Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN GETAH KAYU SEBAGAI BAHAN PEREKAT PADA PEMBUATAN BRIKET DARI AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L) SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN Suradi, Suradi; Idrus, Ilham; Adrinur, A. Imal; Abrar, Muhammad
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 15 No. 01 (2020): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v15i01.8

Abstract

Pemanfaatan bahan perekat briket dari alam dipandang perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan bahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan bahan perekat getah kayu dan kanji terhadap kualitas briket ampas tebu yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan membuat Briket dari ampas tebu yang kemudian diukur kualitasnya dengan berbagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dari ampas tebu dapat dibuat dengan bahan perekat kanji dan getah kayu dengan kualitas yang berbeda dimana briket dengan perekat getah kayu menunjukkan kualitas yang lebih baik dan dapat dilihat dari ketahanan pembakaran selama 36 menit sementara pada kanji hanya 13 menit, Kekerasan yang tinggi sehingga tidak terbaca oleh alat, sedangkan pada kanji hanya 154,3 N. Juga dapat dilihat pada nilai kerapatan dimana briket dengan perekat getah kayu memiliki nilai 0,8 g/cm3, sedangkan pada briket dengan perekat kanji hanya 0,3. Sedangkan, parameter lain menunjukkan nilai yang tidak berbeda jauh. Secara umum perekat getah kayu memenuhi kriteria untuk dijadikan bahan perekat pada pembuatan briket, sehingga penelitian ini dianggap berhasil untuk mencoba menggunakan bahan yang mudah didapatkan dari alam dengan harga yang terjangkau atau tanpa biaya. Kesimpulan yang bisa ditarik dari penelitian ini adalah bahan perekat kanji dan getah kayu mempengaruhi kualitas briket yang dihasilkan dimana secara general getah kayu menunjukkan kualitas briket yang lebih baik dengan perbandingan ratio penggunaan bahan ampas tebu: air: perekat (50:30:20).
EVALUASI BAHAYA DAN ANALISIS RESIKO KECELAKAAN KERJA PADA BOILER DI PABRIK GULA CAMMING MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DAN TEKNIK ANALISIS SEMI KUANTITATIF Idrus, Ilham; Haslinah, Andi; Saputra, Akbar; Amriani, Fitri Ayu
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 17 No. 02 (2022): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v17i02.14

