Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Pandu Husada

Penyuluhan Pola Makan Dan Pemilihan Diet Yang Sesuai Untuk Penderita Diabetes Melitus Dan Pelatihan Cara Membuat Minuman Herbal Dari Kayu Manis Di Kelurahan Sei Mati Kota Medan Sitorus, Adinda Raihana; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16718

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus adalah penyakit kronik yang diderita oleh banyak orang. WHO mengatakan bahwa akan terjadi peningkatan lagi untuk kejadian diabetes melitus minimal 366 juta jiwa pada tahun 2030. Tingginya angka prevalensi tersebut dikarenakan perilaku hidup tidak sehat, termasuk pola makan. Umumnya penderita DM mengonsumsi obat-obat kimia untuk menurunkan kadar gula darah. Namun, obat kimia tersebut dapat memberikan efek samping bagi tubuh. Maka dari itu, muncul pengobatan alternatif dari minuman herbal seperti rebusan kayu manis. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pola makan dan diet dan mengetahui pembuatan minuman herbal dari kayu manis untuk penderita diabetes melitus. Metode studi ini adalah KKN Mandiri 2023 dilaksanakan secara offline dengan menggunakan media poster dan praktik langsung. Masyarakat sebelumnya kurang mengetahui akan cara mengatur pola makan dan pembuatan herbal kayu manis, setelah kegiatan KKN ini masyarakat menjadi lebih mengetahui dan dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari.
Ukuran Penis Berbanding Terbalik Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan Anak Laki-Laki Usia 2-5 Tahun Trilaksono, Hasabi Pratomo; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v5i2.19463

Abstract

Abstrak: Ukuran penis adalah indikator kecukupan janin jenis kelamin laki- laki. Status gizi anak bisa berdampak pada pertumbuhan serta pertumbuhan mereka secara keseluruhan, termasuk pertumbuhan panjang penis. Nutrisi yang cukup penting                         bagi tubuh untuk yang diperlukan untuk pertumbuhan serta pertumbuhan. Standar normatif ukuran penis bisa menjadi tolak ukur pada menentukan ada tidaknya kelainan genitalia atau sistem endokrin serta untuk memulai pengobatan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang penis pada anak 2-5 tahun dengan berat badan menurut tinggi badannya. Riset ini memakai metode observasional  analitik dengan pendekatan cross          -  sectional. Sebanyak 47 sampel anak laki-laki usia 2-5 tahun dikerjakan pengambilan sampel secara primer dengan mengukur panjang penis anak memakai penggaris serta atau kaliper geser dengan pengukuran dimulai dari pubo-penis hingga glans penis secara horizontal. Uji hipotesis yang digunakan untuk melihat besarnya hubungan ukuran panjang penis anak dengan berat badan berdasarkan tinggi badan mendapatkan hasil yang signifikan, koefisien hubungan yang didapat sebesar 0.521 menunjukkan korelasi yang kuat antara variabel serta arah positif menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut searah. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dijumpai bahwa ada hubungan positif antara ukuran mikro penis dengan kategori kondisi berisiko gizi lebih, semakin kecil ukuran penis maka semakin besar angka berat badan menurut tinggi badan pada anak usia 2-5 tahun di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Korelasi Suhu Tubuh Dengan Derajat Keparahan Pada Stroke Iskemik Akut Lubis, Irfan Darfika; Fadhillah, Tarisyah Nur
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16605

Abstract

Tercatat bahwa prevalensi stroke iskemik sebesar 10,8% di Indonesia pada tahun 2018. Stroke iskemik disebabkan oleh thrombosis atau emboli pada arteri cerebral dan stroke iskemik lebih sering terjadi daripada stroke hemoragik. Penentuan suhu tubuh membantu memperkirakan beratnya penyakit, sumber serta lamanya penyakit, dan efek pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Melngeltahuil  korellasil suhu tubuh delngan delrajat kelparahan pada pasileln strokel ilskelmilk akut dil RSU Hajil Meldan. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 34 orang pasien stroke iskemik yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini yaitu suhu tubuh dengan derajat keparahan pada hari ke-1 diperoleh nilai P-Value= 0.000 dan nilai r=0.817. Suhu tubuh dengan derajat keparahan pada hari ke-7 diperolah nilai P-Value= 0.000 dan nilai r=0.697. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat korelasi yang bermakna antara suhu tubuh dengan derajat keparahan pada pasien stroke iskemik akut di RSU Haji Medan. Arah hubungan korelasi positif yang berarti semakin tinggi suhu tubuh maka akan semakin berat derajat keparahan nya serta  untuk kekuatan hubungannya ada pada kategori kuat
Penyuluhan Terkait Penyakit Demam Berdarah (DBD) Dan Keefektifan Jus Jambu Biji Dalam Penyembuhan Serta Pelatihan Pemeriksaan Jentik-Jentik Di Lingkungan IX Kelurahan Sei Mati Nurhayati, Nurhayati; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i4.16717

