I Nyoman Santiawan
Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jawa Dwipa

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Rahayu Fitriyani; I Nyoman Santiawan; Gatot Wibowo
Jawa Dwipa Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.396 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara (1) minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunungkidul tahun pelajaran 2019/2020, (2) intensitas belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunungkidul tahun pelajaran 2019/2020 dan (3) minat belajar dan intensitas belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunungkidul tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas V sampai dengan XII Pasraman di Gunungkidul sejumlah 64 siswa. Variabel penelitian terdiri atas minat belajar dan intensitas belajar sebagai variabel bebas. Sedangkan prestasi belajar agama hindu siswa sebagai variabel terikat. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan dokumentasi. Adapun uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linieritas dan keberartian regresi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis korelasi sederhana dan korelasi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar = 0,640, dengan persamaan garis regresi sederhana (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas belajar dengan prestasi belajar agama hindu yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar = 0,544, dengan persamaan garis regresi sederhana (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat belajar dan intensitas belajar dengan prestasi belajar agama hindu yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi sebesar = 0,669, dengan persamaan garis regresi ganda . disimpulkan bahwa memang terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dan intensitas belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa. Hal ini juga sesuai dengan kerangka berfikir yang mengatakan bahwa semakin baik minat belajar dan intensitas belajar yang dimiliki siswa maka semakin baik pula prestasi belajar agama hindu siswa, sebaliknya semakin buruk minat belajar dan intensitas belajar siswa semakin rendah pula prestasi belajar agama hindu siswa.
PENGARUH AJARAN TRI GUNA DALAM MENINGKATKAN BUDHI PEKERTI ANAK DI TK SARI MEKAR BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA Mujirah; Gatot Wibowo; I Nyoman Santiawan
Jawa Dwipa Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.384 KB) | DOI: 10.54714/jd.v2i1.36

Abstract

Pengaruh Ajaran Tri Guna Dalam Pendidikan Budhi Pekerti Anak Di TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta, Dalam mencapai pendidikan Budhi pekerti di dalam ajarangama Hindu terdapat tiga sifat yang mempengaruhi pikiran manusia yang disebut Tri Guna yaitu sifat alami yang dibawa sejak lahir yaitu sattwam, rajas, tamas. Tiga sifat yang disebut Tri Guna tersebut saling memberi pengaruh terhadap pikiran (citta) anak dalam membentuk budhi pekerti sebagai sebuah perilaku. Anak yang memiliki sifat sattwam memiliki sifat tenang, suci, bijaksana, cerdas, cenderung memiliki perilaku kebaikan, anak yang memiliki sifat rajas memiliki sifat lincah, gesit, tergesa-gesa, bernafsu, cenderung memiliki sifat mudah marah, selalu gelisah susah mengontrol emosinya, anak yang memiliki sifat tamas memiliki sifat tamak, malas, cenderung kurang aktif dan lamban. Pengaruh ajaran Tri Guna dalam mencapai keseimbangan ketiganya dalam membentuk perilaku yang berbudhi luhur pada anak dengan mengatasi sifat rajas dan tamas melalui peningkatan sifat sattwam menerapkan doa sehari-hari yang merujuk kepada ajaran suci weda dan mengatasi sifat rajas melalui ajaran tattwam asi, Tri kaya parisudha dan catur paramita. Sifat tamas dapat dicapai dengan melatih berjapa berulang-ulang dan penanaman Tri hita karana. Untuk menyeimbangkan sifat rajas, rajas dam meningkatkan sifat tamas dalam meningkatkan budhi pekerti dengan melakukan yoga asanas di sekolah yang melatih anak untuk, menghapal dan mengucapkan puja yoga : mantra gayatri, mantra guru, maha mrtyunjaya mantra, Pranayama (pernapasan), Pawanamuktasana (peregangan), asanas, Surya namaskar, Candra namaskar, relaksasi, pengurutan dan doa penutup.Beberapa manfaat yoga asanas diberikan kepada anak untuk menyeimbangkan kecenderungan tiga sifat (Tri guna) yang mempengaruhi pikiran (citta) sehingga akan membentuk budhi pekerti yaitu : Anak yang memiliki kecenderungan sifat sattwam akan dapat : Membangun pondasi tentang ajaran Weda, membuat anak memiliki kehidupan spiritual yang kuat sesuai dengan falsafah yoga yaitu mengutamakan hubungan dengan Tuhan, alam dan menjaga keseimbangan. Anak yang memilki kecenderungan sifat rajas akan dapat : Melatih anak lebih mengenal diri dan mampu mengendalikan emosinya dengan baik. Meningkatkan ketenangan dan mengurangi ketegangan pada dirinya, Meningkatkan kelententuran, kekuatan, fleksibilitas, koordinasi dan kesadaran tubuh, Anak yang memiki kecenderungan sifat tamas akan dapat : Meningkatkan kepercayaan diri anak, Membangkitkan sifat lamban anak untuk lebih aktif.
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA DI MASA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Ni Made Erlina Sari; I Nyoman Santiawan
Jawa Dwipa Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.624 KB) | DOI: 10.54714/jd.v2i2.40

Abstract

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyebaran Covid-19 pertama kali ditemukan seorang anak kecil mengalami sesak nafas dan dinyatakan positif pada tanggal 15 Maret 2020 sampai sekarang. Kehidupan beragama masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami perubahan sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Dalam masa pandemic Covid-19 tentu banyak sekali tantangan dalam menjalankan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagai mana Implementasi Ajaran Tri Hita Karana di Masa Pandemi Covid-19 Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian merupakan jenis penelitian deskripsif kualitatif yang menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk dapat menghasilkan penelitian yang akurat dan kredibel. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Implementasi Ajaran Tri Hita Karana, umat Hindu melaksanakanya dengan cara: Di masa pandemi covid-19, umat Hindu dalam menjaga hubungan dengan Ida Sang Hyang Widi (Parahayangan) dilakukan dengan cara sembahyang di rumah, sembahyang secara virtual dan sembahyang di Pura dengan Prokes yang ketat. Pawongan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia di masa pandemi Covid- 19 dilakukan dengan cara selalu berkomunikasi dengan handphone melalui media social, saling mendoakan, saling menyemangati dan saling membantu satu dengan yang lainnya. Palemahan hubungan yang harmonis dengan lingkungan dan alam semesta di masa pandemic Covid-19 dilakukan dengan cara merawat lingkungan, membersihkan lingkungan, menanam pohon serta menerapkan protocol kesehatan 5 M.