Abstract

Dalam sebuah perusahaan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja merupakan hal yang wajib diterapkan K3 sebagai tolak ukur bahwa perusahaan itu layak untuk melaksanakan produksi secara aman. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengevaluasi dan menganalisa resiko kecelakaan kerja guna mengurangi resiko terjadinya kecelakaan kerja. Maka dari itu, untuk mengetahui resiko kecelakaan kerja, digunakan metode JSA (Job Safety Analysis) dimana tahapannya adalah pemilihan pekerjaan yang akan dianalisis, pembagian kerja berdasarkan proses yang berurutan, menentukan tindakan perbaikan, mengkomsumsikan informasi pada yang lain, follow-up dan review Job Safety Analysis. Ditemukan bahwa dari hasil wawancara karyawan masih banyak pekerja yang tidak peduli dengan APD (alat pelindung diri), kurangnya papan himbauan dan belum adanya divisi yang menangani K3. Dan dari analisis Job Safety Analysis akan ketahuan tingkat risiko dari nilai-nilai hasil perhitungan risk assessment, bahwa ada 7 risiko yang ditemukan, kemudian dari Dari hasil penilaian risiko maka usulan pengendalian risiko dibuat berdasarkan jenis risiko yang ada yaitu memasang warning sign disetiap area kerja, menggunakan APD lengkap yang sesuai dengan standar industry seperti masker, helm, sepatu keselamatan, earplug, pakaian anti api, sabuk keselamatan, sarung tangan, serta pada operasional boiler yaitu mengganti control valve dan alat ukur level drum (gelas penduga) otomatis.
ANALISIS RESIKO BAHAYA PRODUKSI BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJAMENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPERABILITY (HAZOP). Haslindah, Andi; Idrus, Ilham; Pongsimpin, Yeldi; Budicalista, Randy
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 14 No. 01 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman. Tujuan penelitian mengetahui risiko bahaya, dan tingkat risiko di lingkungan kerja bagian produksi. Penelitian ini dilaksanakan di Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, menggunakan metode Hazop (Hazard and Operability). Identifikasi bahaya dengan metode Hazop dilakukan berdasarkan alur proses produksi. Langkah selanjutnya setelah proses identifikasi adalah penilaian risiko pada masing-masing titik kajian. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat risiko rendah, sedang, tinggi dan ekstrim. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner kepada karyawan. Hasil dari penelitian ini menemukan beberapa risiko dengan tingkat risiko seperti, mengganggu sistim pernapasan dengan risiko sedang, terbentur dengan risiko sedang, terpotong (terkena gerakan mesin) dengan risiko tinggi. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu: terdapat 11 sumber bahaya yang tergolong ekstrim, 31 sumber bahaya yang tergolong risiko tinggi, 109 sumber bahaya yang tergolong risiko sedang, dan 6 sumber bahaya yang tergolong rendah.
ANALISA METODE KERJA USAHA TANI DALAM PENANGANAN PASCAPANEN JAGUNG HIBRIDA DI DESA TINDALUN KAB. ENREKANG Haslindah, Andi; Idrus, Ilham; Miftahulhairat, Miftahulhairat
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 14 No. 02 (2019): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung (Zea Mays L.) merupakan produk pertanian yang mengandung nilai gizi yang hampir sejajar dengan beras yang memiliki keluwesan lebih. Keberhasilan pengembangan jagung kini tidak hanya ditentukan oleh tingginya produktivitas namun juga melibatkan kualitas dari produk itu sendiri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterampilan petani dalam pasca panen jagung hibrida. Populasi dipilih dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling), Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi (pengamatan langsung) dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan petani yang terampil dalam penanganan pascapanen setinggi 52 %. Menunjukkan bahwa keterampilan petani yang terampil dalam penanganan pascapanen terkait pengupasan. Pemisah tongkol, dan pemipilan telah sesuai dengan standar peneliti dimana nilai r (kolerasi) hitung signifikan X (1000) dan Y (1000) membuktikan pengupasan dan pemipilan mesin berpengruh terhadap pengupasan, pemisah tongkol, dan pemipilan manual. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan petani telah sesuai dengan standar peneliti. untuk meningkatkan mutu produksi, untuk menghindari kehilangan hasil karena sudah tercecer di waktu panen dan untuk meningkatkan pendapatan petani pelaksanaan usaha tani jagung hibrida.
PROSES PENGELOLAAN LIMBAH MARMER MENJADI PRODUK PAVING BLOCK Haslindah, Andi; Idrus, Ilham; Basuki, Try Agung; Saiful, Sultan
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 1 No. 01 (2020): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.32 KB) | DOI: 10.47398/justme.v1i01.1

