Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UJI KUALITAS FISIK DAN KIMIA KOMPOS PADA PROSES PENGOMPOSAN AEROB DAN ANAEROB DENGAN MENGGUNAKAN MOL TAPE UBI DAN MOL BONGGOL PISANG Dwi Wahyu Purwiningsih; Susan Arba
Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/f4jz5h94

Abstract

Latar Belakang: Kompos adalah hasil penguraian dari campuran bahan-bahan organik yang berasal dari sampah rumah tangga, sampah tanaman, sampah pasar, dan lain-lain serta diolah dengan cara pengomposan. Pengomposan merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah organik terutama sayur dan buah-buah. Mol adalah kumpulan mikroorganisme produksi sendiri dari bahan-bahan alami yang ada di sekeliling kita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia kompos pada proses pengomposan aerob dan anaerob dengan menggunakan mol tape ubi dan mol bonggol pisang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Experiment dengan desain post test only group control design. Hasil penelitian kompos selama 26 hari adalah kualitas fisik kompos untuk kelompok pengomposan aerob secara warna, bau dan tekstur sesuai dengan SNI Kompos dan untuk pengukuran kelembaban, suhu dan pH berada pada angka sesuai SNI. Pengomposan kelompok Anaerob didapatkan hasil bahwa untuk kualitas fisik yaitu warna dan tekstur sudah sesuai SNI kompos tetapi untuk bau masih ada bau dari proses pembusukan. Hasil uji NPK pada kedua kelompok kompos aerob dan anaerob sesuai dengan SNI : 19-70-30-2004. Penelitian ini masih bisa dikembangkan lagi dengan menambahkan waktu pengomposan untuk kelompok anaerob sehingga hasilnya lebih baik
Membentuk Budaya dan Karakter Remaja tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pelatihan di SMP Islam 1 Kota Ternate Muhammad, Rusny; Ali, Kartini M; Arba, Susan
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.649

Abstract

Pembentukan nilai karakter hidup bersih dan sehat bisa dilakukan oleh individu, keluarga, masyarakat sekitar, dan sekolah. Karakter diarahkan pada aspek pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Salah satu cara yang bisa digunakan pihak sekolah untuk membentuk karakter tersebut adalah dengan budaya sekolah. Budaya sekolah yang dilakukan secara konsisten, berkelanjutan dan didukung aturan serta contoh dari semua warga sekolah akan memberikan dampak positif bagi siswa dan menjadikan kebiasaan hidup bersih di kesehariannya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membentuk karakter dan budaya tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam mencegah krisis kesehatan dengan memberdayakan anggota UKS Sekolah. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan dan pendampingan pada anak sekolah di SMP Islam 1 Kota Ternate. Solusi permasalahan yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah edukasi, pelatihan dan pendampingan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui peran kelompok kerja dalam hal ini adalah siswa yang dipilih dan tergabung dalam UKS. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan menggunakan modul PHBS yang sudah di Haki dan poster.
Risiko Siklamat Dan Karakteristik Individu Terhadap Kejadian Diabetes: Studi kasus kontrol di Ternate dan Palu, Indonesia Sakriani, Sakriani; Washliyah, Siti; Arba, Susan; Mustafa, Mustafa; Sadjim, Adelia Maharani; Silalahi, Edivo Chandra; Anwar, Hairunnisa
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2432

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, termasuk riwayat keluarga dan paparan bahan kimia aditif seperti pemanis buatan. Siklamat banyak digunakan dalam produk minuman sebagai pemanis berintensitas tinggi dan masih menjadi perdebatan mengenai keamanannya terhadap kesehatan metabolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko keberadaan siklamat pada minuman, riwayat keluarga, umur, dan jenis kelamin terhadap kejadian DM pada masyarakat di Kota Ternate dan Kota Palu. Penelitian analitik dengan desain case control ini melibatkan 76 responden, terdiri dari 38 kasus dan 38 kontrol, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data riwayat keluarga dan karakteristik responden dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan keberadaan siklamat ditentukan melalui analisis laboratorium terhadap sampel minuman yang pernah dikonsumsi responden. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan distribusi data, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat keluarga (p=0,001; OR=7,650) dan umur (p=0,004; OR=4,921) terbukti sebagai faktor risiko DM, sedangkan keberadaan siklamat (p=0,670) dan jenis kelamin (p=0,608) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa riwayat keluarga (p=0,004) dan umur (p=0,005) merupakan variabel paling berpengaruh terhadap kejadian DM. Kesimpulannya, individu dengan riwayat keluarga DM dan yang berusia lebih tua memiliki risiko lebih tinggi menderita DM.