Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Identification and Phylogenetic Analysis of Entomopathogenic Fungal Isolates Using Molecular Approach Syaukani Syaukani; Zulia Ananda; Suhartono Suhartono; Sirtina Sirtina; Oviana Lisa; Alfizar Alfizar; Samingan Samingan
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v6i2.6549

Abstract

Abstract: Entomopathogenic fungi are essential to consider as one of the biological agents to control termite populations. This research aimed to molecularly identify entomopathogenic fungi isolates in termites based on the ITS rDNA region and to determine the relationship of fungi isolates. Identification was performed by DNA extraction, PCR amplification, electrophoresis, purification, and sequencing. Phylogenetic trees were generated using MEGA X.  Molecular identification showed that the ISO1 sample was Penicillium oxalicum, the ISO2 sample was Trichoderma ghanense the ISO3 sample was Aspergillus niger, the ISO4 sample was Aspergillus fumigatus and the ISO5 sample was Aspergillus pseudonomius. The phylogenetic tree showed that the ISO1, ISO2, ISO3, ISO4, and ISO5 samples had the closest relationship with Penicillium oxalicum strain FR6-CGR12, Trichoderma ghanense isolate TM2, Aspergillus niger isolate 77, Aspergillus fumigatus, and Aspergillus pseudonomius strain DTO 267D6, respectively.Abstrak: Kelimpahan jenis fungi entomopatogen adalah hal yang terpenting untuk dipertimbangkan sebagai agen hayati bagi populasi rayap.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara molekular isolat fungi entomopatogen pada rayap, berdasarkan daerah ITS rDNA dan mengetahui hubungan kekerabatan dari isolat fungi tersebut. Identifikasi dilakukan dengan cara ekstraksi DNA, amplifikasi menggunakan PCR, elektroforesis, purifikasi dan sekuensing. Selanjutnya kontruksi pohon filogenetik menggunakan aplikasi MEGA X. Berdasarkan uji molekular menunjukkan bahwa sampel ISO1 merupakan Penicillium oxalicum.ISO2 merupakan Trichoderma ghanense.ISO3 merupakan Aspergillus niger. ISO4 merupakan Aspergillus fumigatus.ISO5 merupakan Aspergillus pseudonomius.Konstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa, sampel ISO1 berkerabat dekat dengan Penicillium oxalicum strain FR6-CGR12. Sampel ISO2 berkerabat dekat dengan Trichoderma ghanense isolat TM2. Sampel ISO3 berkerabat dekat dengan Aspergillus nigerisolat 77. Sampel ISO4 berkerabat dekat dengan Aspergillus fumigatus.Sampel ISO5 berkerabat dekat dengan Aspergillus pseudonomius strain DTO 267D6.
Virulensi Cendawan Entomopatogen Aspergillus spp.Sebagai Agen Biokontrol Hama Rayap Coptotermes curvignathus (Isoptera: Rhinotermitidae) Oviana Lisa; Syaukani Syaukani; Lenni Fitri; Putri Mustika Sari; Siti Aminah; Ernilasari Ernilasari
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7253

Abstract

The termite Coptotermes curvignathus is an important pest in oil palm plantations and environmentally friendly control measures are needed. The fungus Aspergillus spp. has potential as a biocontrol agent against the termite C. curvignathus. The purpose of this study aimed to obtain Aspergillus spp. which are virulent against C. curvignathus. Aspergillus spp. isolates used in this study were collected from termite nests in the primary forest at Suaq Balimbing Research Station, Gunung Leuser National Park, Sumatra. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). Two isolates of Aspergillus spp. each 105 conidia/mL were applied to worker caste termites. The results of the virulence assay showed that isolate Aspergillus sp. 1 had the highest causing 82.13% mortality of C.curvignathus and with  an LT50 value of 4.18 days.
Kombinasi Pemupukan Organik dan Anorganik Terhadap Laju Pertumbuhan dan Rasio Bobot Basah Tajuk Akar Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Siti Aminah; Muhammad Afrillah; Oviana Lisa; Muhammad Reza Aulia
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i1.7780