Abstract

Abstrak : Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah serius yang secara etiologinya virus dengue disebarkan oleh nyamuk. Gejalanya demam tiba-tiba, mudah berdarah, hepatomegaly, dan dapat mengakibatkan syok dan perdarahan hingga kematian. Aspek yang pengaruhinya yaitu : kondisi dalam rumah, kondisi biologis, dan masyarakat Hasil tes yang menandai DBD sebagai trombositopenia dan  hemokonsentrasi. Trombositopenia merupakan salah satu penyebab terjadinya perdarahan yang diyakini disebabkan oleh peningkatan penghancuran trombosit oleh sistem retikuloendotelial, agregasi trombosit akibat kerusakan endotel pembuluh darah, dan penurunan produksi trombosit oleh sumsum tulang. Upaya pemusnahan sarang nyamuk Aedes Aegypti dapat dilakukan melalui kegiatan 3M. Studi ini untuk mengetahui pengetahuan masyarakat Lingkungan IX Kelurahan Sei Mati tentang penyakit DBD. Dilaksanakan secara offline dengen menggunakan media poster dan praktik lapangan.
Korelasi Ukuran Lingkar Penis Anak Usia 2-5 Tahun Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan Lubis, Irfan Darfika; Wulandari, Ayu
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22357

Abstract

Abstrak : Ukuran penis menjadi indeks penting untuk menunjukkan pertumbuhan seksual pada laki-laki yang ditentukan oleh hormon androgen, yaitu gonadotropin hipofisis. Ukuran lingkar penis cukup bervariasi berdasarkan usianya. Standar normatif untuk ukuran penis dapat berfungsi sebagai dasar untuk menentukan kelainan pada sistem genital atau endokrin dan untuk memulai pengobatan dini. Biasanya ukuran lingkar penis dihubungkan dengan berat badan atau tinggi badan seseorang, namun terdapat perbedaan pendapat dari pernyataan tersebut. Penis yang kecil juga menjadi masalah psikososial karena penis merupakan identitas jenis kelamin, posisi berkemih yang normal, serta untuk fungsi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Korelasi Ukuran Lingkar Penis Anak Usia 2-5 Tahun Dengan Berat Badan Menurut Tinggi Badan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, sampel sebanyak 90 anak laki-laki usia 2-5 tahun berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji hipotesis didapatkan signifikansi  sebesar 0.485 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada korelasi ukuran lingkar penis dengan berat badan menurut tinggi badan. Selain itu, tidak adanya korelasi ini ditunjukkan oleh koefisien korelasi senilai 0.075 yang hampir mendekati nol sehingga dapat dinyatakan tidak berkorelasi. Hal ini menunjukkan tidak adanya kecenderungan ukuran lingkar penis berdasarkan berat badan menurut tinggi badan. Penelitian dijumpai tidak ada korelasi ukuran lingkar penis anak usia 2-5 tahun dengan berat badan menurut tinggi badan. 
Edukasi Memahami Secara Umum Penyakit Hipertensi Dan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas Lubis, Irfan Darfika; Nurmalinda, Nurmalinda; Khalil, Khairul Arkan; Izzah, Nurul; Richa, Putri; Putri, Nabila
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.22434

Abstract

Abstrak: Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah di atas normal dan penyebab kematian nomor satu di dunia dari tujuh juta penduduk setiap tahun. Kematian akibat penyakit hipertensi memang sering terjadi secara tiba- tiba dan sebagian masyarakat menyebutnya sebagai The Silent Killer ”Pembunuh diam- diam“. Di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2007, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas dan sebagai penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberculosis. Beberapa penyakit saluran pernapasan seperti Infeksi saluran pernapasan atas melibatkan hidung, sinus, faring, laring, dan saluran pernapasan besar. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam menggalakkan upaya pencegahan sangat diperlukan sehingga masyarakat sadar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan sosialisasi tentang gerakan masyarakat sehat di Balai Desa Dusun I Desa Lau Bakeri. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi. Dari hasil pemeriksaan yang telah  dilakukan terhadap 29 peserta di Dusun I, Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, diperoleh data bahwa mayoritas responden Hipertensi di Dusun I Desa Lau Bakeri relative tinggi dan sebagian besar responden berada pada kelompok usia 51-60 tahun yakni 20 orang (66,7%). Dapat disimpulakan bahwa (73,33%) memiliki tekanan darah tinggi diatas 120/90 mmHg, yang menunjukkan bahwa sebagian besar warga memiliki kontrol tekanan darah yang buruk sehingga risiko adanya penyakit hipertensi yang lebih serius pada warga.
Pelayanan Pemeriksaan Tanda Vital Tubuh Dan Gula Darah Sewaktu Dengan Praktik Pembuatan Minuman Sehat Jahe Merah - Gula Merah Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh Lubis, Irfan Darfika; Maharani, Vivia; Ansori, Fajar; Zaki, Hafidz; Dwi, Adinda; Khairina, Khairina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.23428

