Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE INFLUENCE OF EMPLOYEE COMPETENCE, ORGANIZATIONAL COMMITMENT, PERSONAL COST AND LEGAL PROTECTION ON WHISTLEBLOWING FOR FRAUD PREVENTION Manurung, Lucy; Kristanti, Putriana
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 2 (2024): Edisi Mei - Agustus 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i2.4041

Abstract

This study aims to empirically examine the effect of employee competence (KP), organizational commitment (OCM), personal cost (PC), and legal protection (LP) on whistleblowing. Whistleblowing is a system that can be used to report fraud that occurs based on accurate facts and evidence. This study uses primary data in the form of questionnaires distributed online and directly. The samples of this study were principals, vice principals, teachers, and staff of public and private high schools in 5 sub-districts of Yogyakarta City, namely Gondokusuman, Umbulharjo, Gondomanan, Kotagede, and Tegalrejo sub-districts. The data analysis method used is Structural Equation Modeling (SEM). The results of this study obtained 263 respondents and showed that employee competence does not affect whistleblowing, while organizational commitment, personal cost, and legal protection affect whistleblowing. This means that high school employees in the Yogyakarta City neighborhood already have the intention of whistleblowing. It is recommended that officials can improve facilities for employees to carry out whistleblowing if needed by more easily reducing risk (personal cost).
Irigasi Tetes Limbah Kolam Lele untuk Budidaya Sayuran di Bulu, Candirejo, Semanu, Yogyakarta Yunianta; Sri Widata; Kristanti, Putriana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i3.10659

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Padukuhan Bulu, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta paska covid 19 melaksanakan budidaya tanaman sayuran secara berkelompok, memanfaatkan lahan kas desa seluas 2 hektar, walaupun ketersediaan air terbatas. Sampai akhir tahun 2023 produktivitas sayuran mulai berkembang, bahkan mulai menjual hasil sayurnya keluar desa. Karena keterbatasan air, untuk peningkatkan produktivitas sayuran maka KWT memanfaatkan air sisa kolam lele yang ada di sekitar lokasi sayuran dengan sistem irigasi tetes. Sistem ini mengalirkan air dari limbah kolam lele, dengan memompa air ke bak air yang tingginya mencapai 3 (tiga) meter dan mengalirkan pada setiap batang tanaman secara gravitasi lewat selang plastik. Pendampingan kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana selama 3 bulan. Kegiatan pendampingan  merancang, melaksanakan sistem pengairan ini untuk tanaman sayuran. Pendampingan dimulai dengan perencanaan program secara partisipatif, penggalangan dana, pelatihan dan pemasangan pralon dan selang plastik untuk mengairi tanaman. Hasil program ditunjukkan dengan adanya persepsi sebagian besar anggota KWT menyetujui bahwa terdapat kebaruan teknologi baru (90,90%), teknologi mudah dipahami (63,64%), memudahkan bertani (90,90%), menghemat air (100%), tenaga kerja (95,45%), efisiensi biaya (81,82%). Program ini berpotensi untuk peningkatan produktivitas budidaya sayuran, dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN USAHA KULINER PANTAI GLAGAH, KELURAHAN GLAGAH, KECAMATAN TEMON, KABUPATEN KULON PROGO Prasasyanignsih, Xaveria Indri; Kristanti, Putriana; Nextzita, Viola
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.679

Abstract

Usaha kuliner di kawasan wisata Pantai Glagah, Kulon Progo, berperan penting dalam mendukung perekonomian lokal, namun banyak pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam manajemen dan pengelolaan keuangan. Kondisi ini membuat mereka sulit berinovasi dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan mitra melalui pendampingan usaha kuliner. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, serta pelatihan yang difokuskan pada penguatan keterampilan manajemen usaha dan keuangan sederhana. Luaran dari program ini mencakup publikasi jurnal nasional terindeks, bahan ajar, dan karya visual yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha kuliner di daerah wisata. Hasil program menunjukkan bahwa mitra memperoleh peningkatan pengetahuan, kepuasan, serta rasa percaya diri dalam mengelola usaha mereka. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing pelaku usaha kuliner, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Kulon Progo.
Mentoring in Maggot Cultivation as Cheap Catfish Feed, at the Karang Taruna Padukuhan Bulu, Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta Yunianta Yunianta; Putriana Kristanti; Citravia Agustin
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v4i1.5498

Abstract

Karang Taruna in Padukuhan Bulu, Semanu, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, has been cultivating catfish since 2018. The problem is that the cost of feed was getting higher so farmers' income was getting lower. This community service aims to introduce and provide mentoring for maggot cultivation for cheap catfish feed so that it can bring benefit to the catfish farming business. From observation and problem identification by the community service team, a program was arranged to produce cheap feed with maggot ingredients, so that the catfish farm can operate more economically and the farmers' incomes can be increased. The activity was carried out for four months, starting from the preparation of making maggot lair cages, maintaining maggot from eggs, and using it as maggot cages. The target is to provide cheaper catfish feed as a substitute for factory-made commercial feed. The results obtained were that Karang Taruna members managed to get catfish feed made from maggots, at a cheaper cost. Besides that, the level of catfish production increased (an increase in income of Rp. 366,000 per pond per period). Hopefully, this activity can be followed up by the local government and the welfare of the younger generation can be improved on an ongoing basis.