Abstract

Rice as one of the main food sources for the Indonesian people, especially North Sumatra, is still not able to meet the needs even though it has large land potential, so it is necessary to increase production through fertilization. This study aims to determine the effect of a combination of organic and inorganic fertilization on the growth of paddy rice plants. This study used a factorial randomized block design consisting of three factors, namely KCL (K) at 4 dose levels, namely K0 (0 kg/ha), K1 (25 kg/ha), K2 (50 kg/ha) and K3 (75 kg/ha). ), Urea (U) two levels namely U1(250 kg/ha) and U2 (225 kg/ha), Straw Compost (J) 2 levels namely J0 (0 tons/ha) and J1 (5 tons/ha) with a total The treatment combinations were 16 and consisted of 3 replications and 48 samples. Held in the rain-fed rice field area of Clove Turi sub-district, Binjai City. Soil sample analysis was carried out at the Analytical Laboratory of PT. Socfin Indonesia (SOCFINDO), Medan City and the Research and Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. The combination of inorganic and organic fertilizer treatments consisting of Potassium, Urea and Straw Compost showed no significant effect on the observed parameters of plant growth rate (cm/week) and root canopy wet weight ratio (grams). The highest plant growth rate was shown by the interaction of the three treatments, namely K3U2J0 of 10.33 cm/week, while the lowest data was shown by the interaction of the three treatments, namely K1U2J0 of 8.87 cm/week. The highest root canopy wet weight ratio was shown by the interaction of the three treatments, namely K1U1J0 of 8.69 grams while the lowest data was shown by the interaction of the two treatments between potassium and straw compost, namely K2J0 of 5.01 grams.Keywords: Fertilizer; Organic; Inorganic; Growth; Paddy
Penerapan Asap Cair Tempurung Kelapa (Liquid Smoke) sebagai Bio-Insektisida pada Tanaman Kedelai di Aceh Barat Putri Mustika Sari; Oviana Lisa; Chairudin Chairudin; Dewi Andriani; Rayhan Amadius Weihan; Mawaddah Putri Arisma Siregar
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JAMSI - September 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.858

Abstract

Asap cair menjadi produk yang dibuat dari kondensasi asap tempurung kelapa melewati proses pirolisis. Hasil dekomposisi dari Asap cair yakni hemiselulosa, selulosa dan lignin diproses dari pirolisis. Air dihilangkan dari kayu pada suhu 120-150 °C, pirolisa lignin pada suhu 400 °C, pirolisa selulosa pada suhu 280-320 °C, pirolisa hemiselulosa pada suhu 200-250°C. Proses Pirolisa pada suhu 400 °C ini dapat membuat senyawa yang memiliki kualitas organoleptik yang tinggi dan pada suhu lebih tinggi lagi dapat terjadi reaksi kondensasi terbentuk senyawa baru dan oksidasi produk kondensasi diikuti kenaikan linier senyawa dan hidrokarbon polisiklis aromatis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak dari penggunaan smoke liquid bagi petani terutama untuk tanaman kedelai sehingga dapat menurunkan serangan hama di tanaman kedelai. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mitra terhadap pemanfaatan smoke liquid sebesar 50%. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan tahap perencanaan terlebih dahulu, selanjutnya pada tahap pelaksanaan dilakukan dengan melakukan sosialisasi materi dampak smoke liquid sebagai bio-insektisida melakukan sosialisasi materi manfaat penggunaan smoke liquid dan memberikan pelatihan cara Pembuatan smoke liquid serta mengaplikasikannya ke tanaman kedelai.
Edukasi Pemanfaatan Limbah Biji Alpukat Sebagai Bahan Baku Produk Teh Bikat di Kabupaten Aceh Tengah Lisa, Oviana; Sari, Putri Mustika; Aminah, Siti; Tanjung, Yulia Windi; Yanti, Helma; Omalia, Noka; Sartika, Dewi; Maisar, Meli; Almuhaimin, Almuhaimin; Dewi, Okta Rahma
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7485

