Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Terhadap Tingkat Nyeri Punggung Bawah di Andara Garmen Bawen Lestari, Dian Muji; Handayani, Prita Adisty; Megawati, Riris Risca
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v14i02.341

Abstract

Abstrak Nyeri punggung bawah adalah gangguan muskuloskeletal yang ditandai dengan adanya nyeri pada tulang belakang yang menjalar hingga ke tungkai yang disebabkan oleh sikap tubuh yang kurang baik (tidak ergonomis) ketika bekerja atau beraktivitas, seperti duduk atau berdiri terlalu lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu adanya penanganan berupa latihan aktivitas fisik bagi pekerja konveksi seperti senam aerobic low impact. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuhui adanya pengaruh senam aerobic low impact terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada karyawan Andara Garment Bawen. Metode dalam penelitian ini menggunakan semu eksperimen (pre-experimen) dengan rancangan penelitian one group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan di Andara Garment Bawen pada tanggal 07-13 Mei 2023 dengan jumlah sampel 38 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur skala nyeri Numeric Rating Scale. Uji statistik penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan (<0,05). Hasil uji statistik penelitian ini diperoleh p-value 0,000. Berdasarkan hasil p-value pada post test dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam aerobic low impact terhadap tingkat nyeri punggung bawah pada karyawan di Andara Garmen Bawen. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar pekerja lebih memperhatikan bahaya kerja sehingga pekerja tidak mengalami masalah kesehatan kerja dan dapat melakukan tugas tetap optimal.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERAPI HEMODIALISA Apriliana, Dwi; Budi Prabowo, Dwi Yogo; Risca Megawati, Riris
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2424

Abstract

Chronic Kidney Disease Stage 5 is a progressive and irreversible kidney function disorder. This condition necessitates that patients with chronic kidney failure receive kidney replacement therapy, such as haemodialysis. Haemodialysis is a method of treating patients with chronic kidney failure that requires a lot of money, not just 1-2 months. But it also takes quite a long time. Without family support, it is impossible to carry out haemodialysis treatment according to the scheduled schedule. The main problem faced by patients when they first undergo haemodialysis is decision-making. After receiving a diagnosis of chronic kidney failure, patients often feel uncertain about making decisions about haemodialysis therapy. This study aims to determine the relationship between family support and haemodialysis therapy decision-making. This research is a correlational analytical study with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 103, and data collection techniques used random sampling. Based on the Spearman Rank test, the research results showed that there was a relationship between family support and haemodialysis therapy decision-making (p-value = 0.000, p<0.05). This research suggests that families should provide good family support, including self-esteem support, information, instrumentality, social closeness, and motivation, to aid in haemodialysis therapy decision-making.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kecemasan Akan Kematian Di Ruang Intensive Care Unit Susanti, Diana; Megawati, Riris Risca; Ratnasari, Ratnasari
Karya Kesehatan Siwalima Vol 3, No 2 (2024): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v3i2.1417

Abstract

Salah satu faktor yang dapat menimbulkan kecemasan pada keluarga pasien ICU yaitu mengenai ketidakpastian tentang perkembangan kesehatan anggota keluarga yang berada di ruang ICU. Keluarga merasa bahwa jika pasien ditempatkan pada ruang ICU menjadi pertanda bahwa tidak harapan sembuh yang kemudian muncul kecemasan akan kematian keluarga. Untuk membantu meningkatkan perasaan pengendalian diri pada klien dan keluarga salah satunya dapat melalui pemberian informasi dan penjelasan. Pemberian informasi dan penjelasan ini dapat dilakukan dengan baik apabila didukung oleh pelaksanaan komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik terhadap kecemasan akan kematian di Ruang Intensive Care Unit SMC RS Telogorejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian korelasi, dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Jadi dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 30 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan komunikasi terapeutik terhadap kecemasan akan kematian di Ruang Intensive SMC RS Telogorejo, (p-value 0,000 0,05). Hasil penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan dapat melaksanakan komunikasi terapeutik dengan maksimal dan sesuai dengan prosedur sebagai upaya mengurangi kecemasan akan kematian keluarga di ruang ICU.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MITIGASI BENCANA MELALUI MAS ARITANA (MASYARAKAT ROWOSARI TANGGAP BENCANA) BERBASIS PALIATIF Riris Risca Megawati; Bagus Ananta Tanujiarso; Rissa Maharani Dewi; Reza Ardhana Weshari; Emi Rosita Nirmala Sari
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v3i1.4840

