Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Relationship between Parity, Work on Emesis Gravidarum in the Working Area Payung Sekaki Community Health Center Juwita, Sellia; Yulita, Nova; Jumiati, Jumiati
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 1 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i1.873

Abstract

Nause vomiting is one of the physiological changes in first trimester of pregnant woman due increased of human chorionic gonandotropin (HCG) produced by placenta. Symptoms of nausea vomiting usually occur 6 weeks after the first day of last menstrual period and approximately 10 weeks. Purpose of research was to see relationship between parity and work on the incidence of nausea vomiting in the Payung Sekaki Health Center Area. Type of research is quantitative analytic with cross sectional. The sampling technique was accidental sampling 46 people. Data processing bivariate analysis using chi-square test. The results of statistical test that there is relationship between parity with pvalue 0.001 and work with pvalue 0.0004 on the incidence of nausea vomiting in pregnant women. The concluded that is a significant relationship between parity and work on the incidence of nausea ang vomiting in pregnant woman in the Payung Sekaki Health Center Area with pvalue<0.05.
Pengaruh Aroma Terapi Jahe Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Juwita, Sellia; Yulita, Nova; Jumiati, Jumiati
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 1 No 3 (2023): Volume 1 Nomor 3 September 2023
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting occur in 60-80% of primigravida and 40-60% of multigravidarum. In one hundred out of a thousand pregnancies these symptoms become more severe. The incidence of emesis gravidarum in Indonesia is 50-90% in pregnancy. However, in cases like this it does not cause death in pregnant women because it only lacks nutrition and fluids. If hyperemesis gravidarum occurs, a pregnant woman will find it difficult to consume food and this will result in malnutrition and can disrupt fetal growth. The aim of this study was to determine the effect of ginger aromatherapy on nausea and vomiting in pregnant women. The research design used in this research is quantitative research using an experimental research design. The population in this study was TM 1 pregnant women using a total sampling technique with a total sample of 24 respondents. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the paired sample T-Test. The results of the univariate analysis showed that after receiving ginger aromatherapy intervention, the majority of pregnant women did not experience nausea and vomiting, 70.8%, and the bivariate analysis results showed a p-value of 0.000 < α= 0.05, which means that there was an effect of ginger aromatherapy on nausea and vomiting in pregnant women in the Rumbai health center working area.
Analisis Pengetahuan Ibu hamil dalam Pelaksanaan Perawatan Payudara Yulita, Nova; Juwita, Sellia; Amran, Husna Farianti; Febriani, Ade
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5676

Abstract

Background : Pregnancy is an exciting time for prospective parents and families. Prospective parents, especially prospective mothers, need to have the knowledge and readiness to conceive, give birth and breastfeed their children. In the antenatal period, pregnant women must be prepared both physically and psychologically to care for their babies and prepare for lactation. Good antenatal care is to pay special attention to breast and nipple preparation in anticipating problems with breastfeeding for babies.Objective: This study aims to determine the relationship between mother's knowledge about breast care and the implementation of breast care in Limbungan Village.Methods: This study used an analytic design with a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women with TM II and III totaling 114 respondents. With a sample of 54 people taken by purposive sampling technique.Results: This study showed that the majority had good knowledge of 41 people (75.9%) and 38 people (70.4%) breast care and the results of the bivariate test showed that there was a relationship between knowledge of pregnant women and breast care in Limbungan Village with p value. =0.000.Conclusions It can be concluded that there is a relationship between knowledge of pregnant women and breast care in Limbungan Village with p value <0.05. suggestions: For this reason, it is hoped that in providing care, midwives as health workers can provide health education and counseling about breast care Keywords: Knowledge, breast care, pregnant women   Abstrak Latar belakang : Kehamilan merupakan masa yang menggembirakan bagi calon orang tua dan keluarga. Calon orang tua terutama calon ibu perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak. Pada periode antenatal, ibu hamil harus dipersiapkan baik secara fisik maupun psikologis untuk merawat bayinya dan mempersiapkan masa laktasi.perawatan antenatal yang baik dengan memberikan perhatian yang khusus pada persiapan payudara serta puting susu dalam mengantisipasi permasalahan pemberian ASI pada bayi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang perawatan payudara dengan pelaksanaan perawatan payudara di Kelurahan Limbungan.Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil TM II dan III yang berjumlah 114 responden. Dengan sampel berjumlah 54 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling.Hasil : Penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki pengetahuan baik sebanyak 41 orang (75,9%) dan perawatan payudara 38 orang (70,4%) dan hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan perawatan payudara di Kelurahan Limbungan dengan nialai p value=0,000.Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan perawatan payudara di Kelurahan Limbungan dengan p value <0,05.saran Untuk itu diharapkan dalam memberikan asuhan bidan sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan pendidikan kesehatan dan konseling tentang perawatan payudaraKata kunci:  Pengetahuan, perawatan payudara, ibu hamil 
TEMAN SEBAYA BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID 19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5626

