Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Karakteritik Penebalan dan Jarak Antar-circuli pada Sisik Ikan Wader Bitik (Barbodes binotatus) Hasyim As'ari; Siti Kholisah; Vhita Syukrya; Nur Imamah; Erina Agustin
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 1 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i1.8490

Abstract

Sisik ikan umumnya berfungsi sebgai pelindung tubuh, mendukung pergerakan dan adaptasi lingkungan, juga dapat digunakan dalam identifikasi jenis ikan. Penelitian yang dilakukan difokuskan untuk mengidentifikasi karakteristik sisik pada ikan wader bitik (Barbodes binotatus), dengan untuk mengidentifikasi karakteritik permukaan sisik, serta mengetahui penebalan dan jarak antar circuli. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung pada preparat basah pada sisik bagian dorsal, ventral, dan posterior (caudal) secara mikroskopik dengan perbesaran 40X dan 100X, dan dilakukan pemfotoan dengan skala ukur. Pengamatan penebalan dan jarak antar circuli dengan menggumakan aplikasi ImageJ versi 13.0.6. Hasil penelitian menunjukkan Bagian dosral dijumpai fokus dengan bentuk seperti sarang lebah, bagian ventral berbentuk seperti titik pusat bergranula, sedangkan bagian posterior tidak dijumpai fokus, namun terdapat garis celah lateral. Penebalan pada circuli rata-rata berkisar 60,81 μm, sedangkan jarak antar-circuli rata-rata dengan panjang 28,41 μm pada bagian ventral, 31,58 μm bagian posterior (caudal), dan 34,35 μm pada bagian dorsal. Kesimpulan penelitian adalah bentuk sisik B. binotatus yang ditemukan berbentuk square, oblonga, dan round, dengan rata-rata penebalan circuli 60,81 μm, dan jarak antar-circuli pada sisik bagian dorssal, ventral, serta posterior (caudal) antara 28,41-34,35 μm.
Monitoring Suhu Dan Kelembapan Tanah Pada Kebun Buah Naga Berbasis Sensor DS18B20 Dan YL69 Charis Fathul Hadi; Hasyim As’ari; Ikwanul Qiram
ZETROEM Vol 5 No 1 (2023): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v5i1.2715

Abstract

Di tahun 2017 Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi mencatat luas lahan pertanian buah naga di kawasan Banyuwangi selatan mencapai 2.800 Ha. Namun, 90% dari luas lahan pengelolaan budidaya buah naga tersebut masih dilakukan dengan cara tradisional yang hanya menggantungkan pada siklus panen saja. Mulailah tahun 2017 – 2019 secara drastis banyak petani buah naga memanfaatkan energi listrik sebagai penyinaran kebunbuah naga guna untuk membantu meningkatkan kapasitas panen di luar musim. Optimilasisi hasil panen buah naga duluar musim di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor suhu pencahaayaan,kadar kelembapan tanah, irigasi, Pada proses penyinaran kebun buah naga terdapat kendala yaitu belum mengetahui berapakah optimalisasi suhu yang di hasilkan, serta berapa optimalisasi kelembapan tanah dalam mendapatkan produktifitas panen yang maksimal. Dari segi ini peran teknologi Pengaplikasian elektronika dalam bidang pertanian yaitu sebagai monitoring suhu dan kelembapan tanah berbasis sensor DS18B20 dan YL69 pada penyinaran kebun buah naga. Perkombinasian arduino, mikrokontroller serta sensor DS18B20 dan YL69 dan LCD sebagai menampilakan suhu dan kelembapan pada kebun buah naga untuk memonitoring berapakah suhu dan kelembapan tanah guna untuk mendapatkan hasil panen buah naga yang maksimal di luar musim. Pada penelitian ini memiliki 7 tahapan. Tahapan (1) Analisis kebutuhan.Tahap (2) perancanan. Tahap (3) pembuatan alat monoting. Tahap (4) uji coba alat, Tahap (5) perbaikan jika ada kekurangan atau error alat. Tahap (6) proses pengambilan data.Tahap (7) kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan Tahun 2020. Proses pembuatan alat di lakukan di Lab Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi. Sedangkan Pengambilan data di perkebunan buah naga desa kedungwungu kecamatan tegaldlimo kabupaten banyuwangi dari hasil penelitian di dapat suhu dan kelembapan tanah yang optimum mendapatkan hasil panen buah naga sebanyak 16 buah naga setiap pohonya pada nilai suhu 350 C serta kelembapan tanah 89%. Sedangkam hasil panen minimum menghasilkan 4 buah naga dengan suhu 24 0 C dan kelembapan tanah 69%.
Uji aktivitas ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah mencit Jantan (Mus musculus L.) Hasyim As'ari; Tristi Indah Dwi Kurnia
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v8i1.223

