,53% (28% tepung labu kuning dan 2% tepung daun kelor). Uji organoleptik (warna, aroma, kerenyahan dan rasa) menunjukkan bahwa kerupuk yang paling disukai oleh panelis yakni kerupuk yang terbuat dari 30% tepung labu kuning.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) PADA BERBAGAI UKURAN UMBI DAN JENIS PUPUK KANDANG Bustar Bumbungan; Idham Idham; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari kombinasi berbagai ukuran umbi dan jenis pupuk kandang, agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik pada sistem budidaya bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, mulai bulan Januari sampai dengan April 2019. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola Faktorial. Faktor pertama : 0,69 g umbi kecil, 1,18 g umbi sedang, 1,64 g umbi besar, sedangkan faktor kedua : 10 ton ha-1 = 2 kg petak-1 pupuk kandang ayam, 10 ton ha-1 = 2 kg petak-1 pupuk kandang kambing, 10 ton ha-1 = 2 kg petak-1 pupuk kandang sapi. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan, setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali, sehingga secara keseluruhan terdapat 27 petak percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan ukuran umbi pada masa pertumbuhan yang lebih baik yaitu menggunakan ukuran umbi besar (1,64 g), pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan pada masa produksi Penggunaan ukuran umbi yang terbaik yaitu menggunakan ukuran umbi sedang (1,18 g), pada semua pengamatan hasil produksi tanaman tersebut. sedangkan pemberian perlakuan jenis pupuk kandang yang lebih baik yaitu menggunakan jenis pupuk kandang ayam 10 ton ha-1 = 2 kg petak-1, pada semua parameter pengamatan tanaman bawang putih. Perlakuan kombinasi berbagai ukuran umbi dan jenis pupuk kandang tidak memberikan pengaruh yang signifikan Semua parameter pengamatan.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum frutescens L) PADA PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN MULSA Fifi Mukaroma; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cabai merah (Capsicum frutescens L) merupakan salah satu komoditi sayuran yang strategis untuk dikembangkan karena memiliki tingkat ekonomis tinggi. Tujuan dari penelitian ini ialah mendapatkan pengaruh vermikompos, beragam mulsa serta interaksi keduanya dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai, mendapatkan dosis vermikompos yang baik dan mendapatkan jenis mulsa yang sesuai terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian ini dilakukan di Lahan Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Percobaan ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yaitu dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Berikut perlakuan yang digunakan: faktor 1, V0= tanpa vermikompos, V1= vermikompos 10 ton/ha-1 setera dengan (6,4 kg/petak-1), V2= vermikompos 20 ton/ha-1 setara dengan (12,8 kg/petak-1) dan faktor 2, M0= tanpa mulsa, M1= mulsa jerami padi, M2= mulsa plastik hitam perak. Bibit cabai merah ditanam dengan jarak 40 cm x 50 cm di petakan dengan ukuran 2 m x 3,2 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah cabang. Perbedaan jenis mulsa berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah. Interaksi vermikompos dan beragam mulsa berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan jumlah cabang tanaman cabai merah. Dosis vermikompos sebanyak 20 ton/ha-1 (12,8 kg/petak-1) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa vermikompos. Mulsa jerami padi memberikan hasil yang lebih baik terhadap jumlah buah percabang, berat buah percabang dan total berat buah pertanaman, dibandingkan dengan mulsa plastik hitam perak, tetapi tidak berbeda dengan perlakuan tanpa mulsa.
RESPONS PERTUMBUHAN JAGUNG UNGU (Zea Mays L.) PADA BERBAGAI CEKAMAN SALINITAS Nurul Kamariah; Rahmi Rahmi; Jeki Jeki
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung penting dalam upaya peningkatan ekonomi pertanian dunia dan Ketertarikan akan jagung ungu banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Salinitas merupakan salah satu faktor pembatas utama yang mampu menyebabkan menurunya pertumbuhan dan produktivitas suatu jenis tanaman. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan ketersediaan lahan, perlu dilakukan upaya untuk mendapatkan tanaman yang mampu tumbuh pada kondisi cekaman lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon Jagung Ungu terhadap cekaman salinitas yang dapat menurunkan potensial air yang ada pada lingkungan dengan konsentrasi NaCl yang berbeda. Penelitian ini dilaksankan di Green house Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan berlangsung pada bulan Agustus sampai Oktober 2020. Penelitian ini menggunakan Rancanan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan konsentrasi NaCl yaitu 0 ppm (P0), 1.500 ppm (P1), 3.500 ppm (P2), 5.500 ppm (P3). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Hasil penelitian memperoleh bahwa pemberian larutan NaCl dengan level yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering tanaman dengan rata-rata tertinggi yaitu kontrol 11,54 g dan konsentrasi sedang 4,72 g. Interaksi cekaman salinitas dengan perlakuan kontrol tidak berbeda nyata dengan konsentrasi rendah dan konsentrasi tinggi namun berbeda nyata dengan konsentrasi sedang, dan pemberian NaCl dengan konsentrasi rendah 1.500 ppm menghambat pertumbuhan jagung ungu.