Abstract

Kabupaten Pangkep merupakan salah satu daerah penghasil marmer di Indonesia, pada proses penambangannya marmer digunakan untuk kebutuhan furniture dan lain sebagainya sehingga pada prosesnya menghasilkan limbah. Pemanfaatan limbah potongan marmer dapat meminimalisir jumlah tumpukan limbah yang dapat mencemari kesuburan tanah dan lingkungan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pembuatan produk paving block dan hasil uji kuat tekan dengan memanfaatkan limbah marmer. Dengan menggunakan rumus uji kuat tekan untuk mengetahui nilai MPanya apakah produk memenuhi standar SNI 03-0691-1996 pada uji kuat tekannya. Hasil dari penelitian ini Paving block yang memanfaatkan limbah marmer dari bentuk fisiknya mempunyai tampilan yang lebih menarik dengan adanya tambahan aksen marmer pada permukaannya dan juga sebagai tulangan, dalam proses pengujian ini paving yang memanfaatkan limbah memiliki nilai tertingginya 30,36 MPa masuk dalam standar SNI 03-0691-1996 mutu B. Kesimpulannya pemanfaatan limbah marmer menjadi produk paving block memiliki pengaruh besar terhadap hasil penguji kuat tekannya dikarenakan limbah marmer yang diletakan pada paving menjadi tulangan, sehingga produk paving block memiliki nilai uji kuat tekan yang tinggi yang dapat digunakan baik, ditaman, trotoar, maupun digarasi kendaraan pribadi. Pangkep district is one of the marble-producing areas in Indonesia, in the mining process, marble is used for furniture and so on so in the process it produces waste. utilization of marble slices waste can minimize the number of piles of waste that can pollute soil fertility and the environment. This study aimed to determine the manufacture of paving block products and the results of the compressive strength test using marble waste. by using the compressive strength test formula to determine the MPanya value and whether the product meets the SNI 03-0691-1996 standard on the compressive strength test. The results of this study showed that paving blocks that utilize marble waste from their physical form has a more attractive appearance with the addition of marble accents on their surface and also as reinforcement, in this testing process paving that utilizes waste has the highest value of 30.36 MPa which is included in the standard. SNI 03-0691-1996 quality B. In conclusion, the use of marble waste to become a paving block product has a big influence on the results of the pressure test because marble waste is placed on the paving as reinforcement, so the paving block product has a high compressive strength test value and can be used well, in the garden, sidewalks, or in the garage of private vehicles.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN OPERATOR MESIN ROLL FORMING PADA BAGIAN PERAWATAN MESIN DENGAN PENDEKATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Hanafie, Ahmad; Idrus, Ilham; S, Rahmat; Effendy, Rahmat Ahmad
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 1 No. 02 (2020): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.528 KB) | DOI: 10.47398/justme.v1i02.8

Abstract

Mesin roll forming terdapat disalah satu perusahaan PT. Sermani Steel yang sering mengalami permasalahan breakdown mesin pada motor gerak, masalah kelistrikan, dan masalah kontrol panel mesin roll forming. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan operator mesin terhadap tindakan perawatan mesin roll forming. Dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengetahui prioritas atribut-atribut yang sangat berpengaruh terhadap upaya peningkatan kualitas pemeliharaan. Studi kasus dilakukan pada operator mesin mesin roll forming di PT. Sermani Steel. Metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan menyebarkan kuisioner kepada 10 orang responden yang dianggap sebagai operator mesin. Analisis data yang dilakukan yaitu tahap pengumpulan data Voice Of Costumer dan penyusunan House Of Quality. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa untuk meningkatkan kualitas atribut pemeliharaan terhadap 11 atribut, atribut yang di prioritaskan adalah K3 dengan nilai 21,000 dan tingkat keahlian teknisi dengan nilai 19,000. Peningkatan kualitas pemeliharaan mesin roll forming sesuai dengan rumah mutu kualitas (House Of Quality). There is a roll forming machine in one of the companies PT. Sermani Steel, which often experiences engine breakdown problems on motion motors, electrical problems, and control panel roll forming machine problems. The purpose of this study was to determine the level of machine operator satisfaction with the roll-forming machine maintenance action. By using the Quality Function Deployment (QFD) method to determine the priority of the attributes that are very influential on efforts to improve the quality of maintenance. A case study was conducted on a roll-forming machine operator at PT. Sermani Steel. Data collection methods in this study are observation, interviews, and distributing questionnaires to 10 respondents who are considered machine operators. The data analysis was carried out, namely the stage of collecting Voice of Customer data and compiling the House of Quality. The results obtained from this study indicate that to improve the quality of maintenance attributes for 11 attributes, the prioritized attributes are K3 with a value of 21,000 and a technician's level of expertise with a value of 19,000. Improving the quality of maintenance for roll forming machines in accordance with the quality house (House Of Quality).
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA KARYAWAN CV. AINUN BATARA GURU Haslindah, Andi; Idrus, Ilham; Saldi, Saldi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 1 No. 02 (2020): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.793 KB) | DOI: 10.47398/justme.v1i02.10

