Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MODEL EROSI DAN SEDIMENTASI MELALUI ANALISIS SOIL AND WATER ASSESMENT TOOL (SWAT): STUDI KASUS SUB-DAS CIKAO, KABUPATEN PURWAKARTA, PROVINSI JAWA BARAT Ramdhan, Farda; Iskandar, Teuku Yan Waliana Muda; Listiawan, Yudhi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 21, No 2 (2023): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v21i2.48640

Abstract

This research was conducted in the Cikao sub-watershed, which is in Purwakarta Regency, West Java Province. Cikao Sub-Watershed is a part of the Citarum Watershed, which contributes the highest erosivity to Citarum Watershed. This is reinforced by the activity of sedimentation excavation in Cikao river area. This research was conducted to determine the erosion and sedimentation potential rate in Cikao Sub-Watershed using Soil and Water Assessment Tool (SWAT) which can be considered for watershed management plan. This SWAT model is quantitative analysis using climate, hydrology, land use, soil type, and slope data. The results show that erosion rates in the Cikao Sub-Watershed are 845.7 tons/ha/year and sedimentation rates are 653.62 tons/ha/year. The erosion levels in the Cikao Sub-Watershed consist of very slight class 2041.99 ha, slight class 1956.03 ha, and moderate class is 3027.32 ha. And the sedimentation levels consist of a very low class 3004.02 ha, a low class 134.78 ha, a moderate class 131.62 ha, and a very high class 3754.92 ha.Keywords: SWAT, Cikao Sub-Watershed, Erosion, Sedimentation
KERENTANAN POTENSI BANJIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARIK BAGIAN HULU, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT Wahyuni, Sri; Listiawan, Yudhi; Sulaksana, Nana; Alfadli, Muhammad Kurniawan
Bulletin of Scientific Contribution Vol 20, No 3 (2022): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v20i3.43018

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarik Bagian Hulu secara administratif berada di Kabupaten Bandung dan sebagian Kabupaten Sumedang. Sungai Citarik merupakan anak dari Sungai Citarum yang melewati beberapa daerah seperti Cicalengka dan Rancaekek. Perkembangan wilayah yang pesat didaerah yang dilewati oleh Sungai Citarik ini menyebabkan sering terjadinya banjir saat musim hujan. Banjir yang terjadi didaerah ini selain disebabkan karena perubahan tutupan lahan yang masif juga dipengaruhi oleh faktor alamiah seperti peningkatan curah hujan dan faktor morfologi dari Sungai Citarik itu sendiri. Daerah penelitian dibagi menjadi 20 daerah tangkapan air (catchment area). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerentanan potensi banjir berdasarkan analisis morfometri. Parameter morfometri yang digunakan yaitu rasio kebundaran (Rc), kerapatan pengaliran (Dd), gradien sungai, dan kemiringan lereng. Parameter tersebut sebagai aspek kuantitatif bentuk lahan. Selain itu, parameter curah hujan dan penggunaan lahan juga digunakan sebagai parameter penentuan kerentanan banjir pada daerah penelitian. Hal ini ditunjukkan dengan hasil analisis karakteristik morfometri pada daerah penelitian memiliki bentuk DAS membundar - memanjang, kerapatan pengaliran sedang, gradien sungai rendah, curah hujan agak rendah, dan kemiringan lereng yang bervariasi dari datar-sangat curam. Terdapat 3 tingkat kerentanan banjir di daerah penelitian yaitu Wilayah Tidak Rentan di sebelah utara dan selatan daerah penelitian, Wilayah Sedikit Rentan pada bagian utara hingga selatan, dan Wilayah Agak Rentan pada bagian barat hingga tenggara daerah penelitian.