Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TUTURAN WEWALER SISWA SDIT TUBAN DALAM PERSPEKTIF KOGNITIF NEISSER Namira Choirani Fajri; Aninditya Ardhana Riswari
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.10293

Abstract

Jawa memiliki kearifan lokal dalam bidang literasi salah satunya adalah wewaler. Wewaler merupakan kumpulan aturan yang dituturkan kepada anak sebagai upaya anak berperilaku benar menurut norma masyarakat Jawa. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, wewaler sebagai aturan yang mengajarkan perilaku sesuai norma baik masyarakat Jawa untuk anak sudah terabaikan. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk meninjau pemahaman anak pada wewaler sehingga dapat mengetahui langkah preservasi yang tepat. Data diambil dari hasil wawancara pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu di Tuban Jawa Timur yang termasuk pada kategori generasi alpha. Dalam proses pengumpulan data, peneliti melakukan kegiatan wawancara terkait tiga jenis wewaler, yaitu wewaler sebagai larangan, wewaler sebagai perintah, dan wewaler sebagai anjuran. Teori yang digunakakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif Neisser, yaitu pemerolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pengetahuan anak terkait wewaler tidak linier dengan perilaku anak dalam mempercayai dan menjalankannya. Hal ini menunjukkan bahwa problematika terjadi dalam proses penataan dan penggunaan pengetahuan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi wewaler untuk anak generasi alpha harus dievaluasi. Proses edukasi wewaler untuk anak generasi alpha baiknya tidak berhenti pada proses pemberian informasi yang berkaitan dengan mitos, tetapi juga dapat diteruskan ke proses pemaknaan yang logis dan sesuai dengan zaman.Kata kunci: Anak, generasi alpha, Jawa, Mitos, Wewaler
Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Kreativitas melalui Pelatihan Ecoprint pada Siswa Sekolah Dasar Anas Al Hazmi, Muhammad; Shulha, Hiema; Qomariyah, Lu'luatul; Choirani Fajri, Namira
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v5i1.1006

Abstract

Isu tentang pemeliharaan lingkungan hijau terus menjadi sorotan dan dikampanyekan secara luas, tidak hanya kepada orang dewasa tetapi juga kepada anak-anak, yang kelak akan menjadi generasi penerus dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu upaya konkret dalam pemeliharaan lingkungan adalah mengurangi limbah kimia yang merusak alam. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta melatih siswa dalam pembuatan ecoprint sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah kimia, sekaligus mengasah kreativitas mereka. Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa SD Negeri Pakuncen dengan tujuan meningkatkan kesadaran lingkungan dan keterampilan praktis siswa melalui pelatihan ecoprint yang ramah lingkungan serta mengembangkan karakter kreatif dan percaya diri mereka. Metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa meliputi sosialisasi awal serta pelatihan praktis selama dua hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran lingkungan para siswa, sekaligus peningkatan kreativitas mereka. Harapannya siswa yang telah mengikuti pelatihan mampu mengembangkan pengetahuan yang telah didapatkan dengan rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pengembangan karakter dan kesadaran lingkungan siswa, serta menegaskan pentingnya pendidikan berorientasi lingkungan yang berkelanjutan untuk membentuk generasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan karakter siswa, serta menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi pada lingkungan untuk membentuk generasi yang lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan
Defeated Heroes: The Representation of Women in the Film Women from Rote Island Namira Choirani Fajri; Nonny Rulisty Putri Sutikno
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 3 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i3.2598

Abstract

This study aims to analyze the representation of women in the film "Women from Rote Island" through Todorov's narrative structure approach. The film depicts the persistent gender injustice experienced by the female characters, never achieving balance. This study uses narrative analysis with Todorov's theory to identify the characters' journeys in the film. Data were collected from scenes and dialogues that represent gender injustice and women's resistance efforts. The analysis was conducted by highlighting how the film depicts a recurring cycle of violence and powerlessness. The results show that the main characters, Bertha, Martha, and Orpah, never manage to escape the cycle of oppression. Bertha, who attempts to seek justice for her sister, ends in a tragic death. Martha becomes another victim of sexual violence, while Orpah is trapped in an oppressive power relationship. The film emphasizes that patriarchal domination not only limits women's freedom of movement but also destroys any resistance they may make. This study concludes that "Women from Rote Island" represents women as defeated heroes. The women's defeat is not due to a lack of courage, but rather to a system that structurally places them in a subordinate position.