Abstract

Background: The prevalence of overweight status in the adolescent age group continues to experience a sharp increase every year. Basic Health Research Data (Riskesdas) in 2013 showed the national prevalence of adolescents aged 13-15 years with excess body weight was 10.8%, of which 8.3% consisted of overweight and 2.5% obesity. While the prevalence of obesity based on place of residence shows as much as 10.4% occurs in urban areas and 8.1% occurs in rural areas. Objective: to find out the effect of the role of the tau people on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: The research method used in this study was an analytical survey research method with a cross-sectional design. Methods The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique is using Random Sampling where the sample is taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. Data processing procedures with Editing, Coding, Processing, Cleaning. Data analysis with univariate and bivariate with squahre test. The results: It is known that the majority of peer roles affect adolescent nutrition 127 people with (37.9%.) and the role of peers has no effect 208 with (62.01%) , P value 0.000.Conclusion: There is an Influence of the Role of Peers on Over Nutrition in Adolescents in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Suggestion The role of peers shows an influence on the incidence of overnutrition, especially for adolescents. Therefore, maintain a healthy diet with balanced nutrition  Keywords: The Role of Peers, Over Nutrition, Adolescents                ABSTRAKLatar Belakang: Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja terus mengalami peningkatan yang tajam pada tiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi nasional remaja usia 13 – 15 tahun dengan berat badan berlebih sebesar 10,8%, yang mana 8,3% terdiri dari gizi lebih dan 2,5% obesitas. Sedangkan prevalensi kegemukan berdasarkan tempat tinggal menunjukkan sebanyak 10,4% terjadi di perkotaan dan 8,1% terjadi di pedesaan. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh peran orang tau terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19.   Metode: Metode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja. Tehnik pengambilan sampel  dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Prosedur pengolaan datadengan Editing, Coding, Processing,Cleaning. Analisis data dengan univariat dan bivariat dengan uji squahre. Hasil penelitian: Menunjukkan diketahui bahwa Mayoritas Peran Teman Sebaya berpengaruh  terhadap gizi Remaja127  orang dengan (37,9%.) dan Peran teman sebaya  tidak berpengaruh 208 dengan (62,01%) , P value 0,000. Simpulan:  Terdapat Pengaruh Peran teman sebaya Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Saran Peran teman sebaya menunjukkan adanya pengaruh terhadap kejadian gizi lebih Khususnya untuk remaja. Oleh karena itu menjaga pola makan dengan makanan yang lebih sehat dengan gizi seimbang  Kata kunci: Peran Teman Sebaya, Gizi Lebih, Remaja
Penyuluhan Dismenore Serta Upaya Penanganan Secara Komplementer Di SMA N 16 Pekanbaru Febriani, Ade; Juwita, Sellia; Febrianita, Yulia; Riva’i, Syamsul Bahri
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1760

Abstract

Menarche atau terjadinya menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang wanita biasanya terdapat gangguan kram, nyeri dan ketidaknyamanan yang dihubungkan dengan menstruasi disebut dismenorea. Kondisi remaja yang telah mengalami menstruasi secara emosional tidak stabil. Beberapa juga dapat menimbulkan gejala seperti nyeri paha, nyeri payudara, kelelahan, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, lengah dan gangguan tidur, bahkan beberapa wanita mengalami nyeri saat menstruasi yang disebut dismenore. Nyeri haid juga dikenal sebagai dismenore, yang dapat dibagi menjadi tipe primer dan sekunder. Penyuluhan kesehatan merupakan suatu proses belajar untuk mengembangkan pengertian yang benar dan sikap yang positif dari individu dan kelompok terhadap kesehatan agar yang bersangkutan mempunyai cara hidup sehat sebagai bagian dari cara hidupnya sehari-hari atas kesadaran dan kemampuannya sendiri. Tujuan penyuluhan yaitu Meningkatkan kesadaran, Meningkatkan pengetahuan, Mempengaruhi sikap dan persepsi untuk berperilaku, Memperagakan keterampilan sederhana, memotivasi tindakan serta membangun norma. Tahapan pelaksanaan kegiatan yaitu diskusi Mengenai Dismenore dan penyuluhan cara mengatasi Dismenore. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 27 September 2024 dimana peserta berjumlah 32 orang remaja putri, kegiatan berhasil terlaksana dengan baik atas bantuan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi. Dari hasil diskusi dengan pihak sekolah sangat mengharapkan penyuluhan ini bisa berdampak dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan resiko kesehatan reproduksi terutama tentang penanganan nyeri haid.
Pengaruh Uang Saku Terhadap Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sartika, Wiwi; Herlina, Sara; Qomariah, Siti; Juwita, Sellia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1999

