Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN TOBELO BARAT KABUPATEN HALMAHERA UTARA Frangsisko Manggiwo, Ardi; Hi. Posi, Sahrul; Manoma, Suharli
Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 1 No. 1 (2023): Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Anugerah Duta Perdana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to analyze the accountability of the management of Village Fund Allocation in Sukamaju Village, North Tobelo District, North Halmahera Regency. This study aims to determine the Planning, Implementation, and Accountability of Village Fund Allocation. The type of research used is descriptive qualitative, namely research conducted in accordance with the situation and conditions required by using existing data sources. The results of this study indicate that the planning and implementation accountability system has implemented the principles of transparency and accountability. While the Village Fund Allocation Accountability (ADD) both technically and administratively is good, but it must still receive or be given guidance from the government considering the system is always changing.
PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK TERHADAP TARIF ANGKUTAN UMUM (Studi Kasus : Angkot Trayek Tobelo -Tobelo Utara) Sintia Talimbo, Friska; Hi. Posi, Sahrul; Manoma, Suharli
Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 2 No. 1 (2024): Servqual: Jurnal Ilmu Manajemen
Publisher : CV. Anugerah Duta Perdana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of rising fuel prices on public transport fares in Tobelo City, specifically the North Tobelo-Tobelo Route. The sample in this study amounted to 40 people. Based on the research results it is known that the tcount value of 3.600 is greater than the ttable which is equal to 2.024 and it can be seen that the significance value of 0.001 is less than 0.05, which means that the price of fuel oil (BBM) greatly determines the fare on public transportation. While the determinant coefficient (R2) that the strength of the relationship between the increase in fuel prices and the increase in public transport fares is quite strong or equal to 50.4%. While the determinant coefficient (R2) obtained an adjusted R-square value of 0.254 or 25.4%. This means that the increase in public transport fares is influenced by the variable contribution of the fuel price increase by 25.4% while the remaining 74.6% (100% -25.4%) is influenced by other variables not explained in this study.
Pengaruh Tekanan, Kesempatan dan Rasionalisasi Terhadap Perilaku Fraud Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Tobelo Utara Posi, Sahrul Hi.; Muhammad, Irsad; Manoma, Suharli; Kaiyeli, Nasrula
Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jmae.v4i3.2057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor dalam kerangka Fraud Triangle, yaitu Tekanan, Kesempatan, dan Rasionalisasi, terhadap kecurangan dalam pengelolaan Dana Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Teknik pengambilan sampel ialah menggunakan Non-Probability Sampling dengan teknik Convenience Sampling.  Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden yang terlibat langsung dalam penatausahaan keuangan desa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Tekanan berpengaruh positif terhadap kecurangan pengelolaan Dana Desa. Temuan ini menunjukkan bahwa desakan kebutuhan finansial maupun tuntutan kinerja menjadi pemicu utama individu melakukan tindakan curang. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa Kesempatan tidak berpengaruh terhadap perilaku fraud, yang mengindikasikan bahwa keberadaan celah pengawasan bukan faktor tunggal pendorong kecurangan jika tidak disertai tekanan. Selain itu, Rasionalisasi tidak menunjukkan pengaruh terhadap perilaku fraud, mengisyaratkan bahwa pembenaran atas tindakan menyimpang tidak menjadi dasar kuat terjadinya kecurangan di lokasi penelitian. Kesimpulannya, mitigasi kecurangan harus lebih difokuskan pada penguatan kesejahteraan perangkat desa dan manajemen tekanan kerja untuk mengurangi motivasi melakukan fraud. Model ini memiliki nilai koefisien determinasi sebesar 31,5%, yang berarti sebagian besar faktor pendorong kecurangan lainnya (68,5%) belum teridentifikasi dalam penelitian ini. Oleh karena itu, upaya mitigasi kecurangan disarankan untuk lebih fokus pada penguatan kesejahteraan perangkat desa dan manajemen tekanan kerja guna mereduksi motivasi tindakan fraud.