Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

A Mobile-Based Digital Solution (Mozak) for Mosque Management in the Modern Era. Adityo, R Dimas; Syafi'i, Syafi'i; Hidayat, M. Mahaputra; A.W, Satrio Cahyo; A, Sindi Hilda
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2721

Abstract

The mobile-based zakat management application serves as a modern solution to enhance the transparency and efficiency of zakat management at the local level. Mozak (Mobile Zakat) is an Android-based application implemented at Masjid Al-Ikhlas, Desa Janti, Sidoarjo, aimed at facilitating the collection, distribution, and monitoring of zakat. The application is designed with a user-friendly interface, allowing muzakki to pay zakat online and helping mosque administrators manage zakat data in real-time. This study evaluates the effectiveness of the Mozak application in supporting zakat activities at Masjid Al-Ikhlas, showing an improvement in operational efficiency. Additionally, the application enhances transparency in the distribution of zakat to mustahik
KONSEP WALKABILITY INDEX DAN PENANGANAN FASILITAS PEJALAN KAKI PADA KAWASAN JALAN PERKOTAAN DI INDONESIA Erlangga, Dwiky; Handayani, Dewi; Syafi'i, Syafi'i
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2020): September 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.803 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v4i1.44633

Abstract

Walkability Index (WI) is a method to assess the walkability level on pedestrian facilities with the main components of: safety and security, convinience and attractiveness, as well as government policies. Generally, this method is utilized to review the pedestrian facilities walkability in urban areas, particularly in CBD (Central Business District) which is the hub for activities center, such as economic, business, education, healthcare, transit to tourism areas. The rapid development of activities leads to the increasing number of visitors in those areas, such as on Jalan Slamet Riyadi, Surakarta. This condition needs to be balanced with the availability of adequate facilities and infrastructure, one of them is the sidewalks to facilitate the pedestrian movement from one place to another. Indonesia did not have any assessment criteria for sidewalks in terms of scoring even though some variables on WI have already existed in the Circular Letter of the Minister of Public Works and Public Housing 02/SE/M/2018 on the Guidelines for Pedestrian Facility Planning. This paper presents the recommendation of assesment and category based on the regulation in Indonesia. It is expected to benefit the determination of priority on pedestrian facility handling in the field. Literature study as the foundation of this paper attempts to accomodate the pedestrian facility variables contained in the regulation of Indonesia using the scoring method with several recommendations in the category of handling, with the basis of WI analysis method. The results of the analysis show that there are 3 variables that need to be considered more in the planning criteria for sidewalk in Indonesia that affect the determination of handling recommendation including the supporting and additional facilities, facilities for disabled pedestrians, and the needs of wide space for pedestrians.
TINGKAT KEDEWASAAN PENERAPAN BIM PADA KONTRAKTOR JEMBATAN DI INDONESIA Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Syafi'i, Syafi'i
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.132 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.53628

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia berkembang cukup pesat, pembangunan infrastruktur meningkat 6 tahun terakhir termasuk didalamnya adalah konstruski jembatan. Jembatan merupakan konstruksi yang digunakan untuk melewati rintangan seperti sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api atau lembah. Konstruksi jembatan ini banyak ditemui pada pembangunan jalan tol dimana konstruski ini sangat vital untuk menghubungkan dua sisi yang dipisah oleh rintangan. Selain itu jembatan juga banyak kita pada jalan non tol. Di Indonesia teknologi BIM mulai berkembang, beberapa kajian sudah dilakukan baik oleh pemerintah atau swasta untuk memberikan pembelajaran dan pengembangan BIM. Aplikasi BIM sudah mulai dilakukan untuk bangunan gedung baik untuk tahap perencanaan, konstruksi dan operasi dan maintenance. Dalam penelitian ini akan mengkaji penerapan konsep BIM yang sudah dilaksanakan khususnya untuk perencanaan konstruksi jembatan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan indeks kedewasaan penerapan BIM untuk mengetahui seberapa jauh peneran BIM dalam proyek jembatan. Selain itu juga dilakukan identifikasi terhadap permasalahan atau hambatan dalam penerapan teknologi BIM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi BIM pada kontraktor masih terbatas pada penggunaan CAD 2D dan 3D dalam desain yang dikerjakannya. Beberapa kendala dihadapi oleh tenaga ahli terkait dengan software, hardware, jaringan komputer dan kesulitan dalam perencanaan dengan BIM. Penerapan teknologi BIM pada perusahaan kontraktor adalah pada level 1 dengan skor 1.16. Pada level ini penerapan teknologi BIM masih didominasi oleh pengelolaan desain berbasis file.
ESTIMASI PARAMETER MODEL GRAVITY DENGAN METODE ENTROPI MAKSIMUM DAN FUNGSI HAMBATAN PANGKAT (STUDI KASUS KABUPATEN SUKOHARJO) Legowo, Slamet Jauhari; Syafi'i, Syafi'i; Widyaputra, Athaariq Bagus
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.67278

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi di kawasan aglomerasi surakarta juga berdampak pada peningkatan jumlah pergerakan di dalam maupun keluar masuk kabupaten sukoharjo serta dapat mengakibatkan permasalahan transportasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan analisis estimasi matriks asal tujuan. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pergerakan Matriks Asal Tujuan (MAT) dari nilai parameter β yang dianalisis menggunakan metode estimasi Entropi Maksimum dan fungsi hambatan pangkat. sekaligus mengetahui besar pola pergerakan di tahun 2021 serta mengetahui tingkat validitas arus hasil permodelan dengan pengamatan di Kabupaten Sukoharjo Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukoharjo yang berbatasan langsung dengan 6 kabupaten kota disekitarnya. metode yang digunakan adalah Entropi Maksimum dan fungsi hambatan pangkat dengan mengambil data survey lalu lintas di 31 titik yang mencakup 12 zona internal 24 zona eksternal. Estimasi matriks asal tujuan menggunakan model gravity batasan bangkitan-tarikan dengan bantuan software EMME/3 dimana terdapat parameter β yang memuat fungsi hambatan didalamnya. Metode untuk memperoleh parameter β adalah metode kalibrasi Newton-Raphson menggunakan program Microsoft Excel. Uji Validitas menggunakan koefisien determinasi (R²) Hasil penelitian ini menunjukkan nilai parameter β sebesar 0.080, dengan tingkat validitas (R 2 ) sebesar 0,827, dan jumlah total pergerakan di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 adalah 16374 smp/jam