Abstract

Latar Belakang: Gizi   lebih   menjadi   permasalahan   yang   sangat  penting  terkait  pada  kesehatan  masa  yang  akan  datang.    Permasalahan     ini     menjadi    evaluasi  terhadap  diri  sendiri  dan  juga  kepada  pemangku  kebijakan   dalam   menanggulangi   kejadian   gizi  lebih   di   Indonesia. Tujuan: adalah untuk mengertahui pengaruh Uang Saku terhadap gizi lebih pada Remaja dimasa Pandemi Covid 19. Metode: Penelitain ini menggunakan   survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling dimana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil penelitian:Menunjukkan bahwa Mayoritas Uang Saku terhadap gizi Remaja adalah baik sebanyak 83  dengan (54,24%) dan Orang tua yang tidak berperan Terhadap Gizi Remaja sebanyak 70 orang dengan (45,75%.), P value 0,000. Simpulan: Terdapat Pengaruh Uang Saku Terhadap Gizi Lebih Pada Remaja diEra Pandemi Covid 19 di Pekanbaru.Kata kunci : Uang Saku, Gizi Lebih, RemajaBackground: Nutrition is becoming a very important issue related to health in the future. This problem becomes an evaluation for themselves and also for policy makers in tackling the incidence of overnutrition in Indonesia. Objective: to determine the effect of pocket money on overnutrition in adolescents during the Covid 19 pandemic. Methods: This study uses an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study were all teenagers in Pekanbaru and a sample of 335 teenagers. The sampling technique used was random sampling where the sample was taken randomly as a respondent. The research instrument used was in the form of a questionnaire. The results: Shows that the majority of pocket money on adolescent nutrition is good as many as 83 with (54.24%) and parents who do not play a role in adolescent nutrition as many as 70 people with (45.75%.), P value 0.000. Conclusion: There is an Influence of Pocket Money on Over Nutrition in Teenagers in the Era of the Covid 19 Pandemic in Pekanbaru.Keywords: Pocket Money, Over Nutrition, Teenagers
Pemeriksaan Hemoglobidan Edukasi Anemia Dengan endekatan Komplementer Pada Remaja Putri Qomariah, Siti; Darmadi, Darmadi; Juwita, Sellia; Saniya, Saniya; Donalizarti, Donalizarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.891

