Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROTEKNOSAINS

ANALISA VEGETASI GULMA DI LAHAN PERTANIAN KELURAHAN SIMALINGKAR B MEDAN TUNTUNGAN Lisdayani Lisdayani; Yusup Dibisono; Putri Mustika Sari; Rini Susanti
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 2 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i2.907

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang mengganggu atau merugikan kepentingan manusia sehingga manusia berusaha untuk mengendalikannya. Keragaman gulma dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Banyak faktor yang mempengaruhi keragaman gulma pada tiap lokasi pengamatan, seperti cahaya, unsur hara, pengolahan tanah, cara budidaya tanaman, serta jarak tanam atau kerapatan tanaman yang digunakan berbeda serta umur tanaman jeruk tersebut. Spesies gulma juga dipengaruhi oleh kerapatan tanaman, kesuburan tanah, pola budidaya dan pengolahan tanah. Analisis vegetasi digunakan untuk mengetahui gulma-gulma yang memiliki kemampuan tinggi dalam penguasaan sarana tumbuh dan ruang hidup. Penelitian ini Penelitian ini menggunakan metode kuadrat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara membuat 12 plot pada empat lahan komoditi pertanian yang berbeda yaitu jagung, ubi kayu,kacang tanah dan paria. hasil analisis vegetasi gulma dengan metode kuadrat yang dilakukan di lokasi penelitian diketahui bahwa gulma berdaun sempit lebih dominan dilihat dari SDRnya dibandingkan jenis gulma berdaun lebar yang terdapat  pada tanaman paria, kacang tanah dan jagung.
BIOKONVERSI SABUT KELAPA MUDA MENGGUNAKAN LARVA LALAT TENTARA HITAM (Hermetia illucens) MENJADI PUPUK ORGANIK Elly Dani; Muhammad Yusuf Dibisono; Dini Mufriah; Lisdayani Lisdayani
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i1.949

Abstract

Maggot memanfaatkan limbah organik sebagai sumber makanan, kemampuan maggot dalam mengurai sampah organik terkait dengan kandungan beberapa bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan. Lalat jenis Black Soldier Fly mempunyai ukuran lebih besar dari lalat lainnya dan lalat jenis ini tidak menimbulkan penyakit karena masa hidupnya hanya untuk kawin dan bereproduksi. Upaya untuk meningkatkan kualitas pakan juga dipengaruhi adanya sumber protein hewani. Pakan yang belakangan ini cukup populer sebagai sumber protein hewani yang tinggi protein dan harganya terjangkau yaitu maggot BSF. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media sampah organik seperti sabut kelapa muda, sampah restoran, kotoran ayam dan kotoran puyuh yang dapat meningkatkan kualitas pupuk organik dengan bantuan larva maggot BSF. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan pemberian variasi jenis campuran bahan organik dan beberapa perlakuan bahan organik kepada larva BSF. Hasil penelitian menunjukan, bahwa pemberian maggot dengan sabut kelapa muda tanpa dicampur dengan sampah organik sangat berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan biomassa awal terhadap biomassa akhir maggot dari pakan yang dikonsumsi, menentukan bobot maggot yang paling maksimal dan mengetahui konsumsi substrat. Pemberian magot dengan sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 berpengaruh nyata terhadap kadar C organik frass yang dihasilkan, yaitu sebesar 40,71% dan pada prameter C/N perlakuan SKM 1 (sabut kelapa muda + Larva maggot) menunjukan hasil yang nyata sebesar 74,54%. Akan tetapi pemberian sabut kelapa muda pada perlakuan SKM 1 tidak berpengaruh nyata terhadap biomassa akhir maggot, dikarenakan perlakuan pada SKM 1 menghasilkan lebih sedikit frass, lebih banyak residu kasar dan juga menyebabkan larva berukuran kecil dan kurus yang menunjukan larva tersebut tidak mampu mendegradasi sabut kelapa dengan baik, hal ini disababkan karena sabut kelapa muda mengandung selulosa (32%), lignin (38%), dan hemiselulosa (0,25%) sehingga susah dicerna oleh larva BSF.