Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Warga Desa Jubelan Melalui Pembuatan Produk Olahan Jahe Merah Sari, Wulan Kartika; Nugraheni, Bekti; Sulistyowati, Etty; Herlyanti, Kyky; Prahasiwi, Masitoh Suryaning
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6749

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi sehingga tanaman herbal bermanfaat pengobatan sangat mudah ditemui. Selama ini masyarakat lebih memilih mengkonsumsi obat herbal karena beranggapan bahwa obat herbal lebih aman daripada obat sintesis. Selain itu obat herbal juga memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat sitesis. Jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kandungan vitamin A, B, C, lemak, protein, pati, damar, asam organik, oleoresin (gingerin) dan minyak terbang (zingeron, zingerol, zingiberol, zingberin, borneol, sineol, dan felandren. Jahe juga mengandung minyak atsiri dan oleoresin. Berdasarkan kandungan minyak atsirinya, jahe merah memiliki kadar paling tinggi, kemudian jahe emprit dan jahe gajah. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pengembangan hasil olahan tanaman herbal yakni produk olahan jahe merah yakni berupa sediaan sirup, serbuk jamu instan, dan jahe latte yang dapat dimanfaatkan bagi warga desa Jubelan Kecamatan Sumowono untuk meningkatkan taraf perekonomian dengan peningkatan kegiatan usaha kecil menengah. Metode yang dilakukan adalah pendekatan melalui brainstroming kepada perangkat desa dan melibatkan peran serta perwakilan dari 36 ibu PKK desa Jubelan Kecamatan Sumowono. Ibu PKK sangat antusias dan akan membagikan informasi dalam pemberdayaan di lingkungan tempat tinggal mereka masing masing melalui pertemuan RT yang dilaksanakan setiap bulannya
Teh Celup Daun Salam dan Sereh Wangi Sebagai Penunjang Primary Health Care Penyakit Diabetes Mellitus di Desa Kertosari Kabupaten Kendal Sari, Wulan Kartika; Herlyanti, Kyky; Nugraheni, Bekti; Sulistyowati, Etty; Prahasiwi, Masitoh Suryaning
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak ketiga setelah penyakit kanker dan kardiovakular pada penduduk dengan rentang usia 30-70 tahun. Beberapa penduduk di Desa Kertosari Kabupaten Kendal menderita Diabetes Melitus (DM) bahkan dengan beberapa komplikasi. Dari insidensi DM yang sangat tinggi dan bahaya komplikasi yang ditimbulkan, dibutuhkan penunjang dalam Primary Health Care (PHC) salah satunya dengan memanfaatkan ketersediaan tanaman obat keluarga (TOGA) dalam apotek hidup sebagai bahan baku utama pada manajemen pencegahan dan penanganan penyakit DM. Tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang dalam pencegahan dan penanganan DM  yaitu daun salam dan sereh wangi. Daun salam dan sereh wangi merupakan tanaman yang memiliki manfaat tidak hanya bagi kesehatan, namun juga memiliki nilai ekonomi. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai obat herbal hingga bahan baku produk perawatan kulit. Daun Salam dan sereh wangi dapat tumbuh baik di daerah tropis, seperti halnya di Desa Kertosari Kabupaten Kendal. Daun salam dan sereh wangi diketahui memiliki banyak khasiat, salah satunya untuk Diabetes Melitus. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai daun salam dan sereh wangi serta manfaatnya, serta dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan berbagai produk olahan berbasis daun salam dan sereh wangi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung melalui sosialisasi dengan cara presentasi dan pemutaran video pembuatan teh celup daun salam dan sereh wangi. Masyarakat menunjukkan antusiasme atas materi pembuatan yang disampaikan dan akan mengaplikasikan dalam lingkungan masyarakat 
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Desa Kertosari, Kabupaten Kendal Nugraheni, Bekti; Sari, Wulan Kartika; Syukur, Mighfar; Prahasiwi, Masitoh Suryaning; Sulistyowati, Etty; NSH, Maria Caecilia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i1.4547

