Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH VIRUS CORONA TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA Wiratma, Harits Dwi; Subandi, Yeyen Subandi; Riswandi, Riswandi Riswandi
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH VIRUS CORONA TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA Harits Dwi Wiratma11*, Yeyen Subandi22, Riswandi33 1,2,3Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta1*h_rits@respati.ac.id, 2yeyensubandi@respati.ac.id, 3Riswandi97@gmail.com *Korespondensi Penulis Abstrak Industri pariwisata merupakan salah satu industri global yang mampu meningkatkan kemampuan perekonomian suatu negara. Industri ini memberikan peluang bagi siapapun untuk menjalankan industri, artinya industri ini memberikan multiplier effect bagi kehidupan ekonomi suatu penghidupan, akan tetapi industri ini sangatr rentan terhadap ancamana yang terkait dengan keamanan tradisional maupun non-tradisional global. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan Human Security yang lebih spesifik yaitu economic security dari konsep UNDP. Kata Kunci : Industri Pariwisata Indonesia, Human Security, Economic Security, UNDP
PENGARUH VIRUS CORONA TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA INDONESIA Wiratma, Harits Dwi; Subandi, Yeyen; Riswandi, Riswandi
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH VIRUS CORONA TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA INDONESIAHarits Dwi Wiratma11* , Yeyen Subandi22 , Riswandi33 1,2,3Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Yogyakarta 1*h_rits@respati.ac.id, 2yeyensubandi@respati.ac.id, 3Riswandi97@gmail.com *Korespondensi PenulisAbstrakIndustri pariwisata merupakan salah satu industri global yang mampu meningkatkan kemampuan perekonomian suatu negara. Industri ini memberikan peluang bagi siapapun untuk menjalankan industri, artinya industri ini memberikan multiplier effect bagi kehidupan ekonomi suatu penghidupan, akan tetapi industri ini sangatr rentan terhadap ancamana yang terkait dengan keamanan tradisional maupun nontradisional global. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan Human Security yang lebih spesifik yaitu economic security dari konsep UNDP.Kata Kunci : Industri Pariwisata Indonesia, Human Security, Economic Security, UNDP
Kebijakan Pembebasan Visa Kunjungan Wisata Indonesia dan Ancaman Keamanan Seftina Kuswardini; Harits Dwi Wiratma
Insignia: Journal of International Relations Vol 8 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Laboratorium Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ins.2021.8.2.4617

Abstract

Abstract The government policy contained in Presidential Regulation Number 21 of 2016 contains the exemption of tourist visit visas for foreign tourists in an effort to increase state revenue through the tourism sector. Through several cases, the policy decision gave freedom to 169 countries wishing to make tourist visits to Indonesia. In the course of implementing the policy, there are several things that make this policy necessary to be reviewed. The exemption of tourist visas, which is expected to contribute the largest foreign exchange to the country, has not only succeeded in increasing state revenue but also has increased the threat to state security in several sectors. Given that Indonesia provides opportunities for foreign tourists to enter Indonesian territory easily, the government should carry out socialization and coordination with all national sectors as a form of preparation for the surge in foreign tourists. This study aims to explore information regarding the extent to which the security threats obtained as an implication of the visa exemption policy are divided into transnational crimes, ecological and economic damage. Keywords: Policy, Visa, Tourism, Implications, Security Abstrak Kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 berisi tentang pembebasan visa kunjungan wisata untuk turis manacanegara dalam upaya meningkatkan pendapatan negara mellaui sektor pariwisata. Melalui beberapa klai putusan kebijakan tersebut memberikan kebebasan pada 169 negara yang ingin melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. Dalam perjalanan implementasi dari kebijakan tersebut terdapat bebrapa hal yang membuat kebijakan tersebut perlu untuk untuk dikaji kembali. Pembebasan visa wisata yang diharapkan dapat menyumbang devisa negara terbesar tidak hanya berhasil menambah pendapatan negara namun juga menambah ancaman keamanan negara pada beberapa sektor. Mengingat bahwa Indonesia memberikan kesempatan wisatawan asing untuk dapat masuk ke wilayah Indonesia dengan mudah maka seharusnya pemerintah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan seluruh sektor nasional sebagai bentuk persiapan menghadapi lonjakan wisatawan asing. penelitian ini bertujuan untuk menggali informais mengenai seberapa jauh ancaman keamanan yang diperoleh sebagai implikasi dari kebijakan pembebasan visa tersebut terbagi dalam kejahatan transnasional, kerusakan ekologi dan ekonomi. Kata Kunci: Kebijakan, Visa, Wisata, Implikasi, Keamanan
Harm Reduction and War on Drugs in Indonesia During Joko Widodo Era Yeyen Subandi; Ananda Dewin Ikhtiarin; Harits Dwi Wiratma; Maria Veri Diana Baun Yue; Tanti Nurgiyanti; Ariel Nethan; Diansari Solihah Amini; Viola Marsela Agustin; Bagus Subekti Nuswantoro
Formosa Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.013 KB) | DOI: 10.55927/fjmr.v1i2.591