Abstract

Sumberdaya manusia merupakan satu aset yang paling berharga yang dimiliki oleh suatu instansi, organisasi atau perusahaan, karena keberadaannya sangat menentukan terhadap dinamisasi mobilisasi perusahaan. Bagaimana karakteristik individu mempunyai pengaruh terhadap Motivasi kerja dan kinerja karyawan CV.Ainun Batara Guru dan Bagaimana lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap Motivasi kerja dan kinerja karyawan CV.Ainun Batara Guru. Dalam penelitian ini peneliti menyebarkan kuisioner sebanyak 30 responden yang disebarkan secara random ke karyawan/pekerja CV. Ainun Batara Guru. Menggunakan metode Kuantitatif dan didapatkan hasil Terdapat pengaruh Lingkungan Kerja terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan, Terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan, Terdapat pengaruh secara simultan lingkungan kerja dan karakreristik individu terhadap motivasi kerja dan kinerja. Dengan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan pada CV.Ainun Batara Guru serta Lingkungan kerja dan karakteristik individu memberikan pengaruh secara bersama terhadap motivasi kerja yaitu sebesar 24,3% dan kinerja sebesar 28,3%. Human resources are one of the most valuable assets owned by an agency, organization, or company because their existence is crucial to the dynamics of company mobilization. How do individual characteristics have an influence on work motivation and employee performance of CV. Ainun Batara Guru and how the work environment has an influence on work motivation and employee performance of CV. Ainun Batara Guru. In this study, researchers distributed questionnaires to as many as 30 respondents who were distributed randomly to employees/employees of CV. Ainun Batara Guru. Using quantitative methods and the results obtained There is an influence of the work environment on work motivation and employee performance, there is an influence of individual characteristics on work motivation and employee performance, and there is a simultaneous influence on work environment and individual characteristics on work motivation and performance. The conclusion is that there is an influence of the work environment and individual characteristics on work motivation and employee performance at CV. Ainun Batara Guru and the work environment and individual characteristics have a joint influence on work motivation, namely at 24.3%, and performance at 28.3%.
PENGARUH FLOKULASI MELALUI PENAMBAHAN ASAM FOSFAT (H3P04) TERHADAP KUALITAS GULA RAFINASI DI PT. MAKASSAR TENE Hanafie, Ahmad; Idrus, Ilham; Achmad, Wahyuddin; Al Qadri, Warits
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 01 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.358 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i01.15