EFEKTIFITAS MIKROBA EPIFIT PADA PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN VEGETATIF PADI GOGO LOKAL Ismail Ismail; Andi Ete; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas mikroba epifit terhadap perkecambahan dan pertumbuhan vegetatif padi gogo lokal. Penelitian ini adalah penelitian lanjutan yang dilaksanakan di Laboratorium hama dan penyakit dan Laboraorium Bioteknologi Fakultas pertanian Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. dilaksanakan mulai dari persiapan hingga proses pertumbuhan sampai vegetatif tanaman padi gogo lokal dimulai pada bulan Oktober 2017 sampai bulan januari 2018. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan satu faktor. Adapun perlakuan yang dicobakan yakni berbagai sumber isolat mikroba epifit (SE). SE0 : Sumber nol tanpa mikroba. SE4 : Sumber empat isolat mikroba epifit pada lokasi desa marena dengan ketinggian 628,7 m dpl. SE5 : Sumber lima isolat mikroba epifit pada lokasi desa marena dengan ketinggian 596,2 m dpl. SE8 : Sumber delapan isolat mikroba epifit pada lokasi desa winatu dengan ketinggian 957,3 m dpl. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pemberian mikroba epifit berpengaruh nyata terhadap pengamatan panjang Plumula, panjang Radikula dan saat munculnya bunga. Pemberian mikroba epifit tidak berpengaruh terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun dan bagan warna daun.
ANALISIS PERTUMBUHAN VEGETATIF JAGUNG UNGU PADA BERBAGAI KONSENTRASI NaCl Fatkhur Robani; Faturrahman Faturrahman; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of the study was to investigate how salinity stress, specifically the addition of NaCl, affects the growth of purple corn plants. The study was conducted between August and November 2020 at the Seed Science Laboratory and Screen house, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu, and employed a completely randomized design (CRD) with four treatments. The treatments included a control group with no NaCl added (N1), and three experimental groups with increasing levels of NaCl concentration: 1,500 ppm (N2), 3,500 ppm (N3), and 4,500 ppm (N4). Each treatment was replicated five times, making up a total of 20 experimental units. The results of the study indicated that the addition of NaCl had a significant effect on the total dried weight of the purple corn plants. Salinity stress caused poor growth or inhibition of the vegetative organs of the purple corn plants. The study found that the tolerant limit for purple corn to grow in terms of NaCl concentration was 3,500 ppm. Overall, this study provides insights into how salinity stress, specifically through the addition of NaCl, can impact the growth of purple corn plants. The findings suggest that excessive salinity levels can significantly affect plant growth, and that there is a threshold limit for NaCl concentration beyond which the plants become less tolerant.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC NASA)TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) Supyandi Supyandi; Rahmi Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair nasa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada (lactuca sativa L.) dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tanaman serta kelestarian lingkungan/tanah. Penelitian ini di laksanakan kurang lebih 2 bulan, dari bulan februari 2021 sampai maret 2021, yang bertempat di green house, fakultas pertanian, universitas tadulako, palu sulawesi tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)satu Faktor , yaitu perlakuan konsentrasi pupuk organik cair NASA yang terdiri atas 5 taraf perlakuan yaitu, kontrol tanpa POC NASA (K0), pemberian POC NASA 2ml/L air (K1), pemberian POC NASA 4ml/L air (K2), pemberian POC NASA 6ml/L air (K3), pemberian POC NASA 8ml/L air (K4). Setiap perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan dua polybag, dengan demikian total yang digunakan sebanyak 30 polybag. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa pemberian pupuk organik cair POC NASA berpengaruh lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan pemberian pupuk cair POC NASA pada semua parameter pengamatan pertumbuhan tanaman selada (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, berangkasan basah total, berat bagian atas akar dan berat akar) dan pada hampir semua waktu pengamatan, kecuali hanya pada umur 7 HST pada parameter pertumbuhan panjang daun dan lebar daun tanaman selada.
Sugar and Fiber Content in Sorghum Seeds (Sorghum bicolor (L.) Moench) From the Application of Rice Husk Biochar and Liquid Cow Urine Organic Fertilizer Syamsiar; Indrianto Kadekoh; Marhani; Maemunah; Rahmi Rozali; Rachmat Zainuddin; Nur Salam; Nina Humaerah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11550

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a resilient cereal crop with high potential as a source of food, feed, and bioenergy. This study investigates the effect of applying rice husk biochar and liquid organic fertilizer (POC) from cow urine on the sugar and fiber content of sorghum seeds. The experiment was conducted in two phases: field trials using a randomized block design with nine treatment combinations (3 biochar doses × 3 POC doses) and laboratory analysis of sugar and fiber contents. Results show that the application of 4 t/ha biochar and 750 ml/L cow urine POC produced the highest yield in terms of seed weight per plot (0.36 t/ha) and total production. However, the highest sugar content (63.32%) was obtained in the control biochar treatment with 250 ml/L POC, suggesting that lower POC doses are more effective in enhancing sugar concentration. Fiber content showed no statistically significant differences among treatments, although a tendency for increased fiber was observed at moderate POC doses. These findings highlight the potential of using rice husk biochar and cow urine POC to improve sorghum productivity and nutritional quality while supporting sustainable and organic agricultural practices.