Abstract

Anemia is a nutritional problem throughout the world, especially in developing countries, including Indonesia. According to WHO, the prevalence of anemia in women in Indonesia is 23.9%, divided between the prevalence of anemia in women aged 5 to 14 years which is 26.4% and the prevalence of anemia in women aged 15 to 25 years which is 18.4%. Based on the results of Riskesdas in 2018, it was recorded that 26.8% of children aged 5-14 years suffered from anemia and 32% aged 15-24 years. Adolescent girls are 10 times more likely to suffer from anemia than teenagers. This community service is providing education and counseling regarding anemia to young women using a complementary approach at SMAN 7 Pekanbaru so that young women are related to anemia using a complementary approach. In this community service, Phase I Preparation is Anemia Education, Phase II Implementation is HB Examination and Phase III Evaluation is Evaluation of Anemia in Adolescents.  From the results of the HB examination of 137 teenage girls at SMAN 7 Pekanbaru, there were 7 teenage girls with mild anemia, while 137 were still in the normal category. There is still a lack of information regarding anemia in teenagers and examination results still show that young women have anemia.ABSTRAKAnemia adalah suatu masalah gangguan gizi di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut WHO, prevalensi anemia pada perempuan di Indonesia sebesar 23,9%, terbagi antara prevalensi anemia pada perempuan usia 5 sampai 14 tahun sebesar 26,4% dan prevalensi anemia pada perempuan usia 15 hingga 25 tahun yaitu 18,4%. Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018, tercatat sebesar 26,8% anak usia 5-14 tahun menderita anemia dan 32% pada usia 15-24 tahun. Remaja perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami menderita anemia dibandingkan remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait Anemia pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMAN 7 Pekanbaru sehingga remaja puteri terkait Anemia dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu Edukasi Anemia, Tahapan II Pelaksanaan yaitu Pemeriksaan HB dan Tahap III Evaluasi yaitu Evaluasi tentang Anemia pada Remaja.  Dari hasil pemeriksaan  HB terhadap 137 remaja puteri SMAN 7 Pekanbaru terdapat 7 remaja puteri dengan anemia ringan, sedangkan 130 orang masih dalam kategori normal. Masih kurangnya informasi terkait anemia pada remaja dan hasil pemeriksaan masih ada menunjukkan remaja puteri mengalami anemia.
HUBUNGAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI Juwita, Sellia; Febriani, Ade; Yulita, Nova
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk contains various substances that are important for the growth and development of babies and according to their needs. However, there are still many mothers who do not give exclusive breastfeeding to their babies for several reasons, and vice versa mothers who want to breastfeed their babies but breast milk does not want to come out or breast milk production is lacking. Breastfeeding babies can facilitate breastfeeding in postpartum mothers, but during the postpartum period there are many factors that affect milk production such as breast care, breast milk supplements and oxytocin massage. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between breast care and milk production in postpartum mothers in the Payung Sekaki Public Health Center Working Area in 2020. This study used quantitative analytical research. The sampling technique is quota sampling with a sample of 32 people. The data analysis method used univariate and bivariate analysis with chi-square test. The results showed that breast care affects milk production where the p-value <0.05. There are several factors that influence the production of breast milk in postpartum mothers, such as the food that the mother consumes, the mother's psychology, medicines and breast care since pregnancy and after giving birth. Respondents are expected to better understand the benefits of breast care for milk production.
MANFAAT SARI KURMA DALAM PENINGKATAN HB IBU NIFAS DI KOTA PEKANBARU Ade Febriani; Juwita, Sellia
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan suatu negara. Setiap hari, sekitar 830 wanita meninggal karena sebab yang dapat dicegah terkait masa nifas. Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat –alat kandungan kembali pulih seperti semula dan berlangsung kira-kira 6 minggu. Masa nifas dapat dibagi menjadi periode pasca persalinan (immediate postpartum), periode nifas dini (early postpartum) dan periode nifas lanjut (late postpartum). Anemia pada ibu nifas didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl, hal ini merupakan masalah yang umum dalam bidang obstetrik. Kombinasi buah kurma yang kaya kandungan glukosa, Ca, Fe, Zn, Cu, P dan niasin dengan palmyra yang kaya kandungan vitamin A, Na dan K mampu memperbaiki kadar hemoglobin pada pasien anemia. Metode penenitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quacy eksperiment. Penelitian ini menggunakan rancangan two group pretest-posttest design yaitu pemeriksaan kadar hemoglobin sebelum pemberian sari kurma (pretest) dan dinilai kembali setelah pemberian sari kurma (pretest). Hasil penelitian Ada pengaruh atau efektivitas pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu nifas di kota Pekanbaru, di dapatkan nilai p- value sebesar 0,000 atau p –value < ? (0,005), maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh peneliti lainnya yaitu mengenai efektivitas sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu nifas menggunakan variabel lain nya , dan Juga diharapkan bisa dijadikan salah satu terapi nonfarmakologis yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada pasien guna meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu nifas.
The Relationship Between Dietary Patterns And Nutritional Status Among Female Adolescents At SMK Negeri 8 Pekanbaru dini, Brilian; Lubis, Tsalasya Naswa; Juwita, Sellia
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7711

Abstract

Nutritional status is one of the important indicators in determining adolescent health. Poor eating patterns can disrupt body metabolism, affect appetite, and impact energy balance, thus potentially altering nutritional status. This study aimed to determine the relationship between eating patterns and nutritional status among female adolescents at SMK Negeri 8 Pekanbaru in 2025. This research employed an analytic design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 184 female adolescents selected using a total sampling technique. Data on eating patterns were collected using a questionnaire, while nutritional status was measured based on Body Mass Index (BMI) according to WHO standards. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the chi-square test with a significance level of 0.05. The findings showed a significant relationship between eating patterns and nutritional status among female adolescents at SMK Negeri 8 Pekanbaru. This means that adolescents with good eating patterns tend to have normal nutritional status, as proven by the research results with a p-value = 0.000 < 0.05. There is a significant relationship between eating patterns and nutritional status among female adolescents at SMK Negeri 8 Pekanbaru. Adolescents with poor eating patterns are more likely to have abnormal nutritional status.