Abstract

Mutu gula rafinasi merupakan salah satu hal yang sangat perlu di perhatikan, karena akan mempengaruhi kesehatan konsumen. Pada Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gula rafinasi dengan cara mengurangi flok pada gula rafinasi dengan metode flokulasi menggunakan koagulan H3PO4 (asam fosfat). Untuk menentukan timbulnya flok pada gula rafinasi dengan penambahan bahan kimia yaitu H3PO4 (asam fosfat) dengan variabel pH (4, 5, dan 6) serta satu sampel tanpa penambahan asam fosfat dan di panaskan dengan suhu 800C selama 15 menit agar larutan gula cepat larut. Setelah larut dinginkan larutan gula hingga suhu ruang kemudian analisa kadar Turbiditas, TSS, Brixnya. Kemudian larutan gula didiamkan serta diamati dengan detensi waktu selama 1- 3 hari. Setelah diamati dilakukan penyaringan flok pada larutan gula dengan kertas saring 0.8 µm yang telah diketahui bobot kosongnya dengan bantuan pompa vakum, dan timbang kertas saring beserta flok kemudian hitung kadar flok. Setelah penyaringan selesai larutan gula di periksa kembali kandungan Turbiditas, TSS, dan Brix. Nilai kandungan Turbiditas, TSS, dan Brix yang bagus yaitu pada penambahan asam fosfat 0.03 ml pada pH 4, di mana kadar sebelum di simpan pada hari ke 2 nilai Turbiditas 0.50 NTU, TSS 1 ppm, dan 21.97 %, serta kadar nilai kandungan Turbiditas, TSS, dan Brix setelah penyimpanan hari ke 3 yaitu Turbiditas 0.49 NTU, TSS 1 ppm, dan 21.87 %. Refined sugar quality is one thing that really needs to be considered because it will affect the health of consumers. this study aims to improve the quality of refined sugar by reducing flocculation in refined sugar by using the flocculation method using H3PO4 coagulant (phosphoric acid). To determine the emergence of floc in refined sugar with the addition of a chemical, namely H3PO4 (phosphoric acid) with variable pH (4, 5, and 6) and one samples without the addition of phosphoric acid and heated at 800C for 15 minutes so that the sugar solution dissolves quickly. After dissolving, cool the sugar solution to room temperature then analyze the levels of Turbidity, TSS, and Brix. Then the sugar solution is left to stand and observed with a detention time of 1-3 days. After being observed, the floc filter was carried out in the sugar solution with 0.8 µm filter paper which had known the empty weight with the help of a vacuum pump and weighed the filter paper and the floc then calculated the floc content. After the filtering is complete, the sugar solution is checked again for the content of Turbidity, TSS, and Brix. The good value of Turbidity, TSS, and Brix content is the addition of 0.03 ml phosphoric acid at pH 4, where the levels before being stored on the second day the Turbidity value is 0.50 NTU, TSS 1 ppm, and 21.97%, as well as the levels of the value of the Turbidity content, TSS, and Brix after storage on the 3rd day, namely Turbidity 0.49 NTU, TSS 1 ppm, and 21.87%.
PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN Idrus, Ilham; Hakim, Hakim; Kamaruddin, Yasif
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 02 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.455 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i02.17

Abstract

Motivasi kerja adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan suatu efektifitas kerja, karena orang yang memliki motivasi kerja yang baik akan berusaha dengan semaksimal mungkin agar pekerjaannya dapat berjalan dengan apa yang di inginkan.Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disipilin kerja terhadap kinerja karyawan serta mengetahui variabel mana yang lebih berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini Menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hubungan antar variabel dengan angka atau skala numerik pada PT Industri Kapal Indonesia (IKI).Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa kategori variabel yaknik, mayoritas responden pada variabel motivasi terbagi menjadi tiga, kategori tinggi memliki jumlah 19 orang presentase 12,4%, sedangkan kategori sedang berjumlah 72 orang presentase 47,1%, kategori rendah berjumlah 62 orang presentase 40,1%. Sedangkan pada variabel disiplin kerja mayoritas responden dalam kategori tinggi berjumlah 19 orang presentase 12,4%, adapun kategori sedang berjumlah 102 orang presentase 66,7% dan kategori rendah berjumlah 32 orang presentase 20,9%.Dapat di simpulkan bahwa menentukan variabel utama yang paling domina terhadap kinerja karyawan PT.Industri Kapal Indonesia diketahui bahwa kedisiplinan yang tinggi sangat mendominan 3,50% dengan adanya kesadaran dan kesedian keryawan untuk menaati semua peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku di perusahaan. Work motivation is very important in improving work effectiveness because people who have good work motivation will try as much as possible so that their work can run as desired. The purpose of this study is to determine the effect of work motivation and work discipline on performance. employees and knowing which variables have more influence on employee performance. The data analysis method used in this study uses a quantitative approach to analyze the relationship between variables with numbers or numerical scales at PT Industri Kapal Indonesia (IKI). The results of this study indicate several categories of variables namely, the majority of respondents on the motivation variable are divided into three, the high category has 19 people with a percentage of 12.4%, while the medium category has 72 people with a percentage of 47.1%, the low category has a percentage of 62 people with a percentage of 40.1%. While on the work discipline variable, the majority of respondents in the high category amounted to 19 people with a percentage of 12.4%, while the medium category amounted to 102 people with a percentage of 66.7%, and the low category amounted to 32 people with a percentage of 20.9%. It can be concluded that determining the main variables that the most dominant influence on the performance of PT. Industri Kapal Indonesia employees, it is known that high discipline is very dominant at 3.50 % with the awareness and willingness of employees to comply with all regulations and social norms that apply in the company.
OPTIMASI PERSEDIAAN PRODUK JADI DI CV. AMANDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX (s,S) Haslindah, Andi; Idrus, Ilham; Husnar, Laksmita; Alpitasari, Anggi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 2 No. 02 (2021): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.65 KB) | DOI: 10.47398/justme.v2i02.19