Abstract

Alpukat tergolong komoditi buah-buahan yang kaya akan vitamin A, B, C, E, dan mengandung unsur potassium dan karoten. Kandungan potasium terbanyak ditemukan pada bagian biji alpukat yang berfungsi untuk menghilangkan kelebihan racun dari tubuh. Umumnya masyarakat hanya mengonsumsi daging buahnya dan membuang bagian biji sehingga limbah biji alpukat tidak diolah menjadi produk bernilai ekonomis maupun digunakan secara pribadi. Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih keterampilan masyarakat di Desa Paya Pelu Kabupaten Aceh Tengah dalam membuat inovasi produk teh bikat berbahan baku limbah biji alpukat, serta mem­bantu keterampilan yang telah dimiliki dapat menjadi peluang wira­usaha bagi masyarakat. Metode yang digunakan adalah edukasi tentang pembuatan dan pemanfaatan biji alpukat dan mempraktekkan secara langsung pengolahan biji alpukat menjadi produk teh bikat kepada masyarakat Desa Paya Pelu Kabupaten Aceh Tengah. Hasil pengabdian yang telah dilakukan adalah hasil edukasi dan pelatihan pembuatan produk teh dari bahan baku limbah biji alpukat menunjukkan bahwasanya masyarakat Kabupaten Aceh Tengah mulai memahami manfaat dari biji alpukat. Ber­dasarkan evaluasi hasil pelaksanaan program edukasi menunjukkan adanya 17 responden (85%) yang sudah mengetahui dan paham manfaat biji alpukat bagi kesehatan dan dapat dijadikan sumber nilai gizi tambah untuk mencegah stunting dan evaluasi hasil kegiatan pelatihan menunjukkan 13 responden (65%) sudah memiliki keterampilan yang baik dalam mengolah produk teh bikat secara mandiri.
BIOACTIVITY OF FRAGRANT PANDAN AND WULUH STARFRUIT COMBINATION LEAF POWDERS AGAINST THE MORTALITY OF RICE WEEVIL (Sitophilus oryzae) Lisa, Oviana; Lizmah, Sumeinika Fitria; Sari, Putri Mustika; Aminah, Siti; mustaqim, mustaqim
JBIO: jurnal biosains (the journal of biosciences) Vol 9, No 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Storing rice for a long time in the warehouse has the potential to be attacked by warehouse pests, namely rice weevil insect (Sitophilus oryzae). Rice weevil attacked on storage rice caused a decrease in the quality and quantity of rice, so environmentally friendly pest control is needed, such as the used of bioactive plant compounds as botanical insecticides. This research aimed to see the effect of bioactive compounds from the combined powder of fragrant pandan (Pandanus amaryllifolius) and wuluh starfruit (Averrhoa bilimbi) leaves on the mortality of the rice weevil pest S. oryzae. The method of this research used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) experimental method with 4 concentration levels of botanical insecticide combination powder, that were 30, 40, 50 and 60 g. The research results showed that the combination of fragrant pandan and wuluh starfruit leaf powders contained bioactive compounds were steroids, terpenoids, saponins, flavonoids, phenolics and tannins. The activity of the bioactive compounds saponins, flavonoids, phenolics and tannins worked as inhibitors of insect feeding (antifeedant) and caused the mortality of S. oryzae. The highest mortality percentage reaching 85% was obtained after applicated by a concentration of 50 g. The increase in mortality of the S. oryzae pest occurred every week, until mortality reached more than 80% in the 3rd week was obtained in treatment concentrations of 30 g (84.2%) and 50 g (85%).    
PENERAPAN TANAMAN REFUGIA PADA BUDIDAYA KEDELAI SEBAGAI MIKROHABITAT SERANGGA BERMANFAAT DI LAHAN TERDAMPAK TSUNAMI, ACEH BARAT Sari, Putri Mustika; Lisa, Oviana; Aminah, Siti; Andriani, Dewi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.7250

Abstract

Peristiwa tsunami yang terjadi tahun 2004 telah mengubah berbagai aspek kegiatan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. Dalam aspek pertanian, kerusakan yang terjadi tidak hanya pada lahan budidaya tanaman tetapi juga ekosistem di sekitarnya. Perlu adanya upaya perbaikan lahan dan introduksi tanaman budidaya untuk memperbaiki ekosistem pada lahan bekas terdampak tsunami. Berdasarkan hasil analisis tanah awal di lahan percobaan, data menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki kondisi C-organik (1,67%) dan P total (11,43 mg/100 g) kriteria Rendah; N total (0,09%) dan P-Bray I (5,23 ppm) dengan kriteria Sangat Rendah; K-dd (0,29 me/100 g) dan K-total (20,55 me/100 g) tergolong kriteria Sedang; pH (5,25) kriteria Masam dan dengan tekstur Pasir Berlempung. Metode yang digunakan adalah observasi dalam mengoleksi keanekaragaman serangga bermanfaat di tanaman refugia dan kedelai. Pengamatan dilakukan setiap minggu sejak tanaman berumur dua minggu sampai panen, dimana serangga yang dikumpulkan diidentifikasi secara morfologi; adanya analisis awal tanah sebelum perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keragaman serangga bermanfaat di lahan terdampak tsunami menggunakan pupuk dan tanaman refugia untuk meningkatkan produksi kedelai. Hasil menunjukkan bahwa ordo serangga yang ditemukan di areal pertanaman yakni Coccinella transveralis, Priocnemis sp, Verania lineata, Trigona sp., Coccinella sexmaculata, Ropalidia fasciata, Hylaeus sp., dan Paederus fusipes. Kisaran hasil perhitungan indeks keragaman menunjukkan bahwa pada keempat perlakuan dipertanaman memiliki kelimpahan yang sama. perhitungan nilai indeks keragaman tertinggi yakni sebesar 1.905, dengan kategori ukuran keragaman spesies sedang (1<H’<3). Dengan menggunakan tanaman refugia di sekitar areal penanaman kedelai dapat mengembalikan kondisi ekosistem menjadi cukup seimbang (terdapat serangga predator, parasitoid, dan penyerbuk) di areal lahan terdampak tsunami, Aceh barat.
Pemberdayaan Kelompok Tani "Mitra Kana" Melalui Pertanian Ramah Lingkungan dengan Azolla dan Limbah Lokan Menuju LEISA Jasmi, Jasmi; Aminah, Siti; Lisa, Oviana; Tanjung, Yulia Windi; Dewi Fazlina, Yulia; Zulkarnain, Zulkarnain; Bahri, T. Saiful
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1313