Abstract

Narcotics is a form of transnational crime. From the practice of narcotics crime, many victims of the nation's generation. Circulation and abuse of narcotics are some of the problems facing the world, including Indonesia. Estimated data on narcotics users in Indonesia is between 3.7-4 million people (National Narcotics Agency). Various efforts have been made by the Indonesian government to break the chain of narcotics trafficking and abuse through international collaboration with the Harm Reduction (HR) program. The era of President Joko Widodo (Jokowi) of the Indonesian government was more towards the "War on Drugs" policy. The success of the Harm Reduction program by the previous government, namely reducing the number of HIV/AIDS transmission among narcotics users. The rejection of the declaration of the War on Drugs against the Jokowi regime which failed in the first period. In this study, the theory of international regimes and the concept of human security will be used as well as bibliometric analysis methods with VOSviewer software.
PENGENALAN ASEAN TERHADAP SISWA TINGKAT SD-SMP MELALUI GAME Ananda Dewin Ikhtiarin; Yeyen Subandi; Diansari Solihah Amini; Tanti Nurgiyanti; Bagus Subekti Nuswantoro; Harits Dwi Wiratma
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i2.80

Abstract

Pengenalan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dalam studi Hubungan Internasional bisa dikatakan dalam studi kawasan. Pengenalan ASEAN terhadap Siswa Tingkat SD-SMP merupakan kegiatan edukasi yang mendidik, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui “game” atau permainan. Kegiatan ini berfokus pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang disesuaikan dengan persoalan yang ada yaitu kurang dimanfaatkannya dengan baik mengenai waktu luang yang dimiliki oleh anak-anak di Padukuhan Plesedan, Kalurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Kegiatan dilakukan dengan metode observasi dan praktik lapangan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat “Pengenalan ASEAN terhadap Siswa Tingkat SD-SMP melalui Game” berjalan dengan lancar dengan kerjasama dari pihak karang taruna.
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI DUSUN BANYAKAN II – BANTUL MELALUI EDUKASI PENGENALAN 20 BENDERA NEGARA DENGAN BAHASA INGGRIS KEPADA ANAK USIA DINI, TK, DAN KELAS III SD Maria Veri Diana Baun Yuel; Yeyen Subandi; Diansari Solihah Amini; Tanti Nurgiyanti; Bagus Subekti Nuswantoro; Harits Dwi Wiratma
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i2.294

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian Tri Darma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan adalah pembelajaran dan pengenalan 20 bendera Negara dengan menggunakan bahasa Inggris di Dusun Banyakan II, Piyungan, Bantul terhadap tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) sampai Kelas III Sekolah Dasar (SD) merupakan upaya salah satu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepada anak-anak. Metode yang digunakan adalah survey dan mengedarkan kuesioner terhadap warga Dusun Banyakan II, Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode analisa statistik SPSS (Statistical Program for Social Science). Adapun hasil atau temuan dari edukasi yang telah diberikan menunjukan bahwa terjadinya perubahan dan peningkatan yang signifikan terlihat dari hasil survey dan kuesioner yang telah disebarkan kepada target dengan hasil sebelum dilakukan edukasi 20.47±209 dan sesudah 25.71± 225.
DINAMIKA KERJA SAMA INDONESIA – NORWEGIA DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP MELALUI PROGRAM REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION (REDD+) TAHUN 2017-2021 Ananda Dewin Ikhtiarin; Viola Marsela Agustin; Ariel Nethan; Maria Veri Diana Baun Yuel; Harits Dwi Wiratma; Yeyen Subandi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i1.3610