Abstract

Persediaan produk jadi merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan efektifitas dan efesiensi dari sebuah perusahaan karena menyangkut pemesanan dan kualitas produk yang tersedia pada setiap perusahaan. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah metode Min-Max (s,S) dan data yang digunakan berdasarkan data perusahaan selama 1 bulan dengan tujuan penelitian yaitu, mengoptimasi persediaan produk jadi dengan menentukan nilai minimal dan maksimal. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan pada CV.Amanda sesuai dengan pengolahaan persediaan yang dilakukan perusahaan yaitu persediaan minimal produk original 137 box, cheese cream 8 box, sarikaya pandan 94, ganache 18 box. Persediaan maksimal produk original 479 box, cheese cream 60 box, sarikaya pandan 391 box, ganache 75 box dengan frekuensi pemesanan 30 kali. Berdasarkan metode Min-Max (s,S) dengan menggunakan analisis ABC dihasilkan produk dengan kategori A yaitu original, cheese cream, sarikaya pandan. Dengan metode Min-Max (s,S) dihasilkan persediaan minimal produk original 301 box, cheese cream 45 box, sarikaya pandan 267 box, ganache 53 box. Persediaan maksimal produk original 484 box, cheese cream 64 box, sarikaya pandan 394, ganache 79 box dengan frekuensi pemesanan 15 kali. Dengan menggunakan metode Min-Max (s,S) maka didapatkan penurunan barang rusak atau expired akibat persediaan yang kurang efisien. Inventory 0f finished products are very important in increasing the effectiveness and efficiency of a company because it involves ordering and quality of products available in each company. The method used in this case is the Min-Max method (s, S), and the data used is based on company data for 1 month. This study aims to optimize the finished product inventory by determining the minimum and maximum values. Based on the results of the research and data processing carried out at CV Amanda in accordance with the company inventory processing, namely the minimum supply of original products of 137 boxes, 8 boxes of cheese cream, 94 sarikaya pandan, and 18 boxes of ganache. The maximum supply of authentic products is 479 boxes, 60 boxes of cheese cream, 391 boxes of sarikaya pandan, and 75 boxes of ganache with a frequency of 30 orders. Based on the Min-Max (s, S) method using ABC analysis, products with category A are produced, namely original, cheese cream, and sarikaya pandan. With the Min-Max (s, S) method, a minimum supply of 301 boxes of authentic products, 45 boxes of cheese cream, 267 boxes of sarikaya pandan, and 53 boxes of ganache is produced. The maximum supply of original products is 484 boxes, 64 boxes of cheese cream, 394 sarikaya pandan, and 79 boxes of ganache with an order frequency of 15 times. Using the Min-Max (s, S) method, a decrease in damaged or expired goods is obtained due to inefficient inventory.