Abstract

Pemakaian pupuk organik mampu meningkatkan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Kerang/lokan, yang banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu sumber daya hayati yang potensial. Limbah kulit lokan dapat menjadi aset bernilai ekonomi jika dimanfaatkan, karena kandungan CaCO3 (Kalsium Karbonat) dalam abu cangkang lokan dapat meningkatkan pH tanah asam menjadi netral, sehingga memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah dan mendukung keberhasilan budidaya tanaman. Selain itu, tumbuhan liar juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik berbahan tumbuhan Azolla dan limbah kulit kerang sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk meningkatkan produksi padi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi program pembuatan pupuk berbahan tumbuhan liar dan limbah organik kepada kelompok tani "Mitra Kana" di Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat. Dari hasil identifikasi permasalahan yang disampaikan oleh mitra, diketahui bahwa saat ini petani sangat bergantung pada penggunaan pupuk anoranik dan mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, diadakan sosialisasi program pembuatan pupuk organik agar masyarakat dapat beralih dari pupuk anorganik ke pupuk organik untuk pertanian berkelanjutan.
Edukasi Peningkatan Produksi Padi Sawah Melalui Penggunaan Perangkat Kit Uji Tanah Yulia Windi Tanjung; Siti Aminah; Oviana Lisa; Roberto Carlos; Nur Afrija
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1082

Abstract

Desa Peunia merupakan desa dengan lahan sawah terbesar di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. Kelompok tani “Ingin Maju” memiliki luas lahan sawah terluas yaitu sebesar 38 ha dengan total produksi 4 ton/ha. Penurunan tingkat produksi padi 3 tahun terakhir sebesar 18 %. Akibat minimnya pengetahuan petani tentang pengelolaan lahan dan ketersediaan hara dalam tanah yang berkaitan erat dengan jumlah kebutuhan pupuk yang akan diberikan, berdampak besar terhadap jumlah produksi gabah pada masa panen. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat, penyuluhan masyarakat telah muncul sebagai taktik utama. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi peningkatan produksi padi melalui penggunaan perangkat kit uji tanah di Kecamatan Kaway XVI. Pengabdian ini menggunakan metode Ceramah dengan beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan, penyuluhan, penutupan dan evaluasi. Kegiatan edukasi penggunaan perangkat Kit Uji Tanah di desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI dihadiri 35 orang peserta anggota kelompok tani. Penggunaan pupuk KCL dapat dikurangi hingga 50% dari rekomendasi anjuran Permentan tahun 2007 jika disertai dengan pemberian bahan organik seperti kompos jerami sebanyak 5 ton/ha yang disertai dengan penggunaan alat bagan warna daun mengukur kebutuhan nitrogen. dengan adanya penurunan penggunaan pupuk KCL maka diharapkan akan terjadi penurunan biaya produksi ditingkat petani.Peningkatan wawasan anggota kelompok tani dalam mengolah lahan sawah diharapkan dapat meningkatkan kualitas lahan yang mendorong peningkatan produksi padi. Diperoleh hasil peningkatan pemahaman anggota kelompok tani sebesar 70% dari sebelumnya hanya 5% petani yang memahami alat uji tanah.
Edukasi Sistem Budidaya Sayuran dengan Teknik Minaponik Terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) di Aceh Barat Oviana Lisa; Fantashir Awwal Fuqara; Jasmi Jasmi; Siti Aminah; Yulia Windi Tanjung
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1135

Abstract

Kabupaten Aceh Barat memiliki lahan budidaya yang optimal untuk pertumbuhan berbagai tanaman sayur. Pengembangan sistem budidaya sayuran dengan teknik minaponik dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan diversifikasi pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani. Edukasi dan penerapan teknik minaponik di Aceh Barat melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan produksi sayuran dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Peunia, Kecamatan Kaway XVI dengan melibatkan anggota Kelompok Wanita Tani Sejahtera sebagai mitra pengabdian. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan sosialisasi terkait budidaya sayuran dengan teknik minaponik dan mempraktekkan secara langsung kombinasi sistem budidaya antar hidroponik dan aquakultur tersebut kepada masyarakat. Dilakukannya evaluasi kegiatan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah tahapan kegiatan berlangsung. Kegiatan pengabdian yang dilakukan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera di Desa Peunia, Aceh Barat, berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dalam budidaya sayuran menggunakan teknik minaponik. Evaluasi menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan aplikasi teknologi ini, keberlanjutan program dan kolaborasi dengan pihak terkait seperti Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sangat penting untuk memastikan penerapan yang konsisten dan optimal.