Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Pendahuluan Pengendapan Cerium, Lanthanum, dan Neodymium dari Larutan Klorida Menggunakan Sodium Karbonat pada Pengolahan Monasit Bangka Kurnia Trinopiawan; Venny Nur Avifa; Yarianto Sugeng Budi Susilo; Ersina Rakhma; Yayat Iman Supriyatna; Iwan Susanto; Sulaksana Permana; Johny Wahyuadi Soedarsono
EKSPLORIUM Vol 41, No 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir - BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2020.41.1.5871

Abstract

ABSTRAK Mineral monasit sebagai mineral ikutan penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung mengandung unsur tanah jarang ringan, diantaranya Cerium (Ce), Lanthanum (La), dan Neodymium (Nd). Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrat unsur tanah jarang karbonat melalui proses pengendapan dengan sodium karbonat (Na2CO3), serta menentukan pengaruh konsentrasi dan volume Na2CO3 terhadap recovery pengendapan Ce, La, dan Nd. Persiapan umpan dilakukan dengan mengikuti rute proses pengolahan monasit menggunakan metode basa meliputi tahapan dekomposisi, pelarutan, dan pengendapan unsur radioaktif. Recovery pengendapan tertinggi untuk Ce, La, dan Nd yaitu sebesar 10,84%, 7,81%, dan 2,68% pada penggunaan Na2CO3 dengankonsentrasi 30% wt dan volume 55 mL.ABSTRACT Monazite mineral as associated mineral of tin mining in Bangka Belitung Islands contains light rare earth elements like Cerium (Ce), Lanthanum (La), and Neodymium (Nd). The objective of this study is to obtain the concentrates of rare earth carbonate through the precipitation process with sodium carbonate (Na2CO3) and determine the effect of concentration and volume of Na2CO3 on the precipitation recovery of Ce, La, and Nd. The preparation of the feed solution was carried out by following the monazite processing route using the alkali method includes the stages of decomposition, dissolution, and precipitation of radioactive elements. The highest precipitation recovery for Ce, La, and Nd are 10.84%, 7.81%, and 2.68% respectively in the use of Na2CO3 with a concentration of 30% wt and a volume of 55 mL. 
Peningkatan Kadar Tantalum dan Niobium Oksida dari Terak Timah Bangka Menggunakan Pelarut NaOH dilanjutkan HNO3 dan H3PO4 Rafdi Abdul Majid; Sulaksana Permana; Johny Wahyuadi Soedarsono; Wahyu Kartika; Munira Munira; D Darnengsih; M Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.336 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v4i2.468

Abstract

Terak Timah merupakan produk samping dari proses peleburan timah yang mengandung unsur logam tantalum dan niobium. Beberapa sumber unsur tantalum dan niobium yaitu columbite, tantalite, tantalo-columbite, dll. Tantalum & niobium memiliki banyak aplikasi seperti industri pesawat terbang, elektronik dan super alloy. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar unsur logam tantalum dan niobium dari terak timah melalui proses pelindian asam maupun basa. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pemanggangan yang dilakukan tidak mengalami dekomposisi thermal, selanjutnya proses pelindian basa dengan NaOH mengakibatkan penurunan yang sangat kecil terhadap niobium yaitu dari 0,75 menjadi 0,73%, sedangkan proses pelindian dengan HNO3 dan H3PO4 memberikan peningkatan terhadap tantalum dan niobium yaitu dengan HNO3 2M menghasilkan Ta dan Nb berturut-turut 0,17 menjadi 0,85 dan 0,73 menjadi 1,49. Hal ini juga terlihat pada pelindian menggunakan campuran HNO3: H3PO4 menghasilkan peningkatan Ta dan Nb berturut-turut menjadi 0,88-0,9% dan 1,46-1,54% di setiap peningkatan variasi konsentrasi H3PO4
PENGKAYAAN UNSUR YTTRIUM DAN CERIUM PADA TERAK TIMAH BANGKA: ANALISIS TERMODINAMIKA Sulaksana Permana; Debby Rachel; Agus Budi Prasetyo; Rafdi Abdul Majid; Wahyu Kartika; Iwan Susanto; Johny Wahyuadi M
Metalurgi Vol 35, No 2 (2020): Metalurgi Vol. 35 No. 2 Agustus 2020
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.845 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v35i2.564