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan tanda vital, seperti pengukuran suhu, frekuensi pernapasan, frekuensi nadi, dan tekanan darah (tensi), merupakan langkah penting dalam menilai kesehatan individu secara keseluruhan. Suhu tubuh adalah indikator awal dari adanya infeksi atau penyakit inflamasi, sementara berat badan dan tinggi badan digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT) yang merupakan parameter penting dalam menilai status gizi. Pemeriksaan tekanan darah juga sangat krusial karena dapat membantu mendeteksi hipertensi atau hipotensi yang berhubungan dengan berbagai kondisi kardiovaskular. Di sisi lain, konsumsi minuman sehat dapat mendukung upaya pencegahan penyakit. Salah satu minuman sehat yang memiliki manfaat kesehatan adalah jahe merah dengan gula merah. Jahe merah diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta memperbaiki pencernaan. Penggunaan gula merah sebagai pemanis alami tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga memberikan kandungan mineral seperti zat besi dan kalsium, yang lebih sehat dibandingkan gula putih. Dengan kombinasi ini, minuman jahe merah dengan gula merah menjadi alternatif yang baik untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, terutama dalam menjaga imunitas tubuh. Tulisan ini merupakan laporan kegiatan masyarakat dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan Senin, 02 September 2024 di Dusun I Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru. 
Korelasi Ukuran Panjang Penis Dan Lingkar Penis Anak Usia 2 Hingga 5 Tahun Dengan Riwayat Kelahiran Lubis, Irfan Darfika; Nasution, Nazmah Anggia
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.24093

Abstract

Abstrak : Ukuran penis merupakan salah satu indikator yang penting untuk masa pertumbuhan dan perkembangan dari anak laki-laki sejak dalam janin. Penilaian pada ukuran penis terbagi dua yaitu ukuran panjang penis dan ukuran lingkar penis. Panjang penis pada anak usia 0-5 tahun mempunyai nilai normal 5-6 cm dan ukuran lingkar penis yaitu 3,9-4,1 cm. Kelainan pada penis terdiri dari mikropenis dan makropenis. Perkembangan pada penis anak terdapat dua tahap yaitu masa kehamilan dan masa prapubertas. Pada saat minggu ke 8-12 fetus mengalami pembentukan genitalia eksternal. Perkembangan anak untuk mencapai perkembangan kognitif, motorik, emosional, bahasa dan perkembangan genitalia ekternal dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan postnatal atau disebut dengan riwayat kelahiran. Riwayat ke- lahiran yaitu jumlah kehamilan keberapa, keguguran (abortus), proses persalinan dan usia kehamilan saat lahir. Usia kehamilan saat lahir adalah usia kehamilan yang diambil dari awal periode menstruasi terakhir wanita, atau usia kehamilan yang sesuai yang diperkirakan dengan metode yang lebih akurat jika tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi ukuran panjang penis dan ukuran lingkar penis anak usia 2-5 tahun dengan usia kehamilan saat lahir di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan  desain studi kasus cross-sectional. Dijumpai adanya korelasi positif antara ukuran panjang penis yang mikropenis dengan riwayat kelahiran preterm  dan dijumpai adanya korelasi positif antara ukuran lingkar penis yang mikropenis dengan riwayat kelahiran preterm. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Ukuran Panjang Penis Dan Lingkar Penis Anak Usia 2 Hingga 5 Tahun Dengan Riwayat Kelahiran.
Latihan Hand Grip Strength, Umur, Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Berhubungan Dengan Kekuatan Otot Tangan Pada Atlet Dayung Pacu Jalur Di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Tahun 2025 Putri, Maduri Yaner; Ashri, Royyan; Rahmi, Rahmi; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.26138

Abstract

Abstrak : Kekuatan otot tangan merupakan komponen penting dalam menunjang performa atlet olahraga dayung pacu jalur. Performa optimal mendayung sangat bergantung pada kekuatan otot tangan yang baik, dipengaruhi beberapa faktor, seperti latihan fisik untuk melatih kekuatan otot dengan hand grip strength, usia, serta indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kekuatan otot tangan pada atlet dayung pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 60 atlet dayung pacu jalur yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengukuran antropometri, serta pengukuran hand grip dynamometer. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearmen. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi latihan hand grip strength dengan kekuatan otot tangan (p0,001; r=0.579), hubungan negatif signifikan antara umur dengan kekuatan otot tangan (p=0.002; r=0.384), hubungan signifikan antara IMT dengan kekuatan otot tangan (p0.001; r=0.773). Terdapat hubungan antar variabel bahwa semakin sering latihan dilakukan maka kekuatan otot akan meningkat, sementara peningkatan umur menurunkan kekuatan otot, dan semakin tinggi IMT berkontribusi pada peningkatan kekuatan otot tangan.