Abstract

Isu lingkungan hidup kini menjadi salah satu perhatian utama bahkan kajian penting dalam ilmu hubungan internasional. Pasalnya, banyak negara yang mengupayakan kelestarian lingkungan hidup melalui berbagai usaha. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan kerja sama internasional yang diimplementasikan dalam bentuk program khusus mengenai lingkungan hidup. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika yang dialami selama implementasi kerja sama antara Indonesia dengan Norwegia di bidang lingkungan hidup melalui program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) pada periode waktu tahun 2017 hingga 2021. REDD+ merupakan kerja sama di bidang lingkungan hidup yang bertujuan untuk mengurangi emisi dari gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. Program dari REDD+ berupa pendanaan yang mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan. Penulisan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa teknik analisis deskriptif. Data-data yang telah dihimpun kemudian dianalisis berdasarkan  pendekatan teori kerja sama internasional dimana Indonesia dan Norwegia sudah lama memiliki hubungan bilateral. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah implementasi kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan Norwegia di bidang lingkungan hidup melalui program REDD+ dalam periode waktu tahun 2017 hingga 2021 dihadapkan pada kondisi atau tantangan yang cukup krusial meliputi permasalahan mengenai perlindungan hutan, keterlambatan pemenuhan persyaratan kerja sama dan ketidaksepemahaman dengan masyarakat adat. Adapun dinamika lainnya yaitu permasalahan realisasi Result Based Payment oleh Norwegia dan Pengakhiran Kerja sama REDD+ Indonesia-Norwegia.  
UPAYA SEKOLAH EKSPOR DALAM MENINGKATKAN EKSPOR INDONESIA MELALUI PEMBERDAYAAN UMKM TAHUN 2022 Adrianus Juan Sebastio; Tanti Nurgiyanti; Bagus Subekti Nuswantoro; Yeyen Subandi; Diansari Solihah Amini; Harits Dwi Wiratma
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i3.516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai upaya yang dilakukan oleh Sekolah Ekspor dalam meningkatkan ekspor Indonesia melalui pemberdayaan UMKM pada tahun 2022. Dalam menganalisis kajian pada tulisan ini, penelitian secara teoritis dibangun dengan menggunakan perspektif liberalisme ekonomi dan konsep pemberdayaan masyarakat (community empowerment). Sebagai lembaga pelatihan ekspor, Sekolah Ekspor yang merupakan mitra program Kampus Merdeka, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, memiliki relasi dan juga kolaborasi bersama dengan berbagai stakeholder seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, ITPC, para Diaspora diluar negeri, dan pelaku usaha dari Sabang sampai Merauke. Berdasarkan pada hasil temuan, penulis melihat bahwa Sekolah Ekspor telah berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor tanah air melalui pemberdayaan UMKM. Pemberdayaan tersebut diwujudkan pada agenda Kuliah Ekspor Nasional dan Kegiatan Pelatihan APINDO Series. Penulis melihat bahwa dengan upaya yang dilakukan oleh Sekolah Ekspor, terdapat tujuan untuk mewujudkan harapan bersama dari program yang diinisiasi oleh pemerintah dalam memajukan kegiatan ekspor Indonesia dengan program kolaborasi akselerasi mencetak 500.000 eksportir baru di tahun 2030.
BANTUAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT MELALUI CHILDFUND INTERNATIONAL (CFI) KEPADA YAYASAN KESEJAHTERAAN KELUARGA SOEGIJAPRANATA (YKKS) SEMARANG DALAM UPAYA MENANGANI KASUS KEKERASAN PADA ANAK DI SEMARANG TAHUN 2020-2021 Ardha Restu Fauzi R; Harits Dwi Wiratma; Tanti Nurgiyanti; Yeyen Subandi
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 3 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i3.547