Abstract

Beberapa negara melakukan penelitian untuk mendapatkan sumber unsur tanah jarang (UTJ) dikarenakan dominasi suplai UTJ oleh negara China. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan adanya sumber UTJ dari proses penambangan dan pemurnian timah di kepulauan Bangka Belitung. Pada penelitian ini terak timah Bangka (TTB) dilakukan serangkaian kondisi proses untuk mendapatkan hasil pengkayaan yttrium dan cerium yang optimal. Proses yang dilakukan adalah dengan melakukan pemanggangan TTB pada suhu 900⁰C, pelindian dengan NaOH, pelindian dengan HNO3 dan terakhir pelindian dengan H3PO4 dengan variasi konsentrasi. Hasil yang didapatkan adalah kadar optimal cerium 4,39 % setelah kondisi proses pelindian NaOH dan kadar yttrium mengalami peningkatan terus pada seluruh kondisi proses serta didapatkan kadar optimal 1,35 % setelah dilakukan pelindian dengan HNO3 2M dan H3PO4 1,5 M.  
Studi Numerik Pengaruh Flutter Pada Sirip Roket Berbahan Material Bio-Komposit Putranto , Muhammad Naufal; Yamin, Mohamad; Permana, Sulaksana
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1405

Abstract

Sirip roket merupakan komponen penting untuk mendukung keberhasilan misi menerima beban earodinamis yang tinggi. Pada saat menjalankan misi, terdapat kemungkinan kegagalan struktur sirip roket akibat gaya aerodinamis yang biasa disebut sebagai efek flutter. Material sirip yang berbeda dapat memberikan perilaku terhadap efek flutter yang berbeda. Disamping itu, isu lingkungan mendorong penggunaan material ramah lingkungan, seperti material bio-komposit. Dalam paper ini dilakukan pengujian numerik dengan mengunakan metode Fluid Structure Interaction (FSI) untuk mengetahui pengaruh flutter yang terjadi pada sirip roket dengan memanfaatkan aplikasi ANSYS 2023 R1. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai frekuensi natural pada sirip roket sebesar 21,854Hz, 45,655Hz, 89,106Hz, dan 121,59Hz. Selain itu, diketahui bahwa fenomena flutter untuk material bio-komposit terjadi pada kecepatan 149,81m/s. Analisis FSI dilakukan pada kecepatan flutter sirip roket dengan tekanan udara 9460,49 Pa dan didapatkan tekanan aerodinamik yang bekerja pada sirip roket menyebabkan sirip roket mengalami deformasi bersifat osilasi dengan nilai deformasi terbesar ada pada sumbu x yaitu sebesar 0,439 mm.
Studi Pendahuluan Pengendapan Cerium, Lanthanum, dan Neodymium dari Larutan Klorida Menggunakan Sodium Karbonat pada Pengolahan Monasit Bangka Trinopiawan, Kurnia; Avifa, Venny Nur; Susilo, Yarianto Sugeng Budi; Rakhma, Ersina; Supriyatna, Yayat Iman; Susanto, Iwan; Permana, Sulaksana; Soedarsono, Johny Wahyuadi
EKSPLORIUM Vol. 41 No. 1 (2020): MEI 2020
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2020.41.1.5871

