Dampak lingkungan akibat proyek konstruksi selalu menjadi masalah serius bagi kelangsungan berjalannya proyek konstruksi apabila tidak dilakukan pengelolaannya. Pengelolaan lingkungan pada masa konstruki umumnya tidak dituliskan pada spesifikasi pekerjaan, namunperlu untuk dilakukan. biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan lingkunan ini sendiri diambil dari persentase biaya tidak langsung proyek. Saat ini ditengarai pihak kontraktor di Kota Tasikmalaya tidak memiliki standar harga satuan pekerjaan untuk pengelolaan lingkungan pada kegiatan proyek konstruksi. Maka dalam penelitian ini akan diidentifikasi pengelolaan dampak lingkungan apa saja yang ditangani oleh pihak kontraktor, dihitung persentase kisaran biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan setiap dampak lingkungan, serta menganalisis pola interaksi besar-kecilnya kisaran biaya pengelolaan lingkungan untuk setiap dampak lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data penelitian wawancara dan kuisioner. Pengumpulan data disebarkan ke enam proyek gedung di Kotaa Tasikmalaya. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa pengelolaan lingkungan yang umum dilakukan oleh pihak kontraktor adalah pengelolaan dampak kebisingan, pengelolaan dampak kuantitas & kualitas air, pengelolaan dampak lingkungan kotor, dan pengelolaan dampak akses jalan. Kisaran biaya yang dikeluarkan untuk setiap pengelolaan lingkungan ini bervariasi untuk setiap proyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola interaksi dari kisaran biaya pengelolaan lingkungan tergantung pada karakteristik proyek yang berupa lokasi proyek, nilai proyek, serta spesifikasi pekerjaan pada masing-masing proyek.