Abstract

Penelitian ini menganalisa mengenai bantuan luar negeri Amerika Serikat melalui ChildFund International kepada Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS) Semarang dalam upaya menangani kasus kekerasan pada anak di Semarang tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Setiap anak di seluruh dunia pada dasarnya memerlukan pengasuhan, perlindungan, dan pengajaran, serta kasih sayang dari orang dewasa khususnya orang tua, hal tersebut bertujuan untuk dapat menjamin kebutuhan fisik, mental, sosial dan spiritualnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang tua memiliki tanggung jawab pertama dan utama untuk memenuhi hak dan kebutuhan anak-anaknya. Namun apa yang diharapkan berbanding terbalik dengan keadaan sebenarnya di masyarakat. Kekerasan pada anak dapat terjadi dimana saja dan kapan saja baik di Lembaga sekolah dan Lembaga lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Kasus kekerasan pada anak juga terjadi di kota Semarang, angka kekerasan pada anak sepanjang tahun 2020-2021 terdapat 263 kasus. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi YKKS yang merupakan LSM yang fokus kerjanya adalah pemenuhan hak-hak anak agar membuat program serta bekerjasama dengan ChildFund Internasional untuk dapat menciptakan lingkungan, kota, desa, dan kelurahan ramah anak di Semarang.
Revitalisasi pengelolaan organisasi Pokdarwis Candi Kembar sebagai upaya pengembangan Desa Wisata Bugisan Tri Septa Nurhantoro; Dian Resha Rahmayanti; Harits Dwi Wiratma; Tanti Nurgiyanti; Galang Akbar Pamungkas Putra
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i1.14272

Abstract

Pariwisata adalah sektor industri penting dalam pembangunan ekonomi dan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki. Pembangunan pariwisata di Indonesia terus diupayakan termasuk pengembangan desa wisata karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sekitarnya. Salah satu desa wisata yang berpotensi adalah Desa Bugisan yang berada di Klaten. Wilayahnya berada di perbatasan Klaten dan Sleman sangat strategis karena terdapat Candi Prambanan dan Candi Plaosan. Desa Bugisan memiliki potensi wisata namun belum terkelola secara optimal karena keterbatasan SDM. Pengurus pengelolaan desa wisata (Pokdarwis) berjumlah sangat terbatas, karena sebagian besar memiliki kesibukan atau pekerjaan lainnya, sehingga sering kesulitan dalam mencari ide, solusi, dan inovasi. Permasalahan yang ditemukan di Desa Wisata Bugisan terlihat pada aspek keorganisasian. Solusi yang dilakukan adalah sosialisai mengenai sadar wisata dan pelatihan pengelolaan organisasi Pokdarwis. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: a) persiapan (penggalian informasi, penetapan materi dan peserta), b) pelaksanaan (sosialisasi, pre-test, pelatihan, dan post-test), dan c) evaluasi dan pelaporan. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ini, pengurus Pokdarwis Candi Kembar memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan, sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam menggerakkan masyarakat mengembangkan kegiatan pariwisata di Desa Bugisan.   Abstract: Tourism is an important industry sector in economic development and can be developed by employing its potential. Tourism development in Indonesia continues to be carried out, including the development of tourism villages, because it can increase the economic growth of the community and its surroundings. One of the tourist villages that has the potential is Bugisan Village in Klaten. Its area on the border of Klaten and Sleman is very strategic because there are Prambanan Temples and Plaosan Temples. Bugisan Village has tourism potential but has not been optimally managed due to limited human resources. The number of tourism village management committees (Pokdarwis) is very limited because most of them have other activities or occupations, so they often have difficulty finding ideas, solutions, and innovations. The problems found in the Bugisan Tourism Village are seen in the organizational aspect. The solution taken is the socialization regarding tourism awareness and the training in managing the Pokdarwis organization. The following activities were carried out: a) preparation (gathering information, determining material and participants), b) implementation (socialization, pre-test, training, and post-test), and c) evaluation and reporting. With the implementation of these activities, the management of Pokdarwis Candi Kembar gained more knowledge and skills so that they could optimize their roles in mobilizing the community to develop tourism activities in Bugisan Village.