Abstract

Monazite mineral as associated mineral of tin mining in Bangka Belitung Islands contains light rare earth elements like Cerium (Ce), Lanthanum (La), and Neodymium (Nd). The objective of this study is to obtain the concentrates of rare earth carbonate through the precipitation process with sodium carbonate (Na2CO3) and determine the effect of concentration and volume of Na2CO3 on the precipitation recovery of Ce, La, and Nd. The preparation of the feed solution was carried out by following the monazite processing route using the alkali method includes the stages of decomposition, dissolution, and precipitation of radioactive elements. The highest precipitation recovery for Ce, La, and Nd are 10.84%, 7.81%, and 2.68% respectively in the use of Na2CO3 with a concentration of 30% wt and a volume of 55 mL.
Preliminary Investigation of Catechin as a Natural Complexing Agent for Selective Recovery of Tantalum and Niobium from Hydrometallurgical Leachate of Bangka Tin Slag 2 Sulaksana Permana; Agustino Zulys; Widiantari Nofriandani; Kurnia Trinopiawan; Riesna Prassanti; Iwan Susanto; Asep Mohamad Noor; Johny Wahyuadi M. Soedarsono
EKSPLORIUM Vol. 47 No. 1 (2026): MAY 2026
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/eksplorium.2026.14940

Abstract

Bangka Tin Slag 2 (BTS 2), a byproduct of tin processing, contains strategic metals such as tantalum (Ta) and niobium (Nb) in oxide forms. This study explores the potential of catechin extract from green tea leaves (Camellia sinensis) as a complexing agent for the recovery of Ta2O5 and Nb2O5 from BTS 2 following a staged leaching process. The material underwent a staged leaching process, defined as a sequential alkali-acid treatment (NaOH followed by HCl) to remove major impurities, followed by hydrofluoric acid (HF) digestion. Catechin was isolated with a yield of 4.73%. Leaching optimization revealed that 4 M HF was optimal, achieving extraction efficiencies of 3.879% for Ta and 23.109% for Nb. Interaction studies using Job’s method showed a 1:1 stoichiometric ratio (metal:ligand) for the complexation. However, catechin exhibited a dominant complexing efficiency with iron (Fe3+) at 12.23%, compared to only 1.55% with Ta5+ and 0.21% with Nb5+. Based on the Hard-Soft Acid-Base (HSAB) theory, this preferential binding occurs because Fe3+ acts as a hard acid that matches perfectly with the hard oxygen-donor phenolic groups of catechin, whereas the highly charged Ta5+ and Nb5+ ions form overly stable fluoro-complexes in the leachate that restrict ligand exchange. These findings indicate that while catechin is a potent complexing agent, its selectivity toward Ta and Nb requires further enhancement or an intermediate iron-removal step.
Structural Integrity and Edge Stiffness Evaluation of GFRP Modular Towing Tank: Analytical and Numerical Study: Analytical and Numerical Study MUHAMMAD A'ZOM AR-RABAQI; Muswar Muslim; Ayom Buwono; Moch Ricky Dariansyah; Mohammad Danil Arifin; ALDYN CLINTON PARTAHI OLOAN; Sulaksana Permana
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i1

Abstract

Conventional hydrodynamic testing facilities require substantial capital investment, limiting maritime research accessibility in developing nations. This study addresses the structural integrity and global stiffness challenges in designing a modular Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) composite towing tank as a cost-effective alternative. A hybrid laminate configuration combining Chopped Strand Mat 450 g/m² and Woven Roving 800 g/m² was analyzed under hydrostatic loading using Classical Laminate Theory (CLT) and Finite Element Method (FEM). Analytical predictions indicated acceptable performance with 26.09 MPa bending stress and 5.95 mm deflection under fully clamped boundary assumptions. However, full-scale FEM simulation revealed critical free-edge effects, producing 41 MPa Von Mises stress and 62 mm deflection at the tank rim exceeding the L/200 serviceability limit despite maintaining a safety factor of 3.65. This study demonstrates that while the 19 mm wall thickness satisfies strength requirements per ASME RTP-1 standards, edge stiffening through horizontal rim reinforcement is essential to control excessive deformation in open-top modular configurations.