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidak mampuan tubuh dalam memproduksi insulin dan/atau insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak dapat bekerja secara optimal. Penderita diabetes rawan terhadap pajanan radikal bebas sehingga menimbulkan dampak komplikasi yang mendorong kerusakan organ. Glukosa darah pada penderita diabetes harus distabilkan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai obat alami diabetes adalah biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa biji ganitri mengandung senyawa kimia seperti glikosida, alkaloid, steroid, dan flavonoid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki efek farmakologi diantaranya dapat digunakan sebagai obat penenang, hipnotis, tranquillizing, anticonvulsive, antiepilepsi, aktivitas antihipertensi dan antidiabetes. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah, serta kolesterol dan trigliserida pada mencit (Mus musculus L.) jantan diabetes. Metode: Dosis ekstrak biji ganitri yang digunkan yaitu 650 mg/kg BB, 1300 mg/kg BB dan 2600 mg/kg BB, sedangkan kontrol terdiri dari kontrol positif (K+) yaitu perlakuan berupa pemberian suspensi glibenklamid 0,013 mg/kg BB dalam aquades dan kontrol negatif (K-) berupa aquades. Parameter yang diamati adalah kadar gula darah, kolestrol dan trigliserida. Pengukuran kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida mencit selama perlakuan dilakukan pada hari ke-17 dan 25. Hasil: Perlakuan yang efektif dalam menurunkan gula darah, kolesterol, dan trigliserida adalah dosis 2600 mg/kg BB, ditunjukkan dengan penuruanan kadar gula darah yang relative sama dengan kontrol positif glibenklamide. Rata-rata kadar gula darah mengalami penurunan dari sebelumnya antara 258,9-264,3 mg/dl menjadi 165,2 mg/dl, kadar kolesterol sebelumnya antara 135 -149,1 mg/dl menjadi 82,1 mg/dl, serta kadar trigliserida sebelumnya antara 153,8 -159,6 mg/dl menjadi 79,3 mg/dl. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak biji ganitri (Elaeocarpus sphaericus Schum.) terhadap penurunan kadar gula darah, kadar kolesterol, dan trigliserida. Semakin tinggi dosis yang diberikan maka semakin tinggi penuruanan kadar gula darah, kadar kolesterol dan trigliserida mencit jantan.
KEANEKARAGAMAN DAN POLA DISTRIBUSI GASTROPODA MANGROVE DI TELUK PANGPANG BLOK JATI PAPAK TN ALAS PURWO BANYUWANGI Lina Susanti; Fuad Ardiyansayh; Hasyim As'ari
JURNAL BIOSENSE Vol 4 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.516 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v4i01.1415

Abstract

The gastropods diversity have a role towards stability ecosystem in trophic level. The existence gastropods really take effect for other organism the trophic level higher than gastropods. The purpose of was to determine the value of diverity and distribution patterns of gastropods in the mangrove forest, Jati Papak Block National Park Alas Purwo. The method used in this research is by using purposive sampling method. Sampling was divided into three stations with a range of 250 m from each station.Each station is 220 m of long and 96 m of wide with a plot measuring 2 × 2 m2. The result obtained 8 families of Gastropods with 13 genus and 19 species. Gastropods diversity ranges from H`=1.387-1.359 which indicates that the area has a moderate diversity value. The distribution pattern of gastropods between location has two distribution patterns, namely clustered and random distribution patterns
STUDI INVENTARISASI RAGAM TANAMAN OBAT KELUARGA DI DUSUN UMBULREJO DESA BAGOREJO KECAMATAN SRONO KABUPATEN BANYUWANGI Nunuk Nurchayati; Hasyim As'ari
JURNAL BIOSENSE Vol 4 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.406 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v4i01.1426

Abstract

Penelitian identifikasi tanaman obat di desa Bagorejo Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi yang telah dilakukan memiliki tujuan untuk merekam pengetahuan tanaman obat yang meliputi jenis-jenis tanaman obat beserta bagian yang dimanfaatkan dan cara pengolahannya oleh masyarakat desa Bagorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara observasi, wawancara, eksplorasi, koleksi dan dokumentasi. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan ditabulasi untuk menunjukkan uraian dari ciri morfologi dari setiap jenis tanaman obat yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Bagorejo ditemukan ada 34 jenis tanamanyang tergolong dalam 7 famili. Organ yang digunakan melupiti akar, batang, daun, buah, biji, dan rimpang. Sedangkan proses pengolahan yang dilakukan adalah dengan cara direbus, dikunyah, dtumbuh, diremas, dan dikeringkan. Penggunaannya dilakukan dengan cara diminum, dikunyah,ditempel, dioles, dibuat kumur dan di teteskan pada organ yang akan diobati.
POTENSI DAUN KERSEN (Muntingia calabura) SEBAGAI HAND SANITAIZER ALAMI Hasyim As'ari; Siti Rohmawati; Yudi Bagus Pramono
JURNAL BIOSENSE Vol 4 No 01 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.246 KB) | DOI: 10.36526/biosense.v4i01.1429

Abstract

Peningkatan akan permintaan hand sanitaizer selama pandemi covid-19 menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga hand sanitaizer. senyawa metabolit yang terkandung daun kersen berpotensi digunakan sebagai hand sanitaizer alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji antimikrobial ekstrak daun kersen dan menentukan formulasi yang sesuai untuk membuat hand sanitaizer alami. Metode yang digunakan dalam pengujian ekstrak daun kersen dengan fusi agar pada bakteri flora normal, dengan konsentrasi perlakuan 10%, 20%, 30%, 40%, 50%. Formulasi yang digunakan dalam pembuatan hand sanitaizer yaitu 10% dan 20%. Berdasarkan hasil penetitian menunjjukan seluruh perlakuan konsentrasi ekstrak kersen dapat menghambat pertumbuhan bakteri flora normal dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 50% dan terkecil pada konsentrasi 10%. Hand sanitaizer yang telah dibuat dengan konsentrasi ektrak kersen 10% dan 20% terdapat perbedaan warna yaitu coklat muda dan coklat tua, namun kedua hand sanitaizer tersebut tidak meninggalkan warna ditangan ketika digunakan. Kesimpulan dari penelitian kemapuan menghambat ekstrak kersen semakin meningkat berdasarkan peningkatan konsentrasi pengujian, hand sanitaizer alami ekstrak daun kersen memiliki warna semakin kuat ketika terjadi peningkatan konsentrasi bahan alami.