Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK COKELAT MILK PADA UMKM CV XY DI KOTA MAKASSAR N Nuraeni; St Sabahannur; N Nurliani; Andi Azrarul Amri
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v11i3.903

Abstract

The research aims to analyze chocolate milk's income and product development at CV XY UMKM in Makassar City. The method used in this research is the case study method so that all leaders and employees are taken as respondents. Data collection consisted of observations and interviews with the management and employees of CV XY Business to collect primary data. Data analysis comprised organoleptic tests, financial analysis, production cost analysis, income analysis, B/C ratio analysis, and BEP analysis. The results showed that the level of acceptance of the color of milk chocolate reached 47.5% (liked it), 42.5% (liked it for texture), 30.0% for its taste (liked it very much), and 45.0% for its aroma (liked it). CV XY has produced three types of chocolate products, namely Assorted Flavor Chocolate (jar packaging and mica packaging) and chocolate bars, with a total revenue per month of IDR 32,800,000 each, with a total cost of IDR 26,292,506 and revenue of IDR 6,507,494. Chocolate milk, a development product, requires a total cost of Rp. 2,375,000.-. This amount produces 75 milk chocolate products with a net weight of 100 grams and a price of IDR 31,680/100 g. BEP value of each product per unit and BEP rupiah. Assorted-flavored chocolate in jar packaging has a BEP value of 168 units and IDR 8,416,731. Assorted-flavored chocolate with mica packaging has a BEP value of 168 units and IDR 8,398,108. As the chocolate bar has a BEP value of 45 or IDR 1,561,887, it can be said that CV XY has produced above the Break Even Point value. For product development, namely chocolate milk, CV. For XY to reach the break-even point, it must produce and sell at least 60 units of chocolate milk products or obtain sales proceeds of IDR 4,227,700.-
ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS KOPI ARABIKA DI DESA TOLAJUK, KECAMATAN LATIMOJONG, KABUPATEN LUWU Hasnida Hasnida; Nuraeni Nuraeni; Iskandar Hasan
WIRATANI Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi subsistem hulu (input), subsistem usahatani, subsistem hilir (pasca panen dan pemasaran) dan subsistem jasa layanan pendukung pada usahatani kopi arabika, menganalisis jumlah produksi dan pendapatan usahatani kopi arabika dan menganalisis tingkat kelayakan usahatani kopi arabika. Lokasi penelitian di Desa Tolajuk, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu dengan jumlah responden 42 petani kopi arabika. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis data deskriptif, analisis pendapatan dan analisis kelayakan. Hasil penelitian ini adalah sistem agribisnis usahatani kopi arabika tidak berjalan dengan baik karena subsistem usahatani tidak sesuai anjuran sehingga responden kurang mengikuti penyuluhan dan lembaga jasa layanan pendukung umunya tidak tersedia. Subsistem hulu (input) memiliki kriteria tersedia di kios desa atau pasar, subsistem usahatani memiliki kriteria tidak sesuai anjuran penyuluh, subsistem hilir yaitu pasca panen memiliki kriteria melakukan sortasi buah, penggilingan, fermentasi, penjemuran dan sortasi biji kopi sedangkan untuk pemasaran terdiri dari 2 saluran pemasaran yaitu dari petani ke pedagang pengumpul dan dari petani ke pedagang besar, subsistem jasa layanan pendukung memiliki kriteria tidak pernah mengikuti penyuluhan, tidak pernah pinjam/kredit di bank dan tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah serta tidak ada koperasi di desa. Produksi kopi arabika sebesar 390,16 kg dan penerimaan sebesar Rp6.242.560/Ha. Tingkat pendapatan usahatani kopi arabika yaitu Rp5.138.526,70/Ha artinya usahatani kopi arabika menguntungkan. Tingkat kelayakan usahatani kopi arabika adalah 5,65 maka usahatani kopi arabika layak diusahakan.
DAMPAK KONTRIBUSI EKONOMI PEMANFAATAN HUTAN MANGROVE TERHADAP PENDAPATAN RUMAHTANGGA NELAYAN (Studi Kasus di Desa Laikang, Kecamatan Manggara’bombang, Kabupaten Takalar) Muh. Arif Nur; Nuraeni Nuraeni; Muhammad Salim
WIRATANI Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam memanfaatkan hutan mangrove, menganalisis pendapatan petani dari kegiatan memanfaatkan hutan mangrove dan menganalisis kontribusi dalam memanfaatkan hutan mangrove terhadap pendapatan rumahtangga nelayan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Laikang, Kecamatan Manggara’bombang, Kabupaten Takalar berlangsung selama 2 bulan yaitu bulan Februari sampai Maret 2018. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang pekerjaan pokoknya sebagai nelayan dan juga memanfaatkan hutan Mangrove sebagai sumber pendapatan rumahtangga. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling (sengaja), yaitu sampel berjumlah 30 responden nelayan dan memanfaatkan hutan mangrove. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis kontribusi pemanfaatan hutan mangrove. Analisis deskriptif untuk melihat jenis aktivitas ekonomi pemanfaatan hutan mangrove. Analisis pendapatan digunakan untuk mengetahui pendapatan rumahtangga sedangkan analisis kontribusi digunakan untuk mengukur kontribusi pemanfaatan hutan mangrove terhadap pendapatan responden. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas ekonomi yang dilakukan masyarakat yaitu mengambil nener (bibit ikan) dan mengambil ikan, mengambil kepiting dan mengambil udang. Pendapatan rata-rata rumahtangga nelayan sebesar Rp 1.921.600,33 dan kontribusi pemanfaatan hutan mangrove terhadap pendapatan rumahtangga yaitu 40,85% yang berarti temasuk kategori kontribusi sedang.