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia menjadi salah satu permasalahan dalam penanganan jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), ditambah tingkat kesadaran masyarakat yang rendah dalam mengatasi penanganan sampah, terutama masalah sampah organik di masyarakat. Hal ini menjadi polemik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman dari sampah, salah satunya dengan cara mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme. Desa Kertosari adalah salah satu desa binaan dari Stifar Yayasan Pharmasi Semarang. Tim mengajak ibu-ibu kader PKK sebagai garda terdepan di rumah tangga untuk menangani dan memanfaatkan sampah organik untuk diolah menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomi terutama untuk lingkungan rumah tangga.   Pelatihan pembuatan Eco Enzyme sangat mudah dilakukan yaitu dengan memanfaatkan sampah organi : molase : air (3 : 1 : 10) dan kemudian difermentasi selama 3 bulan. Hasil filtrat fermentasi Eco Enzyme  dapat dimanfaatkan  menjadi produk yang bermanfaat dari sisi ekonomi. Adapun manfaatnya dapat digunakan sebagai pembersih alami, pembersih rumah tangga alami, detergen dan pelembut alami, karbol, sabun padat dan cair alami, membersihkan pestisida pada sayur buah, perawatan diri, dan perawatan kesehatan pribadi. Adanya kegiatan ini dapat diaplikasikan di lingkungan rumah tangga sehingga manfaat yang diharapkan bisa mengurangi belanja ibu-ibu desa Kertosari, Kabupaten Kendal.
Pemanfaatan Limbah Tembakau Sebagai Pestisida Alami Di Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Herlyanti, Kyky; Prahasiwi, Masitoh Suryaning; Sulistyowati, Etty; Nugraheni, Bekti; Sari, Wulan Kartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.9862

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis dalam pertanian berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah, sehingga diperlukan alternatif pestisida yang lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pestisida nabati berbahan metabolit sekunder tanaman, seperti nikotin.Pestisida merupakan senyawa kimia yang sering digunakan pada lahan pertanian namun, penggunaan pestisida memiliki risiko mencemari lingkungan dan lahan pertanian. Cemaran pestisida dalam tanah dapat mengganggu keseimbangan jamur alami pada tanah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan alternatif pestisida khususnya dari bahan alam yang cukup aman dan ramah lingkungan. Salah satu metabolit sekunder tanaman yang mampu berfungsi sebagai pestisida adalah senyawa nikotin.  Nikotin berperan sebagai agonis reseptor asetilkolin nikotinik dan efektif terhadap beberapa hama penting, antara lain kutu hijau, Plutella xylostella, ulat grayak, dan larva Aedes aegypti. Senyawa tersebut dapat digunakan sebagai pestisida karena merupakan agonis reseptor asetilkolin nikotinik. Tembakau mengandung nikotin yang cukup tinggi. Meskipun demikian, daunnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga perlu dikembangkan pestisida nabati dari bagian lain dari tembakau seperti batang. Nikotin efektif terhadap kutu hijau, Plutella xylostella, ulat grayak, dan larva Aedes aegypti. Tanaman tembakau banyak dibudidayakan masyarakat Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Daun tembakau mempunyai nilai ekonomis tinggi pada industri rokok namun limbah tembakau belum dimanfaatkan dengan baik. Kegiatan dilakukan secara langsung dalam bentuk sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati dari tanaman tembakau. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman petani mengenai konsep dan manfaat pestisida nabati serta munculnya minat untuk menerapkan pestisida tembakau sebagai alternatif pengendalian hama. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tembakau berpotensi mendukung kemandirian petani dalam penyediaan pestisida ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Aktivitas Penghambatan Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) dan Skrining Fitokimia Ekstrak Buah Api-api (Avicennia marina) Palupi, Dwi Hadi Setya; Haryanti, Sri; Prahasiwi, Masitoh Suryaning; Utomo, Retno Sari
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i1.98721

Abstract

Pengobatan farmakologis untuk diabetes didasarkan pada peningkatan ketersediaan insulin dan perbaikan sensitivitas insulin. Saat ini, terapi berbasis glukagon-like peptide 1 (GLP-1) bertujuan untuk mengendalikan glukosa melalui penghambatan enzim DPP-4. Api-api (Avicennia marina) merupakan mangrove yang banyak terdapat di Indonesia, namun pemanfaatannya sebagai obat oleh masyarakat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak maupun fraksi buah api-api dan menentukan aktivitas penghambatannya terhadap enzim dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi dalam etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi dengan metode cair-cair untuk mendapatkan fraksi n-heksan, etil asetat, dan air. Skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna dan kromatografi lapis tipis (KLT). Aktivitas penghambatan enzim DPP-IV dilakukan menggunakan metode fluoresensi dengan substrat fluorogenik Gly-Pro-aminomethyl-coumarin (AMC). Rendemen hasil ekstraksi buah api-api (Avicennia marina) sebesar 48,06% sedangkan fraksinasi dari ekstrak menghasilkan fraksi air dengan rendemen terbesar (31,54%). Hasil skrining fitokimia dan KLT memperlihatkan ekstrak etanol dan fraksi etil asetat buah api-api mengandung flavonoid, triterpenoid/steroid, tanin, dan saponin. Fraksi air terdeteksi mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid, sedangkan fraksi n-heksan hanya mengandung flavonoid dan triterpenoid.  Aktivitas penghambatan DPP-4 fraksi n-heksan, fraksi etil asetat, dan fraksi air dalam nilai IC50 berturut-turut yaitu 5,19; 1,36; dan 2,51 mg/mL. Fraksi etil asetat buah api-api putih memiliki aktivitas penghambatan DPP-4 terbaik, sehingga dapat menjadi sumber antidiabetik alami.