Abstract

Indonesia adalah negara dengan iklim tropis, yaitu panas dan hujan, dan terdiri dari dataran rendah dan banyak sungai tersebar. Data indeks risiko bencana Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2022 berada di angka 115.38 dengan kategori risiko bencana sedang. Namun, Jawa Tengah terdiri dari dataran rendah dan banyak sungai tersebar. Data indeks risiko bencana di Kota Semarang di angka 103.49 dengan kategori risiko bencana sedang. Banyak bencana terjadi di Jawa Tengah menunjukkan bahwa bencana dapat terjadi, dan perlu dilakukan upaya pencegahan untuk mengurangi risiko dan dampak kerugian. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah diberi wewenang untuk melakukan pembinaan terhadap pengembangan Desa Tangguh Bencana untuk mengurangi risiko bencana. Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) 2015-2030 memprioritaskan pemahaman tentang risiko bencana sebagai tujuan utama. Salah satu upaya untuk mengurangi resiko dan dampak dari bencana yang merupakan pengetahuan masyarakat. Pengetahuan adalah hasil dari penginderaan manusia atau pemahaman mereka tentang suatu objek melalui panca indra mereka. Pengalaman banjir terjadi hampir setiap tahun meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat. Peningkatan pemahaman melalui informasi penting untuk mengurangi risiko bencana adalah mengubah informasi tentang sesuatu. Masyarakat tanggap bencana dapat mengacu pada masyarakat yang memiliki kemampuan untuk seadaptasi dan merespons ancaman bencana, dan dapat dengan cepat pulih dari dampak negative bencana jika terkena dampaknya. Masyarakat tanggap bencana terlibat aktif dalam menilai, menganalisis, mengolah, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko bencana di wilayahnya, memanfaatkan sumber daya lokal untuk menjamin keberlanjutan.
Pengaruh Modifikasi Edukasi Dengan Senam Hipertensi Terhadap Pengetahuan Dan Tekanan Darah Lansia Ramadhani, Muhammad Naufaludin; Parawansa, Nabila Indar; Wibowo, Nia Cahayani Putri; Sanjayani, Tutut Putri; Megawati, Riris Risca; Fajarani, Dratia Eka
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.347

Abstract

Hypertension in the elderly is an important global health problem that, if not managed properly can cause serious complications. In Indonesia, the prevalence of hypertension tends to increase with age, especially among the elderly. Hypertension can be treated with pharmacological and non-pharmacological therapy, one of which is through hypertension exercise. This study aims to determine the effect of hypertension exercise modification and education by distributing leaflets on the knowledge and blood pressure of the elderly in the Chronic Disease Management Program (Prolanis) of the Halmahera Health Center UPTD. The method used is quantitative with a pre-posttest design. The population used was all Prolanis patients, with sample selection using simple random sampling, namely 20 respondents. Data were collected using a questionnaire with blood pressure measurements before and after the hypertension exercise intervention. The results of the study showed that hypertension exercise had a significant effect on decreasing diastolic blood pressure (p = 0.001), but did not have a significant effect on decreasing systolic blood pressure (p = 0.130). Providing education through leaflets did not show a significant effect on increasing the knowledge of the elderly (p = 0.398). Based on these findings, hypertension exercise has been proven effective as one of the interventions in managing hypertension in the elderly, although education through leaflets did not show significant changes in knowledge. This study is expected to provide contributions in the development of hypertension management in the elderly.