DAMPAK KEBERADAAN PERUSAHAAN KELAPA SAWIT TERHADAP KONDISI SOSIAL, EKONOMI DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT (Studi Kasus Perusahaan Kelapa Sawit di Desa Tobadak, KecamatanTobadak, Kabupaten Mamuju Tengah) Muhammad Ardi Angga; Nuraeni Nuraeni; Mais Ilsan
WIRATANI Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) Menganalisis dampak sosial masyarakat di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. (2) Menganalisis dampak ekonomi masyarakat di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. (3) Menganalisis dampak lingkungan sekitar perusahaan setelah berdirinya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan Juli - Desember 2020. Responden dipilih secara purposive yaitu semua masyarakat sekitar perusahaan yang terkena dampak. Jumlah sampel dari penelitian ini sebanyak 30 orang yang berasal dari berbagi macam latar pekerjaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Untuk menjawab rumusan masalah yang ada maka penilaian dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit terhadap kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan masyarakat digunakan pembobotan dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan yaitu (1) Dampak aspek sosial yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit berdampak positif terhadap pendidikan, kesehatan, harga tanah dan fasilitas umum. Sedangkan pada interaksi sosial berdampak negatif. (2)  Dampak aspek ekonomi yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit yaitu berdampak positif terhadap bertambahnya lapangan pekerjaan, menurunnya angka pengangguran dan meningkatnya pendapatan masyarakat. (3) Dampak aspek lingkungan yang ditimbulkan dari berdirinya perusahaan kelapa sawit yaitu berdampak negatif terhadap pencemaran udara karena bau limbah tangkos yang mengganggu masyarakat serta alih fungsi lahan pangan yang mengakibatkan lahan pangan berkurang.
ANALISIS KINERJA PENYULUH TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH IRIGASI (Studi Kasus Di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone) Fauziah Nur Rahman; Nuraeni Nuraeni; Ida Rosada
WIRATANI Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi metode penyuluhan yang diterapkan pada petani di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, menganalisis kinerja penyuluh pertanian di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, menganalisis produksi dan pendapatan usahatani padi di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, menganalisis kinerja penyuluh terhadap produksi usahatani padi di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone. Lokasi penelitian di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone dengan jumlah responden 39 petani dan 13 penyuluh pertanian. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis keuntungan (pendapatan), analisis indikator kinerja penyuluh berdasarkan peraturan menteri pertanian No.91/Permentan/OT-140/2013 dan analisis rank spearman. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang sering dilakukan di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone yaitu metode penyuluhan kelompok dengan jumlah frekuensi penyuluhan yang sering dilakukan sebanyak 4 kali permusim dengan persentase 50 %, Tingkat kinerja penyuluh berdasarkan nilai indeks prestasi kerja penyuluh di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone berada dalam kategori cukup dengan nilai prestasi kerja sebesar 66,83, produksi padi sawah termasuk dalam kategori rendah sebesar 4.991,10 kg/ha atau setara dengan 4,99 ton/ha dibawah produksi di Kecamatan Kahu sebesar 6,26 ton/ha dan Hubungan kinerja penyuluh dengan produksi padi  di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone memiliki hubungan tidak signifikan dan berdasarkan nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa kinerja penyuluh dan produksi padi memiliki hubungan sangat lemah sebesar 0,038. 
USAHATANI KONSERVASI DI HULU DAS JENEBERANG (STUDI KASUS PETANI SAYURAN DI HULU DAS JENEBERANG, SULAWESI SELATAN) (Conservation Farming in The Watershed Upstream Jeneberang (Case study of Vegetable Farmers in the Watershed Upstream Jeneberang, Sulawesi) Nuraeni Nuraeni; Sugiyanto Sugiyanto; Zaenal Zaenal
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 20, No 2 (2013): Juli
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18484

Abstract

ABSTRAKDaerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang merupakan salah satu DAS yang terdapat di Sulawesi Selatan yang sudah termasuk DAS prioritas. Kondisi lahan di DAS Jeneberang sudah mengalami kerusakan karena adanya alih fungsi lahan dari areal kawasan hutan menjadi kawasan budidaya pertanian dan sistem pertanian yang dilakukan oleh petani tidak menerapkan teknik konservasi untuk lahan dengan kemiringan cukup tinggi. Hal ini memicu terjadinya erosi sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas lahan. Tujuan penelitian adalah mengkaji dan menganalisis penerapan konservasi pada usahatani sayuran di hulu DAS Jeneberang. Lokasi penelitian di hulu DAS Jeneberang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, dengan populasi penelitian adalah seluruh petani sayuran di Kelurahan Pattapang sebanyak 550 petani. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana dengan responden sebanyak 182 petani dengan menggunakan rumus penentuan sampel dari Isaac & Michael. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konservasi pada lahan usahatani sayuran di hulu DAS Jeneberang masih rendah, di mana konservasi yang dilakukan masih sederhana dan belum sesuai dengan teknik konservasi. Adapun metode konservasi yang sudah diterapkan adalah pola tanam tumpang gilir, pemanfaatan sisa tanaman sebagai penutup tanah, penanaman rumput pada bibir teras, penanaman pohon sebagai batas kebun, pembuatan teras, pembuatan penampungan air dan perbaikan saluran pembuangan air.ABSTRACTJeneberang watershed is one watershed in South Sulawesi that include priority watershed. Land condition in Jeneberang watershed has been damage because of land use and agriculture system change which has done by community.  Condition of the land in the watershed Jeneberang already suffered damage due to land conversion from forest areas into agricultural cultivation areas and farming systems by farmers do not apply to land conservation techniques with high slope. This triggers the occurrence of erosion resulting in a decrease in land productivity.The purpose of this study was to examine and analyze the implementation of conservation on vegetables farms in  Jeneberang watershed upstream. Research sites in the Jeneberang watershed upstream Gowa in South Sulawesi, with the entire study population was Pattapang vegetable farmers in the village as much as 550 farmers. Random sampling is done simply by the respondents as many as 182 farmers using the formula determining the sample of Isaac & Michael. Data analysis methods used is descriptive analysis statistic.The result show that the application of conservation farm on vegetable land in Jeneberang watershed upstream still low, where the conservation application still using simple method and it has not appropriate conservation technique yet. The conservation method that have been applied such as intercropping cultivation pattern, mulch, grass planting at terrace,  tree planting as a garden boundary, construction stool terrace, construction water storage and drainage improvements.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DENGAN PENDEKATAN MODERASI RELIGIUSITAS Nuraeni Nuraeni
WIRATANI Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wiratani.v9i1.582

Abstract

Di Indonesia, kebutuhan pangan memiliki peranan yang sangat penting, terutama makanan pokok, karena berhubungan dengan menyediakan kebutuhan dasar manusia. Salah satu komoditas penting dalam sektor ini adalah padi, yang menjadi bahan pangan pokok bagi sebagian besar masyarakat. Petani sebagai pelaku sektor pertanian semakin dituntut memiliki pengetahuan dan keterampilan agar dapat meningkatkan produktivitas dalam usahataninya. Salah satu faktor  yang memotivasi petani dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam berusahatani adalah sikap religiusitas yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas padi sawah, menganalisis pengetahuan, keterampilan dan religiusitas petani padi sawah, dan menganalisis pengaruh pengetahuan dan  keterampilan petani terhadap produktivitas padi sawah dengan religiusitas sebagai variabel moderat. Lokasi penelitian di Desa Pattiro Riolo Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone yang merupakan salah satu kawasan sentra produksi padi. Populasi adalah seluruh petani padi sawah, penentuan sampel menggunakan metode Slovin sehingga jumlah responden sebanyak 78 orang yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling).   Metode analisis yang digunakan adalah analisis Statistik Deskriptif dan analisis Partial Least Square (SEM-PLS). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan,  religiusitas secara positif berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, akan tetapi  pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas yang dimoderasi religiusitas. Hal ini menunjukkan bahwa  walaupun petani seorang religius, keputusan mereka untuk mengelola usahataninya didasarkan aturan dan manfaat yang dirasakan tanpa perlu melibatkan pemahaman nilai religius didalam usahataninya
PEMBERDAYAAN DESA BINAAN SENTRA PENGHASIL JAGUNG DAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN JAGUNG UNTUK PENURUNAN STUNTING DI DESA TODDOPULIA A. Rizki Amelia AP; Nuraeni Nuraeni; Sumiaty Sumiaty; Reski Putra Praja
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh rendahnya asupan gizi dan belum optimalnya pemanfaatan potensi pangan lokal. Desa Toddopulia sebagai sentra penghasil jagung memiliki potensi besar untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat melalui diversifikasi produk olahan jagung yang bernilai gizi dan ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk olahan jagung sebagai upaya pemberdayaan desa sekaligus mendukung penurunan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi mengenai stunting,gizi,peningkatan produksi jagung dan pengolahan jagung menjadi pangan yang bergizi, pelatihan pengolahan jagung menjadi berbagai produk pangan, pendampingan kelompok masyarakat dalam penerapan teknik pengolahan, serta evaluasi melalui observasi dan penilaian peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan jagung sebagai pangan bergizi, meningkatnya keterampilan peserta dalam menghasilkan produk olahan jagung yang lebih beragam, serta terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu mengembangkan produk secara berkelanjutan. Program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan lokal bergizi dan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga. Pemberdayaan berbasis potensi desa melalui diversifikasi olahan jagung berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan percepatan penurunan stunting di Desa Toddopulia.